Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 138


__ADS_3

Usai mengkompres Tamara tampak sibuk didapur rumah Raymond, tadi sebelum kerumah Raymond dirinya sempat berbelanja bahan untuk membuatkan bubur sumsum yang dicampur sayuran.


selama dua jam Tamara berkutat dengan peralatan dapur rumah Raymond demi berhasil menyajikan bubur istimewa yang dibuat dengan resep istimewa juga.


"Makan dulu Ray, aku buatin bubur sumsum fi campur sama sayuran nih.. "


membantu Raymond duduk bersandar pada dashboard ranjang, lalu menyuapi sedikit demi sedikit, Raymond sama sekali tidak menolak saat jemari Tamara mengusap sisa bubur yang menempel disudut bibirnya.


"Bagaimana rasanya ? lumayan kan ?" tanya Tamara saat suapan terakhir diberikan.


"ini enak, kamu pasti sangat repot membuatnya, makasih ya.. " ucap Raymond masih tampak lemas namun memaksa tersenyum.


"Baiklah setelah ini minum obat ya, aku udah beli di apotek tadi.. "Tamara menyiapkan sebutir tablet berwarna putih lalu mengambilkan segelas air putih hangat untuk Raymond.


"Aku merasa jadi kayak anak kecil dalam perawatan ibu deh hehee"


"Masih aja ya bisa bercanda kamu Ray.. istirahat deh.. "


Tamara tampak membenarkan posisi tidur Raymond, saat hendak ingin memasangkan selimut tiba tiba..


Raymond menggenggam tangan Tamara, menarik sampai didekat dadanya, sesaat mata keduanya bertumpu tanpa kata.


Pandangan Raymond yang sayu entah memikirkan apa sedangkan Tamara tampak terbuai dengan mata itu..


"Raymond... " ucap Tamara Lirih saat Raymond semakin menarik dirinya.


lalu tanpa persetujuan Raymond, Tamara memberanikan diri mencium bibir itu, sepersekian detik terasa sangat lama saat netra mereka kembali beradu.


"Ma.. maaf Ray.. " saat Tamara hendak menarik diri tiba tiba Raymond merengkuh tengkuk lehernya lalu..


terjadilah ciuman yang tidak hanya sekedar ciuman, keduanya saling me lu mat lembut, tidak ingin saling menuntut tapi sama sama terbuai pesona satu sama lain.


hhmmpphh..


hhmmpphhh..


Tamara mulai kekurangan oksigen dan Raymond inisiatif mengakhiri aktivitas mereka, mengangkup wajah ayu yang berjarak hanya beberapa centi dari wajahnya.


Nafas keduanya saling menerpa kulit satu sama lain, wajah merona merasakan sedikit malu, lalu keduanya tersenyum.

__ADS_1


posisi Tamara saat ini kembali duduk ditepian ranjang,


"istirahat Ray.. aku akan ada disini sampai kamu membaik jika butuh apa apa bilang ya.. "


"Makasih Tamara, maaf untuk ciuman yang tadi, aku hanya merasa gemas melihat bibirmu yang ceriwis seperti ibuku hehee.. "


Tamara tidak tersinggung justru tersenyum sambil menggelengkan kepala, ada ada saja...


Setelah memastikan Raymond tertidur, Tamara tampak duduk di sebuah sofa pada sudut ruangan masih didalam kamar Raymond.


Memfokuskan diri pada layar laptop, mengevaluasi tugas mahasiswanya hari ini lalu menyiapkan bahan materi untuk kelas esok hari.


Menjelang tengah malam Raymond terbangun, dia merasa ingin ke kamar mandi namun terkejut bagaimana Tamara tertidur di sofa dengan masih memangku laptop.


dia sama sekali tidak meninggalkan aku, bahkan ini sudah sangat larut malam


...jam dinding menunjuk pada pukul 23.30.....


selesai dari kamar mandi Raymond mencoba membangunkan Tamara, elus elus pipi nya.. namun yang dielus hanya menggeliat pelan.


Akhirnya Raymond inisiatif menggendong ala bridal tubuh ramping Tamara ke sisi ranjang kosong miliknya, menyibakkan surai rambut yang menghalangi wajahnya, lalu memakaikan selimut,


setelah itu Raymond kembali tidur pada sisi ranjang lainnya.


Benar saja tepat pada pukul tujuh pagi Tamara menggeliat merenggangkan otot tubuhnya, membuka mata dan memperhatikan posisi tidurnya, lalu menengok tempat Raymond berbaring,


Kok aku bisa tidur diranjang Raymond sih, apa jangan jangan dia yang mindahin aku ?? hmm..


tidak menemukan Raymond, Tamara turun dari ranjang mencari dimana pria sakit itu berada, berjalan mengarah ke dapur saat mencium aroma yang cukup sedap.


"Sudah bangun Tam ?" tanya Ramond


"Apa kamu sudah baikan, kenapa sudah banyak gerak harusnya kamu bilang ke aku butuh apa pingin apa ?? harusnya kamu istirahat ditempat tidur Ray.. "


nada suara khawatir berjalan menghampiri Raymond..


"Sudah kubilang aku hanya masuk angin biasa dan akan sembuh paling lama tiga hari hehe.. aku sudah jauh lebih baik Tam.. duduklah aku lagi bikin sarapan. "


Aroma sedap dari olahan mie buatan Raymond tersaji di meja, semangkuk untuk Tamara, semangkuk lagi untuk dirinya.

__ADS_1


Mereka sarapan dengan suasana hangat, mie kuah yang dicampur telur dan sayuran adalah yang terbaik saat ini, apalagi cuaca diluar sedang mendung.


usai sarapan Tamara yang membereskan sisa peralatan kotor sedangkan Raymond kembali kekamarnya..


"Kalau kamu sudah baikan aku pulang sekarang ya Ray.. " Tamara membereskan tas laptop dan barang lainnya.


"Aku antar Tam, yuk.. " Raymond tampak mengambil kunci mobil dan mempersilakan Tamara jalan duluan


tiba di garasi Raymond menekan tombol pada kunci mobil lalu mempersilakan Tamara masuk duluan ke mobilnya.


dalam perjalanan menuju rumah kontrakan Tamara,


"Baru enakan malah nganterin aku, padahal kan aku bisa naik taksi Ray.. "


"Aku gak keberatan kok Tam, apalagi itu kamu.. "


tampak tidak melepaskan fokus mengemudi Raymond tampak berpikir berulang kali hingga..


"Malam minggu besok ada acara gak Tam ? mau nemenin aku gak ?" tanya Raymond menoleh sekilas lalu kembali fokus mengemudi hati hati


"malam minggu besok ya Ray, hhmmm temenin kemana ?"


" Aku mau ajak kamu masuk keduniaku, jujur saja ada rasa tertarik saat kita bersama Tam, tapi aku sadar usiaku yang bukan lagi remaja dan aku punya dunia yang aku ingin kamu tahu, jadi seandainya kamu mau sama aku kamu juga harus bisa menerima duniaku, tapi kalau kamu gak tertarik dengan dunia yang sama denganku maka aku gak akan memaksa.. "


raut wajah Raymond tampak serius meskipun diselingi senyuman halus.


"Sepertinya kamu punya dunia yang unik ya Ray, sampai sampai kamu grogi banget buat ngajak aku jalan, aku mau mau aja sih, gak ada salahnya saling mengenal dunia masing masing sebelum kita benar benar yakin satu sama lain.. "


pemikiran Tamara cukup bijaksana menanggapi keinginan Raymond, dalam hatinya merasa sangat senang jika pria idamannya tampak mulai membuka diri bahkan ikut menariknya masuk kedalam dunianya dengan sopan.


sisa perjalanan menuju rumah kontrakan Tamara menjadi lebih hening, Raymond fokus mengemudi dan memikirkan entah apa, sedangkan Tamara seperti memahami apa yang Raymond rasakan saat ini memilih untuk menikmati pemandangan diluar kaca jendela mobil.


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2