Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 128 Ke pasar


__ADS_3

Pagi hari menjelang ritual malam bulan purnama..


seperti kebiasaan sebelum sebelumnya, pagi pagi sekali ibuk dan bapak akan pergi kepasar untuk membeli ubo rampe Persiapan doa ritual malam bulan purnama.


kemarin sudah ada beberapa tamu yang menitipkan uang untuk menyokong kelancaran acara rutin tersebut.


"Bapak yang cari minuman sama jajanan.. ibuk yang cari buah sayur dan daging.. "


kata bapak saat memasuki gerbang pasar kota.


sebelumnya uang sudah dibagi untuk masing masing, Mereka sepakat akan bertemu lagi digerbang satu jam kemudian .


Bapak Yitno berjalan menuju kios langganan yang menjual aneka minuman dan jajanan, Beliau memesan aneka minuman botol ukuran 330ml berwarna merah, kuning, hijau, putih, hitam, biru, selain itu juga memesan minuman dengan warna lain,


dan karena ada banyak yang mengajak anak anak, Bapak Yitno juga membeli aneka jajan ciki cikian aneka rupa warna dan jenis.


Usai memesan, Bapak Yitno memutuskan untuk beli sarapan, di pagi hari ada banyak kios pedagang yang menjual aneka sarapan, dan kesukaan bapak Yitno adalah nasi hangat dengan kuah gulai serta segelas minuman teh panas .


Sementara bapak Yitno menikmati sarapan, Ibu astuti juga tampak sedang melakukan transaksi tawar menawar di kios buah buahan,


"kan belinya banyak bu, kasihlah diskon biar tetep jadi langganan.. " kata Ibu astuti


"yawes.. sama ibu astuti gak apa wes aku kasih diskon, tapi kalau belanja buah di tempatku terus ya bu.. " kata si penjual yang gesit menimbang buah buahan pilihan ibu.


"kalau buahmu segar dan tidak busuk sudah pasti aku beli disini terus.. ohiya jangan lupa ditimbang sekiloan anget ya.. "

__ADS_1


"pasti anget bu.. " kata di penjual sumringah.


Ibu astuti tampak lincah memilih buah belimbing, apel, pear, salak, jeruk, buah naga, manggis, kesemek, kelengkeng, mangga, dan lainnya. Setiap macam buah dibeli 5 kilogram dengan timbangan perkilo anget.


Usai memilih buah yang segar, ibuk astuti lanjut mencari penjual buah pisang, Biasa nya di sebelah utara ada kios khusus pedagang pisang, buah pisang yang digunakan untuk ubo rambe bukan sembarang pisang, sebenarnya boleh memakai jenis pisang lain sebagai pelengkap tapi yang utama dan harus ada adalah pisang jenis raja temen.


Setundun pisang raja temen sudah didapat, ibuk lanjut berkeliling membeli aneka sayuran segar, seperti kacang panjang, terong, buncis, wortel, tomat, dan lainnya.


Tidak lupa juga membeli berbagai bumbu halus untuk mengolah ayam ingkung, ikan bandeng, cumi, bebek.


Usai mendapatkan semua yang dibutuhkan, ibuk menemui bapak didekat gerbang pasar, disana bapak Yitno tampak sedang memilih bunga setaman (mawar merah, mawar putih, kenanga, kantil, melati) yang nantinya akan di letakkan dalam sebuah wadah baskom besar yang diisi dengan air.


...*biasanya setelah selesai doa inti para tamu akan meminum air kembang setaman, ada juga yang memakai air tersebut untuk membasuh wajah, bahkan ada yang membawa pulang dalam bentuk bungkusan plastik yang nantinya akan dicampur kedalam bak dan digunakan untuk mandi sekeluarga. ...


Lalu bapak Yitno juga sudah memilih beberapa tangkai bunga sedap malam sebagai pelengkap yang nanti akan diletakkan disebuah vas, dekat dengan tempat dinyalakannya dupa.


"Sudah semua bu? " kata Bapak saat melihat ibuk datang menghampiri


"sudah pak, tinggal cari angkot nanti biar supirnya bantu ambil semua barang belanjaan yang sudah di bayar.. "


sebelumnya memang ibuk dan bapak setiap belanja khusus untuk ritual malam bulan purnama, selalu menitipkan terlebih dahulu disetiap kios pedagang, nanti akan diambil saat semua sudah selesai didapatkan.


Kebetulan bapak dan ibuk sudah mempunyai angkot dan supir langganan yang sudah paham gaya berbelanja pasangan senja itu.


satu persatu kantong plastik berisi belanjaan dimasukkan kedalam angkot, sekali lagi ibuk Astuti mengecek apakaah sudah lengkap semua atau belum.

__ADS_1


saat sedang menghitung jumlah belanjaan dengan catatan tiba tiba ada seorang penjual seperti nenek nenek yang menghampiri bapak Yitno


nenek tua itu menawarkan hasil panen kebunnya yaitu nanas, ada sekarung penuh berisi nanas yang nenek tersebut gendong dipunggung nya.


Merasa iba kepada si nenek tersebut bapak pun melakukan tawar menawar harga, setelah disepakati jumlah uang yang dibayar untuk sekarung nanas segar tersebut, Tampak si nenek sangat berbinar netra nya,


"terima kasih pak.. sudah nglarisi jualan saya, semoga berkah melimpah untuk keluarga bapak, " ucap si nenek sambil beberapa kali membungkukkan badan.


Terkadang saat berada di pasar pasti akan ada saja kejadian tidak terduga dan terencana, semua dilakukan sesuai feeling dan situasi di pasar.


Kecuali bahan bahan ubo rampe yang pokok, harus ada dan tidak boleh tertinggal ..sedangkan ubo rampe pelengkap bisa berubah ubah Tergantung petunjuk yang didapat.


Bapak Yitno memilik feeling jika Ritual doa malam bulan purnama kali ini akan berbeda, akan ada sesuatu yang terjadi..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2