
Ratih prameswari tiba dirumah saat hari sudah malam, sebenar nya tadi dari alun alun hendak memesan taksi online, karena seharian ini Ratih bepergian dengan alat transportasi umum.
saat hendak memesan taksi online sambil duduk disalah satu bangku taman alun alun kota, sudut mata Ratih melihat seorang bapak tua tampak menawarkan becaknya,
dari raut wajah bapak tua tersebut sepertinya hari ini dia tidak mendapatkan rejeki yang cukup untuk dibawa pulang,
Bapak tua itu berjalan mendekat kearah Ratih prameswari, "becak mbak ?? monggo... saya antar kemanapun.. "
melihat peluh lelah si bapak tua, Ratih prameswari merasa iba.. dan jempolnya otomatis menekan opsi cancel di layar ponselnya.
"hhmm.. antarkan saya ke kampung xxxx pak" kata Ratih prameswari yang kemudian tampak beranjak berdiri membawa aneka jajanan yang dia beli tadi.
raut muka si bapak pengayuh becak tampak sumringah, itu terlihat dari bagaimana si bapak dengan hati hati membantu ibu hamil saat menaiki becaknya.
"hati hati bu.... " kata si bapak tua.
"ayo pak kita jalan.. jangan cepat cepat pak saya mau menikmati suasana disepanjang perjalanan.. " ucap Ratih prameswari yang hanya alibi saja padahal dia sengaja meminta si bapak tua berkeliling sebelum menuju alamat rumahnya.
"Baik bu.. " becak melaju sangat pelan,
angin yang menerpa Wajah Ratih prameswari cukup sejuk, sepanjang perjalanan Ratih prameswari menikmati keindahan malam kota tempat kelahirannya.
tiba dirumah..
"terima kasih pak.. ini ongkosnya.. " mengulurkan tiga lembar uang berwarna biru.
"ini kebanyakan bu.. " kata si bapak tua hendak mengambil satu lembar saja.
"tidak apa pak, karena becak bapak sudah membuat saya senang di sepanjang perjalanan.. "
akhirnya si bapak tua itu menerima uang yang diberikan, dan lebih lagi terharu karena Ratih prameswari juga memberikan sebungkus martabak telur yang masih hangat.
bapak tua mengayuh sepeda kearah pulang, seperti nya rejeki tak terduga hari ini akan cukup untuk kebutuhan anak dan istrinya esok hari.
__ADS_1
saat memasuki halaman rumah, terdengar suara tawa putri kecilnya..
seperti nya dek gendhis lagi main sama mbahnya..
selesai membersihkan diri, Ratih prameswari ikut bergabung diruang tivi, mereka menikmati makanan hangat yang dibeli di alun alun tadi.
dek Gendhis paling suka makanan kue pukis manis rasa Coklat.
sedangkan bapak dan ibuk tampak menikmati kue martabak telur, disela menikmati makanan hangat,
"bagaimana hasil pemeriksaan hari ini nduk ?" tanya ibuk
"semua baik bu, tinggal jaga mood aja buat menghadap i hari persalinan sebentar lagi hehehe.. "
Ratih prameswari tidak mengatakan jika saat ini tensi darahnya masih tinggi karena stress yang mempengaruhi akhir akhir ini.
"jaga jangan sampai kelelahan nduk, jangan melakukan pekerjaan berat, biar ibuk yang mencuci baju dan pekerjaan rumah lainnya. kamu cukup banyak banyak istirahat dan senangkan pikiran.. biar lahirannya gampang.. " ucap ibu astuti.
"setelah lahiran anak kedua, kalian akan tetap tinggal disini saja, bapak tidak mengijinkan kamu kembali ke Jogja , disana jauh dari sanak keluarga, pokoknya gak boleh.. " ucap pa Yitno.
"Iya pak.. Ratih akan tinggal disini seterusnya, rumah di. jogja akan ratih kontrakan saja, biar ada yang merawat daripada dibiarkan kosong akan terbengkalai, Ratih hanya akan fokus merawat anak anak Ratih pak.. buk.. " kalimat yang Ratih prameswari ucapkan cukup menenangkan
"sebentar lagi dipanggil kaka ya dek.. mau dipanggil kak gendhis atau mbak gendhis.. " usap usap kepala kecil putrinya.
"mau dipanggil mbak aja bu, nanti aku bantu ibu jagain adek wes.. " dek gendhis menjawab pertanyaan sang ibu sambil makan kue pukis.
Ibuk sudah tampak tertidur di kasur lantai depan tv sepertinya kecapean main seharian sama cucu..
dek gendhis menghabiskan kue pukis terakhir nya, saat Ratih membereskan sisa makanan yang tercecer terdengar suara seseorang menguluk salam.
"Rahayu.. " ucap seseorang dari luar rumah.
dek gendhis yang baru saja selesai mencuci tangan tampak berlari membukakan pintu. sedangkan Ratih prameswari sedang menyapu sisa kotoran, tidak terlalu memperhatikan siapa yang datang..
__ADS_1
"mbah kakung ada om fabiyan !!" teriak dek gendhis yanh saat ini tentu saja sedang duduk menemani Fabiyan diteras depan.
"dek gendhis belum tidur ya, udah malam ini.. "
"belum om, aku baru selesai makan kue pukis, ibu yang beli tadi.. "
"kebetulan sekali, om juga bawa kue pukis nih masih anget, tadi om beli di alun alun.. " menunjukkan sebuah plastik berisi pukis coklat yang masih panas.
"biar aku ambil piring om, sebentar ya om.. " dek gendhis kembali masuk kedalam rumah.
mengambil sebuah piring lalu gegas keluar lagi, kelakuan anaknya itu tak luput dari penglihatan Ratih prameswari.
"ada tamu siapa sih dek, kok jadi kamu yang heboh.. "
"ada om Fabiyan bu.. bawain kue pukis kesukaan gendhis.. " cengir sang putri yang tampak sangat manis
astaga.. kue pukis lagi , kue pukis lagi... hhhmmmm..
Ratih ikut duduk diteras sambil menunggu bapak Yitno keluar.
Tidak ada banyak pembicaraa antara Ratih dan Fabiyan, tapi dek gendhis yang berada diantara mereka tampak bertingkah aktif menggemaskan..
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1