Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 86 Tugas luar provinsi


__ADS_3

Raymond terkejut


namun Pak Yitno biasa saja tanpa ekspresi


kedua mata mereka bertemu dan saling menggali rasa penasaran masing masing..


"Bapak tahu ?" kata Raymond terkejut


"Bapak tahu ngger.. lanjutkan cerita mu..." jawab pak Yitno


"Saya merasa tidak asing dengan bentuk sosok wanita itu pak, seperti pernah melihat tapi sampai sekarang belum ingat kapan dan dimana.."


Raymond menyampaikan semua kebingungan yang dia alami saat ini.


Mereka berdua berbincang sampai dini hari pukul 03.00 Raymond baru pamit.


***


Sementara itu Fabiyan yang sudah tiba di rumah tepat tengah malam, kini sedang berada di dalam kamar mandi.


Dirinya sedang berendam di dalam sebuah bathup berisi air hangat serta wewangian aromaterapi untuk merelaksasi tubuhnya.


Berendam sampai pada batas leher, Fabiyan menerawang jauh didalam pikiran nya,


saat ini dia belum tahu harus bertindak bagaimana, namun isi otaknya semakin penuh dengan sosok wanita bernama Ratih Prameswari.


Aku ingin tahu siapa sebenarnya Ratih Prameswari...


Fabiyan ingin bisa mengkaitkan segala kejadian saat ini dengan apa yang pernah terjadi di masa lampau namum dirinya sendiri saja juga belum menemukan siapa sejatining diri..


Siapa aku ? siapa aku dibalik aku ?


perbincangan terakhir dengan pak Yitno adalah sebuah materi hidup yang baru pertama kali Fabiyan dengar langsung dari sumber nya.


Dia merasakan seakan ada beban tanggung jawab besar yang harus dipikulnya, Dia ingin bisa hidup bersama jodoh sejatinya... garwo kinasihnya... pujaan hati nya.. Ratih Prameswari..


***


Kota K keesokan hari..


Hari pertama kembali bekerja membuat Ratih Prameswari sangat bersemangat..


dia seperti mendapat energi baru yang fuul seperti baterai yang sudah di charge seharian penuh ,


sepanjang hari dia merasa bersemangat, ramah senyum dan menyapa siapa pun yang lewat didepan meja kerjanya.


"Ratih... dipanggil keruangan pak bos tuh !" kata salah seorang pegawai pria yang baru saja keluar dari ruangan bos.


"aahh iyaa kak, baik..."


Ratih mengetuk pintu tiga kali sebelum masuk keruangan yang dimaksud,


...tok.. tok.. tok.....


..."masuk.."...


Setelah mendapat jawaban Ratih masuk dan duduk dikursi seberang meja Pak Budi.


"Ratih.. gini langsung saja ya.."


" karena kamu termasuk salah satu pegawai yang memiliki prestasi bagus"


"Bapak mau kamu mewakili balai observasi kita untuk mengunjungi salah satu lokasi penemuan benda sejarah situs tidak bergerak di pulau B,"


kata Pak Budi yang sering mendapatkan julukan pak bos karena sifatnya yang arogan sekaligus suka mentraktir para pegawai seminggu sekali.


Ratih Prameswari menyimak perkataan Pak Budi dengan cermat,

__ADS_1


"Maksud bapak, saya yang mewakili tim balai observasi povinsi ?"


tanya Ratih meyakinkan diri.


"Iya.. seperti yang kamu dengar barusan , apa kurang jelas perkataan saya ?"


Hhmm..


"Nanti surat penugasan akan kamu terima, sebaiknya kamu mempersiapkan mental juga karena ada banyak tim dari provinsi lain dari berbagai wilayah di Indonesia yang akan ikut hadir."


"Kalian akan sama sama mengobservasi penemuan tersebut, dan yang hasil observasi paling detail mendekati ketelitian situs tersebut akan mendapatkan piagam penghargaan.."


"itu nanti bisa jadi batu lonjakan untuk kamu juga dalam melakukan penelitian benda benda bersejarah tidak hanya di kalangan provinsi asal tapi antar provinsi di wilayah Indonesia.."


"Pokoknya bapak yakin kamu bisa dan akan sanggup melakukan yang terbaik atas nama balai observasi provinsi kita ."


Pak Budi sangat bersemangat membeberkan bagaimana nantinya jika balai observasi dibawah kepemimpinan nya akan menjadi semakin diakui oleh pemerintah


Sementara Ratih Prameswari agak tertekan dengan perkataan Pak Budi , meskipun tidak menyebutkan tapi jelas jelas arah omongan pak Budi adalah keharusan.


"Maaf pak.. saya mau mewakili balaik observasi provinsi kita,"


"Saya juga berjanji akan melakukan yang terbaik semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya"


tapi..


"Saya tidak mau terlalu yakin akan menjadi peserta yang berhasil mendapatkan penghargaan itu"


"Bapak sendiri yang bilang kalau perwakilan dari berbagai provinsi lain juga berkualitas dan mumpuni.."


"Saya akan berusaha tapi saya akan menolak jika di paksa "harus menang" , bapak ngerti kan maksud saya.."


Ratih berbicara tanpa sedikitpun pandangan mata lengah menatap pak Budi


sebuah sikap tegas yang berani Ratih sampaikan menurut sudut pandang nya.


Kini Ratih Prameswari berani mengutarakan apa yang menurut dia bagus , mana yang harus diugemi dan mana yang harus berani ditolak.


"Jadi.."


"Aahh iya iya pokoknya kamu harus berusaha ya Ratih , semangat !!"


ucap pak Budi yang luluh.


***


Persiapan keberangkatan Ratih Prameswari ke pulau B memakan waktu seminggu.


mulai dari persiapan peralatan observasi, penurunan surat tugas, dan administrasi akomodasi selama masa tugas nya nanti


Ratih hanya berangkat sendirian, dia membawa sebuah koper berukuran sedang


berisi logistik kebutuhan selama 6 hari terutama pakaian,


Keberangkatan menggunakan pesawat komersil kelas bisnis.


Ratih duduk dikursi penumpang dekat jendela,


ini merupakan pertama kalian dia naik pesawat,


***


ada rasa gugup , takut sekaligus tertarik..


Perjalanan menggunakan pesawat ke pulau B hanya butuh waktu kurang dari satu jam.


Dalam perjalanan menggunakan pesawat komersil itu, Ratih merasakan tiba tiba saja kalungnya bergetar

__ADS_1


"lagi.."


Sontak Ratih Prameswari menjadi gelisah,


Apakah ini ....


Ratih Prameswari menengok ke arah kiri dan kanan, semua orang nampak sibuk dengan urusan mereka masing masing dikursinya,


Karena Kalung yang dipakai Ratih Prameswari berpendar jika merasakan kehadiran seseorang pria reinkarnasi rakai Pikatan..


Ratih sangat berharap tidak bertemu Fabiyan lagi,


Fabiyan hanya membuat Ratih menjadi lemah,


Fabiyan selalu membuat Ratih Prameswari tidak berdaya,


Seperti dua kutub magnet yang saling menarik dengan kuat.


Ratih Prameswari belum siap, dia tidak mau membuka hatinya.


Karena perasaan gelisah itu akhirnya Ratih Prameswari memaksakan memejamkan matanya saja.


lupakan.. lupakan... lupakan...


***


Sementara Ratih Prameswari mencoba meredamkan rasa gelisah,


pada salah satu bangku penumpang di deretan belakang Ratih Prameswari seorang pria juga tengah merasakan hal yang sama.


Sepanjang perjalanan dirinya celingak celinguk berharap menemukan sosok yang selalu membuat tubuhnya bereaksi seperti tersetrum aliran listrik


"Perasaan ini..."


Guman Seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Fabiyan Atmaja..


Hampir sama seperti Ratih , Fabiyan juga akan menghadiri pertemuan bisnis di kota yang sama dengan kota tujuan Ratih Prameswari.


Fabiyan merasa tidak tenang di sepanjang penerbangan..


***


Gusti... jika Ratih Prameswari adalah jodoh sejati ku maka pertemukan aku dengannya sekarang juga..


Batin Fabiyan saat pesawat tiba di bandara Ngurah rai Bali, satu persatu penumpang mengantri untuk turun dari pesawat.


Saat Fabiyan sedang ikut berjalan diantara para penumpang lain,


di saat yang sama Ratih Prameswari juga berdiri dari kursi penumpang nya dan saat hendak masuk kedalam antrian.


Tiba tiba saja lengan mereka berdua bersentuhan, awalnya tidak terlalu memperdulikan karena bisa saja itu orang lain.


bukankah masih ada puluhan penumpang didalam pesawat yang mengantri untuk turun..


Apalagi Fabiyan dan Ratih sama sama mengenakan masker jadi ..


saat pandangan mata keduanya bertemu seperti berkata..


...****************...


bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2