
Singkat cerita, dewi Sati hidup sangat bahagia bersama suami nya, Mahadewa di Kaliash.
Mahadewa mengijinkan dewi Sati melakukan apapun yang dia inginkan, bunga bunga champa yang sudah kering kembali tumbuh memenuhi taman, bunga Champa adalah sangat disukai Mahadewa karena dia melambangkan keabadian yang langka.
dewi Sati mengubah suasana di Kaliash menjadi lebih nyaman, bunga bunga tumbuh di taman khusus yang dia buat bersama Nandi dan beberapa pelayan, Bunga warna warni yang sangat indah menarik banyak kupu kupu .
***
Kembali pada Dyah Pramodhawardani...
"Aku ikut merasakan kebahagiaan mu dewi Sati.. kebahagiaan impian setiap pengantin..." kata Dyah Pramodhawardani
"Aku sangat bahagia, tentu saja putri.. di Kaliash waktu seperti berhenti saking banyaknya kesenangan yang aku nikmati bersama suamiku, Mahadewa.." kata dewi Sati.
"Lalu bagaimana kisah selanjutnya dewi Sati ? kisahmu sangat membuat penasaran.." ucap Dyah Pramodhawardani.
"Kisa kita hampir mirip kan, sama sama melakukan pernikahan beda keyakinan.." sambung Dyah Pramodhawardani yang kini mulai menikmati gemericik air di kakinya.
"Benar putri Pramodhawardani.. namun semoga kita tidak berakhir sama ya.." ucap dewi Sati sedih.
***
Kembali ke kisah dewi Sati dan Mahadewa..
Keluarga Daksha akan melakukan upacara tahunan sebagai wujud sembah bakti kepada dewa Brahma. Upacara yang hanya boleh dilaksanakan oleh penganut murni Brahma yaitu keluarga Daksha.
Persiapan upacara tahunan akan berlangsung secara besar besaran dan sangat mewah tentunya, karena keluarga Daksha identik dengan kekayaan harta yang bergelimang tidak bisa habis.
Bukan karena Daksha adalah keturunan dewa Brahma melainkan karena sang istri Prajsta yang adalah keturunan dewa kekayaan, sehingga siapapun yang menjadi pendamping nya akan memiliki kekayaan tak terhingga.
***
Sementara itu di Kaliash..
dewi Sati sedang memikirkan cara , bagaimana supaya bisa hadir pada upacara tahunan keluarga Dakhsa. Karena saat ini Mahadewa sedang melakukan semedi didalam gua yang jauh.
Akan sangat tidak mungkin jika membangunkan suaminya dari pertapaan, karena jika suaminya sedang bertapa maka itu berkaitan dengan kondisi alam Semesta.
Setelah menimang dan memikirkan sungguh sungguh, dewi Sati memutuskan akan tetap menghadiri acara keluarga Daksha.
Sudah setahun tidak bertemu ibu Prajsti dan juga ayah serta saudara saudara nya, Setelah berganti pakaian dewi Sati mencari Nandi.
***
Nandi sedang memerah susu sapi di kandang bersama beberapa pelayan.
"Nandi.. apa kita bisa bicara sebentar ?" kata dewi Sati yang berdiri diluar kandang sapi.
__ADS_1
"Ya Dewi.. tunggulah sebentar aku kesitu !!" jawab Nandi dari dalam kandang.
Setelah mencuci tangan, Nandi menemui dewi Sati,
"Ada hal apa hingga dewi mencari hamba ditempat ini ?" kata Nandi bersimpuh.
"Nandi.. hari ini aku akan menghadiri upacara tahunan yang diadakan oleh keluarga ku.. " ucap dewi Sati.
"Tapi dewi... bukankah Mahadewa sudah berpesan bahwa tidak ada satupun dari penghuni Kaliash yang pergi ?" kata Nandi menjelaskan
"Tapi Nandi.. aku hanya akan pergi sebentar, setelah upacara selesai aku akan segera kembali !!" kata dewi Sati lembut tapi menuntut.
"Maafkan hamba dewi..." mengatupkan kedua tangan Karena tidak tahu harus berbuat apa ketika sang dewi sudah berucap.
"Aku akan berhati hati dan kembali dengan selamat, aku janji !!" ucap dewi Sati kokoh pada keputusan nya.
***
Dewi Sati tiba dikediaman keluarga Daksha..
Namun penampilan dewi Sati sangat sederhana, sejak tinggal di Kaliash dewi Sati mulai melepaskan satu per satu perhiasan duniawi yang sering dipakai, dan kebiasaan itu sampai sekarang melekat oada dirinya
"Ayah.. ibu... aku datang.." dewi Sati menyeru dari pintu masuk.
dengan langkah mantap percaya diri memasuki rumah orang tuanya, lalu tiba tiba...
"SIAPA KAU WAHAI ORANG ASING !!" bentak ayah Daksha yang melihat dari lantai dua rumahnya..
"Apa kamu Sati anakku ? kenapa penampilanmu seperti rakyat jelata !!" kata Ayah Daksha sembari menuruni satu persatu anak tangga.
"Aku merindukan ayahanda.." dewi Sati mendekati ayah Daksha hendak menyentuk kaki.
Namun Ayah Daksha menghindar mundur dua langkah..
"Kamu bukan Sati ku !! kamu hanyalah rakyat jelata yang sangat kotor dan bau !! pergilah !!" usir ayah Daksha yang tiba tiba perutnya terasa sangat mual saat mencium aroma tubuh Dewi Sati yang aneh menurut nya.
Padahal dewi Sati hanya menyederhanakan penampilan dengan memakai kain berwarna polos tanpa perhiasan satupun, dan aroma dewi Sati sangatlah wangi karena dia selalu merawat tubuhnya dengan baik di Kaliash.
Namun memang dasar ayah Daksha saja yang menilai segala sesuatu dari apa yang dia pakai, jadi Putri bungsu nya pun tidak dianggap.
"Ada apa ini suamiku..." kata ibu Prajsti
"Sati ?? Sati anakku ??" berlari kecil dengan senyum haru memeluk dewi Sati.
keduanya berpelukan menumpahkan rasa rindu .
"Aku datang untuk mengikuti acara tahunan dikeluarga kita bu.." kata Dewi Sati
__ADS_1
"Suruh dia ganti pakaian yang layak atau tidak usah ikut dalam upacara kita !!!" ketus ayah Daksha yang kemudian meninggalkan dewi Sati dan ibu Prajsti .
***
Upacara akan segera dimulai..
Upacara utama akan dilakukan dihalaman depan rumah keluarga Daksha.
Api persembahan sudah menyala sedari tadi, para pendeta penganut dewa Brahma memasuki tempat berlangsungnya upacara.
para kolega , sanak saudara dari golongan yang sama dengan keluarga Daksha juga sudah memenuhi area upacara, semuanya berpakaian glamor dan mewah dengan banyak perhiasan melekat pada tubuh mereka.
***
Ibu prajsti gagal membujuk dewi Sati supaya mengganti pakaian yang lebih layak, Tahu sendiri jika Dewi Sati selalu memegang teguh ucapan nya.
Menurut nya tidak akan jadi masalah bukan ? jika hanya sekedar menghadiri upacara dengan penampilan sederhana, yang penting niat dan tujuan nya tulus.
***
Ketika upacara berlangsung ibu Ptajsti dan dewi Sati memasuki area upacara, seketika semua yang hadir menoleh pada sang empunya hajat.
Ayah Daksha yang sudah terlebih dahulu duduk didekat pendeta, seketika berdiri dan merasa murka..
"BUKAN KAH SUDAH KUBILANG GANTI PENAMPILAN MU !!"
"Apa yang salah dengan penampilan ku ayah Daksha ? aku nyaman mengenakan ini dan tujuan ku tulus dari hati ingin mengikuti upacara suci keluarga kita.." ucap dewi Sati lembut tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"LEBIH BAIK TIDAK USAH DATANG JIKA PENAMPILAN MU SAMA SEPERTI SUAMI MISKINMU !!" bentak Ayah Daksha dihadapan seluruh tamu yang hadir.
"Suami ku sangat berbudi luhur ayah Daksha, jangan sekali-kali ayah menghina dia !!" tegas dewi Sati
"SUAMI MACAM APA YANG TIDAK BISA MEMBERIKAN PAKAIAN DAN PERHIASAN YANG LAYAK UNTUK ISTRINYA , CUIH !!" ayah Daksha semakin meradang tatkala dewi Sati justru semakin memuji suaminya bukan ayah kandungnya..
"Ayah Daksha boleh menghinaku tapi jangan hina suamiku !!" dewi Sati mulai terpancing
"MEMANG NYA SIAPA SUAMIMU ITU ?? PUNYA DERAJAT SETINGGI APA DIA HAH ??" kata ayah Daksha.
"Suamiku jauh lebih luhur dibandingkan kalian semua yang ada disini !!!" sorot mata dewi Sati mulai berubah , tajam..
***
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,
juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏