Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 67 Satu karma terakhir


__ADS_3

ketakutan akan bayang bayang prahara rumah tangga Sri paramodhawardani dengan Rakai Mamrati kembali membangunkan rasa trauma dalam diri seorang Ratih Prameswari


***


"Maaf om.. aku gak bisa menerima perasaan om Fabiyan saat ini, dan semoga om Fabiyan bisa menemukan wanita lain yang bisa mengganti getaran itu.." kalimat pamungkas diucapkan oleh Ratih Prameswari


"Ratih.." Fabiyan hanya bergumam lirih melihat punggung Ratih yang perlahan menghilang dari pandangan nya.


Padahal kita belum mencoba ..


***


Di kamar...


ARGHHH !!!


kenapa harus seperti ini.. sampai kapan pun aku gak mau menikah, titik.


Memutuskan untuk tidur karena merasa sebal dengan kejadian barusan.


***


Hari hari selanjutnya Ratih semakin menutup diri,


Dia berangkat kerja tanpa menghampiri Seruni, sengaja pergi pagi pagi sekali menggunakan sepeda.


Sebisa mungkin menghindari kontak dengan para pegawai pria terutama Fabiyan.


Kapan pria itu pergi dari sini ? huft.


Saat sore haripun sama, selalu memilih pulang terakhir dengan alasan menyelesaikan laporan hasil observasi candi utama.


***


"Yakin dek , mau pulang sendiri aja ? " tanya Seruni


"Iya kak, lagian kan aku bawa sepeda, aman pokoknya !" berpura pura sibuk menulis catatan.


Padahal tugas Ratih sudah selesai semuanya,


Hanya bermain alibi untuk bisa menghindari semua orang,


Sifat introvert yang semakin menjadi jadi..


Sendiri itu selalu lebih baik, seperti sebelumnya...


Gumam Ratih saat menuju tempat parkir sepeda nya.


***


Saat ini waktu menunjukkan pergantian senja ke malam hari,


suasana di candi Prambanan sepi..


Hanya nampak lampu lampu penerangan disekitar candi.


Kalau patung Durga mahesasurawardhani adalah perwujudan Sri Pramodhawardhani, artinya syiwa Graha adalah perwujudan Rakai Mamrati..


Urung menggowes sepeda, Ratih Prameswari berjalan menuju candi utama Syiwa graha.


Melampiaskan kekesalan atas apa yang saat ini harus Ratih Prameswari tanggung sendiri,


Jadi, Rakai Mamrati atau Rakai Pikatan... semoga kamu mendengar suaraku.


Ratih Prameswari menggenggam erat kalung nya, dia berharap bisa bertemu Rakai Pikatan sekarang juga.


Dia akan buat perhitungan dengan pria yang sudah menyusahkan dirinya..


KELUARLAH !!!


***


"memanggilku ? adinda..."


Suara itu...


Ratih Prameswari membalik badan dan benar', di hadapannya kini berdiri penuh wibawa seorang pria dari era kuno


pria yang bernama Rakai Pikatan...


""Kamu nyata ?"


"Senyata takdir kita adinda.." Tersenyum penuh rasa teduh


Seketika waktu seperti berhenti berputar..


hanya ada Ratih Prameswari dan Rakai Pikatan di dalam candi utama siwa graha.


***

__ADS_1


"Aku mau minta tolong..."


"Lepaskan kalung ini... aku tidak mau memakai lagi, sudah cukup !!" kata Ratih Prameswari


"Itu hadiah untuk mu adinda, wujud ikatan abadi kita berdua.." ucap Rakai Pikatan


masih berdiri ditempat semula dengan tatapan yang sulit Ratih artikan.


"Ikatan ?? kamu bilang kalung ini adalah ikatan takdir kita ??"


"Lalu apa gunanya jika pada kenyataannya kamu tidak menjaga kesetiaan sri Pramodhawardhani ??"


"hingga dia nyawiji ditubuhku meminta memperbaiki karma !!"


"pasti karena kamu sudah sangat menyakiti dia kan , JAWAB !!"


***


mata Ratih Prameswari berair, memberanikan diri membentak sosok dihadapannya..


"Adinda..." berjalan mendekati Ratih Prameswari


"Aku minta maaf, seumur hidupku hanya ingin mendapatkan pengampunan mu.." Memegang kedua tangan Ratih Prameswari


ini beneran nyata kan..


"Aku melihat semuanya, bagaimana dinasty kalian hancur !!"


"itu semua berawal dari kesalahan yang kamu lakukan !!"


hiks...


Ratih Prameswari terisak..


***


"Adinda... Aku tahu dan aku menyesal.. aku mau memperbaiki semuanya.." kini Rakai Pikatan menatap sendu kedua netra Ratih.


"Penyesalan ku datang terlambat adinda.. aku mencarimu kemana mana tapi nihil.."


"kamu lenyap seperti ditelan bumi.."


Sorot tajam Rakai Pikatan menusuk hingga kedalam diri Ratih Prameswari


Dia pasti melihat mbakyu Sanjivani didalam diriku...


"jangan menatapku !!" Ratih melengoskan pandangan nya.


"Jangan ganggu hidupku lagi.." jawab lirih Ratih Prameswari


***


"Kamu adalah tujuan hidup ku satu satunya adinda , aku sudah nyawiji kedalam raga yang sesuai.." kata Rakai Pikatan


"Ambil lagi kalung ini.. aku sudah tidak sanggup !!" Ucap Ratih sambil berlinang air mata


"Aku tidak mau adinda.. setelah aku ambil kalung ini pasti kamu akan pergi meninggalkan aku dan sedangkan ragaku saat ini butuh kamu.." kata Rakai Pikatan tak kalah sedih.


"Kamu pria menyebalkan !!"


"Kamu membuat aku membenci semua pria didunia ini !!"


"kamu membuat aku tidak pernah percaya cinta !!'


"Kamu adalah pria yang hanya menggoreskan luka !!"


"setiap membaca kisahmu , rasanya aku muak !! aku berharap tidak pernah menikah dengan sosok reinkarnasi mu !!"


***


hiks.. hiks... Ratih kembali menangis..


menundukkan wajahnya, menutup dengan kedua telapak tangannya..


Saat ini benar benar berharap semua hanya mimpi...


Aku ingin kembali di saat aku tertidur diatas rooftop gedung kampus.. tahu begini aku akan melawan saat Kinan membully aku supaya tidak perlu terjebak dalam mimpi sialan yang memberikan ikatan karma menyedihkan..


***


Rakai Pikatan memeluk tubuh reinkarnasinya istrinya..


hangat..


"Adinda.. maafkan aku " kata Rakai Pikatan


"Ijinkan aku memperbaiki semuanya, aku berjanji kita akan selesaikan karma ini bersama sama !"


"Aku hanya akan hidup dialam kelanggengan bersama dirimu, adinda ..."

__ADS_1


mengeratkan pelukan seakan tidak ingin melepas Sanjivani yang nyawiji ditubuh Ratih Prameswari.


***


Cukup lama merasakan pelukan nyaman Rakai Pikatan..


"Jangan menangis lagi, wahai Ratih Prameswari terimalah satu karma terakhir ini !"


"Jika kamu ingin Sanjivani terbebas dari belenggu dunia begitu juga diriku.."


tatapan Rakai Pikatan yang serius dan meluluhkan..


"a... aku... aku..." Ratih Prameswari tergagap gak tahu mau menjawab apa


***


Pandangan keduanya tertaut,


Rakai Pikatan mengangkat wajah Ratih Prameswari dengan sentuhan di dagunya..


"Hentikan tangisan ini, aku jadi ikut sedih.." mengusap air mata yang masih mengalir membasahi pipi Ratih


Seperti patung yang hanya bisa terdiam saat Rakai Pikatan menyentuh kulit wajahnya


sama sekali tidak mampu menolak..


Getaran getaran itu semakin mendebarkan, kalung yang tersemat semakin bergetar seiring sentuhan yang diberikan.


***


Tatapan teduh seorang Rakai Pikatan sangat menghipnotis kesadaran Ratih Prameswari.


Semakin tenggelam dalam tatapan Rakai Pikatan..


Tidak bisa menolak saat Rakai Pikatan mencium kedua bibir ranum Ratih Prameswari.


Tidak bisa bergerak apalagi berontak..


untuk sesaat Ratih Prameswari menikmati sentuhan hangat itu..


Aroma khas wewangian dari tubuh Rakai Pikatan semakin membangkitkan gairah jiwa Ratih Prameswari


aroma cendana yang berpadu dengan bunga kenanga..


***


Aroma ini akan aku ingat selamanya..


Sentuhan bibir yang semakin memabukkan, Tak kuasa melawan maupun membalas ciuman Rakai Pikatan


Ratih Prameswari memejamkan mata dan masih bisa merasakan aroma dan sentuhan Rakai Pikatan..


"Ratih... buka matamu !!"


"Ratih.. apa kamu mendengar ku ??"


"Ratih bangunlah !!"


rentetan suara membangunkan Ratih Prameswari yang terkejut


Ada apa ini ? bukankah tadi..


***


"Syukurlah kamu sudah sadar.." ternyata Fabiyan yang membuyarkan semuanya


"Apa yang terjadi ?" kata Ratih Prameswari


Saat ini dirinya berada di pelataran candi syiwa graha, berbaring menatap langit malam


"Kamu pingsan.." ucap Fabiyan


"Kamu pingsan dengan keringat dingin di sekujur tubuhmu.."


"Nadi dan detak jantung mu juga sangat lemah.."


"Bahkan jantung mu sempat berhenti berdetak jika saja aku tidak melakukan pertolongan darurat.."


"Syukurlah kamu selamat Ratih.." Fabiyan memeluk Tubuh Ratih Prameswari yang masih terasa dingin


"A.. aku.. aku.." ucap Ratih yang masih merasa bingung saat keduanya kini duduk bersebelahan bersanding pada dinding candi.


...****************...


bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2