Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 119 Kemunculan Raymond


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..


Ritual sembahyang malam bulan purnama sudah berjalan beberapa kali, dengan jumlah tamu yang datang semakin bertambah.


Selama itu pula Raymond belum sekalipun mengunjungi Rumah bapak Yitno, padahal selama beberapa tahun sampai menjelang ritual terakhir di bumi shambara Raymond hampir setiap hari melakukan pembicaraan pribadi dengan pak Yitno.


"Aarrgghhh sial.. sial..sial !!!" teriam Raymond uring uringan di kantornya.


Bagaimana tidak, proyek pencurian brankas gaib yang di prakarsai bersama beberapa temannya masih belum membuahkan hasil.


Bahkan ritual di negara tempat Brankas gaib itu berada pun masih gagal, tidak satupun leluhur yang hadir menemui nya, tidak ada petunjuk spiritual.


Tapi teman teman Raymond masih meyakinkan jika apa yang mereka lakukan sudah benar, mereka bahkan merencanakan ritual dilain hari


Isi rekening Raymond terkuras banyak, jauh lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Meskipun bisnisnya lancar dan terus berkembang namun Kekayaan Ramond jalan ditempat, uang yang seharusnya dia bagikan kepada yang membutuhkan, sebagai kompensasi perjanjian saat harta gaib diantar kerumah Raymond.


...berikan 2,5 persen dari setiap yang kamu dapatkan kepada orang orang yang terlintas di pikiranmu, lalu sisanya baru akan sah menjadi milikmu seutuhnya.....


Namun karena semakin terbuai dengan teman temannya, Raymond bahkan lupa mentransfer uang untuk pak Yitno. Meskipun pak Yitno sendiri tidak terlalu menharapkan tapi ada sedikit rasa kecewa saat sampai detik ini Raymond belum mengunjunginya.


Seperti saat ini mislanya, Raymond sedang pusing pusing nya berusaha menghindari saat teman temannya yang masih berada diluar negeri segera meminta bukti transfer senilai 2 milyar untuk keperluan ritual selanjutnya.


kalau aku gak transfer pasti dikira aku penghianat, tapi itu juga jumlah yang tidak sedikit..


Setelah mengulur waktu Akhir nya mereka hanya meminta Raymond mentransfer sepertiga dari jumlah awal, dengan dalih sisanya akan dibagi dengan iuran dari teman lainnya.


Raymond mengirim bukti transfer senilai 700 juta, dengan janji setelah ritual yang akan dilakukan bulan ini, Raymond akan mendapatkan bagiannya.


Benar saja, saat menjelang awal bulan, salah satu teman Raymond yang bergelar profesor diluar negeri mengabarkan jika ritual membuahkan hasil.

__ADS_1


Namun karena jumlah uang sangat banyak dan akan memicu kecurigaan pihak pemerintah dalam negeri, maka mereka sepakat akan menggunakan uang tersebut untuk membangun perusahaan dibidang keuangan, dengan Raymond menjabat sebagai salah satu direktur bersama beberapa teman lainnya.


Raymond tentu saja sangat sumringah, bagaimana tidak jika saat ini dirinya bisa menjadi bagian dari perusahaan luar negeri, Selang beberapa hari surat resmi penunjukkan dirinya sebagai petinggi perusahaan luar negeri pun diterima.


hasil pencucian uang akan dikirim paling lambat pertengahan bulan dengan nominal beberapa ratus juta.. masih lebih rendah daripada uang modal yang digelontorkan Raymond, tapi tak apa menurut Raymond pelan tapi pasti sedikit lama lama membukit..


Angan melambung jauh tentang kekayaan yang menanti kedepannya.. Sangat silau dan serakah akan harta..


Sebuah notifikasi dana masuk rekening, Raymond segera menarik beberapa juta untuk dibagikan kepada beberapa orang yang saat ini terlintas dalam pikirannya..


pak yitno dan keluarga.. sudah lama tidak mengunjungi mereka..


Raymond gegas bersiap menuju bank untuk melakukan penarikan dana, kemudian tanpa langsung pulang Raymond menuju kabupaten semarang menuju Rumah sang penuntun..


memasuki halaman rumah pak Yitno hari sudah malam, Raymond melihat suasana yang berbeda didalam rumah,


seperti sedang ada acara, hhmmm...


Raymond mengucap salam rahayu lalu melangkahkan kaki kedalam rumah..


"Rahayu nak Raymond... " jawab Ibuk yang kebetulan sedang membawa nampan berisi ayam ingkung dengan tujuh butir telur yang menghias mengelilingi.


"Ada acara apa ini bu.. ohiya maafkan Ray yang sudah terlalu lama tidak mengunjungi bapak dan ibu.. "


"aa.. iya ngger yaudah sana temui bapak di pendopo kebun belakang, ada Fabiyan juga kok.. ibu lagi repot didapur.. "


"Baik buk.. "


Raymond melangkah kearah yang dimaksud, dan nampaklah bapak Yitno dengan Fabiyan sedang berbincang.

__ADS_1


Eghem..


"Rahayu.. " ucap Raymond sembari mencium punggung tangan pa Yitno.


"Rahayu.. " jawab pak Yitno dan Fabiyan bersamaan.


"kemana saja kamu bro, kupikir beneran ditelan bumi hehe.. " canda Fabiyan.


"sangat sibuk dengan bisnis dan urusan lainnya.. " jawab Raymond agak dingin.


Raymond mulai merasa sombong karena status sosialnya yang naik pesat ,


mereka bertiga duduk, lalu melanjutkan pembicaraan yang sempat terjeda saat Raymond datang..


"maaf pak.. sebenarnya malam ini ada acara apa ?? kenapa saya lihat ada banyak sekali ubo rampe didalam rumah ?"


"Itulah Ray.. banyak yang terjadi selama beberapa bulan kamu menghilang.. " ucap Fabiyan.


Raymond melirik Fabiyan lalu mendengus kesal pelan..


kemudian bapak Yitno menjelaskan secara garis besar tentang wahyu wigati layang putih.


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2