Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 69 Ambil cuti


__ADS_3

kupikir akan menyenangkan saat bisa bertemu reinkarnasi Sri Pramodhawardhani


namun..


ternyata Ratih Prameswari menyimpan kesan yang menyedihkan atas apa yang terjadi kala itu...


***


Fabiyan semalaman tidak biaa tidur, memikirkan Ratih..


Bayangan saat dirinya memberikan nafas buatan masih sangat jelas,


Seperti aliran listrik...


Hati Fabiyan bergetar sangat hebat setiap berada didekat Ratih Prameswari, namun logikanya juga menolak


Selisih usia belasan tahun, dan bagaimana bisa dirinya jatuh cinta dengan wanita yang lebih pantas menjadi anak atau keponakan nya..


Haish aku sudah hilang akal..


mengusap kasar wajahnya setiap membayangkan dirinya berciuman dengan Ratih Prameswari.


Memikirkan apa yang harus dia lakukan kedepannya ,


Menikah...


itu juga adalah hal yang masih sulit Fabiyan lakukan, apalagi jika teringat bagaimana keluarga menjodohkan dirinya dengan wanita pilihan orang tua nya.


Tapi hatiku hanya bergetar saat didekat Ratih Prameswari, bukan wanita itu..


***


Pertukaran pekerja sendiri hanyalah alibi Fabiyan supaya bisa menghindari sang tunangan,


Dia tidak ingin menikah dengan wanita yang salah..


Dia ingin satu wanita untuk seumur hidupnya,


Sampai menjelang pagi Fabiyan masih larut dalam pikiran nya sendiri,


aku hanya menginginkan Ratih Prameswari..


Gumamnya pelan, hanya angin yang mendengar saking pelannya,


***


Sekarang adalah akhir pekan, tentu saja para pegawai libur..


Tak terkecuali Ratih Prameswari, dia berencana untuk tidur seharian saja, tidak mau kemana mana tidak mau keluar kamar..


Tidak mau bertemu siapapun...


Menjelang sore hari, Ratih bangun dari tidur nya..


Hal pertama yang dia lakukan adalah mencuci muka dan membersihkan badan,


Lalu menelpon bapak ibunya dikampung..


Menghabiskan waktu selama dua jam untuk menyalurkan rasa rindu pada bapak dan ibunya,


tanpa terasa cacing didalam perut nya demo..


"Udah dulu ya pak buk.. jaga kesehatan nanti Ratih akan pulang sekalian ambil cuti.."


kalimat terakhir sebelum menutup Panggilan telpon..


duh lapar...


***


Ratih Prameswari memutuskan untuk memesan makanan saja, dia gak mau ambil resiko bertemu pria itu lagi,


Aku harus fokus bekerja, bukan memikirkan calon suami..


Memesan cukup banyak makanan untuk dirinya sendiri,


meminta tolong seorang security mess nya..


ada bakso, kerupuk pangsit, kupat campur dan minuman teh panas.


"makasih ya ..." menerima pesanan lalu memberikan sejumlah uang


"ini sisa banyak lo mbak.. " ucap security yang adalah seorang wanita


"sisanya buat ibu aja, makasih yak " ucap Ratih ramah lalu menutup pintu.


Malam ini aku akan makan lalu tidur lagi, pokoknya gak mau keluar kamar titik!!


***


Selesai makan justru membuat Ratih gak bisa tidur..

__ADS_1


waktu sudah menunjukkan pukul 23.00


Ratih memutuskan untuk keluar sebentar,


bukan keluar dari mess Melainkan menuju rooftop gedung mess..


suasana malam yang semakin larut terasa lebih dingin..


Ratih berbaring dengan melipat tangan keatas sebagai bantal.


Melihat bintang bertaburan yang sangat indah,


Bulan yang cantik...


Ratih Prameswari teringat saat malam bulan purnama, bagaimana dirinya melewati banyak hal disetiap malam itu..


Indah tapi menyedihkan...


Rasanya jadi pingin tidur disini aja deh..


Tapi sampai hampir fajar Ratih tidak bisa tidur..


memikirkan banyak hal,


Rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya..


Tiba tiba kangen sam Samudro aji


gimana kabarnya sam sekarang ya..


Samudro aji dan Ratih Prameswari terakhir Bertemu saat Hari terakhir Ratih bekerja di toko buku.


Mereka berjanji suatu saat akan bertemu lagi


Samudro aji waktu itu berencana melanjutkan sekolah kejar paket C dan mengambil les ketrampilan di bengkel


Tidak ada kata terlambat jika memang niat..


***


Beberapa minggu berlalu begitu saja..


Masa pertukaran pekerja Fabiyan di balai observasi cagar budaya telah selesai,


Dia akan kembali kekota asalnya yaitu kota U,


Ketika berpamitan dihari kerja terakhirnya Fabiyan tidak menemukan keberadaan Ratih Prameswari.


Semburat kekecewaan nampak dikedua mata nya.


Sebenarnya dimana Ratih Prameswari saat ini ?


kangen ?


***


Ratih memutuskan untuk mengambil jatah cutinya selama 3 hari,


Dia meminta cuti dimulai pada hari Rabu sampai Jumat,


Sengaja mengambil hari tersebut supaya dapat lebih lama di rumah orang tuanya,


Sabtu Minggu adalah hari libur dinas..


Jadi Ratih akan libur selama 5 hari


lumayan lama lah..


Ratih pulang ke kampung menaiki bus antar kota,


saat bus melewati kota A, ada rasa menggelitik Ratih Prameswari,


Dia ingin mampir ke Rawa pening, sebuah rawa besar di provinsi jawa tengah dengan segala cerita mitos yang beredar,


Ada jejak yang secara mistis ada pula jejak nyata para leluhur.


***


Ratih turun di persimpangan terminal, kemudian naik angkot dan berhenti tepat disebuah kampung yang berbatasan langsung dengan Rawa pening.


Berjalan kaki sekitar 200 meter, Ratih tiba di sebuah lokasi yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu itu apa dan dimana,


kirain area nya kecil ternyata luas banget..


Ratih Prameswari hanya mengikuti nalurinya saja,


"Mencari siapa mbak ?" Tanya salah seorang warga yang nampaknya baru saja pulang dari rawa,


Warga tersebut membawa banyak sekali enceng gondok di gerobak motor nya,


"ah ini pak, saya cuma kebetulan lewat sini kok penasaran dengan tempat ini hehe.." Ratih Prameswari menjawab sopan

__ADS_1


"Mbak adalah orang keratusan kali yang berkata demikian, " warga tersebut nampak menghela nafas sesaat kemudian dia bercerita,


Konon tempat ini emang merupakan salah satu lokasi petilasan raja agung pada masa lalu,


Banyak yang mengaitkan petilasan makam dengan sejarah Rawa pening, ada juga yang berpendapat makam itu adalah milik salah satu prabu yang mundur dari tahta yang kemudian melakukan pertaapan hingga akhir hayat,


Ratih Prameswari jujur saja sangat penasaran,


"Ini juga bagian dari pekerjaannya bukan ?


Mengobservasi situs bersejarah..


Sebelum Ratih menuju bukit, dia melihat sebuah sumber mata air ditepian rawa.


Konon ceritanya mata air itu adalah sumber dari terciptanya rawa pening jaman dahulu,


Sebuah kutukan pada masa itu yang menenggelamkan sebuah desa ,


Sebuah desa yang masih hidup hingga kini , desa yang berlokasi tepat didasar rawa pening.


Bahkan pada hari hari tertentu muncul warga yang berasal dari dasar rawa, berkeliaran di pasar atau di acara wayangan warga sekitar.


tentu saja manusia dari dunia lain itu memiliki ciri khas


tidak memiliki garis cekung diantara bibir atas dan hidung, sebuah kekhasan yang cuma orang tertentu yang paham.


Namun warga sekitar rawa sudah terbiasa bertemu dengan mereka, tidak usah mengganggu aktivitas warga dunia lain.


cukup saling menghargai saja, supaya situasi tetap aman dan tentram.


***


Mata air yang terus muncul di tepi Rawa,


nampak dari bentuk gelombang air yang memancar keatas,


Tidak pernah surut namun juga tidak pernah membanjiri


Sungguh aneh memang tapi begitulah mitos mitos yang terjadi di tanah jawa, semua serba tidak masuk akal tapi nyata.


Ratih prameswari memutuskan untuk mencuci tangan dan kaki dimata air tersebut


Rasanya hangat , bening, dan tawar


Bisa diminum kalau kepepet hehe


Terakhir tentu saja Ratih prameswari membasuh wajahnya


***


Selesai membersihkan diri di umber mata air ,


Ratih berjalan menaiki sebuah bukit..


Jalan setapak yang sudah berbentuk undakan dari tanah dan cuma bisa dilewati satu orang saking sempit nya.


Bayangkan bagaimana dulu para leluhur membangun makam yang berbentuk candi diatas bukit,


Bagaimana cara membawa batu batuannya ,belum lagi bagaimana caranya para leluhur bisa membuat tanah yang akan dibangun candi menjadi datar dan rata di ukuran luas tanah yang bisa dibilang cukup luas..


Cukup ngos ngosan saat melewati jalan berundak sampai keatas bukit


Namun sekaligus sungguh setimpal dengan bayaran keindahan alam yang terlihat.


***


Bukit yang langsung menghadap ke rawa , angin yang semilir serta suasana makam yang teduh saat lewat tengah hari


Sebuah makam utama dengan bangunan candi paling besar


Dengan didampingi dua makam yang lebih kecil di bawah nya


Mungkin saja itu tuan dan kedua pengawal setia'nya


Atau Tuan dengan dua anaknya


Atau apalah spekulasi yang beredar memiliki bermacam kisah


Ratih Prameswari ingin tahu makam siapa itu sebenarnya..


...****************...


bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2