Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 85 Kebingungan Raymond


__ADS_3

Rancangan petugas huriip yang luhur dan sesederhana itu saja bisa kacau oleh sifat manusia ,


Reinkarnasi akan selalu menjadi cara pembersihan diri dari belenggu karma dikehidupan sebelumnya..


***


Ratih Prameswari sedang menikmati pemandangan malam lampu perkotaan di sepanjang jalan saat seseorang duduk disebelah nya..


"Maaf mbak, saya duduk sini ya.." kata seseorang itu ramah


tanpa saling melihat dengan jelas siapa lawan bicaranya,


Ratih yang awalnya tidak terlalu memperdulikan siapa orang yang duduk disebelahnya tiba tiba merasa kaget


lantaran kalung nya bergetar halus .


Ratih pun menoleh kearah sumber getaran yang adalah seorang pria dengan jaket parasut hitam, celana jeans gelap, memakai topi hitam dan juga masker.


seseorang itu nampak menunduk seperti memejamkan matanya,


Namun Ratih tahu pasti siapa pria itu..


"Sam.."


panggil Ratih Prameswari pelan namun jelas.


Pria yang dipanggil namanya pun sontak menatap kearah lawan bicara nya,


"Mbak..."


"Mbak Ratih kan ??"


Ekspresi terkejut yang tidak dapat ditutupi,


Tentu saja keduanya sama sama merasa senang..


***


"Kamu mau kemana Sam ?" tanya Ratih Prameswari tertarik


"Hhmm gini mbak, aku mau ngidul (ke selatan).."


jawab Samudro Aji


"Bagaimana kabar kamu selama ini Sam ? udah lama banget ya kita gak ketemu.."


tanya Ratih lagi,


Menarik nafas dalam lalu menghembuskan pelan lewat hidung,


"Hidupku baik mbak, aku bertemu banyak orang dengan berbagai karakter,, sebagian diantara mereka ada yang mengetahui kalau aku punya kekuatan roh keris kuno yang bisa membuat aku kebal dari berbagai serangan fisik maupun gaib.."


"Kamu melatih dirimu sendiri dengan keras Sam, bukankah akhirnya kamu berhasil menguasai kekuatan dari keris kuno tersebut ?"


Ratih Prameswari ikut merasakan bangga , saat pria yang dulunya sering di serang, dibully, di hajar preman kini bertransformasi menjadi sosok pria yang lebih tegas dan berwibawa juga kebal senjata,


"Apapun yang kamu lakukan, aku cuma berharap kamu tetap dijalur yang benar ya Sam.."


Jangan sampai menyalahgunakan kelebihan yang dimiliki..


"Mbak Ratih sendiri mau kemana ? kenapa malam malam begini ?"


tanya Samudro aji seperti khawatir,


jangan jangan kabur dari rumah atau diusir keluarganya sampai malam begini naik bus antar kota..


"Aku mau balik ke perantauan Sam, aku kan kerja di salah satu instansi pemerintah di kota K "


"Kebetulan aku habis ambil cuti buat liburan di kampung"

__ADS_1


"Besok udah kerja lagi hehe.."


Ratih menceritakan apa adanya..


"Astaga mbak, apa gak capek itu stamina kamu kurang istirahat, hati hati lo mbak.."


Samudro Aji benar benar merasakan khawatir..


"Sam.. Sam.. kamu tuh dari dulu paling perhatian sama aku "


Ratih Prameswari teringat waktu dulu bagaimana Sam selalu mengikuti dirinya,


seperti bayangan yang tidak pernah lepas dari pemilik nya..


Samudro Aji selalu menunggui Ratih Prameswari didepan gerbang kampus saat jam pulang kuliah,


Mereka juga sering berangkat kerja di toko buku bareng, Sam tinggal di tempat kost khusus putra di satu wilayah dengan kostan Ratih ,


seperti satu RT tapi beda gang gitu..


Ditempat kerja, Samudro Aji juga selalu menunggui Ratih Prameswari saat jam pulang malam.


Selalu memastikan Ratih Prameswari masuk kedalam kostan dengan aman,


Mereka juga sering menghabiskan waktu berdua saling mengasah kemampuan roh suci pribadi masing masing..


Samudro Aji benar benar reinkarnasi Pengawal Sri Pramodhawardhani yang paling setia sampai akhir hayat..


Dan kini raga mereka bertemu lagi setelah sekian tahun terpisah.


Samudro aji dan Ratih Prameswari menghabiskan waktu perjanjian naik bus antar kota dengan perbincangan ringan, kadang diselingi pembicaraan serius dan sensitif tentang masa lalu.


***


Sementara itu dirumah Pak Yitno..


pak yitno yang hendak beristirahat pun kembali terbangun saat kedatangan satu lagi tamu istimewa


"Tumben sendirian ngger.."


sambut Pak Yitno didepan pintu saat melintas Raymond berjalan setelah memarkir mobilnya


"Iya pak.. rasanya tidak bisa ditunda kalau ingin kesini .."


Duduk diteras setelah Salim tangan kanan pak Yitno


"Saya ingin cerita pak tentang pengalaman saya kemarin itu.."


Ekspresi Raymond pun seperti tegang..


"cerita nya nanti dulu, nunggu ibuk keluar bawa minuman.."


ajak pak Yitno supaya Raymond tenang.


Raut muka Raymond nampak gelisah antara tegang gerogi dan bingung.


15 menit kemudian ibuk keluar membawa nampan berisi dua cangkir kopi beserta cemilan jenang yang dia bawa tadi sore dari rumah tetangga yang punya hajatan.


"silakan diminum nak Raymond.. ibuk masuk duluan ya udah capek banget butuh tidur.."


Ibuk masuk lagi kedalam rumah..


"Ibuk lagi capek soalnya dia seharian rewang ditempat tetangga.." kata pak Yitno sambil menyeruput kopinya


Sejenak hening tidak ada pembicaraan diantara pak Yitno dengan Raymond.


"Ngger..." suara pak Yitno memecah keheningan


"Pak.. begini.." Raymond mulai bercerita saat pak Yitno mempersilahkan..

__ADS_1


"Kemarin lusa saya pergi melakukan ritual doa bersama Fabiyan.."


"Kami melakukan ritual doa di salah satu lokasi dekat area candi gedongsongo pak.."


diam sebentar..


"Lanjutkan ngger.." kata pak Yitno yang kini menyesap pipa tembakau ditangan kirinya.


"Saya mendapatkan petunjuk pak, tentang bagaimana saya bisa membuka kunci brankas gaib di bumishambara.."


Obsesi seumur hidup seorang Raymond adalah menemukan dan membuka brankas gaib peninggalan dinasty Syailendra bumishambara..


"Namun yang membuat saya bingung pak, kenapa harus ada sesosok wanita yang harus ikut dalam perjalanan kita nanti ?"


kata Raymond menunjukkan kebingungan nya.


ya.. Raymond, Fabiyan sudah memiliki rencana bersama Pak Yitno jika mereka bertiga akan menyusuri lokasi letak brankas gaib dibumishambara.


sebelumnya Raymond, Fabiyan dan pak Yitno sudah dua kali mengunjungi bumishambara,


mereka bertiga melaksanakan ritual doa dan juga berkeliling area candi Borobudur sebanyak tujuh kali searah jarum jam.


Namun dalam kunjungan mereka waktu itu tidak atau belum mendapatkan jawaban dari sang hyang wenang..


Seperti ada yang belum lengkap sehingga sembahyang yang mereka lakukan masih ditolak


"Wanita seperti apa yang ada dalam adegan gaibmu itu ngger.."


tanya pak Yitno,


"Wanita itu masih samar samar pak, wujudnya saya bisa lihat dengan jelas hanya saja raut wajahnya masih samar, dan saya masih ragu mengenali wanita itu.."


"Tapi pak.. dalam adegan gaib itu saya juga melihat kalau wanita yang masih terlihat samar raut mukanya itu memiliki sebuah kalung.."


"Kalung milik seorang ratu dari dinasty besar Sanjaya dan Syailendra pak.."


tubuh Raymond berkeringat dingin saat menceritakan hasil dari ritual sembahyang yang dia lakukan bersama Fabiyan kemarin lusa.


"Ngger... apakah kamu sudah bisa menjawab siapa pemilik kalung tersebut ?" tanya pak Yitno bijak..


"Saya masih ragu pak, kalau dari bentuk kalung tang dipakai wanita itu.."


"saya berani jawab kalau itu kalung milik Sri kaluhunaan.."


Jika pengamatan saya benar pak, maka itu adalah kalung milik...


..."Sri Pramodhawardhani"...


mengucapkan sebuah nama bersamaan.


seperti dengan Fabiyan tadi, pak Yitno juga sudah memiliki jawaban untuk petunjuk yag Raymond dapatkan saat ritual sembahyang..


Raymond terkejut


namun Pak Yitno biasa saja tanpa ekspresi


kedua mata mereka bertemu dan saling menggali rasa penasaran masing masing..


...----------------...


Bersambung


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2