Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Kebun belakangan rumah


__ADS_3

Biarlah voc. nidji


Aku sudah berlari


Mengejar yang tak pasti


Mengejar kamu


Hanya dirimu


Kulantunkan hidupku


Kubisikkan cintaku


Hanya untukmu


Hanya untukmu


Tapi engkau terus pergi


Tapi engkau terus berlari


Jadi biarkanlah aku di sini


Biarlah, kurela melepasmu


Meninggalkan aku


Berikanlah aku kekuatan


Untuk lupakanmu


Waktu terus bergulir


Sakit tetap mengukir


Jalan hidupku


Dalam hidupku


Berikanlah jiwamu


Berikanlah cintamu


Hanya untukku


Hanya untukku

__ADS_1


Tapi engkau terus pergi


Tapi engkau terus berlari


Jadi biarkanlah aku di sini


Biarlah, kurela melepasmu


Meninggalkan aku


Berikanlah aku kekuatan


Untuk lupakanmu


Kau jauh dariku


Kau tetap menjauh dari aku


Kau jauh dariku


Kau tetap menjauh dari aku


Biarlah, kurela melepasmu


Meninggalkan aku


Berikanlah aku kekuatan


Untuk lupakanmu


Ratih menyetel radio di kamarnya, pagi ini akan dia awali dengan membersihkan kamar tidur, mengganti beberapa poster boyband Westlife yang sudah lusuh. Sengaja membeli beberapa pernak pernik yang baru di pasar malam dekat alun alun kemarin.


musik jaman sekarang sungguh menghentak telinga Ratih..


Hehe.. kemajuan jaman dan tekhnologi mbakyu..


Akhirnya memanggil sang putri dengn sebuah mbakyu , biar lebih akrab katanya.


Di jamanmu sudah ada musik juga kah ?


Ada.. pada malam tertentu akan ada pertunjukan di alun alun istana, semua rakyat boleh datang dan mereka juga bisa makan sepuasnya.


wah kamu sungguh calon Ratu yang baik hati mbakyu.. sayang rakyat hehe


Aku hanya tidak bisa melihat rakyat ku kesusahan tih, untuk yang benar benar miskin aku bebaskan upeti . bahkan mereka juga mendapat bantuan dari istana.


kalau disini pemerintah bisa seperti itu pasti seluruh rakyat akan makmur.. sayangnya justru pejabat negara sibuk memperkaya diri sendiri

__ADS_1


Pemerintah dibawah kendaliku dan suami, kami sungguh mempedulikan rakyat.


iya,bahkan kalian dapat julukan sri kaluhunan..


dari ayahku sudah seperti itu.. aku hanya meneruskan


***


Selesai membereskan kamar, Ratih pindah ke belakang rumah. Membantu ibu menggarap lahan. Karena hidup didesa adalah suatu anugerah juga, lahan kebun yang luas menjaga sumber rejeki.


di lahan belakang rumah, ibu dan Ratih menanam umbi umbian seperti ketela rambat, ketela pohon, jagung, waluh.


ketika tiba masa panen tidak perlu susah membawa dagangan ke pasar, para tengkulak dengan sendirinya akan berdatangan.


Selain lahan di belakang rumah, keluarga Ratih juga memiliki kebun yang cukup luas di dekat sawah, di kebun itu terdapat berbagai tanaman buah seperti nangka, alpukat, durian, rambutan, pisang, petai..


sama seperti lahan belakang rumah, ketika musm buah tiba, para tengkulak akan berdatangan untuk menawarkan harga terbaik.


masa panen adalah saat terbaik bagi ibu dan bapak


sabar ya tih.. tidak apa kalau kali ini gagal panen.. musim panen selanjutnya pasti lebih melimpah, oke..


sang putri menghibur Ratih,


Apa setelah membantu ibumu ,kamu mau melihat bagaimana kehidupan rakyatku yang juga petani ??


tentu saja mau... ilmu gratis masa ditolak hehe


Setiap berkunjung ke masa lalu, Ratih Prameswari selalu mendapatkan pengalaman baru tentang tata masyarakat kala itu.


***


Bapak sedang ngopi sambil menikmati ubi bakar di teras depan rumah. Entah apa yang beliau renungkan beberapa hari ini, tapi sungguh anak semata wayangnya benar benar membuat bapak tidak tidur dengan nyenyak.


Semua orang tahu, jejak sejarah juga mengakui bagaimana Agungnya seorang raja beda dinasti yang menikah i putri mahkota tanah jawa. Jejak sejarah membuktikan bahwa cinta sejati tidak selalu datang dari hati, melainkan dari rasa tanggung jawab terhadap rakyat dan dinasti, itulah yang di jalan i seorang dyah Pramodhawardani yang sampai akhir hayat mencintai rakyat nya melebihi dirinya sendiri.


***


Sore hari Ratih bermain disekitar sawah . Hatinya sedih melihat hamparan padi yang gagal panen karena serangan hama beberapa hari menjelang masa panen. Tapi Ratih mana boleh mengumpat burung burung yang hanya mencari makan, bukan salah hama, ini hanyalah sebuah ujian dari yang maha kuasa, seberapa besar rasa sabar umatnya.


Semilir angin sore di pematang sawah adalah yang terbaik, menghembus menerpa tubuh Ratih yang sedang duduk dibawah pohon.


seperti terbuai dalam alunan suasana alam pinggir sawah, Ratih perlahan memejamkan mata lalu tertidur..


***


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2