
Selesai perjamuan makan..
Pangeran Pikatan sedang bicara empat mata dengan kanjeng ibu Ratu. Mereka membicarakan tentang bagaimana menjaga wilayah kekuasaan nantinya setelah menikah dengan sang putri mahkota dinasti Syailendra.
Pangeran Pikatan menjanjikan Putri mahkota akan membangun sebuah bangunan megah setelah mereka resmi menikah. Sebuah bangunan dengan karakter asli dinasti Sanjaya, sebagai perwujudan cinta, ketulusan dan kesetiaan Pangeran Pikatan terhadap Dyah Pramodhawardani.
"Jangan hanya bikin satu ngger.." kata kanjeng Ratu
"Satu bangunan itu sulit ibu Ratu.. kemampuan hamba tidak akan sanggup jika membangun lebih dari satu candi.." keluh sang pangeran.
"satu bangunan candi sudah berdiri megah ngger, bumishambara adalah bukti kesungguhan mu terhadap Raja Samaratungga bukan ?" Lanjut ibu Ratu
"Buatkan seribu candi untuk Dyah Pramodhawardani !!" titah kanjeng Ratu
"APA ??dari mana hamba bisa mewujudkan itu ibu Ratu ?" sang pangeran terkejut.
"Bahan baku untuk pembangunan candi tidak ada di tanah jawa, belum lagi ukiran relief didinding candi, tidak sembarang orang bisa... " lanjut sang pangeran
"Ada aku ngger cah Bagus.." ucap Kanjeng Ratu bijak
"Apa yang kamu butuhkan akan aku bantu sediakan.. Tapi katakan pada calon istrimu 1000 candi " lanjut kanjeng Ratu
"Sendiko dawuh ibu Ratu.." hanya bisa mengiyakan seraya meminta restu dengan mengatupkan kedua telapak tangan
***
Setelah pembicaraan empat mata selesai, pangeran Pikatan menghampiri putri mahkota yang sedang duduk didekat kolam ikan..
pangeran Pikatan duduk didekat sang putri, ikut menikmati ikan yang berenang kesana kemari ditepi kolam. Kolam ikan yang sangat luas dengan banyak sekali tanaman teratai yang tumbuh subur dipermukaan kolam..
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada kehidupan semenentramkan ini didasar samudra kangmas.." sang putri membuka pertanyaan
"pangestu dari sang hyang widi adinda.." jawab sang pangeran
Semua bisa terjadi sesuai kehendakNYA..
"Kapan kita akan kembali kangmas ? aku takut betah disini hehe .." canda sang putri
"Monggo adinda mau sekarang atau besok ?" jawab sang pangeran
Memutuskan untuk pulang saat itu juga, dalam hati sang putri khawatir akan keselamatan nya dan juga Ratih Prameswari jika kelamaan disini. Ini dunia gaib dan bukan mustahil banyak kekuatan yang mungkin saja akan menyusahkan.
***
Sang putri dan pangeran kembali kedunia manusia diantar oleh Nyai Rorokidul, Tangan kanan kanjeng ibu Ratu.. Kanjeng ibu Ratu menitahkan Panglima kesayangan nya itu untuk mengantar dan memastikan keselamatan sang putri dan pangeran..
(hanya ilustrasi yaa reader )
"Silakan tuan putri Dyah Pramodhawardani dan pangeran Pikatan.." mempersilahkan kedua tamu untuk turun dari kereta kencana
"Terimakasih.." pangeran Pikatan memberi hormat
"Terimakasih.." sang putri ikut menimpali
"Jangan sungkan putri dan pangeran, hamba hanya melaksanakan titah Kanjeng Ratu.." membungkuk hormat sembari mengatupkan kedua telapak tangan..
Sungguh aura yang sangat kuat...
Dia sangat berwibawa ya mbakyu
__ADS_1
Layak disebut bayangan kanjeng ibu Ratu
Sangat mirip dengan ibu Ratu, kalau tidak jeli kita pasti akan salah mengenali hehe
Sstt udah.. seperti nya dia tahu apa yang sedang kita bicarakan
Nyai roro kidul memandang sang putri mahkota Dyah Pramodhawardani dan sorot mata menusuk dalam hingga Ratih Prameswari salah tingkah.
Tapi tidak satu kalimat pun terucap, nyai roro kidul hanya tersenyum penuh arti lalu kembali mengendarai kereta kencana kembali kedalam istana segara kidul..
Sungguh sangat keren bagaimana kereta kencana itu melaju memecah deburan ombak seakan akan ombak besar adalah jalan mulus bagi kuda kesayangan Nyai roro kidul, yang senantiasa menemani beliau mengendarai kereta kencana miliknya , kali ini kembali menuju istana utama segara kidul.
***
Kembali kedunia manusia, sang putri dan pangeran merasa tentram didalam hati mereka. seperti mendapat kedamaian dan jawaban dari segala pertanyaan..
***
sang putri memilih beristirahat ketika tiba di perkemahan yang dibangun tadi sore. Sedang sang pangeran melanjutkan tirakat malamnya di sebuah gua yang berada ditebing, berbatasan langsung dengan laut lepas.
Gua yang dimasa depan akan terkenal dengan sebutan gua langse. konon gua ini adalah salah satu titik sakral tempat seseorang yang bersungguh sungguh dalam berdoa akan bisa bertemu langsung dengan sang penguasa lautan hanya demi mendapatkan sebuah kalimat "aku menyertaimu.." ,dua kata yang sanggup mengabulkan apapun keinginan orang tersebut.
(disini kita membahas tentang keyakinan dimasa lampau ya reader, jangan di konspirasikan dengan situasi berjudul agama karena di masa itu hanya ada keyakinan dan kepercayaan langsung antara umat dengan sang pencipta dan junjungannya)
***
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu..
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏