Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 66 Kamu adalah takdirku


__ADS_3

Meskipun jomblo tetap harus merawat diri, setidaknya jadi lah jomblo berkualitas...


Bergumam menyemangati diri sendiri yang masih betah menjomblo diusia yang hampir 23 tahun.


***


Ajaib bukan ? di era tahun 2011 ini masih ada perempuan polos seperti Ratih Prameswari..


yang dalam hidupnya hanya bertekad ingin membahagiakan kedua orang tuanya


ingin bisa memberikan materi duniawi yang banyak supaya bapak dan ibu tidak perlu susah payah bekerja di ladang.


Bapak dan ibu Ratih adalah petani yang menyewa lahan dari tuan tanah dan dikelola lewat tanaman padi,


Namun semakin kesini hasil ladang yang dikelola tidak banyak menghasilkan, bahkan lebih sering gagal panen ketimbang panen raya.


Setelah Ratih diterima bekerja, dia mewanti wanti kedua orang tuanya


supaya tidak menyewa lahan lagi..


Cukup mengelola ladang belakang rumah milik sendiri, berapa pun hasilnya asalkan cukup untuk kebutuhan bapak dan ibu.


Tidak perlu memikirkan bagaimana anak semata wayangnya berjuang hidup, karena sudah pasti pekerjaan ditempat yang dikelola negara akan mendapatkan jaminan kesejahteraan.


Kini setiap bulan Ratih selalu mengirimkan uang kepada bapak dan ibu di kampung,


sengaja membuat dua buku tabungan beserta kartu Atm supaya ibuk dan bapaknya bisa dengan mudah menarik uang yang Ratih transfer setiap bulannya.


***


Meskipun gaji yang didapatkan setara UMR provinsi lebih sedikit, namun Ratih Prameswari tetaplah seorang gadis yang terbiasa hidup prihatin.


Tidak berpenampilan update , tidak pintar dandan, tidak memiliki barang barang trending , barang mewah yang dimiliki Ratih Prameswari saat ini hanyalah ponsel yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan bapak dan ibu di kampung.


ponsel yang selalu tersimpan aman di dalm laci samping kasur nya,


facebook, Instagram, kala itu Ratih masih belum bisa mengoperasikan aplikasi tersebut.


ribet dan bikin pusing, membuat lupa dengan kehidupan didunia nyata karena bisa saja terhanyut dalam dunia maya.


***


pukul 21.00


seperti biasa, Ratih Prameswari akan pergi membeli makan malam diluar


taman dekat mess dengan banyak sekali pedagang yang menjajakan jualannya,


kali ini Ratih Prameswari ingin makan kupat campur,


Salah satu makanan khas di Jawa tengah,


Ketupat yang diiris kecil kecil lalu disiram kuah rempah panas dengan campuran gula aren serta kacang yang dihaluskan,


diberi topping irisan kol dan sedikit tauge serta irisan daun bawang serta bawang merah goreng tidak boleh lupa


takaran pedas bisa diatur bsesuai selera pembeli


sebutir bawang dan dua buah cabai rawit sudah cukup pedas bagi Ratih Prameswari.



Membayangkan saja sudah ngiler aku..

__ADS_1


Beegegas menuju lapak kaki lima penjual kupat campur incaran nya.


***


Disana ternyata sudah ada Kak Seruni yang sedang ngobrol dengan om Fabiyan,


Bisa bisanya mereka juga mau beli menu yang sama denganku.. ish


"Kak Seruni... tadi aku cari di kamar gak ada jawaban ternyata udah kesini duluan.." kata Ratih saat menghampiri kak Seruni


"Eh.. dek sini.. mau pesan kupat campur juga ? ini aku lagi antri sama pak Fabiyan.." Fabiyan yang tersenyum ramah dan kak Seruni yang nampak nyaman didekat nya.


"eh iya ya kak.. tumben rame banget kupat campur nya.." Mana tahan lapar kalau harus antri segitu banyaknya.


Akhirnya Ratih Prameswari memutuskan untuk mencari lapak lain.


***


"Aku cari lapak lain aja deh kak Seruni, cacing cacingku mana tahan kalau kudu antri segitu banyak nya hehe.." kata Ratih hendak pamit.


Karena secara tidak langsung dirinya juga gak enak mengganggu kak Seruni yang tampaknya dalam proses pendekatan ke om fabiyan.


Setelah berjalan beberapa saat, Ratih Prameswari menemukan sebuah lapak yang masih agak sepi,


setidaknya gak antri kayak yang lainnya..


Memesan seporsi bebek goreng dengan sambal yang pedas.


Menunggu sekitar 15 menit dan makanan yang Ratih pesan pun tersaji


Makan dengan lahap karena saat ini cuaca dimalam hari sering berubah ubah, berangin , dingin, tapi juga gerah,


kalau tidak pandai menjaga kondisi tubuh pasti bisa drop seperti tempo hari.


***


Gusti.. matursuwun sampun diparingi rejeki lan kewarasan...


Setelah membayar sejumlah uang untuk makan malam penuh syukur nya


Ratih Prameswari ingin segera kembali ke kamar nya,


melewati jalanan taman yang ramai pengunjung,


sudut mata Ratih tertarik pada sebuah gerobak minuman hangat kesukaan nya,


wedang ronde..


memutuskan membeli sebungkus wedang ronde untuk dinikmati didalam kamarnya nanti,


***


Ketika memasuki gedung mess, tiba tiba muncul seseorang


tidak lain dan tidak bukan dia adalah..


"om Fabiyan.. astaga mengagetkan saja !!" Ratih Prameswari benar benar kaget sampai mengelus dada


"maaf mengejutkan kamu Ratih, bisa kita bicara sebentar ?" kata Fabiyan menawarkan diri


"Aduh om.. ini udah jam sepuluh malam lebih loh, waktunya tidur kan.." berusaha menolak secara halus


"Tapi ini penting dan aku gak akan bisa tidur dengan nyenyak sebelum menemukan jawaban dari pertanyaan ku.." Fabiyan memegang tangan kanan Ratih Prameswari

__ADS_1


entah kenapa Ratih tidak berusaha menepis sentuhan itu


"Sepuluh menit.. " kata Ratih


"Apa ?" kata Fabiyan


"Sepuluh menit cukup kan untuk kita ngobrol ?" lanjut Ratih Prameswari menuju sebuah bangku yang berada di loby mess.


Setelah mereka berdua duduk bersebelahan,


Fabiyan mulai meluncurkan pertanyaan yang agak sensitif,


"Ini pertanyaan yang sensitif dan aku harap kamu bisa menyikapi dengan tenang.." Fabiyan mulai merasakan aura grogi diantara mereka


"Katakan saja om, semoga aku bisa bantu menjawab !" jawab Ratih ikutan canggung


"Sebenarnya.. Aku tertarik dengan mu, tapi..."


Belum selesai bertanya Ratih Prameswari sudah melempar tatapan menghunus yang artinya ,


apa apaan om ini bilang ??;?!!


"Aku tahu ini bahkan sangat mustahil, tapi saat pertama melihat kamu aku merasa sudah sangat lama mengenalmu, ada sebuah rasa yang bergetar didalam hati ini untuk mu Ratih, dan..."


belum selesai dengan kalimat nya, Ratih memotong dengan sanggahan yang bermaksud menolak


"om Fabiyan, maaf bukannya aku tidak mengerti maksud pembicaraan ini tapi kita bahkan baru kenal beberapa hari, seminggu aja belum loh "


"Dan bagaimana pola pikir seorang Fabiyan berani mengutarakan isi hati kepada gadis kecil sepertiku ? "


"Selisih usia kita jauh banget loh om Fabiyan, dan ego adalah apa yang akan paling sulit di sinkronkan nantinya !!"


***


"Om Fabiyan pasti sudah mencari informasi tentang aku dari kak Seruni bahkan dari data data di dinas tempat kita bekerja, its oke aku maafkan .."


"Tapi sorry.. aku tidak semudah itu bisa diluluhkan, aku tidak percaya cinta sejati, jodoh atau apalah roman picisan semacam itu."


"Aku tidak berencana untuk pacaran apalagi Menikah dalam waktu dekat !"


Penjelasan Dari Ratih Prameswari begitu panjang lebar seperti rumus pitagoras..


"Aku tahu hal itu Gadis kecil, aku sendiri juga bingung kenapa sejak melihat kamu tertidur dibawah pohon dekat candi sudut tempo hari, isi otak dan hatiku cuma ada kamu"


"Jantungku selalu berdebar semakin kencang seperti genderang perang saat merasakan kamu didekatku"


"Ini bahkan sangat tidak masuk akal tapi sepertinya kamu adalah takdirku, Ratih.. "


Kedua sorot mata Fabiyan menatap kedua netra Ratih yang sayu.


Apa yang ditakutkan terjadi juga..


pria yang paling harus dihindari tiba tiba menyatakan perasaannya


Dan ketakutan akan bayang bayang prahara rumah tangga Sri paramodhawardani dengan Rakai Mamrati kembali membangunkan rasa trauma dalam diri seorang Ratih Prameswari.


...****************...


bersambung


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2