
...Tahun 2015...
Raymond dan Fabiyan sudah merencanakan ritual rutin yang mereka lakukan setahun sekali di candi bodobudur, dengan bapak Yitno sebagai penuntun,
Mereka akan pergi ber enam, tiga lainnya adalah kadang anak buah bapak Yitno yang memiliki energi cukup besar, yang nantinya akan mampu membantu saat dibutuhkan.
naik mobil milik Raymond, perjalanan dilakukan pada siang hari, dan tiba di komplek candi bodobudur pada sore hari
Sulit mendapatkan ijin dari pihak pemelihara candi untuk melakukan ritual pribadi, Namun dengan kekuasaan yang Raymond miliki mereka berenam diijinkan melakukan ritual di malam hari saat pengunjung sepi.
Saat ini mereka beristirahat disebuah penginapan tidak jauh dari lokasi Candi Borobudur.
Berenam sedang duduk berkumpul diruangan, Mendengarkan wejangan atau dongengan pak Yitno,
"Semua yang kita lakukan semata mata adalah karena ingin merasakan warisan leluhur yang ada ditanah jawa dan memang sengaja ditinggalkan untuk generasi putra wayah selanjutnya.. "
kata Raymond.. satu satunya pria yang memiliki ambisi paling besar dari semuanya..
"Aku mau ikut ritual ini juga karena ingin mengambil hak ku sebagai putra wayah.. "
"Saya berjanji, jika saya berhasil membuka kunci brankas gaib milik leluhur.. Saya akan membagi adil sama rata.. uriip bareng mulyo bareng.. "
Sebuah janji yang mulus terucap dari bibir Raymond atmaja.
semua yang ikut merasa semakin mantap karena janji Raymond yang seperti nya sangat bersungguh sungguh.
Saat malam telah tiba, mereka berenam menuju pelataran candi Borobusur dengan membawa ubo rampe termasuk dupa dan kembang tujuh rupa.
Mereka berenam memakai lilitan kain dengan warna hitam senada dibagian pinggang.
Pak Yitno berjalan dibelakang Raymond, Raymond yang sudah hafal cara ritual leluhur kuno memimpin posisi arah yang menurut perhitungan adalah tepat satu garis lurus dengan titik di negeri para wali.
ubo rambe berupa setampah berisi buah pisang raja temen, buah kesemek, jeruk, apel merah apel hijau, sawo.. serta satu ayam kampung jago dimasak ingkung dengan tujuh telur rebus mengelilingi, kemudian nasi tumpeng kecil dengan lauk gudangan.
menghadap kearah Barat, Selesai mengatur semua posisi Raymond mepersilakan bapak Yitno untuk memimpin doa bersama.
...doa dengan bahasa roh suci yang tidak bisa diterjemahkan.....
doa berlangsung selama 1 jam, saat Raymond mendapatkan petunjuk secara Gaib bahwa brankas gaib akan terbuka jika Raymond menggunakan cincin bermata merah delima, gambaran cincin yang nampak adalah sama persis dengan yang dipakai Fabiyan.
Apa ? jadi selama ini Fabiyan memiliki peran penting dalam perjalanan hidup ku dalam menggali menemukan harta warisan para leluhur ??
Batin Raymond yang tiba tiba saja merasa senang sekaligus iri, ternyata sepupu yang jika diajak ritual sangat sulit justru dialah pemegang utamanya.
Raymond tidak mengatakan hal ini terhadap siapapun termasuk bapak Yitno.
__ADS_1
Aamiin..
Doa selesai,, setiap orang hening sejenak sebelum pak Yitno memberi aba aba arahan untuk memasuki Candi bodobudur,
Seperti ritual tahun sebelum nya, Rombongan akan mengitari setiap undakan pada candi Bodobudur sebanyak tujuh putaran,
Nah pada saat putaran ketujuh itulah nanti jika mereka akan menemukan lokasi relief yang menjadi kunci pembuka gembok brankas gaib,
semakin melangkah kaki terasa semakin berat,
satu persatu peserta rombongan tidak sanggup, kaki mereka tidak mampu melanjutkan ritual.
"Saya gak kuat pak, kaki saya tidak mau bergerak maju.. " ucap salah satu pria.
"Jika benar benar tidak sanggup jangan dipaksa, tunggu disini.. istirahatlah biar sisanya yang melanjutkan.. " kata pak Yitno.
saat tiba di putaran terakhir, hanya tersisa Bapak Yitno, Raymond, Fabiyan dan satu pria lagi bernama Agus.
Disini titiknya.. tapi ada dimana...
Raymond merasa relief candi Borobudur yang berada dipaling sudut.
Hanya bisa ditemukan jika kamu memakai cincin merah delima..
Sebuah bisikan gaib dari dalam diri Raymond, sehingga mau tidak mau dirinya harus mencari alasan supaya Fabiyan mau meminjamkan cincinnya.
"Istirahat disekitar sini saja, jangan kembali berjalan melawan arah jarum jam.. " kata Agus.
selanjutnya..
Mereka bertiga duduk bersandar pada dinding candi, Bapak Yitno yang pendiam hanya diam, tidak ada yang harus dia katakan saat ini.
sementara Fabiyan pun tengah mengatur nafas yang tidak dia pungkiri ritual kali ini sangat menguras tenaga.
"Bro.. dari tadi aku lihat cincinmu kayaknya naksir aku deh hehe.. " gelagat bercanda
"Ish mana ada, ini cincin kan bukan wanita, emang ada pria suka sama pria ??" jawab Fabiyan tak kalah bercanda.
"Bilang aja kamu mau pinjam, dari awal aku dapat ini cincin kamu juga naksir kan.. "
"Iya sih hehe.. siapa juga yang gak bakal iri kalau liat ibu ratu segara kidul kasih cincin ke kamu Biyan.. "
hanya pembicaraan ringan..
"Kalau gitu nih coba aja, tapi jangan lama lama ya, soalnya pesan dari sri ida begawan waktu itu aku gak boleh lepas ini cincin lebih dari lima menit.. "
__ADS_1
"Aaa senangnya... sini aku pinjam lima menit ya.. "
Fabiyan melepaskan cincin dari jari manis tangan kirinya, lalu menyerahkan kepada Raymond.
Raymond dengan ekspresi bahagia seperti anak kecil menerima cincin tersebut dan tanpa basa basi langsung memakai dijari manis tangan kirinya.
hhmm... cocok juga ditanganku, sayangnya aku tidak terlalu suka warnnya hehe..
pura pura tidak terlalu sreg padahal dalam hari sudah berdebar tidak karuan
Aku harus segera menemukan titik itu..
Dengan gerakan tubuh yang nampak biasa saja, Raymond lagak berdiri didekat Relief, sementara pak Yitno dan Fabiyan melanjutkan obrolan.
...Agus diam diam memperhatikan gerak gerik Raymond .....
Dengan menggunakan tangan kirinya Raymond kembali menyentuh relief dan waow..
setiap yang disentuh seperti bersinar..
Mata Raymond terpukau akan keindahan yang tercipta, semakin meraba relief semakin jelas pahatan aslinya..
saat hampir tiba di sudut, Seperti tarikan magnet..
cincin pada tangan kiri Raymond tertarik kuat kearah salah satu titik relief.
dan jleb..
tangan kiri Raymond ikut tertarik saat batu pada cincin menempel sempurna pada titik itu,
dan yang membuat Raymond semakin tidak bisa berkata kata adalah, saat ini dia berada dalam sebuah adegan gaib dimana,
dirinya sedang berdiri didepan sebuah gerbang besar yang terbuat dari emas, warnanya sangat berkilauan.
dan..
...****************...
bersambung
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏