Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 58 Beberapa menit seperti bertahun tahun


__ADS_3

Dyah Balitung berada di pondok Sanjivani selama beberapa hari, tentu saja tidak mau pulang jika tidak membawa nini buyut ikut serta.


Karena sekali Dyah Balitung menginjakkan kaki keluar dari wilayah milik nini Sanjivani maka dijamin seumur hidup dia tidak akan pernah bisa menemukan tempat ini lagi.


Singkat cerita, Sanjivani bersedia ikut Dyah Balitung ke kediamannya dikaki bukit dengan alasan, kepentingan rakyat tidak boleh terbengkalai hanya karena Raja nya sibuk dengan urusan pribadi.


***


Kembali ke jaman Ratih Prameswari 2008..


Eunghh...


Ratih Prameswari tampak menggeliat pelan dan terkejut saat membuka mata , dihadapan nya ada Raymond yang duduk mengamati setiap gerak gerik Ratih.


"Pak Raymond ?? kenapa bapak ada disini ?" secepat kilat menggerakkan tubuhnya lalu duduk tegak.


"Harusnya saya yang bertanya, bagaimana kamu bisa ketiduran saat sedang membantu saya ?" bertanya dengan satu alis terangkat.


Ratih mengingat kembali sebelum dirinya kembali ke masa lalu, dia sedang merapikan rak buku disudut ruangan dosen pengganti.


Lalu tiba tiba...


pasti seperti orang yang ketiduran di sembarang tempat.


***


"Saya tidur berapa lama pak ? " tanya Ratih


"Cuma beberapa menit, tapi rasanya seperti bertahun tahun ya hehe.." jawab Raymond


Apa pak Raymond tau yang sebenarnya aku alami tadi ?


"Kalau gitu saya pamit ya pak, bukunya sudah rapi semua.."


"Dan saya ingin tanya satu hal ke pak Raymond.." saat hendak beranjak dari tempat dia duduk.


"Silakan tanya apa ?" Raymond bersandar pada sofa dengan punggung tegak nya.


"Bagaimana bapak bisa punya buku buku kuno dari abad 10 ?" tanya Ratih sambil menunjuk pada rak tempat dia menemukan buku kuno tersebut.


"Kamu penasaran sekali ya ? Sebenarnya..." ucap Raymond serius dengan ekspresi datar.


Ratih Prameswari ikut menyimak serius, berharap menemukan jawaban yang sesuai dan tepat.


Netra keduanya beradu..


dua detik..


tiga detik..


enam detik...


***


"Ra ha si a..." ucap Raymond pelan tanpa sedikitpun mengubah ekspresi datar nya.


"Haish... dasar bapak Raymond !! padahal saya sudah serius menyimak loh !" Ratih Prameswari bersungut sungut.

__ADS_1


"Itu jawaban sebenarnya Ratih, rahasia.. tidak semua orang bisa mengetahui setiap apa saja yang saya miliki bukan ? kecuali..." ucap Raymond terhenti sesaat.


Dan itu cukup membuat Ratih Prameswari terhenyak juga.


"Kamu mau temenin saya makan malam berdua saja..." goda Raymond sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Dasar om om genit !!" teriak Ratih lalu segera keluar dari ruangan dosen tersebut.


***


Diluar , Ratih kembali mengumpat dalam hati bagaimana bisa ada dosen pengganti macam Raymond


Kadang aku mikir dia itu punya kelainan deh..


Membatin sendiri, kelakuan Raymond yang sebenarnya hanya seperti itu ke Ratih saja sih,


di hadapan mahasiswi lain Raymond tetaplah sangar , tegas, dan menjaga wibawa.


Pasti karena Pak Raymond lagi diatas awan nih, memanfaatkan kesusahan ku..


Sekilas menatap pintu dosen lalu balik kanan dan pergi begitu saja.


***


ini sudah sore dan Ratih Prameswari pergi bekerja seperti biasanya,


Saat keluar dari gang kostan Ada Samudro aji menunggu kedatangan Ratih,


"Mbak ayok bareng berangkat kerjanya.." ucap Samudro aji menghampiri Ratih Prameswari


"Lho Sam, kamu bukan nya masuk pagi ?" kata Ratih saat mereka berjalan sejajar


Dari kejauhan mereka nampak seperti kakak beradik yang akur..


***


"Oh iya Sam, bagaimana dengan kemampuan yang kamu asah selama ini ? sudah ada kemajuan ?" tanya Ratih lagi.


Hari ini mendung jadi berjalan ke tempat kerja rasanya lebih menyenangkan, gak panas hehe..


"Lumayan mbak, setiap malam aku lakukan seperti yang mbak Ratih ajarkan, dan sekarang aku mulai bisa mengontrol kekuatan keris didalam diriku.."


"Kemarin lusa kan aku ketemu preman lagi mbak, nah mereka main keroyok kayak biasanya, dan pas aku mau melawan aku nyambung rasa ke keris didalam tubuhku, tiba tiba tanganku kayak bergerak sendiri, menghajar para preman yang jumlahnya sepuluh lebih, "


"Aku menang mbak, para preman itu babak belur, mereka juga kayaknya heran sih kok tiba tiba aku berani melawan."


"Dan anehnya lagi mbak.. aku tuh rasanya kayak ada yang menggerakkan tubuhku tanpa aku sadari aku cuma mengikuti arus nya.."


"Apa itu roh penunggu keris nya ya mbak ?"


Samudro aji nampak sangat bersemangat menceritakan setiap pengalaman nya setelah keris kecil menyatu dalam tubuhnya.


Sementara Ratih hanya manggut manggut memahami apa yang Samudro aji alami.


"Baguslah Sam kalau seperti itu, tandanya kalian sudah memiliki cemistry, ikatan saling membutuhkan.."


"Terus asah ya Sam kemampuan kamu, kalau bisa saat kekuatan roh dari keris merasuki kamu tetap sadar dan bisa mengendalikan, karena kamu adalah tuannya !"

__ADS_1


"Jadi jangan sampai keris itu yang justru mengendalikan kamu, iya sih meskipun keris itu memiliki kekuatan sakti tapi dia bisa seperti itu karena nyawiji di ragamu !"


Ratih menjelaskan panjang lebar berharap Samudro aji akan benar benar bisa mengendalikan kekuatan roh keris ditubuhnya.


"Iya mbak Ratih aku akan berusaha lebih giat lagi supaya aku bisa mengendalikan kekuatan keris dan roh yang nyawiji ditubuhku.."


***


Tak terasa berjalan kaki sambil ngobrol mereka sudah sampai di toko buku.


Keduanya lalu berpisah, Ratih Prameswari masuk ke toko sedangkan Samudro aji ke gudang belakang.


Seperti biasa suasana toko buku ramai oleh para pengunjung yang kali ini banyak sekali para mahasiswa dan mahasiswi dari kampus'yang sama namum beda jurusan.


Mungkin mereka sedang mendapatkan tugas dari dosen dan mencari referensi buku disini.


Meskipun para pengunjung seumuran dengan Ratih Prameswari tapi hal itu tidak membuat Ratih Prameswari minder, dia disini bekerja sebagai pegawai toko buku, tidak ada yang salah dengan hal itu bukan ?


***


Saat sedang merapikan rak buku, tiba tiba dari arah belakang muncul seseorang memanggil namanya,


"Ratih.." ternyata itu adalah Putra Pratama


"Hai Putra, lama gak ketemu ya.. mau cari buku buat tugas kah ?" sapa Ratih Prameswari.


"Ah.. iya nih lagi cari buku buat referensi tugas dari dosen, tadi cari di perpustakaan kota kebetulan gak ada hehe.."


"Oh yaudah silahkan di cari disini siapa tau ada hehe.." kata Ratih ramah sambil tetap menyelesaikan mearpikan rak buku yang agak berantakan.


Ada Putra pasti juga ada Kinan disini..


Dan benar saja, Kinan ternyata diam diam mengekori Putra sampai ke toko buku.


Ratih Prameswari melihat kelakuan putri keluarga Atmaja dan cuma bisa geleng geleng kepala,


Mau heran ? tapi itu Kinan Atmaja...


Tuan putri yang bisa melakukan apa saja sesuka hatinya tanpa perlu merasa sungkan risih apalagi bersalah.


Sejenak tatapan Kinan Atmaja dan Ratih Prameswari bertemu..


beberapa detik kontak mata secara langsung membuka keduanya agak canggung.


Ratih Prameswari hanya menatap tanpa ekspresi sedangkan Kinan Atmaja yang mendengus kesal lalu membuang muka .


Memang sih Kinan sudah tidak pernah membully Ratih Prameswari, namun rasa bencinya semakin mendarah daging.


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2