Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Pertemuan pertama calon bojo


__ADS_3

Masih Rakai Pikatan PoV


Kala itu Maharaja samaratungga mengunjungi proses pembangunan bumishambara bersama beberapa patih . Menemui sang arsitek Rakai Pikatan yang tidak pernah lelah ikut membantu mengarahkan proses pembangunan.


"Rakai Pikatan... " panggil sang Raja


"Sendiko dawuh gusti ?" memberi salam dengan mengatupkan kedua telapak tangan didepan lalu sedikit membungkuk tanda hormat.


Keduanya sedang berdiri di atas plateau , mengamati bagaimana para sukarelawan bekerja sepanjang hari.


"Pembangunan ini berjalan sangat cepat, aku suka !" kata sang Raja sembari memperhatikan para rakyat bekerja.


"Patih.." sang Raja memang seorang patih utama uang yang bernama Gupala


"Siapkan upah yang pantas untuk semua pekerja disini, meskipun mereka sukarelawan datang kemari namun ada anak istri yang mereka yang butuh dinafkahi"


"Sendiko dawuh kanjeng gusti , setiap rakyat telah mendapatkan upah yang layak sejak hari pertama pembangunan bumishambara, upah didistribusikan langsung kepada para keluarga yang ditinggalkan di tempat asalnya." jelas patih Gupala.


"Bagus' awasi terus setiap pergerakan kepeng kepeng emas yang keluar dari brankas istama !" Ucap sang Raja mengakhiri percakapan.


***


Kemudian Rakai Pikatan hendak menunjukkan tempat dimana dia dan para pekerja menemukan bahan utama yaitu batu adesit.


"Kami mengambil dari sungai disekitar tempat pembangunan Kanjeng gusti.." kata Rakai Pikatan


"dan inilah salah satu yang terdekat" sebuah sungai besar yang menjadi sumber utama batu batu adesit.


Maharaja samaratungga mengamati sekeliling. Beliau merasa kagum sekali lagi atas kemampuan Rakai Pikatan dalam menemukan sumber daya dari alam untuk mewujudkan bangunan impiannya.


"Aku berencana akan meresmikan bumishambara setelah pondasi utama selesai dibangun." ucap sang Raja


"Saya hanya bisa mengikuti apapun kemauan Kanjeng Gusti maharaja " jawab Rakai Pikatan.


"Kamu sungguh seorang Pria yang layak menjadi anak mantuku " Gusti Raja menepuk pundak rakai Pikatan.


Patih Gupala adalah tokoh utama dalam menjaga keselamatan Junjungannya ketika keluar istana, Beliau juga yang selalu memastikan bahwa sang raja selalu aman. Selalu membawa senjata berupa gada ditangannya.


***


Maharaja samaratungga meninggalkan lokasi saat hari sudah menjelang sore. Rakai Pikatan merasakan sangat senang dalam hatinya karena setiap rencananya berjalan mulus.


Bahkan Maharaja Samaratungga sudah terpikat oleh kemampuan ku...


Rakai Pikatan bermonolog sendiri, membayangkan seperti apa seorang putri mahkota dinasty Syailendra yang termasyhur di berbagai kalangan masyarakat seluruh negeri.


Aku hanya akan menikahi sang putri mahkota demi mencapai ambisi kekuasaan kembali aliran ajaran Hindu syiwa.


Kala itu Rakai Pikatan sama sekali tidak memiliki hati untuk mencintai seseorang selain Mahadewa.


Cinta ? Rakai Pikatan belum pernah bertemu seorang wanita manapun yang mampu menggetarkan hatinya. Jadi dia tidak percaya dengan satu kata bernama Cinta..


***

__ADS_1


Rakai Pikatan kini sedang berada disebuah gubuk kecil yang sengaja dibangun dekat lokasi bumishambara, dengana alasan supaya lebih mudah mengawasi apa yang terjadi di lokasi pembangunan bumishambara.


Semua berjalan dengan baik bahkan terlalu lancar


membatin sembari menikmati secangkir teh Melati hangat.


kira kira seperti apa wajah dari sang putri yang dijadikan hadiah taruhanku ?


Kembali membayangkan bagaimana fisik sang putri mahkota yang dibanggakan maharaja samaratungga


pasti tidak lebih dari seorang tuan putri biasa yang hanya memiliki kemampuan rata rata seperti perempuan pada umumnya yaitu merajuk.


Tidak ada hentinya menilai sesuatu yang bahkan belum bertemu langsung.


***


Sementara pembangunan berjalan lancar, Maharaja samaratungga semakin terpesona dengan jiwa seni rakai Pikatan. Hampir beberapa hari sekali beliau menemui calon anak mantu yang selalu standby di lokasi pembangunan bumishambara.


Menurut maharaja samaratungga, Rakai Pikatan adalah arsitek termahsyur ditanah jawa karena kamampuan merancangnya melebihi rata rata arsitek pada umumnya.


Maharaja samaratungga sungguh berharap bahwa putri semata wayangnya akan bersedia dengan legowo menerima calon suami yang dipilihkan untuk nya.


***


Peresmian bumishambara akan diadakan tepat bersamaan dengan acara ritual malam bulan purnama yang rutin diadakan setiap selapan pisan di alun alun istana.


Persiapan kali ini akan lebih mewah dari biasanya, karena Maharaja samaratungga akan mempertemukan langsung putri semata wayangnya dengan calon suami yang dipilihkan untuknya.


***


Acara ritual malam bulan purnama akan segera dimulai, para rakyat sudah berdatangan, para tetua adat dari beberapa wilayah yang dekat dengan istana juga mulai tiba, tidak ketinggalan para biksu suci penganut bodhisatva sebagai pemimpin doa bersama juga telah menempati posisi mereka.


Hidangan sebagai syarat ritualpun sudah tersaji , dua nasi berwarna putih dan kuning berbentuk kerucut, ayam ingkung, buah buahan seperti pisang, manggis, kesemek dan lainnya , Lauk pauk pelengkap juga ada seperti aneka sayuran yang direbus lalu di urap atau dicampur dengan bumbu tertentu yang disertai parutan kelapa muda, ikan bakar, ayam bakar dan lain sebagainya.


Aroma cendana dari dupa yang dibakar para tetua adat menambah sakralnya acara malam itu, bunga bunga yang diyakini sebagai bunga kesukaan para leluhur juga tersedia seperti bunga mawar, bunga melati, bunga sedap malam, bunga wijaya kusuma, bunga melati keraton, bunga teratai, lotus.


Sang putri mahkota pun heran, kenapa acara ritual kali ini sangat berbeda dari sebelum sebelumnya, sang putri sama sekali tidak tahu bahwa dirinya akan bertemu dengan calon suami pilihan Ayahandanya. Karena selama ini sang putri mahkota selalu menghabiskan waktunya diistana kaputren dengan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan bersama guru guru nya.


Sang putri mahkota dyah Pramodhawardani memang mengetahui tentang sayembara yang di cetuskan ayahandanya, namun tidak mengira akan secepat ini dipertemukan dengan sang calon suami karena bumishmbara saja belum selesai dibangun.


***


Sang putri memasuki area ritual bersama dengan Ayahandanya dan beberapa keluarga istana. Seluruh yang datang memberi hormat pada rombongan junjungan mereka.


Setelah rombongan keluarga istana duduk menempatkan diri di meja altar khusus , barulah para tetua adat memulai prosesi acara ritual malam bulan purnama.


***


berada di meja yang bersebrangan dengan anggota istana membuat Rakai Pikatan dapat melihat dengan jelas siapa calon istri nya kelak.


Dia masih sangat muda, bahkan lebih pantas jadi keponakanku.


Menilai dari segi usia yang terpaut belasan tahun membuat persepsi Rakai Pikatan terhadap sang putri terlalu naif.

__ADS_1


Tapi dia sungguh jelmaan dewi durga , sangat cantik meskipun dari dinasty Syailendra namun kecantikan khas leluhur jawa tetap terpancar.


Rakai Pikatan merasakan sesuatu yang aneh didalam dirinya, jantung nya berdegup lebih kencang seperti genderang yang ditabuh saat perang.


Hati ini bergetar karena sang putri mahkota kecil itu ??


Ingin merasa heran, namun siapa yang mampu melawan anugerah perasaan dari sang kuasa ?


Selama acara ritual berlangsung, Rakai Pikatan tak bisa mengalihkan pandangannya dari sang putri mahkota.



Dyah Pramodhawardani yang sangat kusyuk mengikuti setiap lantunan puji pujian oleh para tetua adat.


Pesona dan kharisma seorang wanita yang paling cantik sepanjang era dinasty mampu membuat siapapun terpikat, namun pria beruntung yang ketiban sampur adalah Rakai Pikatan.


Ya dewa syiwa... apakah aku layak mempersunting jelmaan dewi Durga di hadapanku itu ??


Dalam dirinya tak henti henti meminta petunjuk, apakah ini benar ? semua rancangan takdir yang digelar antara Rakai Pikatan dan Dyah Pramodhawardani..


***


Selesai acara ritual..


Maharaja Samaratungga mempersilakan semua yang hadir untuk menikmati jamuan hidangan yang disediakan.


Suasana lebih terasa santai kekeluargaan, selesai menyantap hidangan Ayahanda mengajak Sang putri untuk menemui calon suaminya.


"Anakku... pria inilah yang berhasil memenangkan sayembara " maharaja mempersilakan Rakai Pikatan untuk berdiri sejajar dengan sang putri


"Iya ayahanda.." hanya itu kalimat yang terlontar dari sang putri. Entah apa yang bergejolak didalam diri sang putri, antara heran, kagum , aneh,


Heran karena ternyata pria itu lebih pantas dia panggil dengan sebutan paman,


Kagum karena kehebatannya merancang memenangkan sayembara bahkan sampai turun tangan dalam pembangunan nya.


Heran karena pria itu berasal dari dinasty Sanjaya, bagaimana bisa pernikahan dua dinasty besar yang berbeda akan terjadi ?


***


Rakai Pikatan tersenyum manis namun tetap menghormati sang putri mahkota dengan mengatupkan kedua telapak tangan.


Dia seperti nya terkejut melihat aku


Batin rakai Pikatan.


Dan sejak malam itu, hati Rakai Pikatan seperti goyah. Dia merasakan sesuatu lebih dari sekedar ingin memiliki. Sebuah perasaan aneh yang membuatnya gelisah berhari hari.


***


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2