Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 140 Pertukaran energi gaib dan keinginan


__ADS_3

Energi yang berhasil diperoleh Raymond dari Tamara membuat dirinya mampu menghasilkan pasukan pasukan gaib yang bekerja untuknya semakin bertambah.


Memang dasar watak pencuri tetaplah pencuri meskipun sudah bergelimang harta pasti akan selalu merasa kurang dan kurang.


Dalam adegan gaib disuatu malam..


Raymond sedang menggunakan kemampuan kanuragan yang dia miliki untuk pergi mengunjungi markas gaib rahasianya,


Memasuki gerbang markas para petugas gaib milik Raymond mengaturkan sembah sujud pada sang pemimpin.


Petugas gaib dalam wujud aneka rupa, ada yang bagus halus ada juga yang buruk dan bau.


Raymond duduk di singgasana miliknya, menatap angkuh pada barisan petugas gain di hadapannya.


Raymond bukan sekedar menatap, diri nya sedang memilah petugas mana yang memiliki energi besar kali ini,


samar samar seorang petugas tampak memunculkan sinar warna merah, merah artinya ambisi, gairah, keinginan kuat..


Raymond menunjuk energi yang dimaksud, lalu seketika petugas lainnya menghilang dari hadapan, tersisa Raymond dengn petugas gaib berwarna merah.


"Aku sedang butuh dana sangat besar untuk membeli rumah mewah sebagai mahar pernikahan ku, kamu harus mewujudkan hal tersebut... "


Petugas gaib warna tersebut yang tadinya klewang klewang dihadapan Raymond mulai menapak menampilkan wujudnya..


seorang gaib wanita dengan kobaran semangat berapi api, dia menyanggupi keinginan Raymond dengan syarat..


"sendiko gawuh Gusti... saya bisa mewujudkan keinginan Gusti namun, saya ingin sesuatu dari Gusti xixiixi.. " tertawa kecil malu malu saat membisikkan apa keinginan petugas gaib tersebut.


"permintaan yang mudah... masuklah kedalam raga calon istriku lalu dapatkan apa yang jadi keinginan mu... "


Dengan tawa kecil yang nyaring petugas berwarna merah tersebut terbang berputar putar sebelum melesat mencari raga yang di Maksud gustinya..?


Smirk tipis tersirat dalam diri Raymond yang kemudian memejamkan mata, pada saat membuka mata dirinya sudah kembali berada di ruangan tempat dia berada di awal.


Menyudahi sesi kali ini, Raymond bermaksud hendak turun ke lantai satu mengambil air putih dari dalam kendi.


Baru saja meletakkan gelas kosong sisa air minum, ponsel yang berada di saku celana bergetar, Raymond membaca nama pada layar lalu menekan tombol warna hijau..


Dalam sambungan telpon ternyata yang menelpon pada jam selarut ini ternyata adalah Tamara sang calon istri.


Diujung sambungan Tamara mengatakan jika saat ini dirinya merasa tidak enak badan, tiba tiba merasa menggigil berkeringat dingin, sudah minum obat tapi tidak kunjung membaik.


Raymond berusaha menenangkan, lalu berinisiatif mengunjungi rumah kontrakan Tamara,

__ADS_1


Sudah mulai bekerja rupanya hhmmm...


Raymond tidak terlalu panik khawatir karena memang dia sudah tahu hal ini akan terjadi, kurang dari Setengah jam mobil Raymond tampak memasuki pekarangan rumah Tamara.


Beberapa kali mengetuk pintu baru akhirnya dibuka pada ketukan kesekian kalinya.


"Masuklah sayang... maaf terlalu lama membuka pintu untukmu... " Tamara duduk lemas di sofa


"Apa yang kamu rasakan ? kemarilah biar aku cek.. "


Raymond meminta Tamara duduk mendekat, menempelkan punggung tangan pada kening yang berkeringat dingin.


Tubuh Tamara bereaksi saat punggung tangan Raymond menyentuhnya, memejamkan mata seperti menikmati sentuhan padahal hanya punggung tangan yang menempel.


"Ini bukanlah sakit biasa sayang.. " saat Raymond hendak mengangkat tangannya justru ditahan oleh Tamara.


"Sayang... sentuhanmu adalah obat bagiku.. " Tamara kembali meletakkan tangan Raymond di kepalanya.


"Istirahat lah, kalau begitu aku akan disini sampai kamu membaik.. "


posisi keduanya Raymond duduk bersandar pada sofa sedangkan Tamara bersandar pada tubuh Raymond.


sesekali mengusap mencium pucuk kepala Tamara yang semakin hanyut dalam kenyamanan tubuh Raymond.


petugas gaib berwarna merah itu menginginkan sentuhan dari tuannya, dan malam ini dia akan mendapat kan nya..


...Karakter setiap energi petugas gaib ada bermacam macam yaa,, mereka memiliki nafsu juga seperti manusia,, tergantung warna energi apa yang memancar dari petugas tersebut... 😊...


Mereka berdua hanya berbaring disofa sambil berpelukan sampai hampir menjelang subuh, Tubuh Raymond menyalurkan kenyamanan yang membuat Tamara bisa tidur dengan lelap.



Menghirup aroma maskulin pria yang sebentar lagi menjadi suaminya, usel usel semakin mengeratkan tubuh..


Tangan Raymond menyentuh kening Tamara, sudah membaik Meskipun masih sedikit berkeringat dingin..


"Sayang.. sudah lebih baik ?" serak parau suara Raymond khas bangun tidur..


"Lebih baik karena ada kamu sayang.. " Tamara menahan tubuh Raymond yang ingin beranjak.


entah kenapa tiba tiba sesuatu dalam diri Tamara merasa bergejolak menginginkan sentuhan lebih dari Raymond namun malu mengatakan, hanya gerak tubuh yang meresahkan..


Setelah ini lekas keluar dari raga calon striku dan kabulkan keinginanku...

__ADS_1


Sabda Raymond saat mengikuti keinginan petugas gaibnya, Raymond kembali menyentuh tubuh Tamara dengan gerakan gerakan sensual yang memabukkan.


Tubuh Tamara sangat menikmati cara permainan Raymond, bahkan pergulatan panas di sofa tidak berlangsung singkat, sesuatu dalam diri Tamara meminta lagi.. lagi.. dan lagi.. seakan tidak pernah merasa puas menikmati sentuhan Raymond.


Matahari sudah terlalu tinggi saat keduanya selesai bermain permainan panas ala suami istri, Raymond membantu Tamara membersihkan diri lalu mengajak sarapan yang kesiangan di dekat taman kota.


Usai bercinta tubuh Tamara tiba tiba menjadi lebih bugar, seakan sakit yang semalaman menyiksanya telah hilang, larut bersama peluh kepuasan.


Usai mengantarkan Tamara pulang ke rumah kontrakan, mobil Raymond juga melaju pulang kembali ke rumah.


Memarkirkan mobil, lalu masuk kedalam rumah, bahkan belum sempat duduk saat tiba tiba suara ponsel Raymond berbunyi nyaring.


Seseorang dalam ujung sambungan mengatakan jika dirinya sedang membutuhkan uang untuk berobat sang istri, dia hanya memiliki sertifikat tanah beserta bangunan rumah mewah yang ingin Raymond membeli nya.


Raymond tentu auto masuk ke mode pebisnis, tidak mau rugi meskipun itu untuk menolong teman sekalipun, bisnis is bisnis...


pembicaraan cukup alot hampir dua jam sebelum akhirnya seseorang diujung sambungan menyetujui harga yang dibayarkan Raymond.


panggilan berakhir...


Raymond tampak sibuk melakukan transaksi pembayaran sebelum akhirnya senyum kemenangan muncul di wajahnya..


Jika beli mengikuti harga normal pasti lima kali lipatnya... lebih mahal..


ira bekerja dengan sangat baik, rahayu... Raymond menguluk salam terima kasih kepada petugas gaib berwarna merah.


...ira \=kamu...


Raymond Melangkahkan kaki penuh kepuasan masuk kedalam kamar, menutup pintu lalu membersihkan diri, Kurang dari satu jam dirinya sudah siap dengan pakaian yang rapih berwarna kombinasi hitam dan abu abu,


beberapa kali merapikan penampilan dirinya di cermin sebelum bersiap siap menemui teman dan mengambil surat sertifikat tanah dan bangunan mewahnya.


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏

__ADS_1


__ADS_2