
Ratih Prameswari duduk sejenak menikmati suasana diarea makam..
Sesuai pengamatan Ratih Prameswari, makam ini tidak banyak diketahui masyarakat umum, terlihat masih sangat wingit sekitar nya,
Namun Ratih Prameswari sempat melihat ada tulisan dari dinas observasi cagar budaya bahwa tempat ini sudah masuk arsip situs tidak bergerak provinsi Jawa tengah.
"Apa kaitan makam ini dengan Rawa pening disebelah sana ?"
Sebuah pertanyaan tersirat dalam benak Ratih Prameswari.
Sejenak menikmati semilir angin sebelum memulai berdoa dipusara makam..
***
Seperti cerita yang beredar dikalangan masyarakat bahwa rawa pening adalah sebuah rawa yang terkutuk,
Akibat keangkuhan para warga yang tidak memiliki rasa kasihan terhadap orang lain yang menderita.
Konon penunggu rawa pening berwujud naga , Masyarakat sekitar sering menyebutnya naga Baru klinting,
Pada zaman dahulu konon ceritanya, naga baru klinting adalah putra dari seorang pertapa yang berwujud ular naga namun bisa berbicara seperti manusia.
Ayahnya mendapatkan petunjuk jika ingin sang putra menjadi manusia seutuhnya maka harus mau bertapa di gunung telamaya..
***
Telamaya sendiri adalah sebuah gugusan pegunungan kecil yang mempunyai histori penting sejarah tanah jawa,
Konon hanoman pernah singgah di pegunungan tersebut saat sedang mencari bala bantuan untuk menolong dewa Rama menyelamatkan Dewi sinta,
(Bayangkan kejadian itu sudah berapa ribu tahun yang lalu..)
***
Baru klinting pun menuruti keinginan sang ayah
Dia melingkar kan tubuh naganya disekeliling gugusan pegunungan telamaya.
Telamaya ini terletak berdekatan dengan desa banyubiru, sebuah desa yang bersebelahan dengan Rawa pening nantinya,
Pertapaan selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun membuat seluruh tubuh baru klinting tertutup lumut dan juga ditumbuhi semak belukar, Benar benar nyawiji dengan tanah disekitar nya.
Beberapa warga sekitar pencari kayu sering melihat tanah yang seperti bernafas, itulah tubuh naga batu klinting.
Tidak seorang pun yang berani mengusik tanah bernafas tersebut.
***
hingga suatu hari..
Disebuah desa yang bersebelahan dengan desa banyubiru hendak melakukan sedekah bumi
Sedekah bumi yang diadakan setiap lima tahun sekali
Kebetulan pada tahun ini desa tersebut sedang mengalami kesusahan pangan,
Tanah sawah mengering, ladang perkebunan tidak menghasilkan panen yang mencukupi.
Kekeringan dan kelaparan melanda desa ini
Hingga beberapa warga beserta pemangku adat memutus untuk mencari bahan persembahan sedekah bumi di gunung Telamaya.
Mereka menemukan cukup banyak palawija dan hasil bumi lainnya
Lebih dari cukup untuk dijadikan Ubo rampe di acara sedekah bumi
Saat beberapa warga tersebut hendak kembali kedesa..
Salah satu warga tidak sengaja menjatuhkan parang (pisau besar) ke tanah.
Mereka heran karena tanah tersebut mengeluarkan darah.
"seperti nya kita mendapatkan hadiah dari danyang penunggu tempat ini.." ucap salah seorang warga
Danyang : penunggu gaib sebuah wilayah
"Apakah kita bisa mengambil ini untuk diolah ?" Tanya warga lain kepada tetua desa
"Entahlah, ini cukup aneh tapi ayo kita coba ambil sebagian untuk di bawa ke desa.." kata tetua
Mereka pun mengambil banyak sekali potongan Potongan seperti daging segar,
Yang ternyata adalah bagian tubuh naga baru klinting yang sedang bertapa.
__ADS_1
Kala itu tentu saja naga baru klinting merasakan sakit dibagian tubuh dekat ekor
Tapi demi mewujudkan keinginan sang ayah agar dia menjadi manusia seutuhnya
Naga baru klinting menahan rasa sakit itu.
***
Singkat cerita
Desa yang bersebelahan dengan desa banyu biru berhasil mengadakan upacara sedekah bumi dengan meriah.
Mereka menyelenggarakan pesta bersama tujuh hari tujuh malam
Pada hari kelima perayaan tersebut,
Dari gunung Telamaya muncul seorang anak laki laki dengan tubuh berbau amis dan kotor
Anak itu adalah sosok naga baru klinting yang berhasil menyelesaikan pertapaan nya..
Menjadi manusia seutuhnya tapi memiliki kecacatan pada bagian kaki,
Karena daging yang diambil warga desa sebelumnya.
Anak itu berjalan terpincang-pincang menuju sesa tempat tinggal ayah ibunya.
Dia telanjang bulat karena memang seperti bayi baru lahir, polos..
Warga yang melihat bukannya kasihan atau membantu memberi kain untuk menutupi tubuhnya
Mereka justru mengolok olok anak laki laki Tersebut.
***
Anak laki laki tersebut hidup sebatang kara karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia ketika dia masih dalam pertapaan.
beruntung seorang nenek baik hati mau merawat nya..
Pada suatu hari , kejadian yang benar Benar memancing emosi si laki laki cacat pun terjadi..
Para warga menghina dirinya dan seorang nenek tua yang selama ini menampung pria tersebut,
Para warga menganggap mereka berdua adalah manusia hina yang tidak pantas hidup bersama mereka.
***
Si laki laki merasa iba pada sang nenek tua, karena sudah sepuh masih saja disia sia oleh warga ,
Kemudahan dia berinisiatif harus memberi semua warga hukuman
"Wahai para warga yang mulia, barang siapa bisa mengambil lidi yang aku tancapkan ini maka aku akan pergi secara sukarela dari desa ini "
"Tapi jika diantara kalian tidak ada yang berhasil maka, aku akan menjadi penguasa tempat ini, dan kalian akan aku hukum !!"
Laki laki tersebut berteriak lantang..
Warga yang merasa terhina pun menyanggupi hal tersebut,
Hanya mencabut sebuah lidi apa susahnya..
Setiap warga bergiliran mencoba menarik lidi tersebut
Namun mereka semua gagal
Hingga tiga hari tiga malam mereka mencoba tetap gagal
Akhirnya...
"karena kalian semua gagal maka bersiap lah menjadi budakku selamanya !!!"
Laki laki Cacat menyumpah sembari mencabut batang lidi tersebut
Tercabut..
Seluruh warga terkejut sekaligus kaget karena bekas tempat menancapnya lidi itu terus menerus mengeluarkan air yang semakin lama semakin deras.
Semua warga kalang kabut menyelamatkan diri..
"Sekeras apapun kalian berusaha menyelamatkan diri, kalian semua tidak akan ada yang bisa keluar dari desa terkutuk ini !!"
Laki laki cacat tersebut tertawa puas,
Kemudian dia membawa sang nenek menaiki sebuah papan yang berbentuk mirip perahu kecil.
__ADS_1
"kita akan selamat nek, hanya kita berdua yang akan selamat dari desa ini.."
Semakin lama air menggenang i seluruh wilayah desa..
Satu persatu warga meninggal dalam kesengsaraan,
Hingga terciptalah sebuah rawa besar seukuran wilayah desa yang telah dikutuk.
Setelah menyelamatkan sang nenek, laki laki cacat itu memutuskan untuk kembali ke wujud aslinya yaitu naga baru klinting
Dia akan menjadi penunggu rawa ,
Dia akan menjadi penguasa utama wilayah tersebut.
Menjadi Danyang di rawa pening.
Sementara sang nenek yang tidak tahu harus berbuat apa
Dia bertahan hidup disekitar rawa
Menjaga kelestarian rawa yang memiliki histori memilukan baginya.
Cerita dari nenek tersebut pun akhirnya menyebar dati satu orang ke orang lainnya
Hingga terbentuk lah sebuah mitos sejarah yang kini semakin beredar luas di masyarakat.
Sebuah Rawa yang fenomenal dikalangan para pertapa..
Mereka yakin jika berendam di dalam rawaa tersebut tubuhnya akan disucikan.
Terbukti dari banyaknya raja raja pemimpin wilayah jawa yang sebelum menaiki tahta singgasana, mereka melakukan ritual pensucian dosa di air rawa pening.
Termasuk seorang raja Mansyur berjuluk maharaja Brawijaya,
Yang sering melakukan ritual didalam rawa.
Beliau menemukan sumber dimana semua air berasal
Air yang kelihatan memuncar tiada henti dari permukaan rawa.
"Itu adalah sumber nya.."
Kata raja Brawijaya..
Beliau sering menghabiskan waktu mencari wahyu di bukit dekat sumber air tersebut.
Hingga sebuah bukit yang menjadi petilasan jejak raja Brawijaya tersebut menjadi salah satu peninggalan dalam sejarah yang berkaitan dengan rawa pening..
Ketika raja Brawijaya wafat, maka lokasi petilasan yang biasa beliau gunakan untuk bertapa pun dibangun sebuah candi simbolik oleh para pasukan pribadi yang dibantu warga sekitar.
Sebuah simbol seperti makam yang sebelumnya adalah spot pertapaan sang Brawijaya yang selalu di kawal dua pasukan khususnya.
Tempat itulah yang kini tertinggal menjadi situs budaya tanah jawa..
***
Ratih Prameswari termenung saat mengetahui cerita dibalik candi di atas bukit tersebut
"Ternyata ini bukanlah makam melainkan tempat petilasan prabu Brawijaya.. dan dua nisan kecil dibawahnya adalah tempat dua pengawal prabu Brawijaya berjaga menjaga junjungannya.."
Tentu saja Ratih menemukan cerita tersebut setelah dirinya memanjatkan doa doa serta pujian pujian kepada para leluhur setempat.
Kemudian seperti yang Ratih Prameswari alami sebelum sebelumnya.
Dia seperti menonton sebuah video perjalanan kehidupan berkat kekuatan dari kalung yang dia pakai.
Sebenarnya kalung yang dipakai Ratih Prameswari tidak ada hubungannya denga kisah yang ingin Ratih ketahui
Namun kekuatan dari kalung tersebut lah yang mampu menghadirkan gambaran cerita yang terjadi dimasa lampau sesuai kehendak yang diinginkan Ratih Prameswari
Ratih bersyukur memiliki kalung dengan kekuatan yang bisa mewujudkan keingintahuannya akan sejarah masa lalu
Tapi Ratih Prameswari masih sebal jika mengingat kalung itu adalah pemberian Rakai pikatan..
...****************...
Bersambung..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
__ADS_1
Sugeng Rahayu 🙏