Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 126 Mencari sendang


__ADS_3

Fabiyan memulai perjalanan pribadinya kesuatu tempat, sebuah wilayah yang diyakini sebagai daerah asal pendamping gaibnya yaitu Rakai pikatan.


Daerah pikatan yang kini dikenal dengan sebutan temanggung, Fabiyan menggunakan motor ninja nya untuk mempermudah akses ke lokasi yang sulit dijangkau jika memggunakan mobil.


Dalam pikiran Fabiyan terus mengulang kata sendang, Fabiyan sudah mendatangi beberapa sendang tapi ternyata tidak semudah itu, sendang yang dimaksud adalah sendang petilasan sang Rakai pikatan kala membersihkan diri untuk pertama kali setelah melakukan pertapaan bertahun tahun.


sendang.. sendang mana lagi yang belum aku datangi, huft.. harusnya aku tanya lebih detail saat mendapat petunjuk, jadi gak bakal serumit ini..


Fabiyan melakukan perjalanan pagi pagi sekali dan sekarang hari sudah menjelang malam tapi masih belum juga menemukan sendang yang di maksud.


Karena terlalu lelah dan seharian bahkan belum sempat sarapan, Fabiyan memutuskan istirahat sebentar disebuah warung angkringan yang berlokasi dekat alun alun.


duduk bersama beberapa warga yang juga tampak menikmati jajanan kaki lima yang terkenal akan gerobak dorong dan makanan ramah kantong.


Saat sedang menikmati sebungkus nasi lauk orak arik peda, samar samar Fabiyan mendengar beberapa pria disebelahnya sedang membicarakan sesuatu.


"Apa kamu tahu tentang kejadian aneh tadi malam ?" kata seorang pria


"Iya.. aku mendengar suara dentuman cukup keras kupikir itu meteor jatuh atau benda bertuah yang berpindah tempat.. " saut pria lainnya


"aku sempat melihat cahaya cemlorot seperti bintang jatuh, tapi cahaya itu berwarna merah.. " pria lainnya menanggapi.


"Siang tadi rumor sudah beredar semakin luas, banyak orang orang kejawen mencari benda itu, tapi anehnya belum ada yang berhasil mengambil benda itu.. " kata si pria


"iya bentuknya seperti kembang kantil tapi berkilau seperti emas, kata orang dulu itu salah satu wujud energi mahadewa.. " pria yang satunya menimpali


"padahal sendang itu dangkal.. tapi belum ada satu orangpun yang bisa mengambilnya.. "


Fabiyan memberanikan diri bertanya kepada para pria tersebut,

__ADS_1


"Maaf pak.. kalau boleh tahu nama sendang nya apa ya ? saya penasaran saat mendengar penuturan bapak sekalian barusan.. "


"sendang mudal mas.. kalau penasaran coba saja kesana, mungkin masih ramai orang yang mencoba ambil itu benda.. "


"iya mas.. coba saja siapa tahu mas bisa, mumpung belum kedatangan orang orang dari luar daerah, " kata si pria.


sendang mudal.. aaa kenapa gak kepikiran kesitu sih..


"Bapak sekalian, sudah saya bayar ya semuanya... matur nuwun.. monggo.. " ucap Fabiyan sopan pamit berlalu pergi dari warung angkringan.


penjual angkringan dapat rejeki tak terduga, lembaran uang yang lebih dari cukup untuk membayar semua tagihan pengunjung hari ini,


"Yang mau tambah silakan pak.. sudah dibayar sama mas yang tadi.. " si penjual menawarkan. Hati sumringah tak terkira, laris manis..


tentu saja sebagian pembeli memanfaatkan hal itu, mereka memesan lagi minuman dan makanan, serta berbincang lebih lama dengan pembeli lain,


Perjalanan menuju sendang mudal lumayan dekat tapi karena Fabiyan membawa motor jadi tidak sampai 15 menit sudah tiba dilokasi.


Sebagian adu keberuntungan sebagian lagi mengabadikan momen untuk diunggah ke akun sodial media dengan logo huruf F berwarna biru.


Satu persatu orang yang datang tampak berbalik badan dengan lesu lantaran gagal mengambil benda di dalam sendang.


Fabiyan yang merasa penasaran pun ikut antri , cukup panjang namun demi menjawab rasa ingin tahu maka tidak apa mengantri sebentar. enggak sebentar sih hampir sejam..


Tiba giliran Fabiyan, suasana yang tadinya ramai kini mendadak hening seolah seluruh mata tertuju padanya . debar jantung Fabiyan semakin tidak beraturan, bedegup seperti genderang.


Gusti.. apa benar harus seperti ini ??


Fabiyan merasa risih saat mendapatkan tatapan seperti itu, Otak nya mulai berpikir,

__ADS_1


Bagaimana jika dirinya berhasil mengambil benda itu ? Bukannya terlalu percaya diri namun bisa saja benda itu adalah jawaban dari petunjuk pribadi yang dia peroleh beberapa malam yang lalu.


Apakah dia bisa keluar dengan selamat dari lokasi tanpa jaminan dikeroyok banyak orang yang mungkin ingin merebut benda itu setelah dirinya berhasil mengangkat ke permukaan.


Tapi spekulasi Fabiyan itu cukup untuk membuat nya tetap yakin mencelupkan tangan ke dalam sendang, tidak terlalu dalam hanya setengah meter, air yang sangat jernih,


pantulan benda itu terlihat sangat berkilau emas..


Tangan Fabiyan sudah didalam air dan meraih benda tersebut, sseett..


benda itu dengan sangat mudah diambil olehnya, namun saat hendak mengangkat ke permukaan Fabiyan kembali berpikir,


Tidak mungkin mengambil dalam situasi ramai seperti ini, terlalu mencolok..


Dalam hati Fabiyan berdoa kepada Gusti ingkang maha agung, Gusti.. jika benar ini adalah hak ku maka aku akan ambil tengah malam nanti saat situasi sepi, Bukankah semua harus tanpa ngawestarani ?? Rahayu..


tanpa ngawestarani \= tidak terlalu mencolok


Fabiyan meletakkan kembali benda itu, menarik tangannya ke permukaan dan memasang wajah tanpa ekspresi, berbalik kanan lalu menjauh dari kerumunanan..


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak halu semata..


Like, komen, hadiah ..


vote dan favoritkan untuk update selanjutnya

__ADS_1


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2