Diam Cupu, Ternyata Ratu

Diam Cupu, Ternyata Ratu
Bab 56 Petilasan terakhir


__ADS_3

Sanjivani saat ini hidup di abad 10..


era inilah nanti beliau akan kembali dipertemukan dengan dyah Balitung, seorang keturunan murni dua dinasty besar yang akan memanggil dirinya dengan sebutan , nini buyut...


***


Sementara itu di tahun 2008..


"Dasar gadis ceroboh.." kata Raymond saat menemukan Ratih Prameswari tertidur dilantai dekat rak buku.


Raymond mengambil buku kuno yang dipegang Ratih Prameswari, lalu meletakkan kembali di rak seperti semula.


"Bagaimana kamu bisa menemukan buku ini Ratih.." ucap Raymond Lirih sembari mengangkat Ratih Prameswari ke sofa.


mana mungkin membiarkan seorang mahasiswi yang kelelahan tertidur dilantai..


Setelah membaringkan Ratih di sofa, Raymond melihat bola mata Ratih bergerak, seperti sedang mengalami kejadian dialam mimpi.


Untuk sesaat Raymond mengamati kedua mata Ratih Prameswari, lalu memutuskan untuk membiarkan Ratih Prameswari istirahat sampai dia sadar sendiri..


Menunggui Ratih dengan tenang duduk di sofa satunya, memindai tubuh gadis pekerja keras dan penuh semangat dalam menempuh pendidikan demi mengangkat derajat keluarga nya..


Semoga cita citamu dapat tercapai Ratih...


sesekali bergumam sendiri, hanya angin yang mendengar..


***


Sementara itu kembali di abad 10,


Ratih Prameswari yang berada di tubuh nini sanjivani kini sedang berada di sebuah kediaman mewah milik Dyah Balitung,


Meskipun Dyah Balitung adalah seorang Raja namun beliau sering menghabiskan waktu senggang nya di daerah pinggiran ibu kota yang biasanya masih berupa perbukitan yang banyak terdapat hutan lebat.


Raja Dyah balitung suka berburu, hanya sekedar melatih kemampuan memanahnya..


Bukan sengaja kala itu Raja Dyah Balitung memanggil nini buyut kepada seorang wanita tua yang hidup sendirian ditengah hutan.


Awal mula perjumpaan Dyah Balitung dengan nini Sanjivani adalah ketika beliau menelusuri jejak para leluhurnya,


***


Dyah Balitung sudah terkenal sebagai seorang penulis pada masanya, dia terobsesi mengumpulkan kembali silsilah keluarga nya yang hilang,


Seperti berusaha mengumpulkan kembali serpihan tulang yang berserakan, satu persatu penelusuran yang Dyah Balitung lakukan membuahkan hasil.


Dia berhasil menemukan siapa garis keturunan sang kakek (Dyah lokapala) berdasarkan informasi yang dia gali dari kedua orang tua serta para sesepuh yang setia mengabdi pada keluarga nya.


Ternyata kakek Dyah Balitung adalah seorang putra keturunan murni dinasty Sanjaya dan Syailendra yang sangat melegenda dua abad silam.


Siapa yang tidak tahu kisah pemimpin dua dinasty besar yang tidak lain tidak bukan adalah Rakai Mamrati dan Sri Pramodhawardhani,


kisah cinta dua generasi berbeda yang berhasil menciptakan pemerintahan agung dengan banyak sekali gebrakan fenomenal.

__ADS_1


***


Konon terdapat peninggalan banyak sekali bangunan megah kala itu, seperti tempat peribadatan yang samar samar dyah Balitung ingat yaitu Bumishambara yang merupakan awal kisah legenda nini buyut dan aki buyutnya.


Dan juga seribu candi sebagai perwujudan kesetiaan cinta aki buyut kepada nini buyut.


Dyah Belitung semakin bertekad menyatukan tulang belulang atau silsilah keluarga nya yang sejati,


Sejarah harus tahu bahwa keturunan Rakai mamrati dan Sri Pramodhawardhani masih ada ,


Mereka tidak musnah saat terjadi bencana letusan gunung suci , mereka selamat dibelahan wilayah lain, wilayah yang kini adalah tanah yang dipijak Dyah Balitung.


***


Beberapa tetua menceritakan bagaimana dahulu aki buyutnya menjalani pertapaan hingga ajal menjemput,


Setelah menelusuri dan merangkai setiap cerita dan informasi yang diterima , Dyah Balitung menemukan sebuah tempat yang diduga adalah lokasi terakhir aki buyutnya menghabiskan sisa usia.


Sebuah daerah bernama pastika atau Santika, berada di wilayah wetan,


Sebuah tempat yang sangat terpelosok jauh didalam hutan di wilayah perbukitan,


Demi tekad menemukan petilasan sang aki buyut, Dyah Balitung dengan sabar menyusuri setiap tempat hingga menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya.


***


Suatu hari..


Dyah Balitung bersama beberapa pasukan melihat sebuah kepulan asap disuatu titik di dalam hutan,


Pada suatu malam Dyah Balitung melakukan sebuah upacara pemujaan supaya dimudahkan dalam menemukan petilasan leluhur nya.


Gayung bersambut, lantunan doa yang dipanjatkan dyah Balitung dijawab langsung oleh dewa Wisnu..


Lalu keesokan harinya, dyah Balitung memutuskan untuk melakukan pencarian seorang diri,


Memasuki sebuah hutan bambu yang lebat..


Dyah Balitung hanya mengikuti intuisinya..Menerabas hutan bambu yang lebat dan luas seperti tidak berujung..


***


Jika bukan tekad yang kuat maka niscaya lebih baik balik kanan dan pulang, karena wulut bambu jika terkena kulit akan memberikan efek gatal seperti bulu bulu halus yang menempel, semakin digaruk akan semakin gatal .


"Aki buyut... jika memang harus berkorban seperti ini demi menemukan dirimu maka aku rela.." gumam Dyah Balitung hampir menangis..


PRANGG...


suara tebasan bambu terakhir sebelum Dyah Balitung melangkahkan kaki keluar dari hutan bambu


"Aku berhasil.. aki buyut aku datang !!" berucap senang kemudian pingsan.


***

__ADS_1


Sanjivani yang kala itu sedang mencari kayu untuk bahan bakar terkejut melihat seseorang pingsan tepat diperbatasan hutan bambu dengan tempat tinggalnya..


"Astaga... siapa gerangan manusia yang nekad menerobos hutan bambu yang sangat lebat dan luas ini ??" Sanjivani berlutut memeriksa kondisi Dyah balitung yang pingsan


"Nadinya lemah, dan dia masih hidup.. aku akan menolongnya !" bertekad membantu sang buyut.


dengan bantuan hewan kerbau , Sanjivani membawa tubuh Dyah balitung ke pondok miliknya.


Membaringkan disebuah dipan yang terbuat dari anyaman bambu kuning,


Membersihkan wulut bambu yang tersebar di seluruh tubuh dyah Balitung menggunakan abu sisa pembakaran pada tungku.


Sanjivani tentu tidak melakukan itu sendiri, dia dibantu oleh sesosok makhluk yang memiliki postur seperti manusia, bisa diajak bicara dan berkomunikasi lewat telepati.


Kebetulan sosok makhluk itu juga laki laki, Sanjivani memberi nama makhluk tersebut, Lutung.


***


Sanjivani memang hanya seorang wanita namun dia memiliki kemampuan mengatur segala yang ada disekitarnya sesuai kehendaknya.


ini adalah salah satu Anugerah yang diberikan oleh para roh suci leluhur kepada Sanjivani.


Merawat dyah Balitung selama berminggu-minggu dengan bantuan para penghuni hutan tempat tinggalnya..


***


Tepat pada minggu ketiga..


Dyah Balitung nampak menggeliat pelan diatas pembaringan,


"Eunghhh... dimana aku !" ucap Dyah Balitung lirih saat mendapati dirinya berada disebuah gubuk sederhana.


Dengan sisa tenaga yang dia miliki mencoba mencari tahu situasi diluar seperti apa..


"Ini... apakah ini adalah alam surga ??" Dyah Balitung terkesima akan keindahan alam dihadapan nya.


Meskipun didalam hutan namun semua tertata dengan sangat baik dan rapih.


"Permisi... apakah kamu pemilik tempat ini ?" kata Dyah Balitung agak berseru ketika melihat sosok pria agak jauh didepannya.


"Aarrgghhh !!!!" seketika berteriak terkejut ternyata itu bukanlah manusia melainkan seperti Kera yang sedang melakukan aktivitas seperti manusia.


"Diamlah anak muda... suaramu mengejutkan seisi hutan !!" ucap seseorang bernada lembut dari arah samping kanan Dyah Balitung


"Ka.. kamu manusia atau hantu ?? apa jangan jangan kamu peri ?" mundur beberapa langkah sambil memindai cepat penampilan seseorang yang serba putih.


...****************...


Bersambung..


Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu


Like, komen, hadiah ..

__ADS_1


Vote dan favoritkan untuk update selanjutnya


Sugeng Rahayu 🙏


__ADS_2