
Libur sisa 2 hari sebelum memasuki semester baru di kampus, Ratih Prameswari memutuskan untuk kembali ke kota hari ini..
"Pak.. buk.. Ratih kembali dulu ke kota ya..." pamit Ratih setelah mencium kedua telapak tangan orang tuanya.
"Jangan mikir aneh aneh dulu ya nduk... pokoknya fokus ke pendidikan !" ibu Astuti mewanti wanti anak semata wayangnya.
"Bapak yakin kamu akan jadi orang sukses nduk... kelak kamu yang akan mengangkat derajat bapak ibumu ini.." ucap bapak Yitno menahan air mata yang hampir lolos.
"Ratih janji pak.. buk.. Ratih akan jadi lulusan terbaik di kampus, Doakan terus yang terbaik untuk Ratih ya.. " ucap Ratih penuh haru
Mereka bertiga berpelukan hangat sebelum berpisah lagi untuk waktu yang lama.
***
Singkat perjalanan, Ratih Prameswari tiba di kostan pada sore hari..
Setelah membersihkan diri dan merapikan kamar, Ratih memutuskan untuk mengunjungi toko antik. Tempat yang tidak berubah sama sekali, masih tetap bapak tua itu yang menunggu di balik meja pembayaran.
Melihat lihat ada barang unik apa yang mungkin akan dia beli nanti, saat sedang sibuk memilah dan memilih tiba tiba ada seseorang yang berdiri tepat disebelah Ratih.
Pria misterius dengan hodie yang menutup kepala, dia nampak juga sedang melakukan hal yang seperti Ratih, Wajahnya tidak terlihat jelas dan Ratih juga tidak peduli hal itu.
Saat Ratih hendak pergi dari situ, tiba tiba dia melihat benda yang dipegang pria misterius tersebut menyala sepersekian detik lalu padam.
Pria itu juga nampaknya terkejut terlihat dari gerakan mundur dua langkah kebelakang.
Ratih melihat pria itu lalu benda yang tadi menyala,
"sebuah keris kecil ?" Batin Ratih Prameswari melihat benda yang lebih seperti hiasan gantungan kunci. Namun siapa sangka ternyata memiliki keunikan didalam nya.
"benar benar antik.."
"Kamu tidak apa apa ?" tanya Ratih saat melihat pria dengan ekspresi terkejut yang masih berdiri mematung
Seperti nya pria itu seusia dengan dirinya,
"A...aku tidak apa apa, permisi..." ucap pria misterius tersebut kemudian berlalu.
***
Ratih Prameswari menjadi lebih peka terhadap apapun yang terjadi disekitarnya, seperti memiliki insting saat akan terjadi sesuatu dan dia bisa memperbaiki atau mencegah hal itu terjadi.
"Ratih.. di ujung jalan sana ada yang membutuhkan bantuan.."
"apa aku harus menjadi wonder women dadakan lagi ?"
Ratih berjalan kearah yang dimaksud..
Ternyata sedang ada seseorang yang dikejar kejar preman kampus, dan orang itu adalah pria yang tadi ditemui di toko antik.
Ratih berlari sekuat tenaga mengimbangi pria yang dikejar preman , kebetulan pria itu berlari ke arah Ratih,
__ADS_1
ketika Ratih berlari menghampiri pria itu,
SETT..
Ratih menarik Hoodie pria itu masuk kedalam gang kecil, lalu menekan kalung yang dipakai dengan harapan semoga diberi keselamatan dari para preman yang mengejar.
Batu merah delima pada kalung berpendar sekilas lalu..
***
"SIAALAANN... kemana si bodoh itu pergi !!" ucap salah seorang preman yang juga masuk kedalam gang itu.
"Ssttt... diam..." kata Ratih membekap mulut si pria yang nampak terkejut.
Bagaimana bisa mereka tidak terlihat padahal jelas jelas jarak nya hanya beberapa cm.
"Gimana sih, bisa bisanya dia kabur !!" kata preman satunya.
"Bisa di hajar bos nih kita kalau sampai gagal " ucap salah seorang lainnya.
"Udah yok cabut kita cegat dia ditempat lain !!" kata si preman.
Setelah memastikan situasi aman, Ratih melepas bekapan tangan pada pria asing itu.
"Kita udah aman..." Ucap Ratih sembari menekan kembali batu merah delima pada kalung yang dia pakai.
"Ka... kamu... kamu bisa bikin kita transparan !!" kata pria asing tersebut.
"Anggap saja kita tidak pernah bertemu dan tolong jangan bilang ke siapapun, janji ?" kata Ratih memastikan
Lalu keduanya berpisah begitu saja, tanpa saling memperkenalkan diri. Berharap hanya akan ada satu kali kebetulan.
***
Beberapa hari kemudian..
Saat dosen sedang menerangkan materi tentang sejarah pemerintahan abad 8,
Seseorang masuk kedalam ruangan, membisikkan sesuatu kepada dosen lalu keluar. Kemudian Dosen memberitahu kepada para mahasiswa dan mahasiswi di kelasnya bahwa ada seseorang yang akan ikut bergabung menjadi dosen pembimbing sementara.
Tap.. tap.. tap... suara kaki pria tersebut memecah keheningan.
Seorang yang penuh wibawa , Auranya sangat kuat berkarakter seperti seorang pemimpin.
"Silakan memperkenalkan diri anda.." kata dosen.
"Perkenalkan , saya Raymond ghazali.. panggil saja Ray.. saya akan menjadi dosen pembimbing sementara kalian, mohon kerjasama nya.. terima kasih" ucap dosen baru yang sekilas menatap kearah Ratih Prameswari yang duduk dibangku paling pojok belakang.
"pria itu..." Ratih seolah tidak percaya bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti disengaja begini.
Sepanjang sisa pelajaran, suasana mencekam bagi Ratih dan Pria itu, keduanya diam namun jantung mereka konser gak karuan. Ratih yang duduk dipojok belakang sedangkan pria itu duduk di dekat dosen.
__ADS_1
***
Selesai jam kuliah Ratih buru buru pergi ke tempat kerja, dia yakin pasti ada banyak sekali kerjaan yang menumpuk, buku buku yang menunggu dikelompokkan menurut tahun terbit, nama penulis, judul karya lawas hingga terbaru. Yang bisa menyelesaikan hanya Ratih Prameswari.
Saat berjalan melewati taman , ada yang mencegat langkah Ratih Prameswari. siapa lagi kalau bukan,
"Eh cupu, mau kemana loe sini dulu !!" ucap Kinan angkuh.
"Bukan urusanmu.. minggir !!" balas Ratih.
"Ehh... udah berani ngelawan loe ya !!" kata Kinan emosi .
Menarik paksa kemeja Ratih hingga dia jatuh tersungkur di tanah,
"Awh... " rintih Ratih Prameswari.
"Makanya dikata sini tuh sini.. " Kinan kembali menginjak buku buku Ratih yang tercecer dari dalam tas .
"Jangan rusak buku buku gue Kinan !!" terian Ratih sembari memunguti beberapa buku yang nampak rusak.
Masih diam tak melawan, meskipun ada bisikan dari dalam menyuruh Ratih untuk melawan.
"jangan ikut campur mbakyu... ini urusan ku diduniaku !!" Batin Ratih terisak.
"Beri perintah Ratih, maka para penjaga akan menyingkirkan dia jauh darimu ..." ucap Sanjivani.
"itu sama saja aku main kuasa.. aku tidak mau ada yang tahu aku memiliki wewenang sebagai reinkarnasi Maharatu Dyah Pramodhawardhani." batin Ratih panjang lebar
Dia tidak akan menggunakan wenang kuasa yang diberikan padanya hanya untuk hal hal receh seperti ini.
Selesai memasukkan buku kedalam ransel, Ratih hendak berdiri dan pergi secepat mungkin dari Kinan dan geng nya . Tapi belum juga berdiri sepenuhnya, Kinan kembali berulah dengan mengangkat sebotol air diatas kepala Ratih.
***
PLUG....
Botol berisi air susu yoghurt menggelinding menjauhi Ratih Prameswari, sang sasaran utama.
Ratih mendongak tak percaya, hampir saja dirinya mandi susu oleh Kinan, beruntung ada pria itu "lagi' yang menolongnya.
"Apa apaan kamu Kinan !!" ucap Raymond
"om Raymond... kenapa bisa ada disini om ??" kata Kinan terkejut,
Ratih Prameswari lebih terkejut lagi , ternyata pria asing yang bertamu dirumah bapak malam itu adalah om nya Kinan atmaja queen on bullying ???
...****************...
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
__ADS_1
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏