
"Om Rey bagaimana bisa ada disini ?" tanya Kinan saat keduanya tengah duduk didalam sebuah kafe.
"Om jadi dosen sementara di kampus ini, ada penelitian yang harus om selesaikan.. " jawab Raymond ringan.
"Penelitian apa om ? Kinan penasaran, soalnya kan om udah sukses , kaya, Harta bergelimang, tinggal satu ... menikah !! hehe" Kinan mengenal dengan baik siapa om nya ini, bagaimana dia memilih ditinggalkan wanita daripada harus menjadi budak cinta.
"Apa yang sebenarnya om Raymond cari ?" masih penasaran.
"Penelitian pribadi Kinan, RA HA SI A ..." mengucapkan satu kata dengan penekanan pengejaan yang membuat Kinan otomatis diam bertanya.
"Selesaikan punyamu, om tinggal dulu ada keperluan lain !" ucap Raymond seraya berdiri lalu pergi keluar meninggalkan Kinan di dalam kafe .
***
Sementara itu di toko buku tempat Ratih prameswari bekerja..
"Syukurlah kamu sudah pulang Ratih, lihatlah bagaimana kardus kardus itu menumpuk di gudang, tidak ada yang.bisa menyelesaikan selain kamu.." kata si Bos saat menyambut kedatangan Ratih dengan segudang pekerjaan yang terbengkalai selama Ratih ijin pulang kampung.
"Tenang bos... ada Ratih disini semua pasti terkendali hehe.." jawab Ratih ringan dengan senyum manis yang selalu terukir di wajah ayunya .
Dengan semangat bekerja seperti semangat menjelang hari gajian, Ratih mulai menyortir satu per satu kardus yang menumpuk aestetik di gudang.
Percayalah jika kita tidak mencintai pekerjaan yang kita lakukan maka yang ada hanya tertekan saat bekerja.
Ratih Prameswari sama sekali tidak mengeluh, buku adalah sahabat jiwanya, bekerja adalah kebutuhan raga nya, jadi bisa bekerja di toko buku adalah suatu asupan kebahagiaan hidup tersendiri versi Ratih Prameswari.
***
Saat sedang memindah buku dari gudang ke dalam rak, tiba tiba ada yang mendekati Ratih..
"Ratih... hai !!" sapa Putra Pratama sang pangeran kampus
"Hai juga Putra.. ada yang bisa dibantu ? mau cari buku apa ??" jawab Ratih saat berdiri sejajar dan membalas sapaan teman pria nya itu.
"Aku hanya ingin menyapamu Ratih, karena sudah berhari hari kita tidak bertemu... Banyak sekali tugasmu , mau aku bantu ?" Putra menawarkan bantuan karena melihat begitu banyak tumpukan buku yang belum ditata di rak.
"Siapa yang menolak saat ada yang menawarkan bantuan cuma cuma kan hehe... nih satu kardus ini berisi buku milik penulis J.K Rowling, kamu tinggal letakkan di rak sesuai nomor urut judul buku dari yang lama sampai terbaru.. OKE ??" ucap Ratih panjang lebar.
"OKE SIAP !!" kata Putra bersemangat.
Lalu keduanya pun sibuk menata buku didalam rak, kepribadian Ratih Prameswari yang introvert membuat dirinya hanya fokus saat bekerja, tidak ada obrolan apalagi candaan, garing sekali situasi nya ?? iya tapi, meskipun Ratih introvert, pendiam, namun dia juga mampu membuat siapapun merasa nyaman didekat nya, seperti Putra Pratama salah satunya, dia akan betah berlama lama menghabiskan waktu ditoko buku tempat Ratih Prameswari bekerja hanya untuk supaya dapat lebih dekat dengan sang pujaan hati.
__ADS_1
***
Berjam jam kemudian, menjelang waktu istirahat..
"Thanks ya put udah bantu aku.." saat keduanya mengembalikan kardus kardus kosong kedalam gudang.
"Sama sama Ratih, aku senang bisa membantu kamu.. Oh iya kita makan bareng yuk !" ajak Putra
"Angkringan seperti biasanya ??" kata Ratih.
"Kemana aja yang kamu mau hehe..." ucap Putra jenaka
"Angkringan saja yang murah meriah dan bisa nambah hahaha..." balas Ratih Prameswari senyum bercanda.
***
Setelah jam istirahat selesai, Ratih Prameswari melanjutkan pekerjaannya sementara Putra pamit pulang terlebih dahulu karena ada janji dengan temannya.
Suasana toko buku selalu lebih ramai saat malam hari, banyak yang berkunjung untuk mencari buku referensi tugas sekolah, mencari buku bacaan ringan , ada juga yang sengaja mengajak gebetan kesini alih alih mencari buku padahal pedekate xixixi..
***
"Bisa kak, untuk kelas berapa ?" tanya Ratih ramah
"saya kelas 2 SMA kak , butuh buku bacaan sebagai referensi tugas merangkum pelajaran sejarah budaya.." jawab si pengunjung menjelaskan kebingungan nya saat berada ditoko buku, entahlah mungkin si pengunjung tidak terlalu menyukai buku.
"untuk kelas 2 SMA sejarah budaya saya ada referensi disebelah sini kak, mari saya tunjukkan.." sekali lagi bersikap ramah dan sangat sopan.
Meskipun si pengunjung lebih muda dari nya, tapi Ratih tetap memanggilnya "kak".
Keduanya berada disebuah rak besar yang berisi banyak sekali kumpulan buku buku tentang sejarah budaya.
"Disini ada banyak sekali buku tentang sejak budaya di Indonesia kak, kakak mencari buku budaya dari daerah mana ?" kata Ratih menawarkan pilihan.
"Seperti nya lebih tertarik ke sejarah budaya jawa sih kak, tolong Carikan yang menurut kakak pas untuk bahan tugas saya ya hehe..." kata si pengunjung ringan.
Setelah memilah beberapa buku, akhirnya si pengunjung tertarik memilih satu buku tentang sejarah kerajaan kuno di tanah jawa.
"Kayak nya ini lebih cocok deh kak, karena tidak hanya menceritakan tentang kerajaan kuno di jawa namun juga bagaimana situasi peradaban masyarakat ditanah jawa pada awal perkembangan kekuasaan turun temurun pemerintahan di tanah jawa khususnya.." kata Ratih menjelaskan seadanya.
__ADS_1
"Oke aku ambil ini saja, terima kasih sudah membantu saya kak, lain kali jika ada tugas tentang membuat esaay saya akan kesini dan minta tolong sama kakak hehe..." Si pengunjung senang mendapatkan buku yang bagus sebagian bahan tugas sekolah nya.
Pengunjung senang, Ratih Prameswari juga ikut senang, setidaknya bisa bermanfaat untuk orang lain ,mulai dari hal hal kecil dulu.
"Ratih.. apa kamu mau mengunjungi masa dimana saat istana Mamratipura diserang oleh seorang musuh besar dua dinasty ?"
"Musuh besar yang mana dulu nih mbakyu..??"
"Walaing kumbayoni..."
"APA ??"
Ratih Prameswari tentu saja terkejut, nama yang disebut mbakyu Sanjivani adalah musuh besar dinasty yang kemudian memecah pemerintahan menjadi dua bagian.
Artinya Ratih Prameswari akan bertemu dengan anak anaknya saat sudah besar, apa dia siap untuk menyaksikan pemberontak terbesar sepanjang abad ???
"Mbakyu Sanjivani maaf... seperti nya diriku belum siap .. menemukan sosok reinkarnasi Rakai Pikatan saja belum berhasil kan ?"
"Kamu akan bisa menemukan dirinya dengan mudah saat menggunakan hati nurani mu Ratih, namun kamu perlu ingat satu hal, akan ada sosok yang muncul dan mampu membuat mu selalu ragu menentukan mana sosok jelmaan Rakai Pikatan yang sejati.."
"Waahhh akan sangat susah mbakyu, alih alih memperbaiki karma justru aku bisa terjebak dengan alur kisah lain yang tidak sesuai karma ku."
"Disitulah godaan dari sosok reinkarnasi yang memba memba rupa (menyerupai banget hampir mustahil membedakan). Apa kamu tahu siapa sosok itu kelak ?"
"Katakan saja mbakyu Sanjivani, aku sama sekali tidak punya pandangan..."
Ratih Prameswari merasa kehidupan romansa yang seindah jaman Dyah Pramodhawardani dan Rakai Pikatan pada abad 8 tidak akan terjadi di kehidupannya yang sekarang. Terlalu banyak teka teki dan pilihan jalan yang akan membawa ke jalur lain, akan semakin rumit dan tidak mudah berhasil jika Ratih Prameswari terburu buru dalam memutuskan.
"***Sosok yang memba rupa itu adalah... "
...****************...
Bersambung***..
Cerita ini tidak sepenuhnya nyata ,juga tidak sepenuhnya halu
Like, komen, hadiah ..
vote dan favoritkan untuk update selanjutnya
Sugeng Rahayu 🙏
__ADS_1