Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.100 Violet


__ADS_3

Violet pun menunggu kakaknya keluar dengan sesekali memerhatikan ponsel. Mama dan papanya juga belum kembali sejak tadi. Hingga dirinya menghubungi papanya beberapa kali tapi tak diangkat.


"Pak, jangan kemana-mana ya aku takut." pinta Violet pada pengawal pribadinya.


"Siap nona."


Saat itu, James pun keluar dari dalam bandara dan melihat seorang gadis yg begitu mirip seseorang. Seseorang yg begitu berharga tapi ia sia-siakan. James pun mendekatinya untuk memastikan apakah ini mimpi atau nyata.


Sementara Violet pun merasa ada orang asing yg mendekatinya. Dirinya pun mundur perlahan diikuti gerakan pengawal pribadinya yg maju.


"Siapa anda?" tanya pengawal tersebut.


"Apakah kau Lyra?" tanya James pada Vio.


"Lyra? aku bukan Lyra.. jangan kurang ajar..!" pekik Vio.


Sammy pun baru keluar dan melihat adiknya didekati orang asing langsung berlari. Ditambah lagi orangtuanya tak ada membuatnya semakin panik, walaupun sudah ada pengawal di sisinya.


"Tunggu.. aku bukan bermaksud jahat." ucap James.


"Mundur atau aku akan menghajarmu." ucap Vio.


"Vio.." Sammy pun menghampirinya dan menghadang pria di hadapannya bersama pengawalnya.


"Kakak.. dia orang aneh dan mencurigakan." ucap Vio.


"Pak, mama dan papa kemana?" tanya Sammy.


"Nyonya ke mobil mengambil ponsel dan tuan ke toilet." ucap pengawal tersebut.


"Kau..!" ucap Sammy menatap pria dihadapannya yg ternyata adalah James.


"Kau.. ini salah paham, kau kenal aku kan..?" James pun berupaya menenangkan situasi.


"Sammy siapa pria ini?" tanya Davi yg baru tiba karena mengambil beberapa barangnya dulu.


"Tuan James." ucap Davi.


Orang-orang James pun mendekati mereka dan terjadi ketegangan disana.


"Kalian mau mundur atau aku panggil penjaga.." ucap Sammy.


"Nak.. tenang ini hanya salah paham, adikmu mirip seseorang." ucap James.


"Bohong kak.. mana mungkin aku mengenal om-om ini.." tambah Vio.


"Tuan, mundurlah jika kau bukan seorang yg akh.. pokoknya mundur atau aku akan bertindak." ucap Sammy berusaha tidak mengatakan hal yg buruk pada ayah kandungnya.


"Oke.. semuanya mundur, ini salah paham.." ucap James dan orang-orangnya pun mundur.


Kenzo pun muncul meredakan semuanya.


"Ada apa ini??" ucapnya.


"Papa.. ada orang aneh yg mendekatiku.." ucap Vio mengadu.

__ADS_1


"Tuan James bisa jelaskan?" tanya Kenzo menatap pada James.


"I-ini hanya salah paham Kenzo, aku pikir dia Lyra." ucap James.


"Dia anakku, Violet.. usianya bahkan baru 15 tahun.. jangan mendekatinya seperti pria menyedihkan." ucap Kenzo menatap tajam.


"Aku tak tahu siapa Lyra, tapi jika kau mendekati adikku lagi aku akan menghajarmu." ucap Sammy menatap tajam.


"Oke.. maafkan aku.. aku khilaf." ucap James.


"Pergilah, tuan James.. aku akan menganggap masalah ini tak pernah terjadi." ucap Kenzo.


"Baiklah, sekali lagi maaf." ucap James kemudian menjauh.


James pun merasa malu sekali mendekati gadis berusia 15 tahun seperti orang mesum. Dirinya begitu merindukan Lyra sampai kehilangan akal sehatnya. Untungnya Kenzo mengenalnya dan menyelesaikannya tanpa ada laporan apapun ke pihak berwajib.


"Aku sudah gila.." gumam James dalam hati.


.


.


Sementara Sammy dirinya pun menatap Violet yg memang begitu mirip mamanya. Namun, bersyukur ada penjaga dan dirinya juga datang tepat waktu.


"Vio, kau tak apa? apa yg dilakukan pria tadi?" tanya Sammy.


"Dia mendekatiku dan ingin menyentuh wajahku." ucao Vio.


"Ck.. dasar om-om mesum.. mulai sekarang jangan pergi sendiri, berbahaya jika bertemu pria seperti itu." ucap Sammy.


"Baik kak." ucap Vio.


"Iya pa." ucap Vio.


Mereka pun langsung ke mobil segera dan bertemu dengan Daphny. Sementara Davi pun berpisah dengan mereka karena sopirnya sudah datang.


Kenzo pun sebenarnya sangat marah pada James, tapi dirinya sadar jika marah maka orang-orang James akan bergerak dan pada saat itu mereka kalah jumlah. Hingga Kenzo memilih jalur damai, dan tak baik pula karena bandara adalah sarana publik yg ramai orang berlalu-lalang.


Mereka pun pulang ke rumah dan beristirahat, terutama Sammy yg baru saja datang dari Indonesia.


"Sammy bagaimana liburanmu?" tanya Kenzo.


"Menyenangkan pa.." ucap Sammy tersenyum.


"Baguslah, kudengar uncle Ben meminjamkan villanya pada kalian." ucap Kenzo.


"Iya, uncle Ben memang perhatian." ucap Sammy.


"Kakak mana oleh-olehku.." ucap Vio cemburu.


"Oh.. kakak lupa Vio.." ucap Sammy mengerjai adiknya itu.


"Yah kakak.." balas Vio semakin cemberut.


"Sepertinya tertinggal di rumah kak Devi." ucap Sammy.

__ADS_1


"Akkhh.. kakaakkkk.. papa kakak jahat..!" protes Vio.


"Vio.. sudahlah.." ucap Kenzo.


"Bye Vio, nanti kakak tanyakan pada kak Devi." ucap Sammy.


"Papa.. Mama.. kakak jahat masa oleh-oleh untukku tak ada, tapi punya mama sebanyak ini." protes Vio.


"Vio sayang, sudahlah.. nanti kakak pasti memintanya pada kak Devi untuk dikirim kemari." ucap Daphny menenangkan.


Sementara Sammy pun kabur ke kamarnya dan membongkar tasnya. Dirinya pun tertawa saat melihat barang yg diinginkan adiknya itu ada di dalam kopernya. Kemudian, Sammy meminta pelayan untuk membawanya ke kamar Vio sebagai kejutan.


"Bi, taruh di kamar Vio mumpung dia lagi sama mama papa." ucap Sammy.


"Baik tuan." ucap pelayan mereka tersenyum.


Dan saat gadis itu ke kamarnya dirinya pun melihat sebuah paper bag di kasurnya. Vio pun tersenyum dan langsung membukanya karena penasaran. Ternyata isinya adalah oleh-oleh dari kakaknya, dan tadi kakaknya itu hanya menjahilinya saja.


"Dasar kakak suka sekali menjahiliku.. padahal tinggal berikan padaku saja." ucap Vio tersenyum.


.


.


.


Malam harinya, Sammy pun berbicara pada Kenzo di ruangan kerjanya. Kenzo pun yakin pasti ada yg ingin disampaikan oleh putranya itu. Benar saja Samny bercerita bagaimana dirinya bertemu dengan ayah kandungnya dan Kenzo mendengarkannya sampai selesai tanpa bertanya ataupun memotongnya.


"Tapi yg membuat aku sangat kesal padanya adalah kenapa dia mendekati Vio.." ucap Sammy.


"Bagaimanapun Vio itu memang mirip mamamu." ucap Kenzo.


"Tapi tetap saja, memangnya dia tak bisa melihat dari wajah Vio yg masih remaja." ucap Sammy masih tak terima.


"Papa juga kesal, tapi kita kalah jumlah Sam.. kau saja tidak lihat beberapa orang-orangnya di sekitar." ucap Kenzo.


"Hhh.. untung aku ikut mama.. tidak bersama pria aneh itu." ucap Sammy.


"Pria aneh itu juga papamu." ucap Kenzo.


"Ya.. walaupun aku malas mengakuinya pa." ucap Sammy.


"Mulai sekarang berhati-hatilah.. James kemari untuk mengobati putrinya yg jantungnya lemah." ucap Kenzo.


"Ya.. kondisinya saat aku bertemu dengannya. " ucap Sammy.


"Jangan terlalu membencinya Sammy, anggap saja keluarga yg tak ingin kau temui." ucap Kenzo.


"Baik pa.. berarti mama harus berhati-hati." ucap Sammy.


"Ya.. mamamu sudah mengajukan resign dari rumah sakit sebulan yg lalu.. Karena kami akan membuka klinik kecil." ucap Kenzo.


"Kabar bagus, semoga sukses untuk kliniknya.. sepertinya aku harus menyiapkan bunga dan hadiah untuk mama." ucap Sammy.


"Ya minggu depan pembukaannya." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Ok pa.. aku pasti datang." ucap Sammy.


Kenzo pun tersenyum, dirinya melihat Sammy begitu menyayangi ibu dan juga adiknya. Serta selalu menghormatinya sebagai ayahnya, bahkan menjadikannya tempat untuk bercerita. Walaupun Kenzo tak tahu sampai kapan rahasia Sammy dan Daphny bisa terus terjaga.


__ADS_2