Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.39 Perbaikan


__ADS_3

James pun masuk ke dalam rumahnya dan Ben pulang ke tempat tinggalnya. Saat dirinya masuk, nampak Lyra sedang melihat laptopnya begitu serius menggunakan earphone sampai James masuk dirinya tak mendengarnya. Lyra ternyata sedang memperhatikan video proses pembedahan atau operasi.


James yg penasaran pun mendekat dan terkejut melihatnya.


"*****...!" umpatnya melihat darah dan beberapa organ.


"James kau itu mengagetkan saja.." ucap Lyra terkejut.


"Kenapa kau menonton ini?" tanya James.


"Memangnya apalagi James, aku ini seorang dokter jadi kami terbiasa menyaksikan video seperti ini." ucap Lyra.


"Ck.. tunggu aku 30 menit lagi.. aku mau mandi lalu kita bicara." ucap James.


"Hmm.." ucap Lyra sebal.


"Dasar orang aneh.. kan wajar kalau aku menonton ini." gumam Lyra dalam hati.


30 Menit pun berlalu dan James telah masuk ke kamar Lyra. Dirinya masih mendapati wanita itu menatap fokus pada laptopnya. Kemudian dirinya menarik earphone yg ada di telinga Lyra.


"Sudah selesai nontonnya.. mari kita bicara." ucap James.


"Ckk.. tak bisakah bicara baik-baik atau memberi signal lewat tepukan pundak dan sebagainya." ucap Lyra sebal.


Dengan sabar Lyra menutup laptopnya dan membereskannya. Kemudian dirinya duduk di tepi ranjang sambil menatap James.


"Maaf.. sudah mengganggumu." ucap James.


"Bagus jika sadar. Cepat katakan maumu." ucap Lyra.


"Apa kau berniat bercerai dariku.?" tanya James.


"Tidak juga, tapi jika itu terjadi aku sudah siap." ucap Lyra.


"Kau sendiri? ingin menikah lagi?" balas Lyra.


"Tidak, justru.. aku masih membutuhkanmu." ucap James.


"Butuh dalam kategori apa??" tanya Lyra.


"Hmm.. aku harus memiliki istri agar kakek senang dan juga agar citraku di perusahaan baik." ucap James.


"Apa kau tak egois?" tanya Lyra.


"Aku tahu aku sangat egois meminta ini darimu." ucap James.


"Baguslah, kuharap kau menyadarinya karena aku juga butuh teman dalam hidupku.. jika kau terus memanfaatkanku aku tak ingin merasa kesepian di masa tua." ucap Lyra.


"Aku juga begitu." ucap James.


"Jadi intinya apa James jangan berputar-putar." ucap Lyra.


"Intinya ya aku belum mau bercerai.." ucap James.


"Sampai kapan kita akan begini.?" tanya Lyra.


"Selamanya.." ucap James.


"Apa kau merindukan kuncian tanganku.?" tanya Lyra bersiaga.


"Tunggu.. bukan itu maksudku.." ucap James.


"Katakan dengan jelas, sebelum kau kehabisan nafas." ucap Lyra menahan emosinya.

__ADS_1


"Baiklah.. jangan marah dulu.." ucap James.


"Hmm.." ucap Lyra.


"Jadi bisakah kita menjalani kehidupan pernikahan sungguhan?" tanya James membuat Lyra terkejut.


Mimpi apa James sampai menginginkan pernikahan sungguhan?? dan apakah ini nyata?? Lyra pun bermonolog dalam pikirannya.


"Pernikahan Sungguhan? kau habis makan apa James? atau kau habis mimpi buruk?" tanya Lyra.


"Lyra dengarkan aku.." ucap James memegang kedua tangan Lyra.


"Tunggu.. lepas." ucap Lyra.


"Baiklah.." balas James melepaskan pegangan tangannya.


"Jadi bagaimana? kau mau? aku akan berubah." ucap James.


"Hmm.. jadi ini yg membuatmu bersikap aneh beberapa harj terakhir?" tanya Lyra.


"Iya benar." balas James.


"Aku akan memikirkannya. Tapi sejujurnya aku belum percaya padamu." ucap Lyra.


"Ya.. take your time.." ucap James.


"Sudah kan.. aku mau belajar lagi." ucap Lyra.


"Aku akan tidur disini malam ini." ucap James membuat Lyra merinding.


"Masih terlalu cepat untuk itu.. aku bahkan belum memutuskannya." ucap Lyra.


"Terserah, ini kamarku.. semuanya milikku.." ucap James dengan egonya.


"Aku hanya akan tidur." ucap James.


James pun mencoba tidur di kamar Lyra. Dan Lyra masih asik dengan tontonannya. Walaupun James tak sanggup meliriknya barang 1 detik pun karena dirinya cukup ngeri dengan tindakan pembedahan.


"Para wanita biasanya menonton drama atau series, kenapa Lyra malah menonton video operasi.." gerutu James dalam hati.


Hingga akhirnya James tertidur dengan lelap karena tak sanggup melihat Lyra menonton hal yg tak ia sukai. Dan Lyra tersenyum karena tahu kelemahan James. Lyra pun berfikir tentang ucapan James malam ini. Apakah pria ini sungguh-sungguh? atau dirinya hanya membutuhkan istri saja.??


Lyra yg lelah pun memilih tidur di ranjang yg sama dengan James. Dengan memberi batas berupa bantal dan guling agar James tak menyentuhnya.


.


.


Pagi hari pun tiba, entah bagaimana James sudah tidak ada di kamarnya. Lyra pun tersenyum dan berpikir mungkin James tak betah tidur di kamarnya.


Lyra pun langsung ke kamar mandi untuk mandi, karena dirinya harus membuat sarapan. Saat turun dari lantai 2, tercium aroma gosong dari dapur. Lyra pun berlari untuk melihat apakah ada kebakaran di dapurnya.


"Astaga.. ada apa ini?" tanya Lyra dengan berlari.


"Tu-tuan sedang memasak nona." ucap pelayan.


"James.. " teriak Lyra lalu mematikan kompor.


"Pagi Lyra.. aku ingin membuatkanmu sarapan." ucap James.


"Kalau tak bisa masak, setidaknya kau harus bertanya.. lihat asap ini?? kau mau membakar rumahmu?" tanya Lyra.


"Aku hanya ingin membuat nasi goreng tapi malah jadi nasi gosong." ucap James.

__ADS_1


"Yasudah.. lupakan memasak.. sekarang kau mandi karena badanmu bau gosong.." ucap Lyra.


"Akh.. kau benar." ucap James.


"Yasudah lebih baik kau mandi.. aku akan membuat sarapannya. " ucap Lyra.


"Baiklah.. maaf aku hanya berniat membantu." ucap James.


"Ya.. aku tahu.." ucap Lyra.


James pun naik ke kemarnya dan mandi karena benar apa kata Lyra tubuhnya bau asap. Dan tak mungkin dirinya ke kantor dalam keadaan begini. Setelah itu, dirinya turun dan melihat masakan sudah siap di atas meja.


"Terimakasih sarapannya." ucap James pada Lyra.


"Y..ya silahkan dinikmati." ucap Lyra kaku.


Entah James kerasukan apa hingga tingkahnya aneh begini. Yang jelas Lyra tak terbiasa dengan sikap anehnya. Lyra pun bersiap untuk pergi bekerja juga pagi itu. Kemudian dirinya menyusuk ke bawah untuk sarapan.


.


.


.


Setelah bertingkah tak biasa, James pun mengantar Lyra ke rumah sakit. Padahal Lyra bisa pergi sendiri. Hal tersebut membuat Lyra menatapnya tajam.


"Apa aku salah jika berbuat begini?" tanya James.


"Lebih tepatnya apa yg membuatmu begini?" balas Lyra.


"Aku hanya menyukaimu.. kau kan istriku." balas James.


"Itu fakta, tapi ini terjadi setelah 4 tahun dan rasanya canggung." ucap Lyra.


"Aku juga merasa aneh.. tapi bisakah kita mulai dari nol.?" tanya James.


"Aku tak yakin.. kita lihat saja nanti." ucap Lyra.


Dan saat mobil berhenti di depan rumah sakit, James mendekati Lyra dan berniat melepas sabuk pengamannya. Lyra pun terkejut dengan perlakuan itu.


"Kau tenang saja, aku takkan melakukan hal sejauh itu jika kau belum siap." ucap James.


"Baiklah, aku harus masuk.. " ucap Lyra.


"Ya.. nanti aku jemput." ucap James.


"Oke.. nanti aku kabari." balas Lyra.


James pun menatap punggung Lyra yg mulai menjauh. Dan tiba-tiba muncul seorang pria yg menyapa Lyra.


"Pagi dr.Lyra.." sapa prof.Kenzo.


"Pagi prof.." balas Lyra.


"Bagaimana sudah siap dengan operasi hari ini?" tanya Kenzo.


"Sudah prof, aku sudah mempelajari videonya.." ucap Lyra.


"Bagus.. sebelum itu kau cek kondisi pasien." ucap Kenzo.


James pun menatapnya tanpa tahu isi pembicaraan kedua orang tersebut. Sambil tangannya meremas stir karena geram Lyra bicara pada seorang pria. Dan nampak Lyra juga tersenyum pada pria itu.


"Siapa pria kurang ajar itu..?" gumam James.

__ADS_1


__ADS_2