Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.142 Pertemuan dengan Tuan Tian


__ADS_3

Setelah berbicara banyak, Davi pun langsung mengutarakan keinginan kakeknya dihadapan Devi. Sammy pun terkejut tapi tak menolak untuk bertemu. Devi pun mulai panik karena takut Sammy dipaksa menikahinya. Walaupun Devi pasti senang tapi tetap saja dalam pernikahan harus saling mencintai.


"Samm.. jangan lakukan jika kau tak bisa." ucap Devi.


"Aku bukan pria pengecut jadi biarkan aku menghadapinya." ucap Sammy tersenyum.


"Itu baru temanku.." ucap Davi tersenyum.


"Nanti aku akan mengatur pertemuannya Sam." ucap Davi.


"Ya kabari aku." ucap Sammy.


Sementara Devi cemas, apa yg akan direncanakan oleh kakeknya. Bagaimana nasib Sammy jika mereka dipaksa menikah?? Devi pun lebih banyak diam setelah membahas hal tersebut. Sammy dan Davi pun paham dan saling pandang. Sammy mengisyaratkan pada Davi untuk menenangkan saudarinya.


Davi pun mengenal Devi dengan baik, tentunya bisa menghadapi saudarinya tersebut. Sammy pun akan menghadapi tuan Tian, kakek dari mereka berdua. Dalam benaknya berpikir banyak hal, mungkin tuan Tian penasaran pada dirinya dan hubungannya dengan Devi. Terutama alasan mengapa Sammy datang ke bar tersebut saat kejadian di malam itu.


.


.


Singkat cerita, Davi pun mengatur pertemuan mereka. Dan Sammy datang ke villa milik keluarga mereka. Sammy pun datang sendiri dengan mobilnya malam itu sepulang bekerja. Jarak yg cukup jauh, tapi Sammy tetap datang sesuai janjinya.


Saat tiba, dirinya disambut penjaga keamanan dan dipersilahkan masuk. Tuan Tian telah menunggunya di dalam dan mengajaknya untuk makan malam.


Sammy pun masuk ke ruangan yg ditujukan.


"Permisi tuan, tamu anda sudah datang." ucap seorang pelayan yg datang bersama Sammy.


"Baiklah." ucap tuan Tian.


"Selamat malam tuan Christian.." sapa Sammy.


"Selamat malam dr.Sammuel Ivander."


"Bagaimana perjalananmu?" tanya orang tua tersebut.


"Lumayan lancar.." ucap Sammy.


"Duduklah, kita makan malam dulu." ucap tuan Tian.


"Terimakasih." balas Sammy.


Keduanya pun makan bersama tanpa adanya suara kecuali suara garpu dan sendok. Setelah selesai, tuan Tian pun membawanya ke ruangan lain untuk bicara empat mata.

__ADS_1


"Kudengar kau kemarin menjalin hubungan dengan cucuku." ucap tuan Tian.


"Iya.. itu benar tuan, tanyakan saja apapun yg ingin anda ketahui." balas Sammy tersenyum.


"Kenapa kalian berpisah?" tanya tuan Tian.


"Kurasa itu pertanyaan yg cukup pribadi, tapi aku tetap akan menjawabnya." balas Sammy dan tuan Tian pun tersenyum.


"Jadi kami berpisah karena kesibukan kami masing-masing." ucap Sammy.


"Atau kalian hanya berpura-pura?" tanya tuan Tian.


"Jadi anda mau percaya yg mana tuan?" balas Sammy tersenyum.


"Cih.. kau ini pemuda yg tak sopan." ucap tuan Tian.


"Jika anda sudah tahu, kenapa anda bertanya?" balas Sammy.


"Aku hanya ingin melihat seberapa berani dirimu menghadapiku.. kau cukup nekat." ucap tuan Tian.


"Ya.. awalnya aku meminta bantuan Devi, tapi dia juga ingin memanfaatkan momen ini untuk menolak perjodohan." ucap Sammy.


"Lalu alasan kalian berpisah? padahal masalah perjodohan masih akan tetap berlanjut." ucap tuan Tian.


"Karena skandal putri tuan James dan penyerangannya di rumah anda.. Devi memutuskan untuk berhenti karena takut anda berbuat sesuatu." ucap Sammy.


"Bagaimanapun anda kakeknya tentu dia sangat mengenal sifat anda." ucap Sammy tersenyum.


"Tapi kenapa kau datang menyelamatkannya di bar malam itu?"


"Kenapa? jawabannya aku hanya khawatir." jawab Sammy.


"Kau yakin tak menyukainya?" tanya tuan Tian.


"Anda yakin aku boleh menyukainya?" balas Sammy.


"Kau ini membalas pertanyaan dengan pertanyaan.. sungguh nekat.." ucap tuan Tian.


"Aku tahu anda orang yg sangat perfeksionis.. jadi aku takut anda menyelidiki latar belakangku dan tak menyukainya." balas Sammy.


"Memang apa kekuranganmu? aku bahkan tak bisa melihatnya." ucap tuan Tian.


"Aku juga manusia tuan Tian, aku pasti punya. Jujur aku menyukai Devi, itu faktanya." ucap Sammy.

__ADS_1


"Ck.. kau sangat jujur ternyata." ucap tuan Tian tersenyum.


"Kalau begitu, kalian harus menikah." ucap kakek tua tersebut.


"Aku tak ingin membohongi anda tuan, aku adalah putra kandung tuan James, mantan narapidana.. anda yakin?" tanya Sammy.


"Apaa??? kau bercanda?? bagaimana bisa ayahmu memukuli anaknya sendiri." ucap tuan Tian terkejut.


"Tentu saja bisa..karena ibuku merahasiakan kehamilannya dan keberadaanku.. ada beberapa masalalu yg kelam yg tak bisa aku ceritakan tentang ibuku tapi aku anak sahnya bukan anak diluar pernikahan." ucap Sammy.


"Kau.." ucap tuan Tian terkejut.


"Jadi, aku hanya ingin mendengar pendapatmu tuan.. karena orangtua Devi di Singapura tahu segalanya tentangku dan pasti menyetujuinya." ucap Sammy.


"Kau mengancam pak tua ini?"


"Tidak juga.. bagaimana aku sanggup berurusan dengan anda yg punya kekuasaan.?" balas Sammy.


"Aku akan memikirkannya.. ingat aku belum menyetujuinya." ucap tuan Tian yg masih penasaran soal masalalu Sammy.


"Baiklah.. kalau begitu aku permisi." ucap Sammy pamit undur diri.


Sammy pun meninggalkan tuan Tian, sementara orang tua itu begitu penasaran dan terus terdiam di kursinya. Beberapa menit kemudian, dirinya meminta beberapa orang mencaritahu asal usul ibu dari Sammy.


Sementara Sammy tersenyum, dirinya sudah melemparkan bom sebelum meledak dan menghancurkan segalanya. Sekarang hanya tinggal menunggu apakah tuan Tian mau menerimanya atau tidak. Dan memikirkan cara mengutarakan perasaannya pada Devi.


Bagi Sammy yg lahir tanpa ayah dirinya ingin tuan Tian tahu segalanya lebih awal. Apalagi orang tua itu begitu kolot dan mementingkan bibit, bebet, bobot calon suami dari cucunya. Jika Sammy tidak jujur dan ditengah jalan tuan Tian mengamuk tak terima pasti semuanya akan jadi kacau. Sammy juga menghindari bantuan baik dari ayah kandungnya James ataupun neneknya.


.


.


Keesokannya, tuan Tian pun mendapatkan apa yg diinginkannya. Memang benar, ibu dari Sammy adalah mantan istri pertama dari James yg dinyatakan tewas bunuh diri. Padahal itu adalah percobaan pembunuhan, bahkan masih ada berita yg tak kalah membuatnya tercengang. Dimana ibu dari Sammy selamat setelah melompat ke laut lepas dan pergi ke Singapura dengan mengganti identitasnya serta bertemu saudara kandungnya.


Tuan Tian pun menimbang bagaimana James yg kini pernah ditahan dipenjara oleh anaknya sendiri. Serta kabar bahwa pria tersebut pernah selingkuh dari istri pertamanya, membuat kakek tua itu khawatir Sammy akan sama seperti ayah kandungnya.


Sebagai cucu kesayangannya tuan Tian takkan membiarkan Devi disakiti oleh siapapun. Demi memuaskan rasa penasarannya, tuan Tian pun meminta anak dan menantunya pulang ke Indonesia. Mereka pun terkejut tapi tetap menyempatkan diri.


Setelah tiba di Indonesia, interogasi oleh tuan Tian pun berlangsung pada Santi dan Dion, anak serta menantunya.


"Dad.. kenapa begitu penasaran pada putra dari sahabatku.?" tanya Santi.


"Katakan saja yg sejujurnya." pinta tuan Tian.

__ADS_1


"Baiklah.." ucap Santi.


Santi pun menceritakan segalanya, dan tuan Tian mendengarkan sekali lagi cerita tentang Daphny dan Sammy. Kemudian dirinya pun terdiam tanpa manjawab pertanyaan dari putri dan menantunya tersebut. Santi dan Dion pun tak mengerti, mereka pun meninggalkan tuan Tian dan memilih mengunjungi Devi dan Davi untuk bertanya lebih lanjut.


__ADS_2