
Wendy pun masih bersikeras untuk mendekati Sammy meski sudah beberapa kali ditolak. Kali ini wanita itu meminta Sammy untuk bertemu diluar rumah sakit untuk terakhir kalinya. Dalam pesannya Wendy ingin meminta maaf atas perbuatannya selama ini.
Sammy yg tak bodoh pun tahu itu hanya alasan yg dibuat Wendy agar menemuinya. Tapi Sammy juga harus datang dan melihat niatan wanita tersebut. Sammy pun berniat pergi ke tempat yg telah dijanjikan setelah jam bekerjanya selesai.
Sammy pun datang dengan tampilan seadanya dan enggan berpenampilan rapi. Dirinya bahkan tak mengganti kemeja yg dikenakannya saat bekerja. Jika hanya menemui saudari tiri yg tak berakhlak tersebut Sammy pun enggan menarik perhatiannya.
Tibalah Sammy di resto yg dijanjikan. Dirinya datang ke meja yg telah dipesan oleh Wendy. Dan nampak wanita itu mempersiapkan diri dengan pakaian murahannya. Pakaian terbuka seperti gaun malam untuk pesta, padahal mereka hanya akan makan malam.
"Selamat malam nona Wendy." ucap Sammy.
"Selamat malam dok, silahkan duduk." ucap Wendy tersenyum senang walau Sammy terlihat sedikit kucel.
"Nampaknya, ini bukan makan malam biasa jika dilihat dari gaunmu." ucap Sammy to the point.
"Karena aku hendak ke sebuah pesta." ucap Wendy.
"Benarkah? sepertinya kita tak bisa lama-lama." ucap Sammy langsung melihat jam tangan yg melingkar di tangannya.
"Iya.. aku hanya ingin meminta maaf atas perbuatanku selama ini.. aku tulus meminta maaf." ucap Wendy.
"Baik aku maafkan." ucap Sammy.
"Tapi.. apakah jika kau belum memiliki kekasih kau akan tetap menolakku?" tanya Wendy.
"Tentu saja, karena kita takkan bisa bersama." ucap Sammy yg sontak membuat Wendy bingung.
"Alasannya?" tanya Wendy.
"Kau tak perlu tahu, kau hanya hanya itu yg harus kau tahu.." ucap Sammy.
"Kau jahat sekali sampai akhir." ucap Wendy.
"Iya itu memang benar." ucap Sammy tanpa menyanggahnya.
"Jadi sudah selesai kan?" tanya Sammy.
"Setidaknya makan malam bersamaku malam ini." ucap Wendy.
"Oke.. hanya makan malam." ucap Sammy.
Pelayan pun membawakan makanan di meja mereka dan mereka makan malam. Sementara itu di meja lain, nampak Devi dan Jeremy tengah makan malam di resto yg sama.
Devi pun menghormati permintaan Jeremy untuk makan malam berdua. Dia tahu Jeremy dengan tulus menyukainya dan dengan sangat berat Devi harus meminta maaf karena tak memiliki perasaan yg sama. Pria itupun memakluminya, karena perasaan tak dapat dipaksakan.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Jeremy.
"Baik, dan seperti yg kau tahu aku selalu sibuk." ucap Devi.
"Kau sendiri?"
"Aku juga sama.. dan aku mulai mendapatkan perjodohan dari orangtuaku.. mereka ingin aku menikah cepat." ucap Jeremy.
"Ya.. padahal mereka tak tahu anaknya akan bahagia atau tidak. Akupun sama, hingga aku menjalin hubungan dengan orang yg kusukai." ucap Devi.
"Benarkah?" tanya Jeremy.
__ADS_1
"Iya, kau juga cobalah menjalin hubungan dengan wanita yg membuatmu tertarik, selain aku." ucap Devi.
"Aku akan mencobanya.. tapi beberapa hari yg lalu aku bertemu dengan wanita bernama Wendy di kantormu." ucap Jeremy.
"Lalu, wanita itu bilang apa?" tanya Devi.
"Hal yg membuatku tak percaya.." ucap Jeremy tersenyum.
"Apa dia mengatakan hal yg gila dan tak masuk akal?' tanya Devi.
"Dia bilang kau merebut kekasihnya, dan memintaku bekerjasama.. aku bisa bersamamu dan dia akan kembali pada kekasihnya." balas Jeremy.
"Ternyata wanita itu punya tingkat kehaluan yg tinggi." ucap Devi tersenyum.
"Aku benar kan kau tak mungkin begitu." ucap Jeremy senang.
"Kenapa kau tak bekerjasama dengannya?" tanya Devi.
"Aku ingin menjadi lelaki terhormat, meski kau menolakku dan nasibku menyedihkan tapi mungkin aku akan bertemu jodoh yg tepat." ucap Jeremy.
"Aku berharap kau bahagia dan bertemu jodoh yg tepat." ucap Devi.
"Terimakasih Dev.. kekasihmu?" tanya Jeremy.
"Dia seorang dokter, dan aku sudah cukup lama mengenalnya." ucap Devi.
"Seberapa lama dibanding denganku?" tanya Jeremy.
"Aku bahkan tumbuh bersamanya." ucap Devi.
"Aku kagum kau masih bisa tersenyum dan bicara akrab denganku.. pasti sulit bukan." ucap Devi khawatir.
"Iya, tapi lebih baik menghadapinya dengan jantan daripada menangis dipojokan." kelakar Jeremy.
"Oke.. aku suka cara berpikirmu." ucap Devi.
"Aku mau ke toilet sebentar Dev.." ucap Jeremy karena mendapatkan telepon.
"Oke." balas Devi.
Devi pun sibuk dengan makanannya. Dan Jeremy menerima beberapa panggilan di ponselnya. Saat kembali Jeremy melihat Sammy dengan Wendy, awalnya dirinya merasa curiga. Tapi Jeremy akan memberitahukan itu dulu pada Devi.
"Dev, aku melihat kekasihmu dengan Wendy." ucap Jeremy saat datang.
"Dimana?" tanya Devi.
"Dimeja ujung.. kau panik ?" tanya Jeremy.
"Ya sedikit.. aku akan mengeceknya." ucap Devi.
"Aku akan menemanimu." ucap Jeremy.
Devi pun menghampiri Sammy ditemani oleh Jeremy. Dan benar disana Devi melihat Sammy bersama Wendy. Langsung saja Devi mendekat.
"Samm.." panggil Devi.
__ADS_1
"Kau siapa?" tanya Sammy yg pandangannya mulai kabur.
"Aku Devi.. apa yg terjadi? kau mabuk?" tanya Devi.
"Dev, kepalaku pusing.. bawa aku pulang.." ucap Sammy.
"Apa yg kau berikan pada Sammy?" tanya Devi.
"Bukan apa-apa hanya wine." ucap Wendy.
"Kau tidak memakai trik murahan kan?" tanya Jeremy.
"Berani sekali kau menuduhku." ucap Wendy.
"Dr.Sammy kau bilang akan menemaniku? jangan pergi." ucap Wendy.
"Kau gila, dia sudah mabuk mau kau bawa ke hotel?" sindir Devi.
"Kau sendiri?" tanya Wendy.
"Aku mengenal keluarganya dan tahu apa yg terbaik untuknya." ucap Wendy.
"Kau benar-benar murahan.." ucap Jeremy membantu Devi membawa Sammy keluar dari resto.
Jeremy pun membantu membawa tubuh Sammy ke dalam mobil Devi. Dan ketika tiba di mobil Devi pun mengucapkan terimakasih padanya.
"Terimakasih Jer.. jika bukan karenamu mungkin Sammy akan dalam masalah." ucap Devi.
"Ya .. aku tak menyangka wanita itu berbahaya.. kau mau kuantar?" tanya Jeremy.
"Tak usah, aku akan membawanya ke rumahku.. dan disana ada banyak orang yg bisa membantuku."
"Baiklah.. kau hati-hati." ucap Jeremy.
"Oke.. terimakasih banyak untuk hari ini." ucap Devi.
Devi pun membawa Sammy pulang ke rumahnya malam ini karena di rumahnya ada banyak orang yg bisa membantunya. Saat tiba, semua yg Devi minta sudah disiapkan berupa kamar tamu. Dan beberapa orang pria yg bekerja di rumahnya pun membopong tubuh Sammy ke dalam kamar.
"Terimakasih pak.. biarkan temanku beristirahat disini malam ini hingga dia bangun." ucap Devi.
"Baik non."
.
.
.
Sementara Wendy, rencananya gagal total. Dan dirinya justru minum banyak alkohol hingga mabuk parah. Padahal dirinya sudah dilarang keras minum alkohol. Hingga dirinya yg sudah mabuk dan tak sadarkan diri dibawa oleh beberapa pria asing ke kamar hotel.
Wendy pun mendapatkan pelecehan oleh beberapa pria tersebut. Dan posisi dirinya tak sadarkan diri. Saat bangun dirinya sudah tak memakai apapun dan tidur sendirian di kamar hotel tersebut.
Wendy pun tak ingat apapun soal tadi malam. Wenfy pun merasa tubuhnya sangat sakit terutama bagian sensitifnya. Entah siapa yg melakukannya karena Wendy tak ingat.
"Apa yg terjadi padaku? siapa yg melakukan ini?? apakah dr.Sammuel??" gumamnya yg tak ingat apapun.
__ADS_1