
Daphny pun kian hari kian mengurangi aktivitasnya. Ditambah usia kandungannya yg mendekati kelahiran dan juga perutnya yg semakin membesar. Daphny pun sudah mengajukan cuti dan akan berada di rumah menunggu anak keduanya lahir.
Sementara Kenzo sudah siaga dan berjaga 24 jam untuk menanti kelahiran anaknya yg kedua. Bagaimana pun Kenzo menganggap Sammy adalah putra pertamanya. Kenzo sebagai suami siaga juga menempatkan sopir dan pengawal 24 jam di dekat Daphny untuk berjaga-jaga kalau istrinya itu akan melahirkan.
"Sayang, jangan melakukan pekerjaan berat.. istirahat saja dan bermain dengan Sammy." ucap Kenzo.
"Iya aku tahu sayang." ucap Daphny.
"Yasudah, kalau ada sesuatu langsung kabari aku karena ada sopir yg akan berjaga 24 jam untukmu." ucap Kenzo.
"Kau benar-benar menjagaku 24 jam." ucap Daphny tersenyum.
"Tentu saja, dan anak ini aku sudah tak sabar bertemu dengannya." ucap Kenzo.
"Papa sudah tak sabar menantimu hadir di dunia ini.." ucap Kenzo mengelus dan mencium perut Daphny.
"Yasudah, ayo kita turun dan sarapan.." ucap Daphny.
Mereka pun turun ke bawah dan sarapan karena Sammy sudah menunggu. Sammy pun makan sarapannya seperti biasa dan menunggu mama serta papanya turun. Dan Daphny melihat putranya yg pintar itu begitu disiplin serta mandiri karena mampu makan sendiri.
"Anak mama pintar sekali sudah sarapan." ucap Daphny.
"Iya.. Sammy akan jadi kakak jadi harus bisa mandiri." ucap Sammy tersenyum.
"Sammy sudah siap ke sekolah?" tanya Kenzo.
"Sudah pa, ayo papa sarapan nanti kita terlambat." ucap Sammy.
"Oke.. mari kita sarapan." ucap Kenzo.
Setelah sarapan Kenzo pun mengantar Sammy ke sekolah. Dan Sammy semakin semangat kesekolah berkat Kenzo yg selalu mengantarnya. Keduanya pun terlihat sangat kompak karena sudah terbiasa hidup bersama. Semua yg melihatnya pasti akan mengira Kenzo adalah ayah kandungnya karena keduanya sangat akrab dan kompak.
"Bye. papa.." ucap Sammy di depan gerbang sekolahnya.
"Bye Sammy.. nanti pulang dengan sopir ya jangan kemana-mana dan percaya pada orang asing." ucap Kenzo.
"Oke papa..bye.." ucap Sammy.
"Bye.." ucap Kenzo lalu kembali ke mobilnya.
Satpam sekolah Sammy pun tersenyum melihat Sammy dan papanya tersebut. Kenzo pun sudah sering berbicara pada satpam tersebut untuk menitipkan anaknya jika sopir mereka belum tiba.
__ADS_1
Setelah mengantar Sammy ke sekolah, Kenzo pun ke rumah sakit untuk bekerja. Dan dirinya mendapati hal menyebalkan dimana James meminta bantuannya untuk merawat putrinya yg menderita gagal jantung.
Sebagai seorang dokter dengan gelar profesornya, dirinya pun tak bisa membiarkannya begitu saja.
"Kenzo, tolong lupakan masa lalu dan obati putriku." pinta James.
"Ya.. tanpa kau minta pun sebagai dokter aku akan melakukannya." ucap Kenzo lalu memeriksa kondisi Wendy putri James.
Setelah diperiksa kondisinya sudah parah dan harus segera menerima transplantasi jantung. Kenzo pun menghela nafas dan menceritakan segalanya pada James mengenai kondisi putrinya. Dan James syok mendengarnya, terlebih kemungkinan ini adalah penyakit gen yg diturunkan. Dan James teringat kakeknya Robert.
"Kenzo tak bisakah kau mencari donor jantung?" tanya James.
"Sangat sulit mendapatkan pendonor. Dan kebanyakan pasien harus menunggu antrian jika ada pendonor. Dan biasanya juga pendonor adalah orang yg sudah tiada yg mewasiatkan untuk memberikan jantungnya." ucap Kenzo.
"Tidak.. apa yg harus kulakukan." ucap James.
"Lebih baik gunakan koneksimu.. dan hubungi banyak rumah sakit." ucap Kenzo.
"Bisakah kau membantuku?" ucap James.
"Ya.. aku akan coba menghubungi beberapa rumah sakit yg memiliki hubungan denganku." ucap Kenzo.
"Ya.. tapi kita harus mencari dalam 3 bulan terakhir." ucap Kenzo.
"Baiklah.. aku akan mengusahakan segalanya." ucap James.
James pun keluar dari ruangan Kenzo dengan tatapan sedih. Bagaimana nasibnya bisa begitu menyedihkan setelah ditinggalkan oleh Lyra. Bahkan putrinya yg menjadi satu-satunya penyemangat hidupnya pun kini nyawanya dalam bahaya.
James pun kini merawat putrinya di negara tersebut sampai beberapa hari. Lalu mungkin dirinya juga akan kembali ke negeranya atau bertolak ke negara lain demi mencari donor jantung untuk putrinya.
Sementara Kenzo tak tenang dan memikirkan agar Daphny tak terlihat oleh James. Kenzo juga tak bisa sembarangan bercerita karena Daphny akan panik dan bisa berakibat pada janinnya. Kenzo pun akhirnya menitipkan Daphny pada Santi dan akan melahirkan di rumah sakit milik keluarga Dion.
Hal itupun langsung ia sampaikan pada Daphny, dan mau tak mau Kenzo menceritakan soal putri James yg sedang ia tangani.
"Sayang kau harus melahirkan di rumah sakit keluarga Dion, dan aku sudah bicarakan ini pada Santi." ucap Kenzo.
"Baiklah aku mengerti." ucap Daphny tersenyum.
"Kau tenang saja, aku akan melakukan apapun untuk menjagamu dari James. Dan Sammy akan tetap aman bersama kita." ucap Kenzo.
"Aku percaya padamu." ucap Daphny.
__ADS_1
"Iya, pokoknya kau jangan pikirkan apapun.. Sammy juga sudah berada di tangan yg tepat dan dalam pengawasan kita." ucap Kenzo.
"Aku mengerti.. dan juga aku tak menyangka putri James akan bernasib malang." ucap Daphny.
"Iya.. nampaknya itu adalah penyakit keturunan, dulu tuan Robert bukan yg mengidap penyakit tersebut." ucap Kenzo.
"Iya.. kau benar, semoga gadis kecil tersebut segera mendapatkan donor jantung.." ucap Daphny.
Kenzo pun terenyuh karena bagaimana pun James dan Bella sudah menyakiti istrinya tapi Daphny tetap mengharapkan hal baik pada anak mereka. Dirinya melihat istrinya yg bukan hanya cantik wajahnya tapi juga hatinya. Dan bahkan merasa iba pada James yg sedang kesulitan merawat putrinya.
Setelah mengatur segala persalinan untuk Daphny, Kenzo pun memercayakan segalanya pada Santi. Dan sudah mempertemukan dokter yg menangani Daphny dengan Santi untuk berbagi informasi seputar kehamilan Daphny.
Semua persiapan pun sudah siap, dan Santi siap kapan saja untuk membantu sahabatnya tersebut. Dirinya juga senang karena kali ini Daphny melahirkan dengan bantuannya.
.
.
.
Sementara itu, Kenzo mendapat informasi mengenai donor jantung untuk putri James. Dan pendonor berasal dari negara X yg lumayan jauh. Hal itu membuat Kenzo sedikit lega akhirnya bisa menjauhkan James dari istri dan anaknya.
"Terimakasih Kenzo.. aku tak tahu harus berbuat apa untuk membalasnya." ucap James.
"Berbuat baiklah selagi bisa, karena perbuatan baik akan mendapatkan balasan yg baik pula." ucap Kenzo.
"Aku akan mengingat kata-katamu." ucap James.
"Sekarang persiapkan segalanya menuju ke negara tersebut. Dan berikan kompensasi yg layak bagi keluarga pendonor, walau pun pendonor tersebut sudah mewasiatkan untuk mendonorkan jantungnya." ucap Kenzo.
"Tentu saja, aku akan memberikan yg sesuai dengan apa yg didapatkan oleh putriku." ucap James.
"Semoga dengan ini putrimu bisa lekas sembuh dan tumbuh seperti anak lainnya." ucap Kenzo.
"Sekali lagi terimakasih atas bantuanmu." ucap James.
"Ya.." ucap Kenzo tersenyum.
James pun segera mengurus segalanya, dan bertolak ke negara yg Kenzo beritahu untuk mengobati putrinya. Dan bukan tidak mungkin James akan kembali menghubunginya untuk pengobatan putrinya jika terjadi sesuatu. Tapi Kenzo sudah memindahkan istrinya untuk melahirkan di rumah sakit milik keluarga Dion.
"Semoga aku tak berhubungan lagi dengan James." gumam Kenzo dalam hati.
__ADS_1