Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.45 Kebohongan


__ADS_3

Lyra yg hanya tidur beberapa jam pun terbangun di pagi hari. Dirinya sudah terbiasa akan rutinitasnya, belum lagi pagi ini ia juga harus bekerja. Lyra pun bangun dan memasak sarapan pagi. Setelah itu ia akan kembali ke kamar untuk bersiap-siap bekerja.


Setelah bersiap, dirinya menatap James yg masih tertidur pulas. Dan entah apa yg terjadi padanya semalam, karena Lyra kurang memercayai ceritanya. Dirinya pun hanya menatapnya setelah selesai bersiap, tanpa mau membangunkannya. Setelah itu, Lyra turun ke bawah untuk sarapan dan berangkat bekerja.


Nampak Ben juga sedang tak baik kondisinya, hingga dirinya belum terbangun. Lyra pun hanya sarapan sendirian dan menitipkan pesan pada pelayan untuk memberikan sarapan untuk suaminya dan juga Ben sekertarisnya.


Setelah itu, Lyra pun mengemudikan mobilnya menuju ke rumah sakit tempatnya bekerja. Pikirannya pun masih kacau tapi dirinya berusaha tetap fokus. Dan sesulit apapun masalahnya Lyra selalu tenang dan menjalaninya dengan baik. Tak ada yg salah dalam pekerjaannya, tapi dirinya memilih untuk tidur siang pada saat jam istirahat.


"Lyra.." panggil Kenzo yg berdiri tepat di depan mejanya.


"Hmm.. prof.. maaf.." ucap Lyra.


"Apa kau lelah? sepertinya kau kurang tidur." ucap Kenzo.


"Iya.. aku tak bisa tidur semalam.. ada apa prof?" tanya Lyra.


"Lusa akan ada operasi, dan kau jadi asistenku." ucap Kenzo.


"Baik prof.." ucap Lyra.


"Pasien xxx adalah pasien yg akan kita operasi lusa.. Kau pelajari ya.. dan observasi sebelum dioperasi." ucap Kenzo.


"Baik Prof.. " balas Lyra.


"Kalau kau tak enak badan, istirahat saja.. aku akan menggantikanmu hari ini." ucap Kenzo.


"Tidak, bukankah prof sudah akan pulang sebentar lagi?" tanya Lyra.


"Iya.. tapi aku bisa membantumu." ucap Kenzo.


"Tidak prof, aku baik-baik saja." ucap Lyra.


"Baiklah, katakan saja jika kau kesulitan." balas Kenzo.


"Tentu prof." ucap Lyra tersenyum.


Senyum Lyra pun membuat hatinya merasa tenang setelah melihat wanita itu terlihat lelah. Dan entah apa yg membuatnya begadangan sampai tak bisa tidur begitu. Kenzo pun sedikit cemas walaupun tak bisa berbuat banyak karena Lyra selalu menutupi kehidupannya.


Jika dipikir-pikir, kekasih Lyra apakah dirinya pria baik-baik?? dan apakah Lyra bahagia? karena jarang sekali Lyra membicarakannya di kantor. Pikiran Kenzo pun mengarah ke banyak topik, tapi dirinya lalu tersadar kalau tak bisa masuk ke kehidupan pribadi Lyra.


.

__ADS_1


.


.


Sementara itu, James pun terbangun saat matahari sudah terik. Dirinya tersadar kalau Lyra pasti sudah pergi bekerja. Dan saat dirinya turun, James sempat bertanya pada pelayan di rumahnya. Dan mereka menyampaikan kalau nonanya sudah berangkat pagi-pagi sekali serta sudah menyiapkan sarapan.


James pun ke meja makan dan sudah meminta untuk disiapkan masakan buatan istrinya. Tapi dirinya melihat Ben sudah berada disana dan makan lebih dulu.


"Ck.. kau makan lebih dulu dariku." ucap James.


"Maaf James, aku lapar mencarimu semalaman.." ucap Ben.


"Apakah kantor baik-baik saja kita belum tiba saat ini?" tanya James.


"Aku sudah dihubungi oleh para sekertaris dan meminta waktu karena kau sedang tak enak badan." ucap Ben.


"Baguslah Ben.." ucap James.


Kemudian James pun sarapan dan bersiap ke kantor bersama Ben. Mereka pun harus tetap bekerja walaupun kondisinya sedang tidak baik. Dan bagaimanapun James pemilik perusahaan itu jadi tak ada masalah jika dirinya ke kantor disiang hari.


Begitu tiba di kantornya, nampak Bella sudah hadir disana menunggunya. Ben pun berdecak kesal dan meninggalkan tuannya bersama Bella. Entah apa yg akan mereka bicarakan.


"Ada apa?" balas James to the point.


"Mari kita bicara di ruangan yg lebih privat." ucap Bella tersenyum.


James pun membawanya ke ruangan meeting yg sepi dan tak ada yg berani masuk kecuali Ben. Sampai Sandra sekertarisnya pun dilarang masuk ke ruangan tersebut.


"Katakan apa maumu?" tanya James.


"Apa kau mengingat kejadian semalam?" tanya Bella.


"Aku tahu, tapi itu sebuah kesalahan dan ingat aku sudah menikah." ucap James.


"Aku mengerti, tapi sebagai ganti rugi kau harus memberikan kompensasi atas tindakanmu." ucap Bella.


"Kompensasi? bukankah kau juga menikmatinya? jadi kau tak dirugikan bukan.?" balas James kesal sudah dijebak dan sekarang Bella hendak merampoknya.


"Dengarkan aku dulu James.. " ucap Bella.


"Katakan.. aku ingin dengar wanita mura***an sepertimu menginginkan apa.." ucap James.

__ADS_1


"Ckk.. kau terlalu merendahkanku James.. tapi aku akan tetap bicara baik-baik.. sebagai kompensasi aku meminta project C yg akan kau lakukan dengan perusahaan asing itu." ucap Bella.


"Apakah perusahaanmu mampu?" tanya James.


"Kau meremehkanku dan orang-orangku?" tanya Bella.


"Tidak, hanya saja jika gagal kau harus mengganti kerugiannya." ucap James balik menyerang Bella.


"Oke.. tapi kau harus memberikannya." ucap Bella mengeluarkan sejumlah foto dimana mereka melakukan malam panas tersebut.


"Ck.. jadi benar kau sengaja melakukannya semalam?" tanya James.


"Tidak juga, aku hanya menyimpannya untuk berjaga-jaga." ucap Bella.


"Baiklah, kau boleh mengambil project itu.. tapi rahasiakan semuanya apalagi dari keluarga dan istriku. " ucap James.


"Ok.. Deal.." ucap Bella.


"Lalu apa kau benar-benar mencintai istrimu?" tanya Bella.


"Iya, aku sangat mencintainya sampai merelakan project tersebut ke tanganmu agar dirinya tak terluka." balas Ben.


"Oke.. mari tandatangani project C sekarang agar kau tak berubah pikiran." ucap Bella.


Dalam hatinya Bella pun geram, bagaimana bisa James tertarik pada wanita rendahan itu. Apanya yg menarik?? walaupun profesinya saat ini adalah dokter, tapi tetap saja statusnya sebagai anak yatim piatu tak berubah. Bahkan James rela menukar project besar demi menjaga hati istrinya dan terus berbohong entah sampai kapan.


Hingga akhirnya Bella pun menandatangani project yg ia inginkan. Bahkan Ben pun terang-terangan menunjukkan rasa tak sukanya pada Bella. Tapi apa yg dilakukan James ada baiknya demi menjaga perasaan Lyra dan rumah tangganya. Ben juga yakin kalau Bella takkan berhenti berulah sampai disini, pasti masih ada rencana lainnya.


"Selangkah demi selangkah.. James kau akan kembali ke pelukanku lagi." gumam Bella dalam hati.


.


.


.


Sementara Lyra, dirinya pulang ke rumah dengan gontai karena lelah dan mengantuk. Begitu sampai kamar, tubuhnya langsung ambruk ke kasur karena tenaganya sudah habis. Lyra pun langsung tertidur dengan nyenyak sampai James pulang. James pun melihat Lyra yg tertidur dengan pakaian formal yg masih ia kenakan menandakan istrinya itu sangat lelah.


Rasa bersalah pun menghantui James karena sudah membohongi Lyra disaat hubungannya sudah mulai membaik. Bahkan tadinya James ingin mengajak Lyra bulan madu setelah beberapa tahun menjalani pernikahan yg hampa.


"Maaf Lyra aku harus terus berbohong padamu." gumam James dalam hati sembari menatap wajah Lyra yg tertidur.

__ADS_1


__ADS_2