Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.117 Sandiwara Cinta


__ADS_3

Setelah keputusan Sammy dan Devi untuk berpura-pura menjalin hubungan, keduanya pun nampak sering bersama. Tapi saat keduanya sama-sama sibuk bahkan bisa lebih dari 1minggu mereka tak bertemu.


Seperti hari ini, Devi sedang berada di kantornya dan sibuk dengan project barunya. Jangankan menemui Sammy, sekedar menanyakan kabarnya pun Devi tak sempat karena sedang dikejar oleh deadlinenya.


Hari itu juga, Wendy tiba di kantor Devi. Melihat Devi yg selalu tampil modis dan dewasa membuat Wendy mengikuti style-nya. Dan dengan bantuan momnya, Wendy kini tampil dewasa.


"Nona, nampaknya nona Wendy dari perusahaan tuan James tiba." ucap sekertaris Devi.


"Oke, nona Wendy hanya akan memberikan beberapa berkas yg dibutuhkan." ucap Devi.


"Tapi dirinya ingin anda yg menemuinya."


"Ck.. dasar amatir sekali, mentang-mentang ayahnya pemilik perusahaan seenaknya mengajak bertemu." ucap Devi yg kesal karena tengah mengerjakan projectnya.


"Bagaimana nona?"


"Baiklah, aku akan ke sana." ucap Devi dengan raut wajah kesal.


Kekesalan Devi adalah hal wajar, karena harusnya Wendy memang tinggal menyerahkan berkasnya pada asisten Devi bernama Boby. Tapi wanita itu malah mengajak bertemu padahal Devi sedang serius pada tumpukan berkas di hadapannya.


Wendy pun duduk disana dan menunggu Devi datang. Tak lama Devi pun datang menemui Wendy.


"Selamat datang nona Wendy.. ada perlu apa sampai menemuiku?" tanya Devi to the point.


"Terimakasih kau mau menemuiku.. aku hanya ingin berbicara sejenak denganmu." ucap Wendy.


"Aku hanya punya waktu 5 menit.. silahkan." ucap Devi.


"Maaf mengganggu waktumu.." ucap Wendy sementara Devi hanya tersenyum menunggu Wendy bicara.


"Jadi aku menemuimu karena ingin meminta bantuanmu." ucap Wendy.


"Bantuan apa? katakan yg jelas nona." ucap Devi mulai curiga.


"Bisakah kau mengijinkan dr.Samuel menemuiku diluar rumah sakit.?" tanya Wendy.


Devi pun tersenyum mendengar pernyataan tersebut. Kiranya ada info penting dari tuan James, tapi ternyata hanya masalah pribadi yg dibawa ke dalam pekerjaan.


"Nona, jika anda begitu ingin menemuinya silahkan bicara padanya.. " ucap Devi.


"Tapi dia selalu menolak.. mungkin jika kau yg bicara akan lain jawabannya." ucap Wendy.


Devi pun tersenyum smirk.


"Nona, bisakah anda membedakan urusan pekerjaan dan pribadi?? anda mengganggu waktuku bekerja hanya demi menemui seorang pria?? kita bahkan tak sedekat itu untuk saling bicara." ucap Devi.


"Jadi kau tak bisa membantuku?" tanya Wendy.


"Jika kekasihku tak mau menemuimu, itu haknya.. dan walaupun aku kekasihnya rasanya agak janggal sih memintanya menemui wanita lain yg baru aku kenal." ucap Devi.


"Kumohon.." ucap Wendy.


"Nona, waktuku sudah habis.. masih banyak pekerjaan yg harus aku selesaikan.. dan jika anda sangat penasaran temui saja dia di tempatnya bekerja." ucap Devi lalu meninggalkannya begitu saja.


Wendy pun mengepal geram, dirinya merasa diremehkan oleh Devi. Dan wanita itu pun langsung meninggalkan kantor Devi dengan kekesalan. Sangking kesalnya bahkan Wendy tak langsung kembali ke kantornya.


"Dasar wanita sombong..!! kau kira siapa dirimu?? kau lupa siapa aku?? aku Wendy Clonton.." gumam Wendy dalam hati.


Sementara Devi langsung menghubungi Sammy tentang kejadian hari ini. Sammy pun meminta maaf, tapi juga tak menyalahkan Devi karena memang permintaan Wendy tak masuk akal. Bagaimana bisa seorang kekasih meminta kekasihnya menemui wanita lain yg baru ia kenal?? Walaupun hubungan mereka adalah sebuah sandiwara tapi tetap saja tak masuk akal permintaan Wendy.

__ADS_1


Devi pun melanjutkan pekerjaannya. Dan seharian itu Devi sangat sibuk bahkan melupakan ponsel serta makan siangnya. Dirinya bagai dikejar bom waktu karena deadline pekerjaannya. Sekertarisnya pun sama saja, kesana kemari mengecek beberapa hal.


Hingga waktu menunjukkan pukul 21.00 dan hari sudah gelap. Barulah Devi menyelesaikan semua pekerjaannya. Sementara asistennya sudah ia pulangkan pukul 19.00. Devi pun melangkahkan kakinya setelah merapikan semua berkas dimeja dan mengirimkan banyak laporannya.


Devi pun pulang malam itu dengan mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. Setelah sampai rumah dirinya langsung membersihkan diri dan makan malam setelah seharian dirinya tak makan apapun. Lalu Devi masuk ke kamarnya dan baru melihat ponselnya.


Terlihat Sammy beberapa kali menghubunginya tapi Devi tak sempat menjawab panggilannya. Devi pun langsung menghubunginya.


"Hallo Samm."


"Iya Dev.."


"Ada apa seharian aku sibuk.." tanya Devi.


"Aku awalnya ingin mengajakmu bertemu, tapi nampaknya kau begitu sibuk." balas Sammy.


"Besokpun aku tak kalah sibuk.. katakan saja di telepon."


"Baiklah.." ucap Sammy.


Sammy pun meminta Devi berhati-hati pada Wendy karena wanita itu memegang kelemahan James Clinton. Dan bukan tak mungkin Wendy meminta ayahnya memutuskan hubungan kerjasama mereka. Devi pun hanya tersenyum mendengarnya.


"Jika itu yg kau khawatirkan, rasanya tuan James yg akan rugi besar." balas Devi.


"Jadi maksudmu?" tanya Sammy.


"Iya, mall ini milik kakekku.. dan saham tuan James itu tak ada apa-apanya.. jadi dirinya tak bisa menentukan apapun.. jika dia memutuskan hubungan kerjasama masih banyak perusahaan lain yg ingin bergabung dengan kami." ucap Devi.


"Yah, ternyata kekhawatiranku tak ada gunanya." ucap Sammy.


"Terimakasih Sammy sudah khawatir.. tapi ada baiknya kau mengatakannya dengan jelas pada Wendy agar dia tak mengharapkan apapun darimu. " ucap Devi.


"Oke, bye Sammy aku mengantuk." ucap Devi.


"Enaknya.. aku masih bekerja saat ini." ucap Sammy.


"Kalau begitu selamat bekerja dr.Samuel.. aku mau tidur dulu.." ucap Devi.


"Oke bye Dev.." ucap Sammy lalu memutus sambungan telepon.


.


.


.


Sementara itu, Sammy pun dihubungi beberapa orangnya.


"Iya bagaimana sudah ketemu?" tanya Sammy.


"Sudah tuan, namanya nona Bella."


"Oke.. kirimkan biodata wanita itu." ucap Sammy ditelepon.


Setelah menelpon, Sammy pun membuka emailnya dan melihat wanita bernama Bella yg disebutkan oleh orangnya tadi. Diluar dugaan, ternyata wanita itu adalah ibu dari Wendy saudari tirinya. Kini teka-teki kecelakaannya beberapa tahun silam pun mulai terpecahkan satu demi satu.


Sammy pun menyimpulkan bahwa demi keselamatan putrinya, Bella mengatur sebuah kecelakaan maut yg menimpanya bersama Alice. Naasnya Alice pun tewas sesuai rencana mereka dan jantungnya bisa langsung diberikan pada Wendy. Sammy pun mengepal geram akan hal itu.


"Dasar wanita jahat..!" umpat Sammy dalam hatinya.

__ADS_1


.


.


.


Keesokannya, Sammy pun mengajak Wendy bertemu. Dan disaat yg sama Sammy juga mengajak Devi bertemu saat jam makan siang. Devi yg kebetulan bisa menemui Sammy pun datang ke tempat yg dijanjikan.


"Silahkan, katakan apa yg ingin anda tanyakan nona Wendy." ucap Sammy.


"Ee.. aku ingin berterimakasih pada anda karena sudah menyelamatkanku." ucap Wendy.


"Iya sama-sama.. walaupun anda sudah mengatakannya beberapa kali." ucap Sammy.


"Aku juga ingin kita menjadi akrab agar aku bisa kapan saja menghubungi anda jika penyakitku kambuh." ucap Wendy.


"Maaf nona, aku menolak menjadi dokter pribadi anda.. " ucap Sammy.


"Kumohon dr.Samuel.. hanya anda yg bisa membantuku." ucap Wendy.


"Kurasa keluarga Clinton mampu membayar dokter pribadi manapun.. jadi maaf nona jika ingin bertemu denganku datanglah ke rumah sakit." ucap Sammy menolak.


"Baiklah, aku mengerti tapi ada yg ingin aku katakan lagi." ucap Wendy.


"Ya silahkan." balas Sammy lalu melihat Devi sedang menuju ke arahnya tapi berhenti di tengah jalan.


"Aku menyukaimu.." ucap Wendy.


"Oke.. tapi aku punya kekasih, maaf jika itu cinta maka akan menjadi bertepuk sebelah tangan." ucap Sammy.


"Dev..!" panggil Sammy pada Devi.


"Samm." balas Devi.


"Nona Devi." ucap Wendy terdiam.


"Hai nona Wendy, sudah bicara dengan kekasihku?" tanya Devi.


"Iya sudah. Terimakasih sudah membantu." ucap Wendy.


"Iya.." ucap Devi.


"Bagaimana harimu Samm.." ucap Devi menatap Sammy sembari merapikan rambutnya.


"Aku cukup lelah.. " balas Sammy tak canggung sama sekali dengan tindakan Devi yg memegang rambutnya.


"Kasihan sekali dirimu, semalam sudah bekerja dan sekarang masih harus menemaniku makan siang.. maaf ya.." ucap Devi.


"Aku merindukanmu.." balas Sammy mencium tangan Devi.


"Maaf sepertinya aku harus kembali.. " ucap Wendy meninggalkan mereka.


Setelah Wendy pergi keduanya pun nampak agak menjauh dan terasa canggung.


"Kukira akan mudah Dev.." ucap Sammy.


"Ternyata secanggung ini kan.." balas Devi tersenyum.


"Iya benar." balas Sammy ikut tersenyum.

__ADS_1


Begitulah sandiwara cinta mereka bermula, dan daripada saling canggung Devi memutuskan memesan makanan dan makan siang sembari menghilangkan rasa canggung mereka.


__ADS_2