Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.101 Diikuti


__ADS_3

Sejak hari itu, James pun semakin penasaran dengan putri dari Kenzo. Ditambah lagi Sammy ternyata putranya juga. Namun, yg lebih membuatnya penasaran siapa istrinya?? Rasa penasaran yg berlebihan pun muncul di benak James. Hingga dirinya meminta mata-mata mengawasi putri dari Kenzo dan Sammy.


Seperti biasa Sammy akan pergi kuliah dengan mobilnya. Dan Vio kadang diantar olehnya atau papanya. Hari itu kebetulan Vio diantar olehnya sekalian pergi ke kampus. Di dalam mobil nampak


adiknya itu masih sibuk menatap rambutnya.


"Vio kalau dandan itu di kamar.." ucap Sammy.


"Ish.. kakak, perempuan itu selalu mengutamakan penampilan." ucap Vio.


"Ck.. jangan abaikan keselamatan juga." ucap Sammy sembari memasang sabuk pengaman adiknya.


"Terimakasih kak." ucap Vio.


Sammy pun melajukan mobilnya menuju ke tujuan mereka. Tapi dirinya curiga pada mobil hitam dibelakangnya. Dirinya pun berjalan perlahan agar mobil itu mendahuluinya. Tapi sayang mobil itu tetap berada dibelakangnya.


"Ck.. dasar penguntit.. tapi ulah siapa?" gumam Sammy dalam hati.


Sammy pun memutar otak bagaimana caranya untuk mengatasi hal ini tanpa membahayakan Vio. Dirinya pun memilih untuk mengantarkan Vio ke sekolah dulu agar aman dan mereka takkan mampu macam-macam, terlebih Vio bisa terlambat ke sekolah jika Sammy meladeni orang-orang tersebut.


Setelah Vio tiba di sekolahnya, Sammy pun menghubungi papanya untuk menaruh pengawal di sekitar sekolah Vio. Dan dirinya mengurus orang-orang yg mengikutinya. Sammy pun membawanya ke jalan sepi lalu menepikan mobil untuk melihat reaksi mereka. Nampak mobil mereka juga berhenti dibelakangnya. Sammy pun tersenyum lalu keluar dari mobilnya.


Sambil berpura-pura melihat kondisi mobilnya, Sammy pun mengambil kunci ingris. Lalu dirinya berpura-pura mengecek mobilnya. Setelah itu dirinya berjalan ke belakang dengan kunci besar tersebut.


Orang-orang James pun panik karena mereka pikir ketahuan, terlebih Sammy membawa sebuah besi di tangannya.


Tok..Tokk..


"Permisi.." ucap Sammy.


"Iya ada apa?" seseorang pun membuka jendela mobilnya.


Nampak raut wajah panik dan keringat pun muncul di wajah mereka. Sammy pun tersenyum.


"Bisa bantu aku mengecek mobilku.?" pinta Sammy.


"Maaf kami tak mengerti mesin."


"Oh jadi begitu.." ucap Sammy.


Sammy pun pergi, tapi saat hendak berjalan dirinya pura-pura memperbaiki tali sepatunya yg terlepas. Saat sedang menunduk, dirinya dengan cepat menabur paku di sekitar ban mobil orang-orang tersebut.


"Ada apa?"


"Tali sepatuku lepas." balas Sammy.


Kemudian, Sammy pun kembali ke mobilnya dan menutup kap mobil lalu masuk ke dalamnya. Sammy pun tersenyum dan menghidupkan mesin mobilnya.


"Kita lihat apakah habis ini kalian masih mampu mengikutiku.. " gumam Sammy dalam mobilnya.


Sammy pun melajukan mobilnya membuat kedua pria tadi bingung karena berpikir mobil Sammy benar-benar mogok. Lalu Sammy melambaikan tangan dari jendelanya pada mereka sambil tersenyum yg terlihat jelas dari spion mobilnya.


"Apa-apaan pria itu?"

__ADS_1


"Sudahlah jalan saja, dan ikuti dia."


Mereka pun ikut menyalakan mobil dan melaju. Baru saja beberapa meter sebuah letusan ban mobil pun terdengar.


Dorr.. psssss..


"Hei kenapa mobilnya?"


"Tidak sepertinya bannya terkena benda tajam." ucap salah seorang lalu turun dan mengeceknya.


Ternyata ada beberapa paku yg tertancap ban mobilnya dan dirinya ingat pria tadi sempat jongkok untuk merapikan tali sepatunya. Dirinya pun kesal dan mengumpat.


"Sh***!!!.. pasti ini ulah pria tadi."


"Apa yg terjadi? bisa jalan tidak?"


"Lihat saja sendiri bannya tertusuk paku.."


"Akh.. rupanya pria itu sadar kita ikuti."


Akhirnya mereka pun melapor kalau pria yg diikutinya sadar diikuti oleh mereka pada James. Bahkan sialnya mobil mereka harus dibawa ke bengkel karena ulah Sammy. James pun memijit keningnya setelah tahu kalau Sammy bukan pria bodoh. Dirinya pun meminta mereka berhenti mengikuti Sammy dan fokus pada adiknya.


Sementara Sammy menuju kampusnya aman tanpa hambatan. Orang-orang yg mengikutinya pasti takkan bisa mengejarnya lagi karena bannya pasti akan rusak parah mengingat paku yg ia tebar cukup banyak.


..."Hahaa.. rasakan itu dasar orang-orang menyebalkan.." gumam Sammy teringat pada kedua orang tadi....


.


.


.


Bughh..Bughhh..Bughh..


"Katakan siapa yg menyuruh kalian?" tanya orang suruhan Kenzo.


Tapi mereka tetap diam dan tak bergeming. Hingga Kenzo datang dan membawa beberapa barang di tasnya.


"Bagaimana? apa mereka sudah mengaku?" tanya Kenzo.


"Belum tuan, tapi mereka berbahaya jika didiamkan.."


"Benar, nona pasti dalam bahaya jika tuan muda tak mengabari."


"Oke.. serahkan padaku." ucap Kenzo.


Kenzo pun mendekatinya dan tersenyum pada mereka.


"Jadi kalian yg sedang mengawasi putriku.. ada masalah apa?" tanya Kenzo.


"Kami takkan menjawabnya.. "


"Kalian berhak untuk diam. Tapi aku takkan tinggal diam.." ucap Kenzo.

__ADS_1


"Kalian ambilkan tasku." perintah Kenzo pada anak buahnya dan mereka pun membawanya.


"Kalian tahu kan aku seorang dokter hebat, bahkan orang jauh-jauh datang dari negara lain karena butuh bantuanku.. tapi aku juga tak bisa jadi malaikat selamanya, apalagi menyangkut keluargaku.." ucap Kenzo menatap tajam pada mereka berdua.


Kenzo pun mengeluarkan jarum suntik beserta obat.


"K-kau mau apa?"


"Kau akan berhenti jadi dokter jika kami melaporkanmu."


"Kau percaya diri sekali, bahkan kalian akan langsung ke neraka sebelum melaporkanku.. " ucap Kenzo sembari memegang jarum suntik yg sudah berisi suatu obat.


"T-tidak.. kau seorang dokter bukan pembunuh.."


"Jangan sakiti kami.."


"Aku bisa jadi seorang pembunuh berdarah dingin jika menyangkut keluargaku." ucap Kenzo dengan wajah dingin dan tatapan tajam membuat mereka ketakutan.


"Kalian tolong pegangi pria ini.." ucap Kenzo pada anak buahnya.


"Mari kita mulai dari dirimu." ucap Kenzo.


Anak buahnya pun memeganginya dan Kenzo pun menyuntikkan obat tersebut.


"Aaaggggghhhh... tolong aku.." teriaknya.


"Hentikan..hentikan.. kumohon.." teriak rekannya.


"Tenang, giliranmu sudah tiba." ucap Kenzo.


Dan rekannya pun langsung tak sadarkan diri membuat pria itu gemetar ketakutan.


"A-aku akan berkata segalanya padamu.. kumohon hentikan dan jangan bunuh aku.." pintanya.


"Harusnya kau melakukannya dari tadi. Temanmu kan tak jadi mati." ucap Kenzo.


Kenzo pun mendengarkan pria itu menjelaskan siapa yg mengirimnya. Dan Kenzo mengepal geram pada orang tersebut. Lagi-lagi James pelakunya, hanya karena putrinya mirip istrinya Daphny aka Lyra, James sampai menyeledikinya dan menyuruh orang-orang tersebut.


"Aku tak suka kerja setengah-setengah.." ucap Kenzo lalu anak buahnya pun memegangi tangan pria tadi.


"Lepaskan aku sudah berkata jujur.. Argggghhhhh..." teriaknya.


Pria itupun langsung tak sadarkan diri. Kemudian Kenzo menatap anak buahnya yg terlihat sangat tegang.


"Mereka tak mati, ini hanya obat bius.." ucap Kenzo dan keduanya langsung menghela nafas lega.


"Oh iya, kalian dapatkan lokasi James?" tanya Kenzo.


"Iya tuan, dia menginap di salah satu apartemenya disini."


"Kirim para bede****h ini ke orang-orang James, dan ancam dengan bukti cctv.." perintah Kenzo.


"Baik tuan." ucap mereka.

__ADS_1


Mereka pun melakukan tugasnya dan mengirim pria ini ke apartemen James. Dan saat mereka sadar mereka sudah berada di parkiran apartemen tuannya dan berteriak minta tolong karena tangan dan kakinya diikat. Orang-orang James pun mendekat karena mengenali mobilnya. Dan kejadian itu langsung dilaporkan pada tuannya.


__ADS_2