
Ben pun berdiskusi pada Sally untuk mengatasi hal ini. Semua sesuai dengan prediksi mereka dimana foto-foto tak senonoh yg dibuat sedemikian rupa untuk menjatuhkan mereka berdua.
"Sally hanya ada satu jalan keluar.." ucap Ben.
"Ya, hanya itu tuan. Kita sudah terlanjur basah." ucap Sally.
"Kau setuju?" tanya Ben.
"Mau bagaimana lagi? keluargaku sudah mengetahuinya." ucap Sally.
"Maafkan aku Sally, aku akan mengunjungi mereka secepatnya." ucap Ben.
"Lalu pelakunya bagaimana? anda harus menangkap dan menghukumnya sesuai dengan perbuatan mereka." ucap Sally.
"Tentu, mereka harus membayar mahal untuk hal itu." ucap Ben.
"Dan masalah pernikahan, kau bisa meninggalkanku kapan saja." ucap Ben.
"Tentu saja, aku pasti melakukannya." ucap Sally.
Begitulah keputusan mereka untuk menikah demi meredam berita buruk dan memperbaiki citra keduanya yg hancur. Tak sampai disitu saja, Dimas sedang menyelidiki orang-orang yg mungkin terlibat menciptakan insiden tersebut.
.
.
.
Di kantor Ben dan Jeny pun memperkenalkan Sally sebagai calon istri Ben. Dan berita itu pun seketika berubah perlahan. Semua orang memakluminya walaupun itu tindakan yg tidak baik. Apalagi Ben atasan mereka dan mereka tak berani terang-terangan menghujatnya. Dan media juga sudah dibungkam oleh Jeny.
Sementara Sally belum masuk ke kantor karena mengurus keluarganya. Ben pun harus mendatangi keluarga Sally dan meluruskan segalanya. Mereka juga sudah bercerita kalau keduanya dijebak dan Ben akan menikahi Sally untuk mempertanggungjawabkannya. Keluarganya pun setuju akan tindakan Ben. Dan Sally mau tak mau mengambil keputusan ini demi reputasi dirinya dan Ben.
"Aku hanya punya adik yg tinggal di Singapura.. jadi kau tak perlu pikirkan mertua yg galak atau sebagainya." ucap Ben pada Sally.
"Aku bahkan tak berpikir sampai kesana tuan." ucap Sally.
"Dan kau juga tenang saja, adikku juga seorang wanita dan sudah menikah. Dia takkan berani mengusik atau banyak bertanya." ucap Ben.
"Aku mengerti tuan." ucap Sally.
"Mulai sekarang kau panggil aku Ben agar yg lain percaya hubungan kita." ucap Ben.
"Baik ben aku memgerti." ucap Sally.
Ben pun pergi setelah mengunjungi Sally dan keluarganya. Lalu dirinya segera menghubungi Daphny dan Kenzo untuk membantunya mempercepat pernikahannya.
Daphny dan Kenzo pun senang mendapatkan kabar tersebut, walaupun dengan cara yg terbilang ekstrem. Dimana kakaknya dijebak oleh mantan karyawannya tapi tetap harus bertanggungjawab pada si wanita yg dijebak bersamanya.
__ADS_1
Walau begitu Daphny tetap menerima keputusan kakaknya. Dirinya bersama Kenzo pun segera mengatur jadwal untuk hadir di pernikahan Ben dan Sally.
.
.
.
Pertama-tama Ben pun mengadakan pertunangan dadakan dengan Sally, lalu diikuti pernikahan sebulan kedepan. Dan Daphny turut hadir sebagai satu-satunya keluarga Ben. Dirinya membawa kedua anaknya dan juga suaminya Kenzo.
"Selamat kakak.." ucap Daphny memeluk kakaknya.
"Selamat kakak ipar." ucap Kenzo.
"Hallo Sally, aku Daphny adik dari Ben.. kedepannya kita akan menjadi keluarga dan sering bertemu." ucap Daphny.
"Terimakasih Daphny." ucap Sally.
"Sekali lagi selamat untuk kalian berdua." ucap Kenzo.
"Terimakasih kalian berdua." ucap Ben.
"Unclee.. selamat.." ucap Sammy mengikuti kedua orangtuanya.
"Oh Sammy terimakasih, kenalkan ini Aunty Sally." ucap Ben.
"Hallo Sammy, kau sangat tampan dan pintar. " balas Sally.
"Dan ini namanya Vio adik dari Sammy." ucap Ben.
"Hallo aunty.." sapa Vio malu-malu.
Begitulah acara pertunangan tersebut berlangsung. Dan Jeny juga yg harus mempersiapkannya dibantu beberapa orang. Saat masalah muncul maka Jeny adalah orang pertama yg harus menanganinya dan itu cukup menyita banyak waktunya. Hingga Jeny tak memiliki kekasih. Dirinya justru dekat dengan para pengawal, termasuk Dimas dan anggotanya yg bertugas mengawal Jeny.
Ben harus melakukannya karena tak ingin Jeny jadi target selanjutnya. Cukup dirinya dan Sally yg harus menanggung malu dan bertanggungjawab akan semua yg mereka lakukan.
Setelah acara pertunangan selesai, Daphny dan Kenzo pun kembali ke Singapura, dan Ben mengantar mereka sampai bandara. Ben juga sudah memastikan kalau James tak tahu akan pertunangannya. Dan juga hanya mengundang orang-orang tertentu dalam acara tersebut.
.
.
.
Kini tinggal Ben membereskan orang-orang yg menjebaknya sebelum hari pernikahannya dengan Sally. Dirinya pun sudah mengantongi bukti dari hasil kepolisian dan penyelidikan Dimas.
"Kerja bagus, malam ini mari kita ringkus mereka.. kerahkan semua anggota dan minta bantuan kepolisian." ucap Ben.
__ADS_1
"Siap tuan, semua bukti sudah cukup." ucap Dimas.
Dan malam itu juga para pelaku ditangkap dan diamankan. Mereka semua mengaku dibayar oleh seseorang. Dan mereka juga mengatakan siapa saja yg membayar mereka. Bahkan sampai harus mengepung Ben dan Sally dengan pengawal pada malam sebelum kejadian. Hal itu juga yg membuat Ben dan Sally tak bisa kabur. Untungnya Jeny mengambil keputusan untuk pura-pura ke toilet dan mencari bantuan dan mengurangi kemungkinan hal buruk lainnya.
Seketika berita dirilis dan nama baik Ben maupun Sally kembali. Tapi tetap saja mereka harus menikah guna mengembalikan citra mereka yg buruk. Dan mereka harus siap menikah walaupun tanpa cinta sekalipun.
.
.
.
Semua pun berjalan sesuai rencana Ben dan Sally. Keduanya terpaksa menikah walau tanpa cinta. Dan hal itu entah sampai kapan. Hingga pernikahan pun digelar. Namun, sayang Daphny tak bisa hadir karena munculnya James. Hingga Kenzo mengamankan Daphny di sebuah hotel hingga acara selesai. Mereka hanya bisa menonton pernikahan kakaknya lewat video yg dikirimkan oleh Dimas. Sedih rasanya tapi Daphny tak mungkin muncul terang-terangan di hadapan James.
"Sayang sekali." ucap Daphny.
"Ini demi keamananmu." ucap Kenzo.
"Aku tahu sayang. Untungnya anak-anak tidak rewel." ucap Daphny.
"Mereka adalah anak-anak yg pintar." ucap Kenzo.
Dan Daphny serta Kenzo hanya bisa melihat dari rekaman video yg dikirimkan oleh Dimas. Keduanya pun hanya bisa mendoakan dan memberi selamat nanti setelah acara selesai.
.
.
.
Dan setelah acara selesai, Ben pun lega karena sudah menuntaskan tanggungjawabnya. Walau akhirnya adiknya tak bisa hadir karena kedatangan James. Hingga Sally bingung kenapa Daphny tak bisa hadir padahal sudah tiba dari beberapa hari yg lalu. Kemudian Ben pun menjelaskan segalanya pada istrinya itu. Dan Sally pun mengerti keputusan yg diambil Daphny adalah yg terbaik. Walaupun menurut Sally, Daphny takkan bisa sembunyi dari James selamanya.
"Aku tahu pasti hari itu akan tiba, tapi biarlah Daphny yg menghadapinya." ucap Ben.
"Kau benar, aku pun mungkin akan begitu." ucap Sally.
"Ya sebagai kakak, aku sejujurnya tak ingin berhubungan kembali dengan pria yg sudah menyakiti adikku." ucap Ben.
"Ya.. biarlah kita serahkan semuanya pada Daphny.. mungkin nanti jika putranya dewasa adalah saat yg tepat untuk Daphny muncul." ucap Sally.
"Kuharap semua berjalan sesuai rencana." ucap Ben.
"Dan bagaimana pun pernikahan kita ini suci, dan aku tak ingin mengulanginya untuk kedua kalinya." ucap Sally.
"Aku akan melakukan yg terbaik." ucap Ben.
"Ya.. mari kita berusaha." ucap Sally.
__ADS_1
Begitulah akhirnya keduanya melakukan pernikahan walau tanpa cinta tapi mereka sadar pernikahan bukan mainan. Dan akan tetap mempertahankannya sampai di titik dimana mereka sudah tak sanggup.