
Setelah menunggu satu bulan lamanya hasil tes DNA antara Lyra dan Ben pun keluar. Dan baik Kenzo, Dion ataupun Santi cukup terkejut akan hasilnya.
"Mereka benar bersaudara." ucap Santi.
"Iya benar.." ucap Dion.
"Kalau begitu, Ben harus tau faktanya." ucap Kenzo.
"Prof kau yg harus mengatakannya." ucap Dion.
"Ya baiklah." ucap Kenzo.
Kenzo pun menemui Ben di kantornya karena Ben sulit dihubungi. Dan Jeny sebagai sekertarisnya meminta Kenzo untuk menunggu. Hingga tibalah Ben menghampirinya.
"Selamat datang, tapi ada apa?" tanya Ben.
"Ada hal yg harus kau ketahui." ucap Kenzo.
"Katakan." ucap Ben.
"Bacalah." ucap Kenzo menyerahkan sebuah berkas.
"Jadi hasilnya sudah keluar." ucap Ben membukanya.
Ben pun tersenyum dengan hasilnya walaupun senyum itu terasa getir karena sudah tak berguna lagi hasil tes tersebut.
"Aku benar-benar saudaranya kan? aku tidak berbohong soal itu, bahkan nyonya Jasmine sendiri yg mengkonfirmasi soal ciri-ciri adikku." ucap Ben.
"Ya.. sekarang aku percaya padamu." ucap Kenzo.
"Jangan membuatku merinding., tapi apa hubungannya?" tanya Ben.
"Ikutlah denganku, aku punya berita bagus untukmu." ucap Kenzo.
"Ikut kemana?" tanya Ben.
"Singapura." ucap Kenzo.
"Aku tak punya waktu untuk bermain-main denganmu." ucap Ben.
"Ada hal yg harus kau ketahui." ucap Kenzo.
"Apa itu?" tanya Ben
"Aku tidak bisa mengatakannya tapi ikutlah dulu denganku." ucap Kenzo.
"Aku akan melihat jadwalku dulu, dan aku mencurigaimu." ucap Ben.
"Aku tahu, kau boleh bawa pengawal sebanyak yg kau mau." ucap Kenzo tersenyum kemudian pamit undur diri dari tempat tersebut.
.
.
.
Sementara itu, Ben tengah menelaah arti ucapan dari Kenzo yg terdengar sangat aneh dan mencurigakan. Dirinya juga teringat pertanyaan mengenai seseorang yg selamat setelah meloncat dari tebing tersebut. Seketika Ben seperti menemukan teka teki atas ucapan Kenzo. Dia juga ingat Lyra punya sertifikat menyelam dan pasti Kenzo mengatakannya untuk memberi petunjuk padanya. Lalu mengenai tes DNA yg sudah tak ada gunanya saat adiknya sudah tiada.
"Apa dia menyembunyikan adikku??" gumam Ben dalam hati.
Dan untuk menjawab semuanya Ben pun mengikuti keinginan Kenzo. Dirinya akan pergi ke Singapura yg entah apa tujuannya. Tapi yg jelas Kenzo punya sesuatu untuk ditunjukkan padanya.
__ADS_1
"Jeny, kosongkan jadwalku di hari jumat ini." perintah Ben di telepon.
"Baik tuan." ucap Jeny di ruangannya.
.
.
.
Hari yg ditentukan Kenzo pun tiba dan Ben hanya membawa seorang pengawal disisinya. Kenzo pun hanya tersenyum kemudian memintanya masuk ke pesawat pribadi tersebut.
"Kau bahkan sampai memakai pesawat pribadi, tak mungkin kan kau menculikku?" tanya Ben.
"Apa untungnya bagiku tuan?" balas Kenzo.
"Itu benar. Kita lihat saja nanti." ucap Ben.
Hingga pesawat mereka pun lepas landas menuju ke tujuannya. Diperjalanan hampir tak ada sepatah katapun antara Kenzo dan Ben. Kenzo juga sibuk mengurusi pekerjaannya. Dan Ben sedang menganalisa pria di hadapannya.
Tak berapa lama mereka pun tiba di tujuan, dan mereka turun dari pesawat tersebut.
"Kita mau istirahat atau langsung?" tanya Kenzo.
"Langsung apa? jangan membuatku berpikir yg tidak-tidak." ucap Ben.
"Langsung melihat apa yg ingin kuperlihatkan." ucap Kenzo.
"Baiklah, awas kalau aneh-aneh aku akan menghajarmu." ucap Ben.
"Ya ikuti aku tuan." ucap Kenzo.
Kenzo pun membawa Ben naik mobil dan membawanya ke apartemen. Dan Ben masih tak mempercayai Kenzo, hingga dirinya terus mengawasi gerak-geriknya.
"Kita akan menemui seseorang." ucap Kenzo.
"Siapa?" tanya Ben.
"Nanti kau akan tahu sendiri." ucap Kenzo.
"Awas kalau kau main-main denganku." ucap Ben.
Kenzo pun hanya tersenyum dan membawa Ben ke sebuah apartemen. Dirinya pun terus berjalan membawa pria tersebut ke apartemen tempat Lyra tinggal.
Kenzo pun memencet bel, dan menunggu seseorang membukakan pintu. Dan Lyra pun dari dalam melihat Kenzo datang. Lyra yg sudah tahu kalau Kenzo akan datang membawa Ben pun awalnya bingung. Tapi Kenzo memintanya untuk tetap tenang dan mengikuti perintahnya.
Hingga pintu pun dibuka dan Lyra muncul dihadapan Ben.
"Kenzo, dan Ben.. apa kabar?" tanya Lyra.
"Lyra kau kah itu? apa aku bermimpi?" tanya Ben.
"Lebih baik kita masuk." ucap Kenzo.
Hingga ketiganya pun masuk ke dalam dan duduk. Sementara Lyra menyiapkan minuman. Setelah semuanya duduk, barulah Kenzo memulai percakapan.
"Jadi, Lyra kau harus melihat ini dulu sebelumnya." ucap Kenzo menyerahkan sebuah amplop besar.
"Oke." balas Lyra langsung membukanya.
Lyra pun terkejut akan apa yg dilihatnya. Isi amplop tersebut adalah hasil tes DNA dirinya dan juga Ben.
__ADS_1
"Kenzo kapan kau melakukannya?" tanya Lyra.
"Beluk lama ini.. dan Ben sudah mencarimu selama bertahun-tahun." ucap Kenzo.
"Lyra.. maafkan kakakmu yg bodoh ini.." ucap Ben.
"Kakak.. apa aku benar-benar punya saudara? " ucap Lyra terharu.
"Tentu saja, hasil tes itu buktinya." ucap Kenzo.
"Iya.. aku sudah mencarimu kemana-mana." ucap Ben.
"Tapi apa yg terjadi sampai kita terpisah.?" tanya Lyra.
"Jadi semua bermula saat rumah kita terbakar 29 tahun yg lalu." ucap Ben.
Ben pun menceritakan segalanya dan Lyra beserta Kenzo mendengarkannya dengan seksama. Kemudian gantian Lyra yg bercerita kenapa dirinya masih hidup sampai sekarang. Keduanya pun akhirnya dipertemukan lagi setelah terpisah puluhan tahun.
Dan Kenzo memberikan mereka ruang untuk bicara.
"Terimakasih Kenzo.." ucap Ben.
"Ya tentu saja, Lyra juga temanku." ucap Kenzo.
"Terimakasih Kenzo aku berhutang banyak padamu." ucap Lyra.
"Ya kau pasti bisa melunasinya." ucap Kenzo.
"Berapa hutangnya? akan aku bayar.." ucap Ben.
"Biar aku saja kak." ucap Lyra.
"Tidak aku saja. Kau tanggungjawabku sekarang." ucap Ben.
"Semuanya tenang, aku takkan menagih apapun dan aku melakukannya ikhlas." ucap Kenzo.
"Jangan sombong." ucap Ben.
"Bukan begitu, aku dan Lyra cukup dekat jadi aku merasa aneh jika aku meminta bayaran atas ini semua." ucap Kenzo.
"Baiklah." ucap Ben.
"Ingat tuan Ben, rahasiakan ini demi keamanan Lyra." ucap Kenzo.
"Sekarang aku mengerti kenapa kau memintaku merahasiakannya." ucap Ben.
"Benar, aku hanya ingin hidup tenang dengan anak ini." ucap Lyra sambil mengelus perutnya.
"Jika itu keinginanmu, kakak akan mengabulkannya." ucap Ben.
"Tapi masalahnya sekarang Lyra sudah mati dan dia butuh identitas baru jadi kupikir bagaimana jika Lyra memakai identitas aslinya.." ucap Kenzo.
"Tentu saja.. sekarang namamu. Daphny Ivander.. dan hiduplah sebagai adikku. " ucap Ben.
"Syukurlah, akhirnya aku bisa kembali menjadi diriku yg sebenarnya." ucap Lyra.
"Aku akan mengurus segalanya Lyra, emm Daphny.. dan nampaknya kau akan pindah dari sini." ucap Ben.
"Aku tak masalah, asalkan Daphny aman." ucap Kenzo.
"Itu benar, dimanapun tak masalah asalkan aku aman." ucap Lyra.
__ADS_1
"Oke.. aku akan mengurusnya nanti." ucap Ben.
Semuanya pun kini sempurna untuk Lyra, dan Kenzo tak perlu menyiapkan identitas baru untuk Lyra. Kini Lyra akan hidup sebagai Daphny Ivander dan menetap di Singapura. Semua berkas dokumen akan diurus oleh Ben. Dan Kenzo dirinya juga akan menetap di Singapura. Mungkin dirinya juga akan sesekali ke Indonesia untuk melihat rumah sakit miliknya.