Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.155 Kematian Wendy


__ADS_3

Waktu pun tak terasa berjalan dengan cepat. Begitu juga dengan kehamilan Wendy yg semakin membesar. Dirinya sudah jatuh terlalu dalam dan sulit untuk kembali. Segala pengobatan dan cara sudah dilakukan James, tapi tak membuahkan hasil. Hingga tiba akhirnya Wendy akan melahirkan.


Siang itu, dirinya seperti biasa melamun di kamarnya ditemani suster untuk berjaga-jaga jika Wendy melakukan hal buruk untuk kesekian kalinya. Sudah berulang kali wanita itu mencoba untuk melakukan percobaan bunuh diri tapi selalu gagal.


Dan kini wanita itu mulai merasakan sakit teramat sangat pada perutnya.


"Aaakhh.. sakit sakit sekali perutku.." rintihnya.


"Nona, anda akan melahirkan." ucap perawat tersebut melihat ada bercak darah.


"Aaa.. sakit sakit sekali." ucap Wendy.


"Tahan nona, aku akan menghubungi tuan dan sopir.."


Tapi Wendy terus berteriak kesakitan, dan kini dirinya mulai memegangi dadanya yg terasa sesak.


"Dadaku sesak.. cepat bawa aku ke rumah sakit.." pintanya.


"Ayo nona, sopir sudah siap.." ucap perawat tersebut menuntun Wendy dibantu beberapa orang untuk menuju ke mobil mereka.


Hingga Wendy yg sudah tak kuat lagi pun pingsan membuat semuanya panik. Wendy pun akhirnya dibopong menuju ke mobil dan segera dibawa ke rumah sakit. Semua orang pun panik, termasuk James yg berlari menuju ke rumah sakit.


Begitu tiba di rumah sakit, James pun dikejutkan dengan kondisi Wendy yg melemah serta persetujuan operasi. Dimana James harus mengambil tindakan cepat, dengan resiko yg besar bagi putrinya.


"Baiklah, dokter tolong lakukan yg terbaik untuk putriku dan bayinya." ucap James menyetujui segalanya.


"Baik tuan, mohon tanda tangannya." ucap dokter tersebut.


Dengan gemetar James pun menandatangainya dan berharap putrinya beserta cucunya selamat. Setelah itu dirinya harus menunggu berjam-jam di depan ruang operasi dengan perasaan tak menentu.


Saat pertama kali pintu dibuka, muncullah perawat dengan membawa bayi Wendy keluar. James pun terharu melihat cucunya tersebut, tapi hal itu bukanlah menandakan semuanya baik-baik saja. Wendy masih harus melakukan operasi lain untuk jantungnya yg kembali bermasalah.


Menit demi menit pun berlalu, dan James terus berharap serta berdoa putrinya selamat. Pintu operasi pun terbuka yg kedua kali, tapi yg terlihat adalah perawat sedang bergegas mengambil stok darah dan tak bisa mengatakan apapun padanya.


"Perawat apa yg terjadi?" tanya James.


"Maaf tuan, kami sedang buru-buru."


James pun hanya terdiam di tempatnya. Air mata pun jatuh karena rasa khawatir terhadap nasib putrinya tersebut. Hingga Vina pun tiba di sana untuk melihat kondisi Wendy dan bayinya.


"James bagaimana?" tanya Vina.


"Bayinya sudah lahir, tapi Wendy masih di dalam.." ucapnya sambil menangis.


"Kuatkan dirimu, berdoalah semoga Wendy putrimu baik-baik saja." ucap Vina.

__ADS_1


"Iya mom.." ucap James.


Menit demi menit pun berlalu dan mereka berdua tetap menunggu dengan harapan kalau Wendy bisa diselamatkan. Tapi takdir berkata lain, Wendy tak berhasil diselamatkan. Dirinya meninggal karena komplikasi yg ia alami.


Dokter pun keluar dari ruang operasi dan meminta maaf karena gagal menyelamatkan Wendy. Mereka semua bahkan menundukkan kepala karena telah gagal menyelamatkan pasiennya.


"Maafkan kami tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin." ucap mereka sembari menundukkan kepala.


"Apa?? apa maksudnya?? putriku??" ucap James.


"Ya Tuhan.. " ucap Vina ikut menangis.


"Dokter pasti kalian salah, coba periksa sekali lagi.. putriku pasti masih hidup.." ucap James masih tak percaya.


"Maaf tuan, kami telah gagal."


"James kendalikan dirimu.." ucap Vina menengahi.


"Mom.. putriku.." ucap James.


"Ikhlaskan.. semua adalah takdir.. " ucap Vina.


"Bagaimana mungkin mom..?" ucap James.


Vina pun menampar putranya yg histeris tersebut. Tim dokter pun terkejut menyaksikan hal itu.


"Sadarlah.. semua orang pasti akan meninggal suatu saat nanti.. dan Wendy mungkin sudah takdirnya.." ucap Vina dan James pun terdiam.


"Terimakasih dok.. maafkan putraku dia sangat terpukul atas kehilangan putrinya." ucap Vina.


Para dokter itupun hanya mampu menundukkan kepala dan meminta maaf. Sementara James masih terdiam membisu karena putrinya kini sudah tak bernyawa.


"Tenangkan dirimu.. kau sekarang punya tanggungjawab lain.." ucap Vina.


"Maksud mom?" tanya James.


"Anak yg Wendy lahirkan.. itu tanggungjawabmu sebagai kakeknya." ucap Vina.


James pun menangis lagi mengingat bayi mungil yg tadi keluar dari ruang operasi yg bahkan ia lupakan karena menunggu hasil operasi putrinya. James pun tersadar, kalau bayi yg tak lain adalah cucunya merupakan tanggungjawabnya. Walaupun bayi itu adalah hasil dari pemerkosaan, tapi tetap saja darahnya mengalir pada bayi tersebut. Serta Wendy mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkannya.


Vina pun membantu James mengurus segalanya tentang Wendy lalu menengok bayi mungil tersebut yg bahkan belum merasakan pelukan hangat ibunya. Mereka berdua pun sedih menatap bayi mungil tersebut. Hingga akhirnya Vina menggendongnya dan menaruhnya di samping tubuh Wendy agar bayi tersebut bisa bertemu dengan ibunya setelah dilahirkan untuk pertama dan terakhir kalinya.


"Dialah ibumu nak.. kau harus kuat.." ucap Vina setelah meletakkan bayi tersebut.


Bayi itu pun menangis kencang dan membuat Vina ikut menangis. Bahkan bayi itu sudah merasakan kalau ibunya sudah tiada di dunia ini. Kesedihan ini pun dialami oleh James dan cucunya, serta Vina.

__ADS_1


Tapi mau tak mau, siap tak siap, mereka harus menerimanya dengan ikhlas. Dan bayi laki-laki itupun akan menjadi tanggungjawab James sebagai kakeknya tak perduli siapa ayahnya.


.


.


Pemakaman pun diadakan di hari yg sama. Dan Sammy yg dikabari langsung menuju ke Indonesia untuk menghadiri pemakaman adik tirinya tersebut. Wanita yg pernah menyukainya sekaligus membuat masalah di hidupnya. Meski begitu Sammy tak sedikitpun membencinya walaupun dulu Wendy sangat merepotkan.


Sammy pun hanya menemui Vina dan melihat keponakannya. Sammy sama sekali tak mau menemui James. Tapi dari kejauhan Sammy melihat James sangat terpukul akan kejadian ini. Dirinya sudah tak memiliki siapa-siapa lagi kecuali Vina, dan harus bertanggungjawab atas cucunya.


"Aku cukup terkejut nek." ucap Sammy.


"Iya, aku senang kau datang nak.. kita semua tahu kalau kondisi tubuh Wendy memang lemah, tapi tak mampu memprediksi hal ini." ucap Vina.


"Bayi ini bahkan tak tahu apa-apa tapi harus kehilangan ibunya." ucap Sammy sedih.


"Iya.. tapi dia punya kakeknya.. dan juga aku." ucap Vina.


"Ada aku juga yg bisa membantunya." ucap Sammy.


"Terimakasih nak." ucap Vina.


Setelah menemui Vina, Sammy pun menemui ayah kandungnya yg sebenarnya sangat tak ingin ia temui.


"Aku turut berduka cita." ucap Sammy.


"Terimakasih." ucap James.


"Tapi dengan begini, kau bisa mengambil hikmahnya.. kau mendapat pewaris baru." ucap Sammy.


"Maksudmu?" tanya James.


"Bayi laki-laki yg dilahirkan Wendy, jadikan dia penerusmu. Karena aku takkan ikut campur pada perusahaanmu." ucap Sammy.


"Tapi ibuku tetap akan mewariskan perusahaannya padamu." ucap James.


"Aku bisa menolakmu tapi tak bisa menolak nenek, aku akan mengatur bagianku, dan kau atur bagianmu untuk cucumu." ucap Sammy.


"Baiklah." ucap James.


Begitulah, perbincangan yg sangat dingin tersebut. Sammy yg enggan mengakui kalau pria yg ada dihadapannya adalah ayahnya. Entah sampai kapan, tapi Sammy tak akan membalas segala perbuatan James pada ibunya di masalalu.


Dan hanya neneknya yg akan ia anggap keluarganya serta keponakannya atau anak dari Wendy. Begitulah akhir dari Wendy, terlahir dengan kondisi yg tak baik. Tumbuh dengan segala kemudahan, hingga membuatnya sombong dan angkuh. Bertemu ibunya dan menjadi tak terkendali hingga membuat banyak masalah di hidupnya. Memiliki anak diluar pernikahan karena pelecehan yg ia alami, hingga meninggal karena penyakit yg ia derita selama ini serta depresi berat karena mengandung bayi hasil pemerkosaan.


Seandainya, dirinya mengikuti ayahnya James pasti hidupnya takkan se-menyedihkan ini. Tapi takdir berkata lain, Wendy harus tiada meninggalkan ayahnya serta bayi yg tak bersalah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2