Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.38 Benalu


__ADS_3

Setelah mengantarkan Lyra, James pun melihat Lyra masuk ke rumah sakit sampai tak terlihat lagi. Dirinya seakan tak percaya kalau gadis kecil yg dinikahinya 4 tahun yg lalu bisa berubah drastis. Kini rasanya ia tak bisa meninggalkan Lyra begitu saja. Bagaikan tak ingin melewatkan berlian di depan matanya, nampaknya James ingin memperbaiki tujuan pernikahannya.


Semakin hari, dirinya selalu berhasil dibuat terpukau oleh Lyra. Selain karena kecantikannya, Lyra juga semakin pandai memasak dan memperhatikan kesehatan keluarganya dengan cermat. Kakeknya yg datang sesekali pun senang sekali karena Lyra selalu memperhatikannya. Dan Vina juga begitu menyukai Lyra yg membawa energi positif di keluarga Clinton.


Untuk Eva dan Ferdinan, keduanya memilih menetap di Inggris. Dan Ferdinan menepati janjinya pada kakeknya untuk mengawasi sang ibu dan fokus pada perusahaan yg ada disana. Beberapa pengawal ia tugaskan untuk menjaga ibunya agar tak bertindak nekat. Dan Ferdinan bekerja keras agar ibunya tak kekurangan hingga membuat onar di keluarga Clinton.


.


.


.


Kini James dan Lyra sedang makan malam di sebuah resto sesuai janji Lyra. Pembicaraan yg sempat tertunda karena kesibukan Lyra dan juga James akhirnya bisa terwujud sekarang. Keduanya tengah menatap buku menu dan memilih menu yg ada.


Setelah itu mereka menunggu makanan mereka datang. Dan James memulai pembicaraan mereka.


"Jadi, ada yg ingin kubahas." ucap James.


"Katakan saja.. kalau ini tentang privasi kita bisa bahas di kamar kan?" tanya Lyra.


"Kau suka sekali berada di kamar rupanya.. tapi aku butuh udara segar." ucap James.


"Oke.. katakanlah." ucap Lyra.


"Bagaimana menurutmu tentang pernikahan ini?" tanya James.


"Apa ada cinta di pernikahan kita?" balas Lyra dengan pertanyaan lagi.


"Hmm.. menurutmu?" ucap James melempar pertanyaan.


"Sepertinya tidak ada. Kita selalu seperti ini.. Apa kau ingin menikah lagi?" tanya Lyra.


"Apa?? tidak ada cinta?" tanya James.


"Kenapa kau jadi marah? memangnya aku salah.?" tanya Lyra.


"Ya.. kau benar.. aku harus pergi karena masih ada urusan di kantor." ucap James bangkit.


"Tunggu.." ucap Lyra menahan tangan James.


"Kau ingin membuatku makan sendiri? setelah aku meluangkan waktu.. dan ini hanya untuk mendengarmu marah??" tanya Lyra kesal.


"Ck.. baiklah aku akan duduk kembali." ucap James.


"Jika ada sesuatu katakan, aku bukan dukun atau cenayang yg bisa menebak pikiranmu." ucap Lyra.


"Hmm.." balas James.


Akhirnya keduanya makan dalam diam. Tak ada pembicaraan karena James kecewa pada jawaban Lyra yg tak ada perasaan apapun padanya. Sementara Lyra, dirinya merasa James sangat aneh malam ini. Entah stres karena pekerjaan atau tekanan dari kakek dan ibunya yg membuatnya begini.


"Cinta?? apa kau mencintaiku?? kurasa itu hal paling mustahil di dunia." gumam Lyra dalam hati.

__ADS_1


Setelah makan malam, Lyra pun berpamitan hendak kembali ke rumah sakit karena ada panggilan darurat.


"Aku tak ikut pulang, seperti biasa rumah sakit memanggilku." ucap Lyra.


"Baiklah.. aku akan mengantarmu." ucap James.


"Katanya kau ada pekerjaan?" tanya Lyra.


"Bisa ditunda." ucap James.


"Oke.. aku tak memintamu ya.." ucap Lyra.


.


.


.


Sepanjang jalan James mencuri-curi pandang Lyra yg sedang memegang ponselnya yg melihat laporan dari perawat mengenai pasiennya.


"Ckk.. ada apa James?? kau itu aneh sekali malam ini." ucap Lyra.


"Aku belum siap untuk berpisah." ucap James.


"Harusnya kau bicarakan dengan kepala dingin. Bukan dengan marah-marah, dan saat ini aku sedang buru-buru, aku juga harus fokus pada pasien.. Besok kita bahas di kamar." ucap Lyra.


"Baiklah." ucap James.


.


.


.


Sementara itu, Camila yg menghilang selama 4 tahun terakhir akhirnya muncul kembali di permukaan. Dirinya sudah puas tinggal di luar negeri dan mengurus bisnis keluarganya. Tujuannya hanya satu, belajar bisnis agar bisa mendekati James kembali. Karena hanya pekerjaan yg bisa membuat James mau bicara dan bertemu dengannya.


Dirinya yg kini mengelola anak perusahaan ayahnya pun kembali ke Indonesia dengan bangga dan harapan besar. Selain bisa membanggakan keluarganya dirinya juga bisa merebut hati James. Karena Camila yakin, James menikahi Lyra hanya demi keinginan kakeknya.


Melalui sekertaris pribadinya Sandra, dirinya memantau perusahaan James. Dan jangan lupakan mata-matanya di perusahaan milik James.


"Sandra bagaimana perusahaan James?" tanya Camila.


"Nona, saat ini mereka sangat stabil bahkan sedang di masa puncak." ucap Sandra.


"Baguslah. Ayo kita jalin hubungan dengan mereka." ucap Camila.


"Baik nona." ucap Sandra.


Begitulah, Camila akhirnya menjalin hubungan kerjasama perusahaannya dengan James untuk bisa bertemu dengan James. Karena saat ini mungkin James tak mengira dirinya akan mewarisi bisnis keluarganya.


"Kau pasti akan terkejut James.." gumam Camila dalam hati.

__ADS_1


.


.


Hingga akhirnya James setuju bertemu dengan perusahaan milik Camila tanpa mengetahui siapa CEO nya. Dan Ben juga tidak mengetahui akan hal itu, karena Camila mengubah identitasnya setelah nama baiknya hancur karena rencana pembunuhannya dengan Robert ketahuan.


Kini Camila benama Bella, dan tak ada yg tahu kalau identitasnya berubah kecuali keluarganya.


Dan saat ini, Ben tengah menemani James menemui nona Bella di sebuah resto yg ada di hotel bintang 5. Wajah terkejut pun terlihat dari wajah Ben, lalu James pun hanya menghela nafas. Entah mimpi apa dirinya semalam kembali bertemu dengan Camila.


"Nona Sandra, dimana nona Bella?" tanya Ben.


"Aku disini Ben, lama tak berjumpa." sapa Bella.


"Ck.. pantas saja kau berani muncul di negara ini." ucap James.


"Jangan kasar begitu James.. kita ini rekan bisnis sekarang." ucap Bella.


"Iya.. mari kita bahas sekarang." ucap James tak ingin membuang-buang waktu karena Lyra menunggunya di rumah.


"Oke.. Sandra mari kita mulai." ucap Bella.


Rapat mereka pun dimulai, dan nampak Bella maupun Sandra mengulur-ulur waktu dan berputar-putar, hingga Ben mengambil langkah tegas.


"Baiklah, cukup sekian penjelasannya.. Jika setuju kedua belah pihak bisa tanda tangan.. tapi jika tak setuju kita akan menunggu selama 3 hari." ucap Ben.


"Aku setuju, lebih baik kita tunda." ucap James.


"Padahal aku langsung ingin tanda tangan." ucap Bella.


"Maaf, kurasa kau masih harus mempelajari beberapa pasal lagi nona." ucap James lalu bangkit dan pergi lebih dahulu.


"Tidak sopan sekali tuanmu itu." ucap Sandra.


"Nampaknya, kalian sudah merusak moodnya. Lebih baik kita akhiri dan 3 hari lagi aku akan mengabari anda nona Sandra." ucap Ben.


"Sampai jumpa lagi nona Bella." ucap Ben lalu mengikuti tuannya yg sudah berada di dalam mobil.


.


.


Begitu sampai di dalam mobil, James mengumpat kasar dan marah pada Ben.


"Ben, bagaimana bisa kau tak tahu kalau nona Bella itu Camila..?" tanya James.


"Maaf tuan, aku belum memeriksa latar belakangnya dengan detail.. karena tak banyak pengalamannya." ucap Ben.


"Ckk.. batalkan saja project dengannya.. aku tahu benar kalau Camila ada maksud terselubung." ucap James.


"Baik tuan." ucap Ben.

__ADS_1


Ben pun mengantarkan James pulang ke rumahnya. Dan kemunculan Camila membawa keresahan bagi James. Seperti yg ia tahu Camila membawa masalah bak Benalu dalam hidupnya. Tapi kini Lyra sudah menunggunya di kamar untuk berbicara mengenai hubungan mereka kedepannya. Dan James pun mengesampingkan masalah kemunculan Camila ini.


__ADS_2