Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.74 Berita Kematian


__ADS_3

Setelah beristirahat, Lyra pun bangun dan nampak Kenzo belum kembali ke kamarnya. Dirinya pun mencoba bangun dari tempat tidurnya, tapi kepalanya begitu berat, hingga memutuskan untuk kembali di tempat tidur.


Tak lama, Kenzo datang untuk mengecek kondisi tubuh Lyra.


"Kau baik-baik saja?" tanya Kenzo.


"Iya, kepalaku hanya pusing." ucap Lyra.


"Beberapa jam lagi kapal akan bersandar.." ucap Kenzo.


"Aku harus kemana?" tanya Lyra takut.


"Tunggu, apa yg terjadi sebenarnya padamu?" tanya Kenzo curiga.


Akhirnya Lyra pun menceritakan segalanya, terutama tentang penculikannya sekaligus rencana pembunuhannya. Yg Lyra curigai pelakunya adalah Bella karena si penjahat memanggilnya nyonya. Kenzo pun mengepal geram karena bagaimana ada orang sekejam ini. Jika Lyra tak bisa berenang pasti dirinya sudah mati tenggelam.


"Aku tak tahu apa yg dipikirkan wanita itu.. tapi yg jelas dirinya merasa terancam karena tau kau hamil." ucap Kenzo.


"Itu benar, padahal aku berusaha merahasiakannya." ucap Lyra.


"Baiklah, kita akan menginap di hotel selama beberapa hari. Lalu aku akan merencanakan penerbangan ke Singapura sesuai rencana." ucap Kenzo.


"Terimakasih banyak Kenzo, kau selalu membantuku." ucap Lyra.


"Ya.. dan nanti aku akan kabari Dion serta Santi." ucap Kenzo.


"Iya.. mereka harus tau setelah kembali." ucap Lyra.


Lyra pun bersyukur bertemu dengan Kenzo di tengah laut dengan keadaan yg sulit ditebak. Mungkin takdirlah jawabannya. Hingga mereka menunggu selama beberapa jam untuk bersandar dan kembali ke daratan.


Sesaat sebelum turun, Lyra berterimakasih pada awak kapal yg menyelamatkannya. Dan tak lupa Kenzo juga meminta mereka untuk merahasiakan kejadian ini demi keselamatan Lyra. Dan mereka pun sangat terkejut setelah tau kalau Lyra hampir menjadi korban pembunuhan berencana.


Setelah kapal bersandar, Kenzo pun membawa Lyra ke sebuah hotel dan menempatkannya di kamar yg terhubung dengannya agar mudah diawasi. Belum lagi Lyra yg masih terlihat ketakutan jika bertemu orang-orang.


Untungnya Lyra membawa pasport miliknya di saku sweaternya yg sudah ia masukkan ke dalam pouch plastik anti air. Hingga pasportnya dan dokumen lainnya aman, serta Lyra bisa terbang bersama Kenzo ke Singapura.


Malam itu, mereka pun istirahat sejenak setelah membahas mengenai rencana keberangkatan mereka. Kenzo pun merasa kasihan pada Lyra, tapi mereka tak boleh berkeliaran sembarangan agar tak ada yg melihatnya.


Keesokan harinya sebuah berita headline pun muncul, dimana seseorang menemukan sepucuk surat dan sebuah tas wanita di pinggir tebing. Dimana wanita yg dimaksud adalah Lyra. Seketika Lyra pun menitihkan air mata karena seluruh dunia mengira dirinya telah tewas dengan cara bunuh diri.


Apalagi ponselnya juga mati karena terendam air laut, semakin memperjelas segalanya.


"Ini tidak adil.." ucap Lyra.


"Aku tahu.. sabar Lyra .." ucap Kenzo.


"Aku harus meninggalkan negara ini.. " ucap Lyra.


"Kau tak ingin lapor polisi?" tanya Kenzo.


"Kalau aku lapor, kehamilanku akan ketahuan dan lagi Bella akan menyuruh orang lain lagi." ucap Lyra.

__ADS_1


"Baiklah, Lyra kau percaya padaku?" tanya Kenzo.


"Iya tentu saja, kalau tidak mana mungkin kita memesan kamar yg terhubung begini." ucap Lyra.


"Hari ini kita pergi ke Singapura.. aku bisa membawamu kesana tanpa diketahui oleh siapapun." ucap Kenzo.


"Benarkah? bagaimana caranya?" tanya Lyra.


"Kau harus percaya padaku dan mengikuti ucapanku." ucap Kenzo.


"Baiklah." ucap Lyra.


"Pagi ini, setelah menghabiskan sarapan. Kita segera meninggalkan hotel." ucap Kenzo.


"Iya aku mengerti." ucap Lyra.


Kenzo pun pergi ke kamarnya dan menghubungi seseorang, Lyra pun tak banyak bertanya karena ingin mempercayai Kenzo yg sudah banyak membantunya. Dan setelah sarapan Lyra pun bersiap-siap memakai pakaian yg telah dibelikan Kenzo.


"Lyra kau sudah siap?" tanya Kenzo di depan pintu.


"Iya aku sudah siap." ucap Lyra.


"Aku tak bawa koper atau apapun jadi persiapannya lebih cepat dan mudah." ucap Lyra.


"Baiklah, pastikan tak ada jejak yg tertinggal." ucap Kenzo.


"Iya.. aku sudah membawa semua yg kumiliki." ucap Lyra.


Hingga tibalah mereka di sebuah pangkalan udara. Dan Lyra melihat beberapa helikopter serta pesawat pribadi.


"Kita akan aman kan?" tanya Lyra.


"Ya.. aku sudah merencanakannya dengan baik. Kau ikuti saja." ucap Kenzo.


Kenzo pun membawa Lyra naik ke pesawat pribadi miliknya dan terbang menuju ke Singapura. Hingga beberapa jam kedepan mereka akan langsung tiba di Singapura tanpa khawatir. Kenzo juga sudah mempersiapkan tempat tinggal untuk Lyra.


.


.


.


Sementara itu, Dion dan Santi yg sedang berlibur pun tak mendengar kabar apapun dari Lyra. Mereka sedikit khawatir, dan berusaha menghubungi Kenzo. Tapi Kenzo berkata hal yg membuat mereka tercengang. Dimana sekarang Lyra dinyatakan meninggal dan masuk berita. Parahnya Lyra dikabarkan bunuh diri karena tak sanggup melihat suaminya menikah lagi. Tapi Kenzo meminta mereka untuk tenang dan jangan gegabah. Serta Kenzo meminta mereka untuk ke Singapura menemuinya untuk membahas balas dendan terharap fitnah yg disebarkan.


Dion dan Santi pun menuruti Kenzo walaupun mereka merasa sangat kesal. Bahkan keduanya sampai menangis mendengar sahabatnya tersebut meninggal dunia. Tapi keduanya takkan diam saja dan akan membongkar semuanya karena tak mungkin Lyra melakukan hal bodoh seperti bunuh diri.


"Kita harus buktikan kalau Lyra tidak bunuh diri.." ucap Santi.


"Iya ini pasti rencana seseorang yg tidak menyukainya." balas Dion.


Mereka pun sepakat untuk pergi ke Singapura menemui Kenzo dan membantunya untuk mengungkap segalanya.

__ADS_1


.


.


.


Sementara itu, di Indonesia nampak orang-orang terdekat Lyra terkejut. Baik itu staf rumah sakit, Jasmine, bahkan James si suami tak berguna.


"Apa-apaan berita ini??" tanya James.


"Orang-orang kita sudah menyelidikinya dan benar itu adalah mantan istri anda tuan." ucap Dani.


"Ck.. apa yg ia lakukan sampai melakukan hal sebodoh itu??.." tanya James kesal.


Di tengah emosinya Bella datang karena ada urusan di perusahaan James.


"Sayang.. kau sudah melihat beritanya?" tanya Bella.


"Ya.." balas James.


"Baguslah, sekarang kau lihat mantan istrimu itu sangat bodoh sampai bunuh diri karena dicampakkan kekasihnya dan tak bisa kembali padamu." ucap Bella.


"Apa?? kau dapat info darimana?" tanya James.


"Kau tahu kan koneksiku ada dimana-mana.. kudengar itulah surat wasiatnya dia menyesal karena meninggalkanmu dan dicampakkan kekasihnya saat sedang mengandung." ucap Bella.


"Oh.. kasihan sekali Lyra itu." ucap Belle pura-pura simpati.


Kata-kata Bella pun berhasil menghipnotis James. Dan membuat suaminya itu kian membenci Lyra. Sementara Bella sangat bahagia karena berhasil menyingkirkan wanita yg sudah merebut prianya.


"Sekarang hidupmu akan tenang Lyra, karena aku takkan mengganggumu lagi.." gumam Bella dalam hati.


.


.


.


Berita itu pun sampai di telinga Ben yg sedang berada di yayasan yg dikelola oleh Jasmine. Ya dulunya yayasan itu bernama "Yayasan harapan ibu" kini namanya berubah menjadi "Rumah harapan".


Dan hal itu tepat saat Ben menanyakan mengenai bayi yg datang pada tanggal dimana adiknya hilang. Seketika mata Jasmine pun membulat dan langsung membongkar segala catatannya karena takut ingatannya salah. Tapi ternyata ingatannya tak salah dan bayi yg dicari Ben adalah Lyra.


Tapi kebahagiaan Ben langsung sirna saat mendengar berita kalau Lyra telah tewas bunuh diri.


"Tidaakk...!" teriak Ben kesal.


"Ben.. kita harus memastikannya dulu, aku tahu kau kesal.." ucap Jasmine.


"Kenapa semua jadi begini? saat aku menemukannya, ternyata dia ada di dekatku selama ini, dan saat aku tahu kenapa dia harus tiada dari dunia ini." ucap Ben sembari menitihkan air mata.


Disana, nampak Dimas juga menitihkan air mata karena tak menyangka wanita sebaik Lyra bisa bunuh diri. Dan ternyata wanita baik itu adalah adik dari tuannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2