Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.119 Memainkan Peran


__ADS_3

Sammy pun kesal dengan tindakan Wendy, entah wanita itu tak paham atau bagaimana karena tetap saja dirinya mendekat padahal Sammy sudah menaruh jarak dan memiliki kekasih. Jika wanita normal pasti mereka akan menjauh jika seorang pria memiliki kekasih, tapi nampaknya itu tak berlaku bagi Wendy.


"Ibu dan anak sama-sama tidak normal..!" gerutu Sammy dalam hati setelah melihat Wendy kembali datang ke rumah sakitnya.


Sammy pun menerima hasil pengecekannya dan menjelaskannya pada wanita itu. Nampak tak ada yg salah dengan kondisinya, hingga Sammy meminta Wendy untuk lebih menjaga kesehatannya.


"Nona, saya sarankan untuk menjaga kesehatan dan berolahraga ringan. Lalu minum obat pereda nyeri ini jika mulai sakit. Dan anda bisa ke rumah sakit jika rasa sakit tak kunjung hilang dalam 3 hari." ucap Sammy.


"Bagaimana jika aku sekarat dan kesakitan sekali?" tanya Wendy.


"Ada skala antara 1-10.. jika masih ada di bawah skala 5 artinya masih bisa ditangani dengan minum obat ini. " ucap Sammy.


"Baiklah, aku akan kembali jika sakitnya melebihi skala tersebut." ucap Wendy lalu keluar dari ruangan Sammy.


"Haaahh.. dasar wanita menyebalkan, bagaimana bisa dia adalah saudariku?" gumam Sammy dalam hati.


Hingga sebuah ketukan pun terdengar dan Sammy mempersilahkannya masuk.


"Hai Samm.." ucap Antonio teman sesama dokter yg datang dari Singapura.


"Hai, ada apa?" tanya Sammy.


"Wanita yg barusan nampaknya terlalu sering kemari." ucapnya.


"Kau benar, dia sepertinya sengaja melakukan itu." ucap Sammy.


"Jadi dia tak benar-benar sakit?" tanya Antonio.


"Ya.. kalau sakit tak mungkin dirinya tampil seperti itu.. " ucap Sammy.


"Iya, aku tak sengaja melihat para perawat membicarakan wanita itu karena selalu menanyakanmu."


"Iya begitulah dia benar-benar menyebalkan.. jika bukan karena riwayat penyakitnya aku juga takkan berhati-hati seperti ini." ucap Sammy.


"Yasudah, jika kau butuh bantuanku katakan saja.." ucap Antonio.


"Oke.. mungkin aku membutuhkannya nanti." ucap Sammy.


Antonio pun keluar dari ruangan Sammy dan tersenyum. Antara kasihan dan merasa lucu pada temannya. Dimana ada orang yg berpura-pura sakit demi bertemu temannya tersebut. Jika melihat riwayatnya tak mungkin Sammy akan santai hingga mau tak mau dirinya memeriksanya dengan teliti.


.


.


.


Di tempat lain, nampak Devi sedang membahas beberapa hal dengan James dan beberapa klien lainnya. Dan Wendy tiba dengan membawa beberapa berkas yg diminta.


"Permisi.." ucap Wendy.


"Iya, silahkan nona Wendy.." ucap Devi sembari membaca beberapa proposal.

__ADS_1


"Dad.. ini berkasnya.." bisik Wendy.


"Oke.." balas James.


"Nona Devi, ini berkas yg anda minta tadi.." ucap James.


"Oke.. akan aku periksa tuan." ucap Devi langsung menerima dan memeriksanya.


"Bob.. ada agenda apalagi hari ini?" tanya Devi.


"Setelah ini tidak ada nona, anda hanya tinggal menyelesaikan beberapa berkas." ucap Boby.


"Oke bagus.. mohon bantuanmu." ucap Devi.


"Baik nona."


Devi pun menyelesaikan rapatnya dengan baik dan sesuai dengan hasil yg diinginkan. Lalu dirinya ingin makan siang diluar untuk menghilangkan penatnya. Dan sebuah panggilan telepon pun muncul di ponselnya. Nampak Sammy sudah berada di depan kantornya tersebut menunggunya untuk mengajak makan siang bersama.


"Sam.. kau tiba-tiba sekali." ucap Devi.


"Kejutan.." ucap Sammy tersenyum.


"Oke.. Ayo kita makan siang." ucap Devi.


Dan Sammy nampak melihat Wendy masuk ke mobil ayahnya. Namun, Sammy keluar sebentar untuk menyapa tuan James dan Wendy.


"Tuan James.. nona Wendy.. ternyata kalian ada disini." sapa Sammy.


"Kukira nona Wendy sedang benar-benar sakit karena tadi pagi datang ke rumah sakit, ternyata tidak sesakit itu bahkan masih bisa datang kemari." ucap Sammy.


"Wendy kau sakit sayang? kenapa tidak bilang??" tanya James khawatir.


"Maaf dad.. aku hanya tak ingin dad khawatir." ucap Wendy.


"Jadi anda tak tahu tuan kalau nona Wendy sudah datang ke rumah sakit 3x dalam minggu ini.. ?? dan kurasa anda harus tahu hal ini." ucap Sammy tersenyum.


"Wendy kau pulang saja sekarang.." pinta James.


"Jika sakit harusnya kau jujur padaku." ucap James.


"Baiklah, aku hanya ingin memberitahu itu pada anda tuan James.. aku permisi." ucap Sammy pergi dan menemui Devi.


Sammy pun menghampiri Devi dan menggandeng tangannya. Devi juga mulai terbiasa akan hal itu dan Sammy memang sengaja melakukannya. Devi dan Sammy pun hanya tertawa bukan karena bahagia bisa bertemu tapi bahagia karena menunjukkan hubungan sandiwara mereka terang-terangan.


"Bagaimana aktingku?" bisik Sammy.


"Sangat bagus, harusnya kau jadi aktor bukan dokter." balas Devi.


Saat mereka saling berbisik Wendy pun mulai kepanasan dan gelisah. Hal itu pun ditangkap oleh James.


"Ada apa ini sayang? " tanya James tersenyum.

__ADS_1


"Tidak dad." ucap Wendy.


"Yasudah kau pulang saja jika lelah." ucap James.


"Tidak." ucap Wendy.


"Atau kau mau cerita jujur pada dad.?" tanya James tersenyum.


Wendy pun memilih diam dan tak mengatakan apapun. Sementara James yg sudah tahu hanya diam saja mengerti kondisi putrinya yg sudah mulai menyukai lawan jenis tapi nampaknya Wendy menyukai orang yg salah. Karena bagaimanapun Sammy sudah memiliki kekasih, dan wanita itu adalah nona Devika calon penerus Mall besar tersebut. Akan ada banyak kekacauan jika Wendy memaksakan keinginannya atau mengganggu Devi.


"Nak kenapa harus menyukai kekasih seseorang?" gumam James dalam hati.


James pun diam saja selama di dalam mobil. Dan begitu juga dengan Wendy yg ada di dalam mobil lain. James pun ingin menarik putrinya menuju jalan yg benar, dan mengikhlaskan perasaannya pada Sammy.


.


.


.


Pada malam harinya setelah makan malam, James pun mengajak putrinya untuk bicara 4 mata di ruangannya. Nampak Wendy tak baik-baik saja.


"Sayang, ada apa katakanlah sejujurnya pada dad." pinta James.


"Tidak ada dad.. aku masih baik-baik saja tidak separah yg dad pikirkan." ucap Wendy.


"Aku tahu fisikmu baik-baik saja, tapi tidak dengan hatimu." ucap James.


"Bagaimana dad bisa.." ucap Wendy menutup mulutnya.


"Aku ayahmu.. dan telah bersamamu sejak lahir, aku jauh lebih mengenalmu dibanding ibumu sendiri. Aku tahu kau menyukai dr.Sammuel dan sengaja mengunjunginya 3 kali dalam 1 minggu. Aku tahu semuanya putriku, semuanya sudah terlihat dengan jelas di wajahmu." ucap James.


"Baiklah jika dad sudah tahu." ucap Wendy.


"Dad hanya ingin kau tidak mengambil jalan yg salah seperti mom mu." ucap James.


"Maksud dad apa?" tanya Wendy bingung.


"Dia menjebakku agar bisa kunikahi.. " ucap James lalu mengatakan semuanya pada putrinya.


Wendy pun menitihkan air mata mendengarnya.


"Sayang, jangan jadi wanita seperti itu.. jika dia jodohmu maka kalian akan bertemu di waktu yg tepat." ucap James.


"Aku mengatakan ini agar kau tahu, mempertahankan itu lebih sulit daripada merebutnya. Lihatlah kami akhirnya berpisah juga." ucap James.


"Dad jahat..!" ucap Wendy.


"Dad hanya ingin kau bersikap dewasa sesuai dengan usiamu.. kau boleh jatuh cinta tapi jangan memaksakan keinginanmu pada orang lain. Aku bisa memenuhi segala keinginanmu dengan uangku tapi kecuali cinta seorang pria." ucap James.


"Aku mengerti." ucap Wendy lalu pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Wendy pun menangis di kamarnya, dirinya tak menyangka kalau ayahnya akan berkata seperti itu padanya dan tak menyangka pula kisah cinta ibu dan ayahnya akan seperti itu.


__ADS_2