Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.138 Tak tahan


__ADS_3

Hari pertama Sammy tak menemui Devi, dirinya nampak baik-baik saja dan semangat bekerja. Semua pekerjaannya pun berjalan dengan lancar, dan dirinya masih sempat bermain video game sepulang kerja.


Namun, ketika malam semakin larut dan pikirannya semakin kacau memikirkan apakah Devi sedang berkencan?? atau Devi sudah jadian dengan Jeremy?? hal-hal itupun membuatnya gila dan tak bisa tidur. Hasilnya Sammy pun begadang semalam suntuk dan bermain video game.


Dan Sammy baru tidur saat menjelang subuh. Tidurnya pun sangat lelap sampai alarm di ponselnya tak terdengar. Hingga sebuah panggilan pun muncup di ponselnya berkali-kali dan membangunkannya dari tidur nyenyaknya.


"Hmm.. siapa?" ucap Sammy di telepon dengan mata tertutup.


"Sammy.. kau masih tidur?" tanya seorang wanita yg suaranya dikenali oleh Sammy.


"Iya.. ehh.." ucapnya lalu membuka mata dan melihat siapa yg menelpon.


"Nenek??" tanya Sammy.


"Memangnya kau tak menyimpan kontakku?" tanya Vina.


"Maaf, bukan begitu nek.. aku hanya belum sadar sepenuhnya tadi." ucap Sammy langsung terbangun.


"Oh.. bisakah kita bertemu nak?" tanya Vina.


"Bisa, aku lihat jam dulu.. " ucap Sammy melihat jam di kamarnya sudah pukul 8 pagi.


"Oh tidak.."


"Ada apa nak??" tanya Vina.


"Maaf nek, aku terlambat ke rumah sakit.." ucap Sammy.


"Ya Tuhan, harusnya kau itu pasang alarm ." ucap Vina.


"Maaf nek nanti kuhubungi lagi." ucap Sammy langsung memutuskan panggilan.


Sammy pun bergegas mandi dan datang ke rumah sakit yg hanya berjarak beberapa meter dari apartemennya. Ketika sampai di rumah sakit, Sammy beruntung Antonio mau menghandle pekerjaannya. Kemudian Sammy pun meminta maaf padanya dan berterimakasih.


"Ya.. tak masalah.. tapi kau baik-baik saja Samm?" tanya Antonio.


"Iya.. aku hanya tak bisa tidur." jawab Sammy.


"Kau itu seorang dokter, kau harus bisa menjaga kesehatanmu." ucapnya lalu meninggalkan Sammy di ruangannya.


Dan Sammy pun harus fokus saat bekerja di rumah sakit karena menyangkut nyawa seseorang. Beruntung jika menyangkut soal pekerjaan Sammy bisa fokus dan profesional.


Hingga Antonio mengajaknya untuk minum di sebuah bar. Sammy yg ingin melupakan semua tentang kekhawatirannya pun datang saja walau tak minum setetes alkohol pun.


"Samm.. kau itu aneh." ucap Antonio.


"Ya.. aku menjaga tubuhku dari minuman yg namanya alkohol." ucap Sammy.


"Lalu kenapa kau setuju kemari?" tanya Antonio.


"Aku hanya sedang bosan." ucap Sammy.


"Dan kau tak melakukan apapun disini, bahkan hanya minum air mineral." ucap Antonio tertawa.


"Ya.. setidaknya aku bisa melihat hal baru." ucap Sammy.


"Hai tampan.." ucap seorang wanita seksi membelai pundak Sammy dari belakang.


Seketika Sammy pun merinding dan menjauh.


"Maaf.. kau pasti terkejut." ucap wanita itu.


"Iya.." balas Sammy.


"Boleh aku duduk bersama kalian.?"


"Silahkan saja nona." ucap Antonio.


"Terimakasih, rasanya aneh jika minum sendirian." ucap wanita itu.


"Ya.. aku juga sedang minum sendirian." ucap Antonio tertarik pada wanita itu.


"Berarti pria tampan ini tak minum alkohol?" tanyanya.


"Iya, aku menjaga tubuhku dari alkohol." ucap Sammy.


"Jangan hiraukan dia, hidupnya sangat lurus dan beraturan.. kau bisa minum denganku." ucap Antonio.


"Baiklah.."


Sementara itu ponsel Sammy berdering dan neneknya menelponnya.


"Maaf aku angkat teleponnya dulu." ucap Sammy.

__ADS_1


"Santai saja bro." ucap Antonio.


Sammy pun keluar dan menjawab sebuah panggilan.


"Sammy, kau dimana nak?" tanya Vina.


"Aku sedang bersama temanku, ada apa nek?" tanya Sammy.


"Ck.. kau melupakan pertemuan kita padahal kau sudah bilang bisa tadi pagi." ucap Vina.


"emm.. Maaf nek aku benar-benar lupa dan sibuk." ucap Sammy.


"Yasudah, nenek jadi tak enak sekarang karena kau sedang bersama temanmu.. nanti ingat hubungi aku.." ucap Vina.


"Baik nek." ucap Sammy kemudian menutup teleponnya.


Baru saja Sammy hendak masuk ke dalam lagi, tapi kali ini sebuah panggilan yg membuatnya gugup. Siapa lagi kalau bukan Devi.


"Hallo Samm." ucapnya di telepon.


"Iya.. ada apa Dev?" tanya Sammy.


"Kau kemana saja menghilang sampai tak menghubungiku.?" tanya Devi.


"Aku sibuk.. maaf.." ucap Sammy.


"Tak tahukah kau kalau aku menunggumu.. bahkan sekarang kau jarang mengajakku makan siang." ucap Devi kesal.


"Dev, kau baik-baik saja?" tanya Sammy.


"Aku tidak baik-baik saja.. bagaimana bisa aku baik-baik saja jika hendak dijodohkan.??" tanya Devi seperti orang mabuk.


"Kau mabuk??" tanya Sammy.


"Tidak mungkin, aku hanya minum sedikit wine ini.." ucap Devi.


"Kau dimana??" tanya Sammy.


"Aku sedang di bar Xx.." ucap Devi.


"Bersama siapa??" tanya Sammy.


"Aku sendirian. Temani aku." pinta Devi.


"Hei, kau cemburu jika aku bersama seorang pria?? Boby sudah kuusir tadi karena keluarganya menunggunya." ucap Devi.


"Ck.. diam disana dan tetap sadar.." ucap Sammy tak tahan.


Sammy pun masuk ke dalam bar dan mengambil jaketnya. Lalu berpamitan pada Antonio.


"Mau kemana?" tanya Antonio.


"Maaf Antonio, aku sedang buru-buru ada urusan mendadak." ucap Sammy.


"Ya.. pergilah.." ucap Antonio.


"Dia punya kekasih?" tanya wanita tadi.


"Mungkin.." balas Antonio tersenyum.


Sementara Sammy berlari menuju ke mobilnya dan menyusul Devi tanpa mematikan sambungan teleponya.


"Dev.. kau masih disana?" tanya Sammy.


"Hmm.."


"Hei sadarlah, kau itu seorang wanita dan sedang sendirian." ucap Sammy.


"Kau itu lebih cerewet ternyata." ucap Devi.


"Ingat tetap sadar dan jangan kemana-mana." ucap Sammy.


"Hmm.. cepatlah kemari.." ucap Devi.


Disaat yg sama, Devi didekati seorang pria.


"Hai cantik, kau sedang sendirian?"


"Aku menunggu kekasihku." ucap Devi berusaha tetap sadar.


"Bagaimana jika dia tak datang??".


"Mudah saja.. aku akan patahkan kedua kakinya." ucap Devi.

__ADS_1


"Kau serius?" tanya pria itu tercengang.


"Hemm.. aku wanita yg pemberani." ucap Devi.


"Oke.. aku temani dulu saja sebelum kekasihmu tiba."


"No.. no.. pergilah aku baik-baik saja." ucap Devi.


"Ck.. tolonglah jangan jual mahal.."


"Kau kira aku barang dagangan.. pergilah sebelum kau menyesal." ucap Devi.


"Ck.. dasar wanita sombong.." cibirnya.


"Iya aku saaangat sombong.." ucap Devi tersenyum karena mabuk.


"Kalau begitu ikutlah denganku." ucapnya.


"Pergilah, aku sedang kesal makanya kemari." ucap Devi.


"Aku akan memaksa kalau begitu." ucapnya menarik tangan Devi.


Dughhhh....


Sebuah tendangan pun mengarah pada area vital pria tersebut.


"Oughhh.." ucapnya langsung tergeletak sambil memeganginya.


"Haha.. kan aku sudah bilang jangan macam-macam.." ucap Devi.


Tanpa disadari perbuatannya mengundang perhatian banyak orang. Dan Sammy tiba saat itu.


"Kau... apa yg kau lakukan pada teman kami?"


"Aku hanya memberinya pelajaran.. dia memaksaku ikut dengannya.." ucap Devi.


"Ck.. kau harus bertanggungjawab.. ikut kami." ucap mereka lalu menarik tangan Devi.


"Tidak mau.." teriak Devi berontak.


Sontak Sammy yg baru tiba pun langsung melihat arah keributan dan menemukan Devi dengan cepat.


"Devi..!" teriak Sammy.


"Lihat kekasihku sudah tiba.. habislah kalian.. hehe.." ucap Devi mabuk lalu menggit tangan salah seorang.


"Aghhh.. wanita ini gila dia menggigitku." ucap salah seorang.


Duakkhhh..Dughh.. Sammy pun menendang mereka sampai tersungkur.


"Apa yg kalian lakukan ha??" tanya Sammy kesal.


"Ck.. kekasihmu ini memukuli temanku.."


"Pasti karena temanmu pantas dipukul." ucap Sammy.


"Dia bohong.. aku hanya menendang anu-nya karena dia ingin memaksaku pergi dengannya." ucap Devi.


"Anu??" gumam Sammy lalu melihat salah seorang meringis di lantai sambil memegang miliknya.


"Astaga.. kau benar-benar mabuk." ucap Sammy tersenyum.


"Mari selesaikan dengan tenang, disini ada cctv dan kalian akan menyesal jika tak bicara baik-baik.." ucap Sammy.


"Menyesal? kami harus minta ganti rugi." ucapnya.


"Ayo ke rumah sakit.. aku kebetulan seorang dokter.. " ucap Sammy.


"Ckk.. tidak semudah itu kami percaya.." ucap mereka lalu mengeroyok Sammy.


Sammy pun melawan dan terjadilah keributan. Beberapa security pun memisahkan mereka yg terlihat mengeroyok Sammy. Setelah dipisahkan, pihak keamanan pun memanggil polisi. Dan mereka melihat cctv dan nampak teman dari ketiga pemuda itu yg bersalah.


Mereka pun malu karena ketahuan temannya bersalah. Mereka sampai berlutut ingin berdamai karena tak ingin masuk penjara.


"Baiklah, aku memafkan kalian.. tapi tak ada ganti rugi." ucap Devi.


"Bbb-baik nona.. terimakasih.." ucap mereka.


Masalah pun selesai dengan damai, dan Sammy mengantar Devi pulang ke rumahnya. Disinilah Sammy memahami perasaannya, dimana dirinya tak tahan mendengar Devi mabuk sendirian di sebuah bar, apalagi sampai diganggu oleh pria-pria kurang ajar. Luka-luka wajahnya pun tak terasa hingga Davi menegurnya.


"Samm.. kau habis tawuran?" tanya Davi melihat Sammy memar di wajahnya dan berantakan.


"Ceritanya panjang Dav." ucap Sammy menceritakan segalanya. Davi pun meminta pelayan mengambilkan kotak obat dan mengobati luka Sammy.

__ADS_1


__ADS_2