
"Aku takut sekali pada orang tua seperti anda.." balas Vio.
"Cih, ucapan dan ekspresimu tidak sesuai.. jadi katakan berapa cucuku membayarmu? aku bisa membayarmu lebih." ucap tuan Tian.
"Membayarku lebih?? hahahaahaa.. " balas Vio tertawa.
"Apa yg lucu?? atau kau memang sudah tidak waras." tanya kakek tua tersebut.
"Untuk menghadapi orang tua yg tidak waras, butuh orang yg tidak waras juga.." sindir Vio.
"Kau..!! " ucap kakek tua itu kesal.
"Yah, kalau anda punya malu lebih baik lepaskan aku.. masa sudah tua main culik-culikan." sindir Vio.
"Lama-lama aku bisa naik darah bicara dengan gadis gila ini.. kalian awasi dia jangan sampai kabur, dia adalah kuncian untuk mengembalikan cucuku." ucap tuan Tian.
"Baik tuan."
"Sampai jumpa kakek.. jangan lupa minum obat ya nanti kita bicara lagi." balas Vio tersenyum senang.
"Hei gadis gila diamlah..!"
"Oke.. aku akan diam jadi hati-hati ya." ucap Vio.
Tanpa mereka sadari, Vio berhasil melepaskan diri dari ikatannya dan tetap diam di kursi tersebut. Lalu saat mereka lengah dan meninggalkannya di ruangan tersebut Vio melepas ikatan di kakinya.
"Ck.. dasar amatir.." gumam Vio saat sudah bebas.
"Selanjutnya aku akan beraksi, enak saja ingin mengganggu pernikahan kakakku." gumam Vio dalam hati.
Vio pun berusaha kabur dari ruangan tersebut dengan membuat pingsan pengawal yg ada disana. Tak lupa Vio mengikat mereka dan menutup mulut mereka.
"Oh.. kasian sekali kalian?? tapi maaf aku orangnya pendendam." ucap Vio.
"Diam atau kau akan terluka.." ucap salah seorang dari belakang Vio dengan sebilah pisau.
"Dasar merepotkan." umpat Vio mengangkat tangannya.
"Balik badan.. kau takkan bisa kabur lagi." ucapnya.
"Aku tahu.." ucap Vio pura-pura terlihat ketakutan.
Tapi di detik berikutnya Vio menendang pria tersebut di area perutnya dengan cepat.
Bughhh..
"Akhh.."
Vio pun mengambil pisau miliknya, dan menyerang balik pria tersebut.
__ADS_1
"Aku sudah bilang tadi, aku orangnya pendendam.. " ucap Vio lalu menyandera pria tersebut.
"Jika ingin hidup ikuti perintahku.." ucap Vio.
"Apa maumu?"
"Tunjukkan ruangan cctvnya.. masih ingin hidup kan?" tanya Vio menggores sedikit area lehernya.
"Ba-baiklah."
Pria itupun menunjukkan area cctvnya, dan Vio bertemu pengawas di cctv tersebut. Ternyata Vio dijebak di ruangan tersebut.Tanpa basa basi Vio memukul mereka hingga pingsan.
Bughh..bughh..bughh..
"Kalian benar-benar merepotkan.." gumam Vio mengikat mereka semua termasuk pria yg menunjukkan ruangan cctv tersebut.
"Mari kita lihat, pertunjukkan menarik hari ini." gumam Vio mengutak-atik komputer tersebut.
Vio pun mengambil beberapa data dan akan menggunakannya untuk menekan kakek tua tersebut. Saat data sudah terunduh semua, Vio pun dikejutkan dengan kedatangan tuan Tian di ruangan tersebut beserta beberapa anak buahnya yg tersisa.
"Apa yg kau lakukan??" tanya tuan Tian kesal.
"Kakek.. jangan marah-marah.. sayangi jantungmu.." ucap Vio tersenyum.
"Kalian tangkap gadis gila ini..!" perintah tuan Tian.
"Berpikirlah sebelum menangkapku, aku sudah punya bukti-bukti penculikan kalian.. aku juga sudah mengirimnya pada ayahku dan juga kakakku." ucap Vio membuat mereka terdiam.
"Kakek ini ilmu yg kudapat dari ayahku yg pintar, jika kau terdesak gunakan otakmu.." ucap Vio tersenyum.
"Ckk.."
"Bagaimana jika kita buat perjanjian.. aku takkan melaporkan tindakan burukmu ini kek.. tapi jangan ganggu aku ataupun keluargaku.." ucap Vio.
"Keluargaku, termasuk kakakku dan pernikahannya dengan kak Devi." ucap Vio.
"Kau..!" ucap tuan Tian mati kutu.
"Masih bisa marah juga ternyata, kakek mau aku laporkan atas penculikan warga negara asing?? atau atas penculikan seorang gadis? aku yakin reputasimu akan hancur." ucap Vio tersenyum.
"Baiklah, kau menang." ucap kakek tua tersebut menyerah.
"Pemikiran yg tepat.. anda tahu siapa ayahku kan? jadi aku akan keluar dari tempat ini, jika ada yg berani mengikutiku maka akan kubuat orang tersebut menyesal." ucap Vio dengan tatapan tajam.
"Biarkan gadis ini keluar dan jangan ikuti dia." ucap tuan Tian.
"Tapi tuan.."
"Tidak ada tapi-tapi, kalian ingin menjatuhkan namaku??" ucap kakek tua tersebut.
__ADS_1
"Kalian ternyata bukan hanya lemah tapi juga bodoh.." cibir Vio menepuk pundak salah seorang lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.
Vio pun akhirnya bisa bebas, dan tahu saat ini sudah berada di Indonesia. Kini dirinya harus kembali ke negaranya serta menghubungi keluarganya. Kenzo yg mendapat email dari Vio tentang bukti penculikan pun segera menghubungi putrinya.
"Vio.. kau dimana?" tanya Kenzo.
"Papa tenang dulu.. aku baik-baik saja." ucap Vio.
"Dan aku ada di Indonesia, mungkin aku akan meminta bantuan kak Davi.." ucap Vio.
"Syukurlah.. bagaimana kau bisa mendapatkan itu semua?" tanya Kenzo masih tak percaya.
"Papa jangan remehkan kemampuanku.. kakek tua itu bukan lawanku." ucap Vio.
Jawaban Vio pun membuat Kenzo lemas, dan kini dirinya berpikir seberapa kuat putrinya itu?? Bahkan sampai dirinya terdiam dan tak menjawab ucapan putrinya di telepon.
"Papa.. papa dengar tidak?" tanya Vio.
"Iya sayang, kau hubungi Davi dan minta bantuannya selama di sana.. nanti papa jemput." ucap Kenzo.
"Iya aku mengerti." ucap Vio.
Setelah papanya, Sammy pun menghubunginya dan Vio menjelaskan segalanya pada kakaknya tersebut. Dan reaksi Sammy pun sangat terkejut pada sikap nekat adiknya itu. Bagaimana bisa seorang gadis melarikan diri sendirian dari tuan Tian yg terkenal memiliki banyak pengawal di kediamannya?? Tapi Sammy memang dari awal yakin kalau Vio bisa menjaga diri dengan baik. Setidaknya adiknya itu selamat dan sedang meminta bantuan Davi.
Davi yg dihubungi pun langsung merespon, dan meminta Vio datang ke rumah sakitnya. Kenzo, Dion, dan Sammy pun menghubunginya seperti sedang menerornya.
"Astaga apa yg sudah terjadi pada Vio, sampai ketiga orang ini menerorku." gumam Davi dalam hati melihat ponselnya sangat ramai notifikasi.
.
.
Akhirnya Vio pun tiba di rumah sakit Davi dan menghubunginya. Davi pun menemuinya dan mendengar penjelasan Vio. Dirinya tak kalah terkejut dari Sammy dan Kenzo. Bagaimana bisa pertahanan kakeknya itu bisa ditembus Vio seorang diri. Bahkan gadis dihadapannya itu berhasil menekan kakeknya lewat negosiasinya.
"Kau hebat Vio.." ucap Davi terkejut.
"Terimakasih kak.. dengan begitu kakek kalian takkan mengganggu kak Devi ataupun kak Sammy.. " ucap Vio.
"Tapi itu sangat berbahaya, kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana?" tanya Davi.
"Buktinya aku selamat, aku akan mengatasi setiap masalah dihidupku dan tetap hidup bagaimanapun caranya." ucap Vio tersenyum.
"Setidaknya aku senang kakekku takkan mengganggumu lagi.. maaf ya Vio, maafkan kakekku dia memang orang tua yg menyebalkan." ucap Davi malu.
"Kakak yak perlu minta maaf, itu bukan salah kakak." ucap Vio.
"Sekarang, aku harus mencarikan tempat untukmu.. apartemenku juga tidak mungkin, jadi tinggallah di hotel dekat apartemenku sampai ayahmu datang." ucap Davi.
"Oke.. terimakasih kak." ucap Vio.
__ADS_1
Davi pun mengantarkan Vio menuju ke hotel tersebut dan mengajaknya makan siang. Lalu Davi meninggalkannya di hotel untuk kembali bekerja. Vio pun menurut dan memilih istirahat di hotel hingga ayahnya tiba.
"Satu masalah terselesaikan.. apa aku terlalu nekat ya?? tapi tak apalah aku masih bisa mengatasinya." gumam Vio dalam hato.