Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.132 Tersiksa


__ADS_3

Setelah 24 jam melakukan pencarian, akhirnya Tobi menemukan ketiga pelakunya. Mereka bukan orang biasa, tapi bukan hal sulit bagi Tobi untuk menangkap dan memaksa mereka mengaku. Setelah diancam beberapa kali mereka bertiga pun mengakui perbuatan bejatnya. Dan Tobi langsung mengirim mereka ke kantor polisi untuk mengakui perbuatannya. Setelah tugasnya usai, pria itu pun langsung mengabari Sammy.


"Bagaimana?" tanya Sammy ditelepon.


"Sudah selesai tuan, mereka mengakui segalanya." ucap Tobi seraya langsung mengirim video pengakuan ketiganya.


"Bagus.. nanti aku akan melihat isi videonya. Sekarang kau istirahat lalu cari tahu dimana keberadaan wanita jahat itu.." ucap Sammy.


"Baik tuan."


Setelah mendapat laporan dari Tobi, Sammy pun lega karena bukan hanya bisa terbebas dari tuduhan dirinya juga dapat menghukum pelaku pelecehan adik tirinya.


.


.


.


Kondisi Sammy pun semakin membaik karena tak ada luka serius. Hanya saja lebam-lebam ditubuhnya akan butuh waktu untuk pulih. Sammy pun bersabar hingga dapat keluar dari rumah sakit. Sammy juga harus cuti dari pekerjaannya atas perintah Kenzo. Entah sampai kapan karena mungkin Sammy akan kembali ke Singapura mengingat insiden ini cukup mengkhawatirkan mamanya.


Dengan waktu yg tersisa ini, Sammy akan menangkap Bella dan membuatnya merasakan hukuman yg harusnya ia terima. Karena nampaknya Bella sudah cukup tersiksa mentalnya hingga harus terus berpindah-pindah.


.


.


Setiap harinya Devi pun datang mengunjungi Sammy.


"Samm.. bagaimana kondisimu?" tanya Devi.


"Sudah lebih baik." ucap Sammy tersenyum.


"Ada sesuatu yg harus kukatakan." ucap Devi.


"Apa itu?"


"Mengenai sandiwara kita, nampaknya harus kita selesaikan." ucap Devi.


"Sungguh? kau yakin?" tanya Sammy.


"Iya, kakekku sudah tahu tentang dirimu, cepat atau lambat dia bisa memintamu bertemu dan memperjelas hubungan ini.." ucap Devi.


"Lalu setelah itu kau sendiri?" tanya Sammy.


"Aku akan menghadapi takdirku dengan dijodohkan oleh pria pilihannya." ucap Devi tersenyum.


"Dev, jangan bercanda." ucap Sammy.


"Aku tak bercanda Sammuel." ucap Devi.


"Aku akan tetap membantumu.." ucap Sammy.


"Samm, kakekku tak pernah main-main.. dia bisa menghubungi ayahmu dan meminta pertanggungjawaban atas hubungan kita." ucap Devi.


"Kita akan cari solusinya." ucap Sammy.


"Baiklah, kita bicara lagi saat kau pulih.. rasanya otakmu sedikit geser habis dipukul." ucap Devi.


"Dev.. aku serius." ucap Sammy.

__ADS_1


"Kau itu jangan aneh.. kau sudah terbebas dari Wendy bukan? apalagi yg kau khawatirkan?" tanya Devi.


"Aku tak ingin kau dijodohkan." ucap Sammy.


"Biarlah aku menghadapi takdirku.. jika beruntung aku bisa menolaknya." ucap Devi.


"Kita bicara lagi nanti." ucap Sammy.


"Iya.." ucap Devi.


Setelah itu Devi pun pergi dan Sammy memikirkan masalah hubungan sandiwara tersebut. Entah mengapa dirinya tak rela Devi dijodohkan. Dirinya pun memikirkan hal yg bukan-bukan dan membuatnya tersiksa.


"Apa yg kupikirkan?? padahal masalah lain belum selesai." gumam Sammy dalam hati.


.


.


.


Ditempat lain, nampak James terkejut karena para pelaku pelecehan putrinya sudah ditangkap. Dirinya pun kesal bukan main tapi tak bisa berbuat apapun. Hanya pengacaranya yg bisa ia andalkan untuk menghukum berat para pelaku.


"Tuan, beri mereka hukuman berat.. jika tidak sedang ditahan aku akan berlari untuk menghajar mereka." ucap James.


"Baik tuan, tenanglah.."


Begitulah situasinya dan James ingin para pelaku mendapat hukuman yg setimpal dengan perbuatannya.


.


.


Wanita itu pun berencana pergi ke luar negeri untuk menghilangkan jejaknya. Dan Bella akan bebas jika berhasil kabur kali ini.


Kabar Bella yang melarikan diri menuju ke luar negeri pun terdengar sampai telinga Tobi. Pembunuh bayaran itupun tak terima wanita yg membuatnya dipenjara lolos begitu saja. Tobi pun mengejarnya dan menggagalkan upayanya untuk kabur.


Beberapa anak buah Tobi pun sengaja berjaga di bandara membuat wanita itu tak berani naik pesawat yg sudah ia pesan. Bella pun mencari cara lain untuk kabur di lain kesempatan.


"Sial mereka menemukanku dengan cepat.." umpatnya dalam hati.


Bella yg gagal terbang pun membuat Tobi tersenyum. Dirinya pun membiarkannya kabur dan mengikutinya untuk melihat tempat persembunyiannya.


Wanita itu pun pergi ke sebuah apartemen tua yg sepi sekali. Kemungkinan karena gedung yg sudah tua dan usang, jarang orang untuk menempatinya. Selain itu harganya juga murah dan aman untuk ditinggali karena banyak rumor seram yg beredar.


"Jadi kau akan bersembunyi disini kali ini.." gumam Tobi dalam hati.


Tobi pun menyewa kamar di dekat Bella untuk mengawasinya. Dan Sammy langsung memintanya untuk melakukan serangan terakhir hingga wanita itu tak ada tujuan lain untuk kabur selain di penjara.


Teror demi teror pun dilakukan Tobi secara terang-terangan. Dan Bella semakin ketakutan dibuatnya. Mulai dari bunyi tembakan senjata api, sebuah bangkai, sampai yg membuatnya trauma yaitu darah binatang yg bercecer di kamar Bella.


"Apa ini darah manusia??" ucapnya langsung ketakutan.


Antara takut, mual, tapi tak bisa melarikan diri lagi. Itulah yg dihadapi oleh Bella, hingga Tobi muncul secara terang-terangan di hadapannya.


"Kau.." ucap Bella terkejut saat keluar dari kamar mandinya langsung mendapat todongan senjata tajam.


"Cepat menyerah, dan serahkan diri.. " ucap Tobi.


"Ba-baiklah.. turunkan dulu pisaunya." ucap Bella.

__ADS_1


"Kau pikir aku akan menurut?? " ucap Tobi tersenyum dan menyayat sedikit leher Bella hingga berdarah.


"Ukh.." ringis Bella mulai terasa perih.


"Bagaimana sakit bukan?? bahkan korbanmu merasakan sakit lebih dari ini.." ucap Tobi berupaya memperdalam lukanya.


"Aku akan melaporkanmu." ucap Bella.


"Itu bagus, jika kau melapor kau akan langsung ditahan.. karena aku akan mengakui segalanya." ucap Tobi.


"Sial apa yg harus kulakukan..!" gerutu Bella dalam hati.


"Cepat serahkan diri.. kurang dari 1x24 jam.." ucap Tobi.


"Oke.." ucap Bella.


"Jangan coba kabur, karena aku akan selalu menjadi bayanganmu yg akan membuat hidupmu tersiksa.." ucap Tobi.


"I-iya.." ucap Bella ketakutan.


"Besok kemasi barangmu dan ikut aku.. jika berani kabur kau akan tahu akibatnya." ucap Tobi.


Tobi pun melepaskan Bella dan pergi meninggalkan wanita paruh baya itu yg sudah lemas dan bersimbah darah pada bagian lehernya hingga mengenai kaosnya.


"Akh.. perih sekali.." ucap Bella.


Di dalam ketakutannya Bella pun sangat tersiksa. Dirinya pun bertanya-tanya siapa orang yg ingin membalas dendam padanya?? apakah keluarga korban?? Bahkan sangking hebatnya mampu membuat si pembunuh bayaran tersebut bertekuk lutut padanya.


Berkali-kali Bella mencoba kabur malam itu, tapi disetiap sudut apartemen sudah ada anak buah Tobi yg berjaga dengan membawa senjata sampai jendela kamarnya pun sudah dikunci dari luar dan tak bisa dibuka. Bella berpikir keras untuk bisa kabur, tapi semakin parah juga tekanan dan ancaman yg diterimanya. Bahkan orang-orang Tobi tak segan untuk melukainya.


Malam itu Bella pun tak bisa tidur karena ketakutan. Sangking tersiksanya dirinya pun memegang tasnya yg berisi barang-barangnya untuk bisa kabur saat ada kesempatan. Bella pun menunggu dini hari agar penjagaan Tobi merenggang. Saat hendak kabur diam-diam, dirinya pun langsung ketahuan dan mendapat beberapa pukulan dari anak buah Tobi yg sangat kejam tersebut.


Bughh..Bughh..


Beberapa pukulan pun mendarat di kepala dan tubuhnya yg lemah serta langsung tak sadarkan diri.


"Bos dia pingsan.."


"Bagus.. kunci dia di dalam kamarnya.." ucap Tobi.


Bella pun berada di dalam kamarnya dan diikat oleh anak buah Tobi agar tak bisa kabur.


Saat Bella membuka mata ternyata sudah pagi dan dirinya sudah dalam kondisi terikat. Siksaan demi siksaan pun ia terima sampai wanita itu memilih untuk menyerahkan diri.


"Aku menyerah.. aku akan menyerahkan diri.." ucap Bella.


"Benarkah? kau tak bohong kan?? " ucap anak buah Tobi.


"Iya.." ucap Bella.


"Jika kau berbohong kau bisa jadi mainan kami setiap malam.." ucap mereka sambil tersenyum dan itu cukup membuat Bella ketakutan.


"Baiklah.. lepaskan aku.." ucap Bella.


"Tidak bisa.. kau bisa kabur.. kita akan pergi ke Singapura bersama."


"Baiklah.. tapi berhenti menyiksaku." ucap Bella ketakutan.


"Itu tergantung sikapmu.. hahaha.." ucap mereka.

__ADS_1


Lalu Tobi sudah mendapatkan tiket pesawat dan akomodasi lainnya. Tobi pun langsung menjemput Bella dan beberapa anak buahnya yg ikut mengawasi wanita tersebut.


__ADS_2