Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.72 Bahaya


__ADS_3

James pun pulang terlebih dahulu meninggalkan Bella. Dan kini Bella sangat kesal karena ditinggalkan begitu saja. Dirinya pun hendak pulang dan mengomeli suaminya karena meninggalkannya begitu saja.


"Awas saja nanti dirumah.." umpat Bella di dalam mobil taksi.


Ketika tiba di rumah, nampak James tak ada di kamarnya. Hingga Bella mencarinya di ruang kerjanya. Disana ada James dan beberapa anak buahnya. Dan Bella tanpa sengaja mendengar sesuatu yg bisa membuat dirinya tersingkirkan.


"Kalian, cari tahu kehamilan Lyra dan juga caritahu apakah itu anakku.." perintah James.


"Baik tuan." ucap mereka.


Bella pun terkejut dan sangat takut kalau wanita itu kembali ke rumahnya dan merusak rumah tangganya. Padahal sebenarnya dirinyalah yg sudah merusak rumah tangga Lyra dan James. Bak takut menanggung karma, Bella mengambil langkah lebih awal.


Bella meminta orang-orangnya mencaritahu dimana tempat tinggal Lyra. Dirinya tak mau kalah cepat dari James.


"Kalian cari dan bawa wanita bernama Lyra.. lalu sembunyikan." ucap Bella.


"Baik nyonya."


.


.


.


Sementara itu, Lyra pun dijaga oleh Kenzo dan seorang perawat yg sudah ia sewa.


"Kenzo kau pulang saja.. ini sudah larut.. " ucap Lyra.


"Baiklah.. jika ada sesuatu hubungi aku." ucap Kenzo.


"Aku meminta suster Nimas untuk menjagamu." ucap Kenzo.


"Kau tak perlu repot-repot." ucap Lyra.


"Tidak, kesehatanmu kurang baik.. sekarang kau istirahatlah dan aku kembali ke apartemenku." ucap Kenzo.


"Terimakasih Kenzo." ucap Lyra.


"It's oke." ucap Kenzo.


.


.


.


Kemudian malam itu, Lyra terbangun pada dini hari. Dirinya pun memanggil Nimas tapi wanita itu tak ada respon. Dan saat Lyra hendak berjalan, dirinya melihat seseorang dengan pakaian serba hitam tengah membawa tubuh Nimas dan menaruhnya di kamarnya. Sontak Lyra terkejut, dirinya pun sudah menebak akan hal itu.


Hingga Lyra mengambil tas dan sweternya dengan cepat beserta kunci mobil. Setelah rapi, Lyra pun mendengarkan baik-baik orang-orang tersebut tengah menuju ke kamarnya. Lyra bersembunyi di balik pintu dengan sebuah vas bunga.


Dan saat mereka membuka pintu kamarnya, Lyra pun tetap diam. Hingga posisi mereka membelakanginya barulah Lyra memukul kepala mereka dengan kuat hingga pingsan. Lyra pun langsung berlari keluar dengan penuh persiapan. Dirinya langsung menuju ke bandara untuk kabur malam itu juga.


Sembari diperjalanan Lyra mengirim pesan pada Dion dan Santi, tapi nampaknya kedua sahabatnya itu masih tertidur. Hingga Lyra tiba di bandara, dirinya pun langsung membeli tiket menuju ke Singapura dan langung terbang pagi itu juga.

__ADS_1


Barulah Lyra teringat pada Kenzo, dirinya pun mengirimkan pesan kalau dirinya langsung pergi ke Singapura pagi ini. Dan dia bercerita masalah insiden di kamar apartemennya pada Kenzo. Kenzo pun juga tak merespon karena itu masih dini hari dimana semua orang tengah tertidur lelap.


Sementara itu, Lyra pun tengah menunggu jadwal penerbangannya di bandara. Dan dirinya menunggu dengan sabar walaupun mengantuk. Untuk mengurangi kantuknya Lyra mencari makanan dan minuman. Lebih baik dirinya tidur di pesawat daripada tidur di bandara yg lebih berbahaya.


Saat sedang mencari camilan, Lyra pun melihat orang-orang yg tadi mencarinya. Entah bagaimana mereka menemukannya. Hal ini pasti karena yg mengejarnya lebih dari 2 orang.


"Bahaya.. mereka pasti lebih dari dua orang." gumam Lyra dalam hati.


Lyra pun berusaha bersembunyi dari mereka hingga waktu penerbangannya tiba. Tapi nasibnya kurang beruntung karena mereka menemukannya. Lyra yg kondisi tak siap pun ditutup mulutnya dengan sapu tangan yg sudah diberikan obat bius. Seketika Lyra pun pingsan dan tak sadarkan diri. Mereka pun langsung membawanya ke suatu tempat sesuai keinginan orang yg menyuruhnya.


"Ok.. bagus.. kalian akan dapatkan bayarannya full jika sudah selesai." ucap Bella di telepon.


"Siap nyonya." ucap anak buahnya.


Bella pun tersenyum senang, dirinya memang harus menyingkirkan Lyra sebelum posisinya tergeser oleh anak yg dikandung Lyra.


"Satu lalat pengganggu akan hilang sebentar lagi." gumam Bella dalam hati.


.


.


Pagi hari pun tiba, dimana Santi dan Dion bangun dan mendapat kabar kalau Lyra sudah berangkat ke bandara pagi itu juga. Mereka pun mencoba menghubungi Lyra tapi ponselnya sudah tidak aktif. Mereka pun berpikir Lyra sudah terbang ke Singapura hingga ponselnya masih belum aktif.


Padahal Santi dan Dion berniat untuk menemuinya, tapi nampaknya temannya sudah pergi duluan. Mereka berdua juga akan langsung terbang untuk bulan madu ke suatu negara.


Dan Kenzo, dirinya terbangun setelah Dion menghubunginya. Dirinya tak kalah terkejut karena Lyra meninggalkannya. Kenzo pun langsung menuju ke apartemen Lyra yg sudah berantakan dan melihat Nimas sudah dalam kondisi terikat. Setelah melepaskan Nimas, Kenzo pun berusaha menghubungi Lyra. Tapi sayang ponselnya belum aktif.


Kenzo pun berpikir, Lyra akan menghilang selama beberapa waktu sesuai rencananya. Semua dilakukan untuk menghapus jejaknya dari James ataupun Bella. Dengan menarik nafas panjang, Kenzo pun terdiam di kamarnya.


Tak lama berselang, Kenzo mendapat telepon dari rekan-rekannya yg mengajaknya memancing dilaut. Dan daripada sedih memikirkan Lyra, lebih baik dirinya ikut temannya karena mungkin Lyra akan menghubungi saat sudah tiba.


.


.


.


Sementara itu, Lyra pun disekap disebuah rumah. Dan dirinya melihat beberapa orang berjaga di pintu.


"Akh.. dimana ini?" gumamnya.


"Kau sudah sadar rupanya.." ucap salah satu penjahatnya.


"Apa mau kalian?" tanya Lyra.


"Kami hanya menjalankan tugas, jadi maafkan kami jika kau merasa kesakitan nanti." ucapnya tersenyum.


Lyra pun sudah menebak kejadiannya akan seperti ini, dan bagaimanapun Lyra harus kabur darisana walau harus terluka.


"Tolong antarkan aku ke toilet dan lepaskan ikatannya." ucap Lyra.


"Tidak nanti kau kabur lagi.."

__ADS_1


"Tidak akan, aku sudah kehabisan tenaga.. cepatlah nanti aku ngompol dan bau disini." ucap Lyra.


"Ck.. awas kalau kau kabur." ucap pria tersebut.


Lyra pun diantarkan ke kamar mandi dan dilepas ikatannya. Di dalam kamar mandi Lyra pun berpikir bagaimana caranya kabur darisana. Dan tak ada cara lain selain menghadapi mereka sekaligus. Lyra pun melihat sebotol sampo yg hanya tersisa sedikit kemudian tersenyum.


Lyra pun mengisi botol sampo tersebut dengan air hingga agak penuh kemudian mencampurkannya. Saat dirinya membuka pintu, Lyra pun menyemprotkan sampo tersebut ke wajah pelaku hingga matanya perih dan orang tersebut menjerit.


"Argghhhh.. mataku.." teriaknya.


Dughh... Lyra pun menendang alat vitalnya hingga dirinya terjatuh. Tapi beberapa orang datang dan Lyra langsung menyiram air sampo tersebut hingga mata mereka juga tak bisa melihat sementara. Lyra pun kabur tapi sebelum itu, ia mengambil kunci mobil mereka untuk membawanya kabur. Mungkin kali ini dirinya akan meminta bantuan Kenzo karena kedua sahabatnya pasti sudah terbang untuk bulan madu.


Ketika ponselnya aktif, Lyra pun segera menghubungi Kenzo. Tapi sayangnya sekarang gantian nomor Kenzo yg tak bisa dihubungi. Bagaimana tidak? karena Kenzo sudah berada di tengah laut yg minim signal.


Hingga Lyra pun memilih kembali ke bandara dan mencari penerbangan baru kemana saja asalkan bisa kabur dari tempat ini. Baru saja hendak mendekati bandara, mobilnya kembali dikepung oleh penjahat tadi. Ya mereka menemukan Lyra karena di mobil mereka ada alat pelacak atau gps.


"Oh tidak.." ucap Lyra yg tak bisa malawannya.


Jika melawan sama dengan cari mati karena mereka membawa beberapa orang tambahan dan juga senjata api.


"Turun..!" teriaknya.


"Baiklah.. " ucap Lyra saat sedang di jalanan yg sepi.


Lyra pun langsung ditangkap, dan diikat. Lalu dibawa ke suatu tempat oleh mereka.


"Nyonya.. kami sudah menangkapnya." ucap pemimpin mereka di telepon.


"Oke.. kalian aku maafkan.. sekarang bawa wanita itu ke tempat yg kubicarakan. " ucap Bella.


"Siap laksanakan nona.." ucapnya.


Sambungan telepon pun terputus dan mereka menatap Lyra dengan tatapan menyeringai.


"Hahaha.. aku tak tahu apa kesalahanmu tapi hargamu cukup mahal nona." ucapnya.


"Kalian mau apa?" tanya Lyra.


"Kami hanya menjalankan tugas.." ucapnya lagi.


"Kita mau kemana? apakah menemui tuan kalian?" tanya Lyra.


"Nanti juga kau tahu, ikuti saja permainannya." ucapnya sambil tertawa bahagia membayangkan uang yg diterimanya.


Tibalah mereka di tebing jurang yg dibawahnya langsung mengarah ke laut. Lyra pun ditutup matanya agar tak berteriak apalagi berontak. Tapi Lyra mendengar suara angin dan deburan ombak. Lyra pun tahu dirinya ada dimana.


Kemudian saat sudah di ujung tebing, mereka pun melepas penutup mata Lyra. Dan tak lupa menodongkan senjata apinya ke kepalanya.


"Sayang sekali kau tidak bisa merasakan dunia ini lagi setelah ini." ucap ketua penjahat tersebut seraya menodongkan pistolnya.


"Tidak aku ingin hidup, di bawah ada air aku harap aku bisa bertahan dan berenang mencari bantuan.. " gumam Lyra dalam hati.


Kemudian Lyra tersenyum pada mereka, dan didetik berikutnya Lyra menangkap tangan si penjahat tersebut dengan cepat. Kini hanya tangannya yg terikat tapi kakinya masih bisa bergerak. Dan senjata api pun terjatuh, kemudian Lyra terjun ke air laut tersebut. Mereka pun berusaha menembakkan senjata apinya, tapi tak tahu kena atau tidak.

__ADS_1


Lyra pun menghilang dan tak nampak lagi di permukaan. Mereka pun senang karena mengira Lyra telah tewas hingga mereka tak perlu membunuhnya.


__ADS_2