
Tahun-tahun pun berlalu begitu cepat. Dan Daphny sudah mendapatkan begitu besar kebahagiaannya bersama Kenzo dan kedua anaknya Sammy dan Vio. Mereka hidup bahagia selalu meski tetap saja tak ada yg mulus dalam hidup. Setiap masalah mereka hadapi dengan tenang.
Kenzo pun masih menjaga Sammy dari jangkauan keluarga Clinton maupun James. Dirinya tak rela putranya itu pergi ke keluarga yg membuat istrinya pernah menderita. Dan Daphny dilarang pergi ke Indonesia jika tanpa Kenzo dan pengamanan yg ketat.
.
.
Hidup dengan orang tua yg berprofesi sebagai dokter membuat Sammy tertarik untuk menjadi dokter juga seperti kedua orangtuanya. Dan baik Daphny maupun Kenzo mendukungnya penuh untuk putranya tersebut.
Sammy pun mengambil kuliah kedokteran dan bercita-cita ingin seperti papanya yg hebat. Walaupun ia sudah tahu kalau Kenzo bukan ayah kandungnya tapi rasa cinta yg ia terima membuatnya tak memedulikan hal tersebut.
Sammy pun sedikit curiga karena mamanya enggan mendatangi Indonesia padahal disana ada uncle Ben kakak kandungnya. Rasa penasaran pun membuatnya bertanya pada Kenzo. Karena ia tak ingin membuat mamanya sedih, ia begitu yakin ada sesuatu yg membuat mamanya begitu.
"Akhirnya kau ingin tahu.. " ucap Kenzo.
"Benar, karena setahuku mama tidak membenci uncle Ben tapi kita jarang mengunjunginya." ucap Sammy.
"Lebih baik kita bicarakan bertiga dengan mama." ucap Kenzo.
"Tidak, aku tak ingin membuat mama sedih. Katakan saja pa.." ucap Sammy.
"Sammy, ada sebuah rahasia mengenai dirimu, mamamu dan juga papa kandungmu." ucap Kenzo yg membuat Sammy terdiam.
"Apa mama terluka karena ayah kandungku?" tanya Sammy.
"Iya, tapi mama sudah siap untuk bercerita padamu." ucap Kenzo.
"Bisakah papa saja yg cerita? aku tak ingin membuat mama sedih kalau tahu itu adalah hal yg menyakitkan." ucap Sammy.
"Mama akan menceritakannya padamu sayang." ucap Daphny muncul setelah mendengarkan keduanya berbicara.
"Mama.. " ucap Sammy.
"Jangan cemaskan mama, mama sudah siap." ucap Daphny lalu duduk diantara keduanya.
Daphny pun menceritakan segalanya pada Sammy dan putranya mendengarkannya. Bahkan sampai pada tahap mamanya hampir tewas pun Sammy mengepalkan kedua tangannya. Tapi Daphny juga mengatakan kalau Kenzo berhasil mengungkap segalanya dan pelakunya sudah dihukum.
"Walaupun kondisi sudah aman, tapi ayah kandungmu sampai kini tak tahu kita selamat." ucap Daphny.
"Siapa ayah kandungku ma?" tanya Sammy.
"James Clinton, kau bisa menghubunginya jika kau mau." ucap Daphny.
"Kurasa aku takkan pernah melakukannya." ucap Sammy.
"Kenapa Sammy? dia ayahmu juga." ucap Kenzo.
"Itu benar, aku juga belum mengenalnya.. mungkin tidak saat ini pa..ma.." ucap Sammy.
"Baiklah, sekarang kau tahu segalanya kau bisa kapan saja menemui ayahmu mama tidak keberatan." ucap Daphny.
__ADS_1
"Baik ma, aku mengerti." ucap Sammy.
"Tapi aku terlalu sibuk kuliah, dan tak ada waktu." ucap Sammy tersenyum.
"Baiklah, kau cukup dewasa untuk memutuskan." ucap Kenzo.
Sejak itulah Sammy tidak pernah bertanya apapun. Bahkan tak penasaran mengenai ayah kandungnya, yg ia inginkan adalah kondisi saat ini dimana ada mama dan papanya, serta Vio adiknya. Sammy hanya sekali mencari mengenai ayah kandungnya di pencarian internet. Sesuai perkataan papanya, ayahnya juga cukup terkenal dan kaya raya hingga tak sulit mendapatkan beritanya dari internet.
"Kurasa aku sudah cukup bahagia hidup disini." gumam Sammy dalam hati.
Sammy pun memutuskan untuk tidak mengunjungi ayah kandungnya dan tetap di Singapura. Dirinya masih harus kuliah dan mendapatkan apa yg ia inginkan.
Sammy pun kuliah bersama Davi di salah satu universitas kedokteran disana. Sementara Devi, dirinya berada di Indonesia karena keluarga ibunya ingin Devi mengelola mall milik keluarga mereka.
"Sammy, Devi akan datang besok." ucap Davi.
"Baguslah, sudah lama kita tidak bertemu." ucap Sammy.
"Besok setelah kelas usai kita ke rumahku." ucap Davi.
"Oke bro." ucap Sammy.
Keesokannya mereka pun bertemu dan Devi tumbuh menjadi gadis yg cantik. Mereka pun berkumpul dan berbincang karena sudah lama tak bertemu.
"Hallo my twin.." ucap Davi.
"Davi.." ucap Devi kemudian mereka pun berpelukan.
"Aku baik-baik saja, kau sendiri?" tanya Devi.
"Aku juga baik-baik saja, tak banyak yg berubah." ucap Sammy.
"Bagaimana kalau kita bicara di taman belakang." ucap Davi.
"Ide bagus.." ucap Devi.
Mereka pun berkumpul kembali setelah setahun Devi tidak kembali ke Singapura. Banyak hal yg mereka ceritakan karena mereka tumbuh besar bersama. Usia mereka juga tak berbeda jauh dan itulah yg membuat mereka semakin dekat. Dan Sammy yg masuk kuliah lebih awal membuatnya menjadi kakak kelas Davi.
Mereka bertiga pun bernostalgia selama beberapa hari karena Devi akan segera kembali ke Indonesia. Dan Devi mengajak Sammy untuk datang mengunjunginya bersama Davi.
"Sammy datanglah mengunjungiku di Indonesia." ucap Devi.
"Tuh kau dengar kan, tuan putri selalu protes jika aku kesana sendirian." ucap Davi.
"Baiklah, lain kali aku akan datang dengan Davi." balas Sammy tersenyum.
"Indonesia itu luar biasa, kau pasti suka." ucap Devi.
"Ya.. aku juga tahu itu." ucap Sammy.
"Bro, disana ada Bali dengan pantai yg indah.." ucap Davi.
__ADS_1
"Iya aku tahu Davi.. ada banyak juga pantai indah lainnya." ucap Sammy.
Begitulah akhirnya Sammy punya alasan untuk ke Indonesia karena kedua sahabatnya itu. Jika bukan, seindah apapun Indonesia mungkin Sammy malas mengunjunginya demi keamanan mamanya.
Beberapa hari pun mereka lewati bersama, hingga akhirnya Devi harus kembali ke Indonesia. Mereka pun berpamitan dengannya.
"Sammy, lain kali kau yg mengunjungiku.. awas kalau tidak." ancam Devi.
"Baiklah tuan putri." balas Sammy.
"Oke sist.. nanti kami pergi." ucap Davi.
"Sampai jumpa lagi Davi dan Sammy.." ucap Devi memeluk keduanya.
"Iya hati-hati dijalan.." ucap Sammy.
"See you sister.." ucap Davi.
Devi pun pergi masuk ke bandara setelah melambaikan tangan terakhir pada keluarganya dan pada Sammy. Devi berharap mungkin Sammy akan mengunjunginya bersama Davi.
.
.
.
Sejak hari itu, Sammy pun bersiap saat liburan nanti dirinya akan pergi bersama Davi. Sammy juga sudah ijin pada mama dan papanya. Bahkan Vio ingin ikut dengannya, tapi dilarang oleh Kenzo karena harus tetap sekolah.
"Papa.. Vio mau ikut kakak." ucap Vio protes.
"Vio, kau sekolah dulu.. nanti saat liburan papa akan mengajakmu kesana mengunjungi uncle Ben." ucap Kenzo.
"Baiklah pa.." ucap Vio cemberut.
"Vio, papa benar.. kau harus datang saat liburan sekolah." ucap Sammy.
"Kak, tak bisakah kau mengajakku?" tanya Vio mencoba merayu kakaknya.
"Tidak bisa, kau harus sekolah dan dilarang bolos." ucap Sammy.
"Ck.. kakak ayolah.." ucap Vio belum menyerah.
"Iya nanti saat kau libur sekolah." ucap Sammy.
"Saat aku libur kakak masih masuk kuliah.." ucap Vio.
"Haha.. makanya pergi dengan papa jangan denganku." ucap Sammy tertawa.
"Papa..! ini tidak adil.." protes Vio.
Sementara Sammy kabur karena adiknya itu pasti akan merayunya dan Sammy takkan bisa menolaknya. Dan Kenzo berupaya bernegosiasi agar Vio tidak bolos sekolah, dengan menawarkan hal lain.
__ADS_1