
Lyra pun mencoba berpikir jernih dan meminta Bella mengatakan apa kemauannya. Karena dirinya yg menyiapkan semua obat-obatan yg dibutuhkan dalam operasi. Dirinya juga tahu, obat yg ada di tangan Bella adalah stok satu-satunya dan mereka tak punya banyak waktu karena operasi sedang berlangsung.
"Katakan apa maumu?" tanya Lyra.
"Lyra.. jangan turuti." ucap James lalu Lyra hanya memberi signal tangan pada James untuk diam.
"Bagus, aku hanya memintamu berpisah dari James. Dan James bisa menikah denganku secara hukum" ucap Bella.
"Apa??? kau sudah gila Bella?" tanya James kesal.
"Tentu saja, memangnya anakmu ini hanya akan berukuran seperti kacang kecil? dia akan tumbuh besar setiap harinya." balas Bella.
"Hanya itu?" tanya Lyra.
"Ya.. silahkan tandatangani ini." ucap Bella.
"Jangan Lyra.. kumohon." ucap James.
"Baiklah." ucap Lyra menandatanganinya.
Tanpa basa-basi Lyra merebut obat tersebut. Dan berlari ke ruang operasi. Kenzo dan tim dokter pun sudah kebingungan karena obat yg dibutuhkan menghilang. Mereka hampir saja pasrah dan akan menggantinya dengan alternatif yg memiliki efek kurang baik.
Tapi Lyra datang dengan nafas terengah untuk memberikan obat tersebut. Karena jam di tangan Lyra sudah menunjukkan waktu kalau operasinya harus segera selesai jika ingin Robert selamat.
Perawat yg menerima obat tersebut pun langsung memberikannya pada Kenzo untuk segera menyelesaikan operasinya.
"Syukurlah." ucap semua tim dokter.
Hingga beberapa menit kemudian, Kenzo pun keluar dengan semyum menandakan operasinya berhasil. James, Ben dan Simon pun bersyukur, meski terjadi banyak hal tapi semuanya berlangsung dengan baik. Dan Simon geram pada Bella. Kemudian dirinya mengajak Kenzo untuk berbicara empat mata.
"Ada apa tuan Simon, katakanlah." ucap Kenzo.
"Terimakasih karena sudah menyelamatkan tuanku.. tapi anda juga tahu bagaimana kondisinya." ucap Simon.
"Ya.. walaupun aku tak tahu jelasnya. Tapi katakan saja intinya." ucap Kenzo.
"Berapa hari tuan Robert akan stabil? karena aku nampaknya harus memindahkannya lagi setelah melihat insiden ini." ucap Simon.
"Biasanya 1 minggu tuan, tapi aku tak bisa menjaminnya.." ucap Kenzo.
"Baiklah, aku akan menaruh orang berjaga di kamarnya.. aku juga ingin kau atau nona Lyra yg akan mengontrol siapa saja yg boleh masuk." ucap Simon.
"Baiklah tuan." ucap Kenzo paham situasinya.
__ADS_1
.
.
.
Di tempat lain, James sedang mengunjungi kakeknya yg masih tak sadarkan diri. Dirinya pun menitihkan air mata mengingat begitu sulit semuanya karena kebodohannya.
"Harusnya aku mendengarkanmu sejak awal dan meninggalkan wanita gila itu." gumam James dalam hati.
Kini sebuah kesepakatan pun telah dibuat, dan mau tidak mau suka tidak suka James dan Lyra harus menjalaninya. Walaupun rasanya tak adil dan berat. James pun menyesali semuanya, karena ini adalah ulah dari dirinya di masalalu.
.
.
.
Sementara Lyra, dirinya telah mempertaruhkan pernikahannya demi nyawa Robert. Dirinya harus bercerai dari James, padahal dirinya baru mencintainya. Hubungannya sama seperti yg terjadi di masa lalu, dimana dirinya dipaksa berpisah dari mantan kekasihnya karena status sosialnya.
Lyra mengambil keputusan tersebut karena terdesak dan nyawa Robert taruhannya, serta obat tersebut hanya ada satu-satunya di rumah sakit tersebut. Hingga dirinya harus kembali merelakan cintanya.
Setelah mendengar kalau operasinya berhasil, Lyra pun berlari ke ruangannya. Dirinya menangis karena terlalu sakit akan keadaan yg selalu memojokkannya. Apalagi yg terjadi hari ini nyawa seseorang taruhannya, bagaimana mungkin Lyra bisa egois sebagai dokter?
Saat hendak keruangannya, nampak pengawal berjaga di depan ruangannya. Dan Simon ada disana sedang memerintahkan mereka.
"Ada apa tuan? bolehkah aku menemui Lyra?" tanya Kenzo.
"Ada urusan apa prof?" tanya Simon.
"Ada beberapa hal mengenai pasien." ucap Kenzo.
"Jika tidak mendesak lebih baik disampaikan nanti, dan nona Lyra adalah menantu dari keluarga Clinton. Kuharap anda memahami apa yg terjadi sekarang." ucap Simon.
"Baiklah.. aku akan pergi." ucap Kenzo.
"Semua jadi masuk akal, Lyra menikahi cucu dari tuan Robert.. tapi apa masalah mereka sampai harus ada banyak pengawal disekitar sini?" gumam Kenzo dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
Sejak hari itu, Lyra tidak kembali ke rumah. Dirinya butuh waktu untuk menyendiri dan menata tujuan hidupnya. Dirinya juga membatasi komunikasi dengan James karena Bella mengancamnya dengan kondisi Robert. Walaupun sudah ada Simon yg bisa diandalkan tapi tetap saja Lyra yakin Bella tak sebodoh itu dan selalu ada cara untuk mengganggunya.
Hanya Santi dan Dion yg tahu kondisinya saat ini. Dan merekalah yg menemani Lyra saat sedang bersedih.
Malam ini, Lyra sedang ada shift malam dan sedang bersantai karena tak ada pekerjaan. Dirinya sedang menatap langit di taman. Lalu dirinya bertanya-tanya siapa sebenarnya dirinya? siapa orangtua dan keluarganya?? apakah jika masih ada mereka Lyra akan punya tempat untuk pulang?? segala pertanyaan pun memenuhi pikirannya. Hingga sebuah panggilan membuyarkan lamunannya.
"Lyra.." panggil Kenzo.
"Iya.." ucap Lyra refleks.
"Bisa kita bicara? jika tak bisa katakan saja." ucap Kenzo.
"Ya tentu." balas Lyra dan Kenzo duduk di sampingnya.
"Apa yg terjadi hari itu? saat kau keluar dari ruang operasi." ucap Kenzo.
"Sebuah ancaman, dan berakhir dengan perjanjian damai." ucap Lyra.
"Hanya itu?" tanya Kenzo karena tak ingin tanya lebih detail lagi.
"Iya.. semuanya sudah berakhir.. aku hanya meminta pada profesor untuk merawat kakek dengan baik." ucap Lyra.
"Kau bisa cerita masalahmu padaku.. itupun jika kau mau.. aku akan bersedia menampungnya dan memberikan solusi." ucap Kenzo.
"Untuk saat ini aku belum bisa prof.. maaf." ucap Lyra.
"Jujur, raut wajahmu sekarang terlihat murung dan sedih. Aku tak berani menanyakan alasannya tapi aku yakin ini berhubungan dengan waktu itu." ucap Kenzo.
"Kau memang peka prof.. tapi untuk sekarang aku belum bisa cerita." ucap Lyra.
"Dan aku terkejut kalau kau sudah menikah." ucap Kenzo mengalihkan tapi justru membuat Lyra sedih.
"Iya sudah lama aku menikah, sudah 8 tahun." ucap Lyra dan malah tak sengaja menitihkan air mata.
"Apa aku menanyakan hal yg salah?? aduh maafkan aku Lyra.. aku tak tahu masalahmu.. ini aku ada sarung tangan." ucap Kenzo.
"Sarung tangan? kita mau operasi prof?" tanya Lyra heran.
"Hahaha.. aku hanya berusaha bercanda.. yg benar adalah sapu tangan.. ini dan aku ambil lagi sarung tangannya." ucap Kenzo.
Lyra pun hanya tersenyum kecil karena seniornya berusaha menghiburnya. Lalu Kenzo memberinya sebungkus coklat.
"Dan makanlah ini.. coklat bagus untuk menaikan mood." ucap Kenzo lalu pergi.
__ADS_1
Dirinya yakin kalau Lyra tidak baik-baik saja. Dan juga pernikahannya terbilang sudah lama sekali padahal usianya masih muda. Apa yg terjadi? apakah mereka dijodohkan?? karena kalau dihitung-hitung usia Lyra baru 27 tahun, yg artinya wanita itu menikah di usia 19 tahun. Tapi Kenzo bukan laki-laki yg suka kepo terutama urusan perasaan, jadi dirinya hanya sekedar menebak dan percaya jika sudah mendengarnya langsung dari Lyra.