
Wendy pun dipanggil oleh James ke ruangannya dan diberi sanksi tegas. Karena ternyata selama ini James diam untuk melihat seberapa jauh tindakan Wendy pada perusahaan. Beberapa mata-matanya mengabarkan hal yg tak mengenakan dan setelah ia periksa bukti dan para saksi, ternyata benar Wendy menyalahkan kekuasaannya.
Hukuman yg tepat adalah menyamaratakan Wendy dengan staf biasa. Serta memindahkan Wendy ke ruangan staf biasa yg berisi banyak staf, rasanya James sudah salah mendidik putrinya. Hingga Wendy menjadi suka semena-mena karena menyandang status sebagai putrinya. Seandainya James mendidik putrinya sama seperti Robert mendidiknya pastilah Wendy takkan seperti sekarang. Penyakitnya yg dulu selalu dijadiakan James alasan untuk memanjakan putrinya kini James telah menuai perbutannya.
"Wendy, sekarang statusmu adalah staf biasa di kantor ini.. kau harus buat kemajuan agar bisa naik ke posisi yg kau inginkan." ucap James.
"Baik dad.." ucap Wendy kesal.
"Kau sudah mengecewakanku.. bagaimana jika aku pensiun nanti akan seperti apa perusahaan ini jika kau main-main.. " ucap James marah.
"Maaf dad." ucap Wendy.
"Sekarang kembali ke ruanganmu dan rapikan karena kini kau menempati ruangan C.." ucap James.
"Dad kenapa jadi begini?? setidaknya beri aku ruangan khusus kau tahu kan tubuhku lemah." ucap Wendy.
"Kantor ini cukup bersih dan karyawannya cukup tahu aturan.. jika kau tak suka lebih baik jangan bekerja.. tak ada yg mudah di dunia ini." ucap James.
"Baiklah.." ucap Wendy.
"Ingat Wendy, di kantor ini kau hanya staf biasa bukan putriku dan cobalah untuk profesional." ucap James.
Wendy pun meninggalkan ruangan dadnya. Dan James dari ruangannya melihat cctv dimana Wendy merapikan barang-barangnya dengan wajah kesal dan sesekali membanting beberapa barang. James pun kini semakin sadar, kalau Bella membawa dampak buruk bagi putrinya.
"Bella kau benar-benar merusak mental dan pemikiran putriku.. dimana putriku yg polos seperti dulu..?" gumam James sedih melihat perubahan Wendy.
.
.
.
Sementara Sammy pun mengajak Devi makan siang seperti biasanya. Dan mereka membicarakan Davi yg belum juga tiba di Indonesia. Entah ada masalah apa tapi yg pasti kedatangannya sudah ditunda cukup lama.
"Dev.. apa terjadi sesuatu pada Davi?" tanya Sammy.
"Sejauh ini baik-baik saja.. hanya dia mendapat banyak pasien khusus jadi harus menunda kedatangannya." ucap Devi.
"Oke.. soal Wendy kau harus berhati-hati." ucap Sammy.
"Tentu.. aku selalu mengawasi gerak-geriknya jika bertemu. Dan dia bukan wanita baik, terlihat mantan pegawai ayahnya sampai mengundurkan diri karena selalu diperbudak olehnya." ucap Devi.
"Itu mengerikan.. kupikir dia takkan sekejam itu." ucap Sammy.
"Itulah Samm.. kadang penampilan tak bisa kita prediksi tingkahlaku dan sifatnya." ucap Devi.
"Lalu hubungan kita?" tanya Sammy.
__ADS_1
"Jangan dipikirkan, aku akan membantumu karena nampaknya seru melawan wanita aneh itu." ucap Devi.
"Ya.. syukurlah jika kau tak keberatan Dev." ucap Sammy.
"Bagaiamana aku bisa keberatan kalau aku juga menyukaimu, jadi aku akan lakukan apapun untuk membantumu.." gumam Devi dalam hati.
Setelah itu, Sammy mengantar Devi ke kantornya dan mereka bertingkah laku seperti biasanya. Sikap manis yg ditunjukan Sammy terkadang membuat hati Devi meleleh tapi Devi mencoba bersikap rasional dan tak banyak berharap karena itu adalah sandiwara semata.
Beberapa hari kemudian, Wendy mendapat tugas untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan Devi atas beberapa kontraknya. Hingga wanita itu mau tak mau menemui Devi di kantornya.
Devi pun bersikap profesional seperti biasanya dan tampilannya yg terbilang wow dengan outfit yg cocok di tubuhnya pun selalu membuat Wendy iri.
"Masuk.." ucap Devi
"Aku ingin meminta tandatanganmu nona Devi." ucap Wendy.
"Duduklah.. aku akan membacanya dulu." ucap Devi.
"Bob, minta ob untuk antarkan minuman." perintah Devi.
"Baik nona.."
Devi pun membaca dokumennya dengan teliti dan ada beberapa hal yg membuatnya berkeberatan. Sementara Wendy duduk dan menikmati minuman yg diberikan.
"Nona Wendy, ada beberapa poin yg membuatku keberatan.. jadi maaf aku tak bisa menyetujuinya." ucap Devi.
"Iya itu urusanmu dengan atasanmu.. karena disini ada hal yg tak bisa kusepakati karena merugikanku." ucap Devi.
"Kenapa sih kau mempersulit hidupku? belum cukup kau menyiksaku dengan hubunganmu." ucap Wendy.
"Ternyata kau sangat tidak profesional dan kekanakan.. aku sudah ada di bidang ini selama 10 tahun hingga bisa berada di posisi sekarang. Jadi kau tinggal laporkan saja apa yg kukatakan karena mungkin beberapa atasanmu yg akan bernegosiasi denganku." ucap Devi.
"Ck.. baiklah.." ucap Wendy.
"Kau masih tidak sopan juga.. jika aku tuan James aku pasti memecatmu karena berprilaku tak sopan pada rekan bisnisnya." ucap Devi.
"Maaf.. terimakasih untuk waktunya." ucap Wendy.
"Sama-sama.. aku sudah menandainya beserta alasannya.. " ucap Devi.
"Aku permisi." ucap Wendy lalu pergi kembali ke kantornya.
Sepanjang jalan Wendy pun terlihat menyeramkan bagi beberapa staf Devi. Dirinya mengumpat kasar dan menekuk wajahnya. Bahkan Boby pun heran bagaimana bisa Wendy bersikap tak profesional dalam bekerja dan keputusan Devi akan berdampak pada hubungan kerjasama mereka.
"Biarkan saja bob.. aku hanya tinggal melaporkannya pada tuan James." ucap Devi.
"Baik nona."
__ADS_1
.
.
Sementara itu, saat pertemuan selanjutnya Jeremy pun hadir karena ada beberapa hal yg harus dibahas dengan perusahaan Jeremy. Wendy dan James pun menunggu sejenak untuk bernegosiasi dengan Devi hingga pertemuan Devi dengan perusahaan lain selesai.
Saat Devi dan Jeremy kelur dari ruangan nampak keduanya mengobrol cukup akrab.
"Dev.. ayolah makan malam denganku sekali ini saja." pinta Jeremy.
"Aku tak janji.. kau tahu kan aku sibuk dan aku juga punya kekasih." ucap Devi.
"Kita kan sudah lama berteman, walaupun menyukaimu aku menghargai keputusanmu." ucap Jeremy.
"Baiklah, nanti aku kabari saat aku bisa." ucap Devi.
"Jangan bohong ya.. aku menunggumu." ucap Jeremy senang.
"Iya .." balas Devi.
Kemudian Devi pun terlejut melihat James dan Wendy. Hingga Devi pun menyapa mereka dan mengajaknya ke ruangannya untuk membuat sebuah perjanjian.
Saat sebelum memasuki ruangan Devi, Wendy pun meminta ijin untuk pergi ke toilet. Dan James mengijinkannya. Tapi bukannya ke toilet Wendy malah mencari pria tadi yg bernama Jeremy. Bahkan tanpa ragu mengajaknya bicara.
"Hei kau.." panggil Wendy.
"Aku?" tanya Jeremy.
"Iya anda tuan.. maaf aku lancang." ucap Wendy.
"Ada apa nona?" tanya Jeremy.
"Bisa kita bicara sebentar?" pinta Wendy.
Jeremy pun ingin mendengarkan wanita tersebut dan ucapannya cukup mengejutkannya. Wendy berkata kalau sebenarnya kekasih Devi adalah kekasihnya dan Devi merebutnya dari dirinya. Hal itu pun membuat Jeremy tak percaya karean telah mengenal Devi sejak kuliah.
"Kurasa, aku tak bisa memercayaimu nona.. kita bahkan baru kenal." ucap Jeremy.
"Kau bisa mendapatkan nona Devi dan aku kembali pada kekasihku." ucap Wendy.
"Maaf, aku masih ingin jadi pria terhormat walaupun menyedihkan.. aku permisi." ucap Jeremy.
Jeremy yg cukup mengenal Devi pun tak memercayai ucapan wanita tersebut. Karena baginya tetap berteman dengan Devi saja sudah cukup daripada memaksakan perasaannya yg membuat Devi tak bahagia.
Sementara Wendy kesal bukan main karena rencananya gagal. Kini Wendy nampaknya harus memutar otak untuk menjadikan Sammy miliknya.
"Mungkin ini adalah cara terakhir.. kalau mom saja bisa menikah dengan dad karena cara itu maka aku juga pasti bisa menjerat dr.Sammuel. " gumam Wendy dalam hati.
__ADS_1
Ya, Wendy akan meniru cara momnya agar bisa dinikahi dadnya. Mungkin cara itu terdengar murahan, tapi buktinya dadnya menikahi momnya dengan cara tersebut. Dan artinya Wendy harus tidur dengan Sammy agar pria itu menikahinya. Seperti kata banyak orang buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Dan anak akan selalu meniru sikap orangtuanya. Like mother like daughter.