Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.133 Jalan Buntu


__ADS_3

Pagi itu, Tobi pun membawa Bella menuju ke Bandara. Segala persiapan pun sudah disiapkan olehnya. Dan wanita itu berusaha mencuri-curi waktu untuk melarikan diri karena Tobi tak mengikatnya untuk mrnghindari kecurigaan di bandara.


Bella pun berpura-pura pergi ke toilet agar busa melarikan diri, tapi sayang Tobi yg berpengalaman pun berjaga di sekitar toilet bahkan membawa anak buah perempuan agar bisa mengawasi wanita tersebut di area wanita yg sensitif sekalipun seperti toilet.


Upaya Bella pun gagal karena wanita itu memergokinya hendak kabur.


"Kau pikir kau bisa kabur dari kami?"


"Siapa kau?" tanya Bella.


"Menurutmu siapa lagi kalau bukan kaki tangan Tobi." ucap wanita tersebut seraya mencuci tangannya.


Lalu wanita itu pun membuka cardi yg dikenakannya untuk memperlihatkan senjata api yg dibawanya. Sontak Bella pun takut dan tak berani melarikan diri.


"Cobalah kabur, karena pilihanmu hanya ada dua.. Mati atau dipenjara.." ucap wanita itu dengan dingin.


Bella pun terdiam dan menurutinya, lalu mengikuti arahan wanita itu untuk naik pesawat menuju bandara.


"Harusnya kau menurut saja, agar tubuhmu tetap mulus." ucap wanita tersebut tersenyum lalu membawa Bella masuk ke area tunggu.


Disana Tobi dan beberapa orang yg ikut pun tersenyum pada kinerja wanita tersebut.


"Kerja bagus.." ucap Tobi.


"Tentu saja.."


Bella yg mentalnya sudah hancur pun menuruti mereka daripada mati dengan cara tersiksa. Karena setahunya pembunuh bayaran tersebut tak mengenal ampun.


Sebelum naik ke pesawat Tobi menghubungi Sammy untuk mengabari kabar terbarunya.


"Tuan, paket sudah akan terbang menuju tujuan.." ucap Tobi.


"Oke.. kerja bagus, kau awasi wanita itu jangan sampai kabur.. di Singapura nyonya Monalisa yg akan menghandle nya." ucap Sammy.


"Baik tuan.." ucap Tobi.


Tobi pun senang karena bekerja dengan dua orang hebat yg memiliki banyak uang. Dan tentunya dirinya akan mendapatkan gaji double karena bekerja pada Sammy dan nyonya Monalisa. Serta dendamnya pada Bella yg tak membantunya keluar dari penjara membuatnya tak bisa diam saja.


Setelah tiba di Singapura, Tobi langsung disambut oleh pengawal nyonya Monalisa dan membawanya ke suatu tempat. Disana mereka akan bertemu dan menyelesaikan pekerjaannya.


Sebuah apartemen pun dijadikan tempat mereka bertemu. Dan Tobi menyerahkan Bella pada nyonya Monalisa.

__ADS_1


"Jadi ini pelaku sebenarnya?" tanya Monalisa.


"Benar nyonya, dia yg sudah membayar dan menyuruhku melakukan semua itu." ucap Tobi.


"Bagus.. akhirnya aku bisa bertemu dengannya.." ucap Monalisa.


"Namamu Bella.. Bella kudengar kau juga punya seorang putri kan? " ucap Monalisa.


"Apa maumu? siapa kau sebenarnya?" tanya Bella.


"Siapa aku?? haha.. dengar wanita ini benar-benar tak tahu diri ya Tobi.." ucap Monalisa.


Plakk..plaakkk..plaaakk..


Tamparan-tamparan keras pun dilayangkan Monalisa pada Bella tanpa adanya perlawanan karena tangan Bella terikat.


"Tamparan saja rasanya tak cukup untuk membayar kematian putriku.." ucap Monalisa.


"A-apa?? jadi kau.." ucap Bella menyadari sesuatu.


"Benar, aku ibu dari wanita yg kau bunuh dan kau ambil jantungnya demi putrimu." ucap Monalisa.


"Bunuh saja aku sekarang.. " ucap Bella frustasi.


"Berhenti menyiksaku.." ucap Bella.


"Pff.. ini bahkan beluk dimulai.. benar kan Tobi?" tanya Monalisa dan Tobi hanya mengangguk.


"Tobi kau itu sudah kubayar mahal dan sekarang kau seperti anjing yg tak berdaya di hadapan tuannya." ucap Bella kesal.


"Aku memang anjing pemburu, tapi aku cukup setia hingga saat aku dikhianati aku bisa membalasnya.." ucap Tobi.


"Ya.. Bella jangan banyak bicara seolah kau punya hak untuk itu.." ucap Monalisa kesal pada Bella.


"Tobi, apa semua buktinya sudah semua?" tanya Monalisa.


"Sudah nyonya.."


"Baiklah ayo berangkat.. " ucap Monalisa.


Mereka pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Bella. Dan atas saksi dari Tobi sebagai kaki tangannya yg dibayar untuk membuat insiden kecelakaan. Keduanya pun ditahan, dan Tobi sudah tahu konsekuensinya serta nyonya Monalisa sudah sepakat untuk membuatnya bebas setelah membalas perbuatan Bella.

__ADS_1


"Tobi.. kerja bagus, aku akan memenuhi janjiku jadi bermainlah dengan baik." ucap Monalisa tersenyum.


"Baik nyonya, dengan senang hati." ucap Tobi.


.


.


Kabar ditahannya Bella pun terdengar di telinga Kenzo dan Daphny. Mereka senang pelakunya tertangkap dan tak menyangka kalau itu ulah Bella. Dan Daphny begitu membenci wanita tersebut, karena perbuatannya pada dirinya dan putranya sangat kejam.


"Aku senang wanita itu dipenjara.. " ucap Daphny pada Kenzo.


"Akhirnya aku bisa melihat sisimu yg hitam ini." ucap Kenzo.


"Memangnya aku malaikat yg selalu bersih? aku juga punya rasa sakit atas apa yg dilakukan wanita itu terutama pada Sammy." ucap Daphny.


"Iya, tapi sekarang semuanya sudah selesai sayang.. kita bisa lega dan mendiang Alice juga akan tenang." ucap Kenzo.


"Kau benar, kita harus mengunjungi Alice setelah ini." ucap Daphny.


.


.


.


Sementara di dalam penjara, Bella pun tak serta merta hidup tenang. Justru dirinya semakin gelisah karena tekanan yg dia dapatkan oleh Tobi. Ya pembunuh bayaran itu menepati janjinya dan menjadi bayangannya yg akan membuat hidupnya menderita di dalam penjara.


Berbagai hal dilakukan Tobi, seperti membuat Bella dimusuhi beberapa tahanan, mendapat pelecehan dari tahanan lain, serta tindak kerasan oleh tahanan lain. Hidup Bella pun kian menderita dan menemukan jalan buntu. Tak ada gunanya kabur karena Tobi dan nyonya Monalisa takkan membiarkannya begitu saja. Di penjara pun sama menderitanya dengan semua masalah yg terjadi. Beberapa tahanan pun memusuhinya dan kerap mengajaknya berkelahi.


Perundungan pun kerap terjadi padanya oleh sesama tahanan wanita. Mereka yg tahu penyebab Bella ditahan pun membencinya karena tega membunuh seseorang demi mendapatkan jantungnya. Bella sering dilempari makanan, bahkan kotoran. Sangking menderitanya rasanya Bella ingin mengakhiri hidupnya.


Begitulah Tobi menekan Bella di dalam penjara. Tobi pun sadar selama ini telah salah jalan dan banyak membunuh orang tak bersalah demi sebuah bayaran. Dan setelah membantu menangkap wanita ini hidupnya jadi lebih baik dan menyadari rasa sakit bagi orang-orang yg ditinggalkan. Mungkin setelah bebas Tobi akan bertaubat dan mencari pekerjaan yg lebih baik.


Tobi pun terus menyebarkan berita tentang Bella hingga semua tahanan nampak memusuhinya. Bahkan Bella selalu mendapatkan sikap yg tidak baik, tak ada orang yg mau berteman atau bicara padanya. Hidupnya pun bagai mayat hidup karena tak memiliki siapapun lagi. Yg tersisa hanyalah bayangan tentang putrinya yg ia buat masa depannya hancur, bahkan rasa bersalah karena tak menemani Wendy setelah mengalami pelecehan.


Bella yg sudah menemukan jalan buntu serta semangat hidupnya pun memilih untuk mengakhiri hidupnya. Karena baik diluar penjara atau di dalam penjara dirinya akan terus tersiksa. Bella pun mencoba kabur dan pergi ke tempat yg tinggi untuk lompat dan mengakhiri hidupnya.


Dirinya yg sudah tak tahan akan siksaan itupun memilih lompat dari gedung tinggi tersebut. Dan Bella tewas seketika, hal itu langsung diketahui oleh penjaga. Mereka pun menghubungi keluarga Bella untuk pemakamannya, tapi tak ada yg bisa dihubungi.


Bahkan saat telah meninggal pun Bella tetap menyedihkan. Hanya Wendy yg bisa dihubungi dan putrinya tersebut sangat terkejut atas berita kematian ibunya. Dirinya yg tak dihubungi sejak lama pun baru tahu kalau selama ini ibunya berada di penjara. Wendy pun akan terbang ke Singapura untuk mengurus kematian ibunya karena keluarganya telah membuang Bella.

__ADS_1


Sementara Tobi, tugasnya sudah usai. Dirinya berhasil menghukum Bella tanpa menyentuhnya. Dan Bella pun cukup tersiksa sampai mengakhiri hidupnya. Berita itu pun disambut bahagia oleh nyonya Monalisa. Wanita tua itu sangat benci pada Bella yg begitu jahat pada putrinya. Tak seharipun Monalisa bisa tidur tenang setelah kematian Alice yg mendadak. Kini Monalisa sudah lega karena pelakunya sudah dihukum dan mendapatkan rasa sakit yg ia rasakan sampai tak sanggup lagi untuk hidup.


Monalisa pun menepati janjinya dan membantu Tobi untuk bebas.


__ADS_2