Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.107 Sebuah Perjuangan


__ADS_3

Setelah kembali pulang ke rumah, kondisi Sammy semakin membaik berkat suasana rumah yg selalu membuatnya bahagia. Ada beberapa tempat kesukaannya serta keluarganya yg selalu mendukungnya.


Sammy pun perlahan-lahan mulai berjalan dan berdiri dibantu dengan tongkat.


"Ayo kak.. kau pasti bisa.." ucap Vio.


Sementara Kenzo pun berdiri di belakangnya mengawasi. Walau tertatih-tatih tapi Sammy sudah berusaha untuk bisa berdiri walau hanya beberapa detik.


"Jangan menyerah kak.. karena sekarang aku jadi bosan tak ada yg menggangguku lagi." ucap Vio.


"Awas kau ya.. begitu aku sembuh aku akan menggantung ponsel kesayanganmu itu.." ucap Sammy.


"Duh.. udah niat aja.." ucap Vio.


"Liat saja nanti Vio.." ucap Sammy tersenyum.


"Benarkah?? oh aku tak sabar.." ucap Vio mengejek.


"Ck.. dasar.." ucap Sammy kesal tak bisa membalas.


"Bye kakak tercintaku.. aku menantikan kejahilanmu saat sembuh nanti." ucap Vio menantang.


"Tenang akan kubuat kau sampai menangis." balas Sammy.


Sementara Vio pun hanya melambaikan tangan dan pergi. Kenzo pun hanya tersenyum karena Vio bisa mengembalikan semangat kakaknya itu. Tingkah kedua bersaudara itu pun memang terkadang lucu sekaligus mengesalkan karena selalu ada saja yg diperbuat.


"Sayang makan siang sudah siap.." ucap Daphny di meja makan.


"Oke sayang." balas Kenzo.


"Ayo Sammy kita makan.." ucap Kenzo membantu Sammy untuk berdiri dengan tongkatnya.


Sejujurnya Sammy bisa saja terus berada di kursi roda, tapi dirinya tak ingin kakinya menjadu kaku dan ingin perlahan belajar bergerak agar memberi stimulasi pada ototnya.


Mereka pun tiba di meja makan dan menikmati makanan rumahan seperti biasa. Hal yg Sammy rindukan selama beberapa bulan di rumah sakit. Dan hal itu membuat selera makannya sedikit kembali.


Hari-hari pun Sammy lalui dengan berat, dimana dirinya selalu kesulitan bergerak. Terutama saat ingin ke suatu tempat, bangkit dari duduknya pun dirinya harus berusaha keras mengerahkan semua tenaganya. Rasanya dirinya lebih lemah dari seorang bayi.


Hari-hari yg berat itu pun Sammy jalani walau sempat ia merasa terpuruk karena tak bisa berjalan lagi. Disaat anak seusianya sedang aktif-aktifnya dirinya hanya bisa duduk di rumahnya dan membaca buku. Menghentikan pendidikannya sementara, serta kehilangan kekasihnya, bak sudah jatuh tertimpa tangga.


Masa-masa frustasinya pun Sammy kadang mengurung diri di kamar. Hanya membaca buku atau tidur, melupakan makannya karena rasanya sangat hambar. Usaha-usahanya dirasa tak menuai hasil karena dirinya masih merasa kesulitan untuk sekedar berdiri. Daphny pun menangis di kamarnya melihat kondisi Sammy yg terpuruk tersebut. Sebagai seorang ibu, hancur hatinya melihat sang anak frustasi karena kondisi tubuhnya.

__ADS_1


Vio pun memberanikan diri memasuki kamar kakaknya. Dirinya tak ingin kakaknya frustasi berlarut-larut dan sampai mengakhiri hidupnya. Vio juga sudah menghubungi Davi untuk meminta bantuan.


"Kakak.." ucap Vio mengetuk pintu.


Tapi tak ada jawaban. Akhirnya Vio pun masuk ke dalam tanpa permisi. Dirinya melihat kakaknya sedang membaca buku tanpa menoleh padanya.


"Kukira sedang tidur, kakak fokus sekali." ucap Vio.


"Vio aku sedang ingin sendiri." ucap Sammy.


"Tapi aku kesepian." ucap Vio.


"Iya terserah kau saja.. aku mau baca buku." balas Sammy.


"Baca apa, aku mau lihat juga." ucap Vio.


"Komik horor memang kau tak takut?" tanya Sammy.


"Memang seseram apa setan di buku komik.." ucap Vio meremehkan.


Vio pun mengambil buku bagian pertama yg sudah selesai Sammy baca. Perlahan gadis itu membacanya dan fokus pada bacaan tersebut. Hingga sebuah halaman yg membuat Sammy tersenyum karena halaman itu berisi makhluk seram bagi adiknya.


"Hah..." ucap Vio terkejut.


Brukk.


"Siapa itu?" tanya Vio.


"Tidak ada siapa-siapa.. itu hanya perasaanmu saja." ucap Sammy.


"Aku yakin ada benda jatuh.." ucap Vio.


"Vio, saat membaca kau harus tenang." ucap Sammy.


"Oke.."


Vio pun mulai membaca lagi, dan saat sedamg serius muncul lagi gambar menakutkan lainnya.


"Huaa.." teriaknya ketakutan dan langsung menutup halaman buku tersebut.


"Kau takut?" tanya Sammy.

__ADS_1


"I-iya kak.. " balas Vio dengan jantung yg berdegup kencang.


"Kalau begitu kau istirahat saja di kamar.." ucap Sammy.


"I-iya kak, tirai jendela kamarmu dibuka saja agar tak gelap." ucap Vio membukanya.


Baru beberapa langkah menuju pintu kejahilan Sammy pun beraksi. Dirinya pun menghidupkan suara-suara zombie dari ponselnya.


"Aaarggghhh... Argghhhjh..."


"Huaaaaaa...! " teriak Vio langsung berlari.


Sontak saja Vio kabur karena gadis itu memang penakut pada hal-hal tersebut. Bahkan untuk membacanya saja ia hanya pura-pura berani di depan Sammy.


Sammy pun tersenyum senang, karena menjahili adiknya itu adalah kebahagiaan terbesarnya apalagi adiknya itu sangat takut pada hantu-hantu atau apapun yg berbau horor. Bahkan Sammy terkejut adiknya mau membaca komik horor yg ia baca.


Seketika Sammy lupa akan rasa sakit dan frustasinya. Ternyata hal-hal konyol dan terkesan receh itulah yg membuatnya kembali memiliki sedikit semangat untuk bangkit. Dirinya sadar sudah berbuat konyol, dan tak seharusnya Sammy menyerah begitu saja.


Sammy pun memandang ke arah jendela dimana tirainya dibuka oleh Vio tadi. Ada sebuah pemandangan indah dan Sammy mendekati jendela tersebut untuk membukanya dengan kursi roda. Dirinya sadar, masih banyak hal-hal menyenangkan lainnya yg bisa ia nikmati dan lakukan. Dirinya juga sadar, Vio sangat ingin menghiburnya walaupun terbukti dengan cara kejahilannya yg membuat adiknya kari ketakutan.


Tak berapa lama Davi pun datang. Dirinya pun mengajak Sammy duduk di teras rumah dekat kolam ikan. Mereka berbicara dan bercanda gurau disana. Davi pun melihat kondisi Sammy sudah membaik walaupun tak tahu apa penyebabnya.


"Apa ada berita bagus?" tanya Davi.


"Tak ada, hanya saja aku baru menyadari satu hal." ucap Sammy.


"Apa itu?" tanya Davi.


"Kalau mengerjai adikku itu sangat menyenangkan." ucap Sammy tersenyum.


"Oh.. kau sudah bisa mengerjainya lagi?? pantas kau sesenang itu." ucap Davi bahagia sahabatnya itu berbagi kebahagiaannya.


Sammy pun bercerita bagaimana menjahili adiknya tersebut dan Davi pun ikut tertawa bersamanya. Walaupun di awal Davi sempat cemas karena Vio bilang kakaknya itu mengurung diri di dalam kamar. Tapi Davi senang, Sammy menemukan kembali sesuatu yg membuatnya bahagia.


Mereka berdua pun banyak berbincang dan makan bersama karena yg Davi dengar Sammy tak selera makan. Dirinya memesan makanan favorit sahabatnya dan dinikmati sembari menonton film serta bermain video game.


"Oh iya, Devi akan kesini besok." ucap Davi.


"Oke.. kita bisa berkumpul lagi." ucap Sammy.


"Tentu bro.. " ucap Davi.

__ADS_1


"Ya katanya ada urusan sedikit disini.. jadi dia akan lama disini, mungkin sekitar 1 bulan." ucap Davi.


"Oke.. " balas Sammy.


__ADS_2