Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
Pengumuman Novel terbaru


__ADS_3

Hai teman-teman semua, makasih udah support novel-novel aku. Berkat support kalian aku makin semangat buat bikin novel baru. Dan novel baruku kali ini kisahnya cukup sedih, jangan lupa mampir dan tinggalkan kesan kalian ya lewat ♥️, komentar dan votenya agar novelku berkembang🤗🤗🤗🤗..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Ailyna Muller dikenal sebagai anak haram ayahnya dengan wanita lain. Padahal kedua orang tuanya hanya menikah secara agama, dan tak bisa meresmikannya karena ayahnya David Muller telah dijodohkan dengan wanita lain bernama Anita. David yg tak mampu menolak perjodohan pun akhirnya menikahi Anita dan meninggalkan istri sirinya Dewi.


Dewi pun harus menerima pil pahit dicap sebagai pelakor seumur hidupnya. Padahal dialah istri pertama yg sebenarnya. Semua hanya karena pernikahan mereka tak bisa dilakukan secara resmi terhalang restu orangtua David.


Saat David meninggalkannya, Dewi pun tengah mengandung Ailyna dan mau tak mau Dewi harus menjadi ibu tunggal dari putrinya tersebut. Berbagai cara pun ia tempuh agar putrinya bisa mendapatkan identitas. Dewi menutup mata dan telinganya saat orang berkata buruk tentangnya, karena ia merasa tak melakukan kesalahan dan telah menikah dengan David, jadi apa yg ia lakukan adalah sah bukan sebuah hubungan terlarang.


Dewi juga harus hidup dalam kesulitan karena keluarganya juga tak mampu membantunya. Dirinya harus bekerja keras meski tengah hamil demi membiayai hidupnya. Hanya adik satu-satunya yg ia miliki yg bisa membantunya. Dialah Erik, pemuda yg bekerja sebagai polisi dengan jabatan rendah karena pendidikannya yg rendah pula.


Tapi Erik tetap membantu kakaknya untuk bertahan hidup dan melahirkan keponakannya setelah suaminya pergi meninggalkan kakaknya. Sembilan bulan pun dijalani Dewi dengan tegar, dan akhirnya berhasil melahirkan Ailyna. Ditengah kesulitan dan tanpa suami, Dewi berusaha bersyukur menikmati setiap rasa sakit yg ia terima.


Dewi juga tak ingin terus membebani Erik, dan ingin adiknya memiliki kebahagiaan juga. Tapi Erik tetap bersamanya dan membantunya di kala susah.


Tahun demi tahun pun berlalu dan Ailyna tumbuh dengan baik. Dewi hanya memberitahunya kalau ayahnya sudah tiada agar Aylina tak mencaritahu tentang ayahnya. Ailyna kecil pun menuruti dan mempercayai perkataan ibunya. Dan juga Erik sangat menyayangi keponakannya tersebut.


Aylina pun mengagumi pamannya tersebut yg bekerja sebagai polisi yg menegakkan hukum. Pamannya pintar bela diri, dan dihormati banyak orang. Sehingga Aylina dan pamannya Erik sangat dekat dan Erik mengajarinya cara melindungi diri dengan bela diri sederhana.


"Paman, ayo ajari yg lain.." ucap Aylina.


"Sudah cukup pelajaran hari ini.. Aylin kau harus belajar pelajaran di sekolah juga.." ucap Erik.


"Baiklah, tapi nanti ajari gerakan yg lain ya.." ucap Aylina.


"Iya.. nanti saat paman ada waktu kita belajar lagi." ucap Erik tersenyum pada gadis kecil tersebut.


"Ayo kita masuk ke rumah dan istirahat, paman lelah." ucap Erik.


"Iya.."


Erik pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sederhana peninggalan orangtuanya bersama Ailyn. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering dan muncul nomor tak dikenal menghubunginya.


Erik mengangkat panggilan telepon itu dan mendengarkan siapa yg berbicara. Lalu dirinya merespon karena mereka menyebut nama Dewi kakaknya. Sebuah kabar buruk pun menimpanya dan Aylina, dimana Dewi tengah tak sadarkan diri dan mengalami kecelakaan saat bekerja di sebuah pabrik.


"Kakak.." ucap Erik menangis.


"Paman ada apa?" tanya Aylina bingung.


"Ayo ikut paman ke rumah sakit.. ibu ada disana." ucap Erik.


"Ibu?? ibu kenapa paman?" tanya Aylina.


"Paman tidak tahu pastinya, ayo kita kesana saja." ucap Erik membohongi Aylina.

__ADS_1


.


.


Tibalah Erik dengan membawa Aylina ke rumah sakit. Dirinya pun langsung bertanya ke pusat informasi dan ditunjukkan ke ruangan kakaknya. Disana Dewi sudah sadar tapi sedang sekarat dan mendekati ajalnya.


"Ibu.." teriak Aylina.


"Aylin.." ucap Dewi.


"Kau.." ucap Erik menatap pada David.


"Erik hentikan." ucap Dewi.


"Kak apa yg terjadi..?" tanya Erik.


"Terjadi kecelakaan di pabrik tempatku bekerja.. dan David berada disana karena ada urusan pekerjaan." ucap Dewi.


"Lalu untuk apa dirinya ada disini? dimana dia saat kakak membutuhkannya?" tanya Erik kesal.


"Paman, dia siapa? kenapa ada disini?" tanya Aylin bingung.


"Sstt.. Aylin ingat saat orang lebih tua sedang bicara kau harus diam." ucap Erik pada Aylin.


Aylin pun diam, dan disanalah ibunya, Erik serta pria asing bernama David berbicara. Dan Aylin tak mengerti dengan pembicaraan mereka.


"Tapi, bagaimana mungkin kita memberikan Aylin padanya? aku masih mampu kak." ucap Erik.


"Erik, hentikan.. kau masih muda dan Aylin bukan tanggungjawabmu sepenuhnya.. David adalah ayahnya." ucap Dewi.


"Tidak, kita mampu membesarkan Aylin dan kalau ingin bertanggungjawab berikan saja nafkah setiap bulannya." ucap Erik.


"Erik, waktuku tak lama lagi.. dokter mengatakan tak mampu menyembuhkanku.." ucap Dewi.


"Tidak, kakak jangan bicara begitu.. aku tak ingin hidup sendiri." ucap Erik.


"Kau harus bisa, carilah pasangan hidupmu.. dan hiduplah bahagia." ucap Dewi.


"David.. kau sudah berjanji akan menjaga Aylin." ucap Dewi pada David.


"Aku berjanji Dewi, aku sudah menelantarkan kalian selama ini." ucap David.


"Jagalah Aylin, jangan pernah menyakitinya karena dia juga anakmu.." ucap Dewi.


"Ibu.. apa maksudnya?" tanya Aylin.


"Aylin.. sekarang Aylin punya ayah, dia adalah Ayah Aylin." tunjuk Dewi pada David.

__ADS_1


"Aylin.. ini ayah.." ucap David.


"Tidak mau, ayah sudah meninggal.. aku mau ibu.." ucap Aylin menangis.


"Waktu ibu tak banyak lagi nak, kau harus ikut ayahmu.." ucap Dewi.


"Maksud ibu apa? Aylin tidak akan bertemu ibu lagi?? "


"Iya, Aylin harus kuat.. meskipun ibu tiada Aylin masih punya ayah dan paman." ucap Dewi.


"Huaa... ibu.." ucap Aylin menangis.


"I-ibu sayang Ay-lin.." ucap Dewi lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


"Ibuu... " ucap Aylin menangis.


Erik pun juga ikut menangis dan terpukul atas meninggalnya kakaknya. Dirinya masih tak percaya pada kenyataan saat ini. Pria yg meninggalkan kakaknya tiba-tiba muncul tepat saat menjelang kematian kakaknya. Dan secara tiba-tiba mengambil alih hak asuh atas Aylin sebagai ayah kandungnya.


Erik pun tak bisa berbuat banyak karena David memiliki hak yg kuat. Sementara dirinya hanya paman dan belum menikah, pastinya akan mustahil mendapatkan hak asuh Aylin. Mau tak mau Aylin pun diserahkan pada ayahnya, David. Erik pun tak bisa menolaknya, ditambah dirinya dipindahtugaskan di daerah lain yg cukup jauh.


.


.


Setelah Dewi dimakamkan, Erik pun menyerahkan Aylin pada David. Walaupun sedih dan berat itu harus ia lakukan karena tak mampu merawat keponakannya tersebut.


"Aylin.. dengarkan paman.. sekarang ibu sudah tiada tapi Aylin masih punya ayah, dan paman harus bekera jauh dari sini.. jadi Aylin harus jadi anak baik dan tinggal dengan ayah." ucap Erik sedih.


"Apakah Aylin tak boleh ikut?" tanya Aylin.


"Pekerjaan paman cukup jauh Aylin.. paman harus tinggal di tempat khusus dan tidak boleh membawa keluarga ataupun anak kecil." ucap Erik.


"Tapi.. " ucap Aylin.


"Paman janji akan sering mengunjungi Aylin jika kembali.. Aylin hanya perlu jadi anak baik dan tinggal dengan ayah." ucap Erik.


"Baik paman." ucap Aylin menurut.


"Aylin.. ayo pulang ke rumah ayah.." ucap David.


Sementara Aylin masih tak mempercayai ayah yg ada di hadapannya. Dirinya menatap pria di hadapannya dengan tatapan takut dan memilih berada di samping Erik.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Yuk baca lanjutannya di novelnya langsung..😊😊


Semoga kalian suka ya.. maaf ceritanya agak sedih..🤗

__ADS_1


__ADS_2