
Malam itu, kebetulan Sammy sedang lembur karena ada pasien darurat yg harus ia operasi. Setelah dirinya menyelesaikan operasinya, nampak ada insiden di ruangan IGD. Dimana nampak tuan James panik setelah melihat putrinya tak sadarkan diri.
Sammy pun hanya bertanya pada beberapa perawat dan mereka mengatakan kalau Wendy habis melakukan percobaan bunuh diri. Sammy tak menyangka ternyata saudari tirinya begitu bodoh dan bermental lemah. Dirinya juga sedikit merasa bersalah karena mungkin saja Wendy frustasi cintanya ia tolak secara terang-terangan.
"Apakah aku berlebihan siang tadi?" gumam Sammy dalam hati.
Baru saja dirinya sedikit merasa iba pada saudarinya, dirinya pun terkejut melihat Bella menghampirinya dan menamparnya dihadapan banyak orang hingga memicu perhatian banyak staf disana.
Plakkk..
"Kau..!! gara-gara dirimu putriku sampai ingin bunuh diri.." ucap Bella kesal.
Bukannya membalas Sammy justru tersenyum dan menemukan cara baru untuk balas dendam dengan wanita tersebut.
"Kau sudah gila?? masih bisa kau tersenyum??" tanya Bella hendak menamparnya lagi tapi tangannya ditahan oleh Sammy.
"Haruskah aku beberkan segalanya disini? kau yakin tidak memalukan bagi putrimu?" ucap Sammy membuat Bella terdiam.
"Cukup nyonya, apa salahku jika aku memiliki kekasih? dan aku lebih memilih kekasihku dibandingkan dengan putrimu?" tanya Sammy membalas tudingan Bella dihadapan banyak orang.
Kini semua orang pun paham situasi yg tengah dihadapi Sammy. Dan mereka tak menyalahkan Sammy karena menolak seorang wanita yg menyukainya.
"Kau..! lihat saja aku takkan membiarkanmu.." ancam Bella.
"Aku juga takkan membiarkan anda berbuat sesuka anda nyonya.." balas Sammy.
"Bella apa yg kau lakukan?" tanya James setelah melihat keributan disini.
"Dia yg menyebabkan putri kita sekarat.." ucap Bella.
"Apa anda punya bukti nyonya?? 4 jam terakhir aku berada di ruang operasi, bagaimana caraku membuat putrimu sekarat?" balas Sammy.
"Dr.Sammuel mari kita bicara.." ucap James.
"Ya.. silahkan." ucap Sammy.
James pun masuk ke ruangan Sammy dan bicara empat mata dengannya.
"Silahkan diminum tuan.." ucap Sammy memberikan teh hangat pada James.
__ADS_1
"Terimakasih."
"Jadi apa yg terjadi pada putri anda?" tanya Sammy to the point.
"Dia melakukan percobaan bunuh diri dengan mengiris lengannya." ucap James terlihat frustasi.
"Aku mengerti kecemasanmu, tapi ini bukan salahku juga." ucap Sammy.
"Apa benar kau menolaknya hari ini?" tanya James.
"Benar, aku menolaknya agar dia tak sakit hati lebih dalam lagi. Dan dia juga sudah tahu dari awal aku punya kekasih. Jadi harusnya dia paham resikonya." ucap Sammy.
"Haruskah kau berkata kasar padanya?" tanya James.
"Anda pikir aku baru sekali menolaknya? ini adalah caraku untuk menolaknya, jika peringatanku tak dipahami.. maka akupun bisa bersikap tegas." ucap Sammy.
"Akhh.. tapi lihat dampaknya?? kau mau bertanggungjawab?" tanya James kesal.
"Kenapa harus aku yg bertanggungjawab, aku hanya mengatakan hal yg jujur.. aku tak ingin membuatnya menjadi semakin melenceng karena putri anda mulai menggodaku dengan tubuhnya." ucap Sammy.
"Apa kau bilang??" tanya James kesal.
"Haruskah kau melihat cctv di rumah sakit ini? dan pakaian seperti apa yg dia kenakan?" tanya Sammy.
Sammy pun menangkap tangannya, dan menguncinya.
"Anda pikir kekuasaan membuat anda paling hebat? anda dan istri anda sudah membuat keributan disini, anda tahu kan siapa ayahku?" tanya Sammy.
"Kau.. benar-benar..!"
"Samm.." ucap Antony masuk setelah mendengar keributan.
"Toni, tolong bantu aku sepertinya orang tua ini sedang panik karena putrinya.." ucap Sammy.
"Tuan, anda harus menenangkan diri.. ikut aku keluar.." ucap Antony manarik James keluar.
James dan Bella pun ditenangkan oleh pihak rumah sakit. Sampai atasan Sammy pun turun tangan menanggapi kasus ini. Bukannya memperoleh simpati, James dan Bella justru mendapat sanksi sosial dari orang-orang sekitar. Mereka justru mendukung Sammy karena memang benar hari ini Wendy datang dengan pakaian yg terbuka.
James yg tak terima pun sampai melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana putrinya datang. Hingga ia merasa malu atas tindakan putrinya tersebut. Bisa-bisanya Wendy menggoda seorang pria dengan memperlihatkan tubuhnya. Dan hanya satu orang yg mampu meracuni putrinya, yaitu Bella ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Bella ikut denganku.." ucap James langsung menarik tangan Bella dengan kasar.
Bella pun menurutinya saja karena takut. Dan James menghempaskannya dengan kasar pula hingga terjatuh.
"James.. kau kasar sekali.." ucap Bella nampak kesakitan.
"Kau benar-benar sudah mempermalukan putrimu sendiri..! aku malu melihatnya..!" teriak James.
"Aku hanya mengajarinya bersolek.." balas Bella tak mau disalahkan.
"Mati-matian aku menjaganya seperti cermin dan kau mengotorinya dengan cara seperti ini?? kau benar-benar ibu yg buruk..!" ucap James lalu pergi menelpon seseorang.
Setelah itu, James kembali dan bicara pada Bella.
"Kemasi barang-barangmu dan keluar dari rumahku.. jangan kotori pikiran putriku dengan hal-hal buruk lagi atau kau takkan pernah bisa melihatnya lagi." ancam James.
"James maafkan aku.." ucap Bella.
Tapi James yg sudah terlanjur kesal pun mengusirnya dari rumah dan meninggalkannya. Pelayan di rumahnya juga sudah ditugaskan untuk mengemasi barang Bella dan menaruhnya di luar agar wanita itu tak menginjakkan kakinya lagi di rumahnya.
Sammy yg tak sengaja melihat hal itu pun tersenyum. Rencananya berhasil untuk mengeluarkan wanita jahat itu dari rumah keluarga Clinton.
"Drama yg kau buat akan kuubah menjadi boomerang bagimu.. kau tunggu saja nyonya Bella.." gumam Sammy dalam hati.
Setelah kejadian itu, James pun meminta maaf pada pihak rumah sakit karena telah membuat kekacauan. Dan juga meminta maaf pada Sammy karena menuduhnya. James juga sadar putrinya mengalami banyak masalah hingga merasa frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya.
Sammy pun memaafkan tindakannya, karena tak ada untungnya bermusuhan dengan ayah kandungnya. Walaupun pasti Wendy dan James merasa sangat malu atas kejadian hari itu.
Berita itu pun cepat menyebar dan menjadi gosip terpanas di rumah sakit tersebut. Bahkan sampai Kenzo pun mengetahuinya. Kenzo hanya tersenyum karena percaya putranya bukan orang bodoh dan menyelesaikannya dengan rapi.
.
.
.
Sementara itu Bella pun kembali ke rumah James dan menggeret kopernya keluar. Dirinya pun kini kehilangan tameng untuk melindungi diri. Mau tak mau dirinya kembali ke apartemennya. Dan wanita itu berniat menjual apartemennya lalu pindah ke apartemen lain.
Tobi pun terus memantau pergerakan Bella dan memberikan kabar pada Sammy. Tobi masih menunggu instruksi tambahan dari Sammy untuk bertindak. Sementara Sammy membiarkan wanita itu merasa aman sampai dirinya kembali menyiksa mentalnya dengan membuatnya merasa ketakutan.
__ADS_1
"Tak ada rasa sakit yg lebih menyakitkan selain rasa malu dan rasa takut.." gumam Sammy dalam hati.
Kini rencananya kembali ke jalurnya semula setelah Bella keluar dari rumah James.