Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.108 Bangkit


__ADS_3

Sammy pun tak ingin terus menerus hidup bergantung pada orang lain, hingga dirinya memaksa dirinya untuk terus mencoba berdiri dan berjalan. Dia rutin pergi ke psikiater dan terapi. Serta latihan sendiri di rumahnya dengan arahan dari dokter dan terapis.


Setiap pagi Sammy selalu latihan di taman dibantu oleh beberapa terapis yg diundang ke rumahnya. Berkali-kali dirinya jatuh tapi Sammy terus bangkit dan tak menyerah. Bahkan hingga menimbulkan luka-luka memar dan lecet.


Semua Sammy lakukan karena dirinya tak ingin hidup dengan duduk di kursi roda dan bergantung pada orang lain. Bagaimana pun caranya dirinya lakukan agar bisa pulih total. Berbagai video latihan dan buku-buku panduan sudah ia coba dan praktikan. Hingga Sammy menemukan metode paling mudah yg bisa ia lakukan dirumah.


"Bagus tuan.. gerakkan perlahan dan jangan terlalu memaksa."


"Aku pasti bisa.." ucap Sammy.


Sammy pun berusaha berdiri sekuat tenaga, dan kini dirinya mampu berdiri dalam 1 menit. Dan itu merupakan rekor barunya.


"Akhirnya anda bisa berdiri selama 1 menit." ucap terapis tersebut.


"Nanti aku akan belajar berjalan." ucap Sammy.


"Ya.. anda pasti bisa.."


Begitulah, saat kecelakaan kaki Sammy terjepit dan patah hingga tidak bisa berjalan. Untungnya tak ada syaraf yg rusak hingga Sammy masih bisa berjalan. Dan Sammy bertekat untuk bangkit serta membalas perbuatan orang yg membuatnya menderita begini.


"Siapapun orang itu, mau pria ataupun wanita, aku takkan mengampuninya.." gumam Sammy dalam hati.


Dibalik diam dan sikap tenangnya Sammy menyimpan dendam pada pelaku. Bahkan walaupun Sammy sudah tahu kalau pelakunya sudah dipenjara, tetap saja rasanya masih ada yg mengganjal. Dan Sammy akan mencari tahu segalanya sampai tuntas.


.


.


.


Siang harinya, Davi datang bersama Devi. Mereka mengunjungi Sammy seperti biasa.


"Hai Samm.." sapa Devi.


"Kalian sudah sampai." ucap Sammy.


"Yups.. aku bawakan lagi buku-buku untukmu." ucap Davi.


"Thanks Davi.." ucap Sammy.


"Aku tak menyangka seleramu ternyata komik horor." ucap Devi.

__ADS_1


"Ya.. dari komik ini aku belajar untuk menangani rasa takut." ucap Sammy.


"Ya itu bagus, kalau aku pasti takkan bisa tidur setelah membacanya." ucap Devi.


"Jangan pernah membacanya sister.." ucap Davi.


"Tentu." balas Devi.


"Bagaimana Samm, apa ada perkembangan?" tanya Devi.


"Tak banyak, tapi aku akan terus berusaha." ucap Sammy tersenyum.


"Aku yakin kau pasti bisa.. aku tahu kau orang yg pantang menyerah." ucap Devi.


"Benar, kau pasti bisa bro dan kami takkan meninggalkanmu." ucap Davi.


"Terimakasih.." balas Sammy.


Begitulah setiap minggu mereka selalu berkumpul bersama, apalagi saat ini Devi sedang mengerjakan perintah dari kakeknya. Hingga dirinya bisa datang kapan saja bersama Davi, khususnya akhir pekan.


.


.


.


Setiap seminggu sekali Kenzo juga menemaninya untuk menjalani terapi di sebuah rumah sakit. Kenzo pun sangat berharap putranya itu bisa sembuh dan normal kembali walau pastinya akan memakan waktu yg lama.


Sammy pun sudah ada di tahap belajar berjalan dengan berpegangan pada suatu alat bantu dan diawasi. Dengan perlahan Sammy melakukannya setiap minggu. Dan setiap hari ia juga melakukannya di rumahnya. Segalanya Kenzo berikan agar Sammy bisa berlatih sendiri di rumah.


Kenzo merasa senang dan bangga pada Sammy yg memiliki semangat yg tinggi untuk bangkit. Dirinya yg mengenal Sammy sebagai pribadi yg aktif pun memahami perasaan putranya itu. Sammy pasti sangat tak nyaman dan ingin bisa melakukan semuanya sendiri seperti dulu.


Dukungan demi dukungan pun tak ada hentinya datang pada Sammy. Devi yg telah kembali ke Indonesia pun kerap memberinya buku bacaan tentang apa saja yg mampu memotivasi dirinya. Sammy pun begitu bersyukur atas kehidupan kedua yg ia terima ini. Mungkin kekasihnya Alice sudah meninggalkannya tapi dirinya yg masih hidup juga masih punya banyak tujuan lain.


Perlahan tapi pasti Sammy mulai mengalami perubahan. Dirinya mulai bisa berjalan dengan tongkatnya. Kenzo, Daphny dan Vio pun bahagia melihat kemajuan Sammy. Daphny bahkan sampai terharu dengan kegigihan putranya itu.


"Selangkah lagi Sammy, mama yakin Sammy pasti mampu." ucap Daphny memeluk putranya.


"Iya ma.. Sammy akan terus berusaha."


"Kakak Fighting...!!" ucap Vio.

__ADS_1


"Tentu saja.." balas Sammy.


"Papa senang, kau akhirnya bisa memiliki perkembangan yg bagus." ucap Kenzo.


"Iya pa.." balas Sammy tersenyum.


Sejak itulah Sammy mulai bisa beraktifitas sendiri. Mulai dari berjalan, berdiri, pergi ke toilet, dan aktivitas lainnya. Sammy sudah tak banyak dibantu lagi, hanya saja Daphny ingin anaknya selalu diawasi dirumah karena takut ada hal buruk yg terjadi.


Tibalah hari dimana Sammy pergi ke rumah sakit untuk menjalani check up rutin. Dirinya juga bertemu dengan James yg juga melakukan pemeriksaan rutin pada putrinya. Sammy pun ditemani Kenzo karena tahu ada James disana.


Sementara James menatap bingung pada Sammy yg muncul dengan berjalan menggunakan tongkat. Dirinya pun menghampiri Sammy dan bertanya.


"Ada apa nak? apa kau habis kecelakaan.?" tanya James.


"Menurutmu??" balas Sammy acuh.


"Aku hanya bertanya, terakhir bertemu kau baik-baik saja." ucap James.


"Ya, aku mengalami kecelakaan parah dan berkat kecelakaan itu putrimu berhasil selamat." ucap Sammy lalu pergi.


Seketika James pun terdiam, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat. Kebahagiaan yg ia rasakan karena putrinya terbebas dari maut justru berasal dari kesedihan orang lain. James pun terdiam sesaat sebelum kembali ke ruangan putrinya. Dirinya juga sempat bertemu dengan Kenzo.


"Kenzo apa yg terjadi pada putramu?" tanya James.


"Dia habis kecelakaan, seperti yg kau lihat." ucap Kenzo.


"Apa maksud perkataannya kalau berkat kecelakaannya putriku bisa selamat.?" tanya James.


"Sebaiknya kau mengecek kembali siapa pendonor jantung putrimu.. kau berhutang budi padanya. Atau kau belum berterimakasih pada keluarganya?" ucap Kenzo.


"Apa??" ucap James.


"James, berkat organ jantung yg diberikan seseorang nyawa putrimu selamat bukankah kau harusnya berterimakasih, atau tabiat aslimu memang begini?? tak tahu berterimakasih." ucap Kenzo lalu pergi meninggalkan James.


James pun kembali terdiam dan menelpon orangnya untuk mengecek siapa pendonor jantung pada putrinya. Dan betapa terkejutnya ia, bahwa pendonor tersebut adalah teman Sammy yg mengalami kecelakaan bersamanya. Bahkan kecelakaan tersebut sampai masuk berita dan koran dalam beberapa hari.


Wanita bernama Alice Hailly yg mendonorkan jantungnya ternyata masih sangat muda bahkan seusia putrinya. Dan bahkan James tak mencoba mencaritahu siapa pendonornya serta hanya memberikan uang pada keluarganya, lalu uang itu dikembalikan padanya dalam beberapa hari.


Kini James paham mengapa uang pemberiannya dikembalikan. Ternyata keluarga dari pendonor bukan berasal dari keluarga biasa. Bahkan nyonya Monalisa sampai kesal saat mendengar kebaikan putrinya dibalas dengan uang yg tak seberapa di matanya, bahkan tak sebanding dengan nyawa putrinya yg tewas.


James pun berusaha untuk menemui nyonya Monalisa untuk berterimakasih tapi ditolak karena Monalisa merasa tersinggung dan kesal, karena sudah beberapa bulan lamanya baru James ingin mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


Belum kering luka dihatinya karena putrinya yg sudah meninggal harus mendonorkan jantungnya, kini keluarga yg menerima donor justru malah baru ingin berterimakasih setelah sekian lama. Bahkan awalnya sempat mengirimkan uang padanya. Monalisa pun tak tinggal diam dan menolaknya mentah-mentah, baginya sudah cukup kebaikan hati putrinya pernah dihargai dengan uang dan dirinya tak mau lagi berhubungan dengan orang yg sombong dan angkuh.


__ADS_2