
Lyra pun menatap pada undangan pernikahan Bella dan James ditangannya. Terlihat juga foto-foto prewed mereka yg begitu mesra, hingga dirinya merasa iri karena dulu pernikahannya terjadi secara tiba-tiba. Bahkan bisa dibilang Lyra adalah pengantin pengganti, ya menggantikan Jessika dan keluarganya yg mengalami kecelakaan.
"Ada apa Lyra..?" tanya Kenzo.
"Tidak ada prof." ucap Lyra.
"Aku tahu, itu undangan pernikahan mantan suamimu kan?" tanya Kenzo.
"Begitulah prof.." balas Lyra tersenyum kecut.
"Aku akan mengambilnya karena sudah membuatmu sedih.. ingat ini tak baik untuk janinmu." ucap Kenzo mengambilnya.
"Tapi prof.." ucap Lyra begitu undangan tersebut diambil oleh Kenzo.
"Sstt.. jangan pikirkan mereka., kau harus memikirkan dirimu." ucap Kenzo.
"Baiklah, terimakasih prof atas pengertiannya." ucap Lyra.
Lyra pun tak ingin ambil pusing dan membiarkan Kenzo menyimpannya. Dan terserah mau dibuang sekalipun karena Lyra takkan datang. Tak bisa dipungkiri pula, hati Lyra sangat sakit melihatnya. Tapi Lyra berusaha tegar agar kondisi kesehatannya baik-baik saja.
Lyra ingat ada seorang nyawa yg harus ia jaga saat ini. Hingga dirinya tak mau memikirkan semua kegilaan Bella apalagi terpancing oleh rencananya. Lyra juga tahu betul Bella sengaja melakukan itu demi menyakitinya.
.
.
.
Sementara Kenzo menatap pada kertas undangan pernikahan tersebut. Waktunya besok malam dan pas sekali dirinya tak ada shift malam, begitu juga dengan Lyra. Kenzo pun memikirkan sebuah ide bagus untuk membalas mantan suami Lyra tersebut. Tapi masalahnya apakah Lyra akan setuju atau tidak?
Kenzo yg sudah terlanjur mengakui sebagai kekasih Lyra pun tak ingin Lyra terus diganggu oleh James dan Bella. Hingga dirinya merancang sebuah rencana agar kedua menusia itu tak mengganggu Lyra lagi demi keamanan kehamilan Lyra.
"Aku harus melakukannya.." gumam Kenzo dalam hati.
Kenzo pun menghampiri Lyra sepulang kerja dan mengajaknya pergi ke suatu tempat. Mereka pun tiba di sebuah cafe dan memesan makanan disana.
"Ada apa prof?" tanya Lyra.
"Aku punya ide bagus, bagaimana jika kita menghadiri pernikahan James dan Bella." ucap Kenzo.
"Tak ada gunanya prof." balas Lyra.
"Pasti ada, kau harus menunjukkan kalau kita pasangan hingga Bella itu percaya dan tak mengganggumu. Dan mantan suamimu itu kau harus membalasnya." ucap Kenzo.
"Aku tak yakin apakah aku mampu datang kesana." ucap Lyra.
"Ada aku, aku akan menjagamu.. kita cukup datang dan memberi selamat lalu pulang. Beres kan." ucap Kenzo.
"Aku sudah terlanjur bilang tak bisa datang." ucap Lyra menyesal.
"Tak apa, anggap saja kejutan bagi Bella dan James.. lagipula sudah terlanjur basah karena aku sudah mengaku-ngaku sebagai kekasihmu." ucap Kenzo.
"Prof tak keberatan? memangnya prof tidak ada kekasih?" tanya Lyra.
"Tidak ada.. jadi kau jangan cemaskan aku." ucap Kenzo.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke toko pakaian setelah dari cafe tersebut. Kenzo ingin memperlihatkan pada James kalau Lyra itu berharga dan tak pantas untuk disakiti. Kenzo pun membelikan Lyra gaun mahal untuk dikenakan nanti.
"Prof ini gaun mahal, lagipula hanya akan digunakan beberapa jam." ucap Lyra.
"Sudah pokoknya kau harus memakainya, karena sudah kubayar." ucap Kenzo.
"Baiklah, jangan menyesal ya karena tak ada pengembalian dana." ucap Lyra.
"Haha.. oke.. oke.." ucap Kenzo.
Setelah itu, mereka pun kembali ke apartemen mereka. Dan Lyra sungguh tak tahu harus bagaimana menghadapi hari esok. Ia hanya berpura-pura kuat dan meminta bantuan pada Kenzo. Dan ia juga tak boleh menangis di acara tersebut.
"Oke aku kuat, aku tegar, James dan Bella bukan apa-apa bagiku." gumam Lyra dalam hati berusaha mensuggesti dirinya.
.
.
.
Keesokan harinya, Lyra dan Kenzo pun bekerja seperti biasanya. Mereka bahkan melakukan operasi dadakan tepat 1 jam sebelum jam pulang kerja. Dan operasi tersebut memakan waktu 2 jam, hingga mereka pun pulang terlambat. Belum lagi mereka harus tiba di acara pernikahan James kurang dari 1 jam. Bagaimana mungkin Lyra dan Kenzo bersiap dalam waktu kurang dari 1 jam, belum lagi jalanan yg kadang terjadi kemacetan.
"Lyra, tenang saja." ucap Kenzo.
"Oke.." ucap Lyra.
"Halo Lyra, aku hari ini akan membantumu." ucap Santi.
"Membantu apa San?" tanya Lyra.
"Baiklah, pasti ini prof yg memintanya." ucap Lyra.
"Iya katanya kau tak sempat ke salon karena habis operasi tadi." ucap Santi.
"Terimakasih banyak San.." ucap Lyra.
"Malam ini adalah pembalasan dendammu Lyra.. lakukan dengan baik.. buat James menjadi pria paling menyedihkan di dunia." ucap Santi.
"Aku akan berusaha kawan.." ucap Lyra.
"Lyra aku tinggal ya kau akan dibantu oleh Santi." ucap Kenzo.
"Serahkan padaku prof." ucap Santi dan Lyra hanya mengangguk.
Santi pun membantu Lyra berias dan menjadikannya sangat cantik malam ini. Santi juga menyesuaikan dengan gaun yg akan dipakai oleh Lyra.
"Lihat kau sangat cantik malam ini.. " ucap Santi meminta Lyra bercermin.
"Terimakasih Santi.. kau memang berbakat." ucap Lyra.
"Hati-hati prof Kenzo jadi menyukaimu." goda Santi.
"Mana mungkin,.. sudah jangan ucapkan yg tidak-tidak malu di dengar anak ini." ucap Lyra menunjuk perut ratanya.
"Oke.." ucap Santi.
__ADS_1
Lyra pun akhirnya pergi dengan Kenzo, dan sepanjang jalan para staf rumah sakit menatapnya dengan takjub karena Lyra sangat cantik malam itu. Terutama staf laki-laki yg terpukau oleh kecantikan Lyra.
Kenzo pun menunggunya di halaman parkir, dan melihat Lyra sangat cantik malam itu.
"Kau sudah siap?" tanya Kenzo.
"Iya walaupun aku sedikit gugup." ucap Lyra.
"Jangan gugup, kau sangat cantik malam ini.. James mantanmu itu pasti menyesal." ucap Kenzo.
"Baiklah, terimakasih prof sudah menyemangatiku." ucap Lyra.
"Kalau begitu, mari kita berangkat." ucap Kenzo.
"Lyra mau kemana?" tanya Kenzo melihat Lyra ke arah lain.
"Lah mobilmu bukannya disana?" tanya Lyra.
"Khusus malam ini aku pakai mobil ini.. sudah cepat naik." ucap Kenzo menunjuk pada mobil sport berwarna hitam yg begitu mengkilap tersebut.
"Baiklah kalau begitu." ucap Lyra.
Mereka pun menuju ke tempat acara pernikahan James dan Bella. Tak lupa Kenzo membawa undangannya agar mereka bisa masuk ke sana. Nampak sebuah acara mewah pun terlihat dari luar gedung. Dan yg hadir disana cukup ramai. Tapi saat Lyra masuk ke dalam dirinya melihat ke arah mempelai dan tak menemukan mom Vina.
"Kau mencari siapa?" tanya Kenzo.
"Mantan ibu mertuaku.. dia orang yg sangat baik padaku tapi dia tak hadir." ucap Lyra.
"Ooh begitu." ucap Kenzo lega. "Kupikir kau mencari si breng***k itu.." gumam Kenzo dalam hati.
Beberapa yg mengenal Lyra pun menghampirinya dan memintanya untuk tegar karena mantan suaminya sudah menikah lagi.
"Aku baik-baik saja nyonya.. lagipula aku tak ingin terburu-buru.. " ucap Lyra.
"Syukurlah kau juga sudah menemukan orang tampan sebagai penggantinya."
"Iya nyonya, kalau begitu aku permisi ya aku ingin menyalami kedua mempelainya." ucap Lyra.
"Kau harus tunjukkan kalau kau baik-baik saja, aku mendukungmu." ucap nyonya tadi.
"Terimakasih, aku duluan." ucap Lyra.
Lyra pun dengan percaya diri menggandeng tangan Kenzo dan melangkah menuju ke pelaminan untuk menyalami James dan Bella. Semua mata pun tertuju padanya yg terlihat begitu cantik dan elegan. Ditambah Lyra membawa seorang pria tampan di sampingnya. James pun melihatnya dan mengenalinya dari kejauhan, apalagi Lyra jadi pusat perhatian.
"Bella apa kau yg mengundang Lyra dan si bre**k itu?" tanya James.
"Akhirnya dia datang juga, kemarin dia bilang tak bisa datang. Dia cuma mau pamer kekasih baru." ucap Bella.
Namun, raut wajah James berubah seketika menjadi menyeramkan. Bella sampai beberapa kali mencubit lengannya untuk menjaga ekspresinya tapi James tak menghiraukannya.
"Selamat tuan James dan nona Bella." ucap Lyra.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga menjadi keluarga yg bahagia." ucap Kenzo.
"Kalian..!" ucap James kesal sementara Lyra pun tersenyum begitu juga dengan Kenzo.
__ADS_1