Diammu Membunuhku

Diammu Membunuhku
EP.135 Kencan yg gagal


__ADS_3

Sehari sebelum bertemu dengan calon yg sudah dipilihkan kakeknya, Davi pun mengabari Sammy. Dan Sammy nampak tak tenang akan hal itu. Dirinya memaksa Davi mengawasi Devi bahkan sampai menjadi mata-mata dalam kencan mereka malam ini.


Davi pun merasa Sammy sangat mencurigakan, karena begitu menyusahkannya dengan memaksanya menjadi mata-mata. Bak detektif yg sedang menyelidiki musuhnya, mereka pun berpakaian hitam dan memakai kacamata serta masker.


"Haruskah kita memakai masker Sam?" tanya Davi.


"Iya, kau mau ketahuan.?"


"Lalu bagaimana caranya kita makan?" balas Davi.


"Tinggal buka saja.." ucap Sammy membuka maskernya lalu tersenyum dan menyadari mereka berada di sebuah resto yg pastinya tujuannya untuk makan.


"Harusnya kau itu menyadari keanehanmu itu." gerutu Davi.


"Ini demi Devi." balas Sammy.


"Hmm.."


.


.


Sementara di lantai bawah tepat dimana Sammy dan Davi berada, Devi sedang makan malam dengan calon yg sudah dipilihkan. Seorang duda kaya raya, pengusaha batu bara. Dari penampilannya pun terlihat dirinya orang kaya dengan barang bermereknya. Belum lagi tampilannya yg seperti sugardaddy yg masih tampan di usianya yg 40 tahun.


"Senang bertemu denganmu nona Devi." sapa pria bernama Hans.


"Iya, terimakasih tuan Hans." balas Devi.


"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Hans.


"Ya baik, tapi begitulah selalu sibuk." ucap Devi.


"Setelah menikah apa kau tak ingin jadi ibu rumah tangga dan di rumah saja?" tanya Hans.


"Sepertinya itu mustahil, kakek akan mewariskan perusahaannya padaku." ucap Devi.


"Aku akan mengurusnya, jadi jika kita menikah kau hanya diam dirumah dan mengurus anak-anak." ucap Hans.


"Kalau begitu nampaknya kau salah orang tuan Hans.. aku bekerja keras bukan hanya untuk jadi ibu rumah tangga biasa." ucap Devi.


"Apa aku menyinggungmu.??" tanya Hans.


"Apartemen cemara xc..Apartemen roses bb.. griya tawang Vv.. " ucap Devi.


"Apa itu?" tanya Hans.


"Kau yakin tak tahu? itu bukannya aset milikmu?" tanya Devi.


"Benarkah? hmm mungkin milik mantan istriku." ucap Hans berkilah.


"Disana ada wanita bernama Vivian, Helena, Jessika.." ucap Devi membuat Hans terdiam.


"Kenapa? kau terkejut?? kau pikir aku bodoh dengan tak menyelidiki latar belakangmu.. kau bahkan terkenal diantara rekanmu sebagai sugardaddy bukan?" tanya Devi tersenyum.


Hans pun tersenyum karena dirinya langsung ketahuan di pertemuan pertama.

__ADS_1


"Kurasa kita takkan cocok.. aku wanita ambisius dan haus kekuasaan.. aku juga tak suka berbagi hartaku pada pria yg lemah.. " ucap Devi.


"Kata-katamu sungguh tajam.." balas Hans malu.


"Karena sudah jelas, aku akan membatalkannya dan bicara pada kakekku.. maaf aku tak selera makan karena sedih mengingat ketiga wanita simpananmu tersebut. " ucap Devi.


"Saranku kalau kau ingin investasi lebih baik ke properti, saham atau emas, bukan wanita.." sindir Devi lalu berdiri dan mengambil tasnya.


"Kau langsung pergi?" tanya Hans sedikit kesal.


"Ya.. maaf tuan Hans kita tak cocok." ucap Devi langsung berjalan keluar resto.


Hans pun merasa dipermalukan di awal pertemuan, yg pastinya dirinya harus menggagalkan perjodohannya. Rencananya menguasai mall milik keluarga Devi pun gagal, karena Devi tak sebodoh perkiraannya.


Sementara Sammy, dirinya memantau dari lantai dua. Dan melihat Devi pergi meninggalkan pria tersebut.


"Samm mau kemana?" tanya Davi yg sedang menikmati makanannya.


"Devi sudah selesai, dia keluar meninggalkan pria tersebut." ucap Sammy lalu ikut keluar mengikutinya.


"Pergilah aku mau makan." ucap Davi kesal karena Devi pasti aman bersama pengawalnya.


Sammy pun pergi melihat Devi pergi bersama pengawalnya naik ke mobilnya. Sammy pun lega karena kencannya gagal. Lalu kembali ke dalam resto untuk menemui Davi.


.


.


Ditempat lain, nampak Devi sedang menghubungi Boby.


"Iya nona, apa berhasil?" tanya Boby.


"Iya berkatmu.. info yg bagus di menit-menit akhir." puji Devi.


"Aku sudah bersusah payah mendapatkannya nona.. baguslah kalau gagal." ucap Boby.


"Terimakasih bob dan kerja bagus." ucap Devi. .


"Baik nona. Aku senang mendengarnya." ucap Boby lalu Devi pun memutuskan sambungan telepon.


Devi pun memuji insting Sammy yg berkata kalau pria itu aneh. Dan entah mengapa pria itu orang pertama yg menemuinya. Beruntung Devi memiliki Boby yg bisa diandalkan dan cepat mendapatkan informasi. Hingga dirinya bisa selamat dari laki-laki macam Hans. Pantas saja istrinya meminta bercerai, karena dirinya selingkuh dengan beberapa wanita sekaligus.


"Satu baj***an berhasil ku usir." gumam Devi dalam hati.


.


.


.


Sementara Sammy dan Davi merasa lega setelah mendapat kabar gagalnya kencan yg pertama karena pria itu sangat bre***k. Setelah mendengar calon dari Devi yg seperti itu, Davi dan Sammy pun takkan tinggal diam. Mereka harus mengawasi jalannya perjodohan tersebut. Jika bekerja pun salah seorang harus menyempatkan diri.


Dan setiap minggunya, Devi berusaha menggagalkan perjodohan tersebut. Boby pun diminta merekrut mata-mata untuk menyelidiki para pria tersebut karena Devi membutuhkannya di kantor. Dan hal itu terjadi selama 2 bulan terakhir.


Sampai Devi muak rasanya setiap minggu pergi ke salon hanya untuk menemui para pria yg tak cocok untuknya.

__ADS_1


"Bob tak bisakah besok kita lembur saja?" tanya Devi ketika sudah memasuki akhir pekan.


"Tidak bisa nona, putriku ingin pergi ke kebun binatang." ucap Devi.


Devi pun menghela nafas karena lelah dengan perjodohan ini.


"Kali ini calonnya sudah anda kenal nona." ucap Boby.


"Siapa?" tanya Devi.


"Tuan Jeremy .." balas Boby.


"Ya Tuhan.. " ucap Devi.


"Bukankah anda sudah mengenalnya?" tanya Boby.


"Bukan hanya mengenalnya tapi aku sudah menolaknya sekali.. haruskah aku menyakitinya lagi bob?" tanya Devi.


"Yg menentukannya bukan aku nona tapi anda." ucap Boby tersenyum.


"Ckk.. kau itu kadang menyebalkan." ucap Devi.


"Mobil sudah siap nona, anda harus ke salon dulu." ucap Boby.


"Tidak perlu, kalau hanya menemui Jeremy.. santai saja." ucap Devi.


"Anda lupa, kakek anda mengawasi segalanya dengan baik?" tanya Boby mengingatkan.


"Ck.. sial aku lupa lagi." ucap Devi langsung bergegas ke salon.


Begitulah rutinitas Devi setiap akhir pekannya, selalu ke salon dan menumui pria pilihan kakeknya. Sungguh membosankan bukan? Apalagi Devi harus menolak mereka semua karena tak ada yg sesuai dengan kriterianya.


Kali ini Jeremy yg akan menjadi teman kencannya. Dan Devi harap pria itu tak menaruh banyak harapan padanya.


"Sudah lama?" tanya Devi.


"Belum, baru 10 menit." ucap Jeremy.


Kemudian keduanya yg sudah saling kenal pun mengobrol santai. Dan obrolannya kini agak lama karena keduanya sangat mengenal satu sama lain.


"Kenapa kau putus dengannya?" tanya Jeremy.


"Mungkin karena bosan, kami berdua sama-sama terlalu sibuk bekerja." ucap Devi.


"Aku terkejut karena menjadi salah satu pilihan calon suamimu." ucap Jeremy.


"Aku juga tak menyangka.. kakek memang kadang orang yang random dalam memilih." ucap Devi.


Mereka pun berbincang, sementara di sudut lain nampak Davi sedang mengintai keduanya bicara. Bahkan sampai melakukan panggilan video dengan Sammy. Dan Sammy bak sedang live streaming menyaksikan Devi dan Jeremy berkencan.


"Kenapa harus pria itu?" ucap Sammy tak suka.


"Mereka akrab.. dan Devi mengenalnya. Apanya yg salah?" tanya Davi.


"Pokoknya kau awasi Devi." ucap Sammy.

__ADS_1


"Iya.. kau ini cerewet sekali." ucap Davi.


__ADS_2