
Beberapa minggu terakhir, Lyra pun sudah tidak mual lagi dan jarang sekali muntah. Hal tersebut membuatnya baik-baik saja menjalani pekerjaannya yg padat. Karena bagaimanapun Lyra kini hidup sendiri dan harus mampu mandiri. Terlebih dirinya tak meminta sepeserpun pada James saat bercerai.
Bekerja dan bekerja, itulah yg Lyra lakukan. Dirinya juga memperhatikan asupan makanannya dan berolahraga secukupnya. Tak lupa dirinya juga beristirahat dengan cukup agar kehamilannya tak terganggu.
.
.
.
Berbeda dengan Lyra yg nyaman menikmati kehamilannya, James pun gelisah setiap saat. Kadang tubuhnya tiba-tiba tidak enak badan dan pusing, bahkan sampai mual. Hingga hal tersebut mengganggu pekerjaannya. Belum lagi Bella yg kerap mengganggunya dengan meminta makan bersama saat makan siang.
Hingga satu hari, James pun terkapar di kamarnya. Kepalanya benar-benar pusing dan mual. Dan parahnya Bella tak bisa mendekat karena James tidak suka parfum Bella.
"Bella menjauhlah, baumu sangat tidak enak.. kau pakai parfum apa?" tanya James.
"Pakai parfum biasanya, dan biasanya kau tak sampai begini."ucap Bella.
"Tapi aku tak tahan dan mau muntah." ucap James berlari ke kamar mandi.
"Ck.. dia itu kenapa sih?" gumam Bella sebal.
Sementara Bella tengah menghitung uang hasil penjualan tas dan pakaian Lyra yg sangat mahal itu. Bella pun tersenyum, insting pebisnisnya pun tak salah dan daripada berdebat atau malu karena memakai barang bekas Lyra, lebih baik ia jual. Dan uangnya bisa ia belanjakan barang lain.
"Aku sudah panggilkan dokternya.. kau istirahat saja." ucap Bella.
"Terimakasih Bella." ucap James.
"Kau mau kemana?" tanya Bella.
"Aku mau ke ruanganku, aku tak tahan dengan bau badanmu itu." ucap James lalu masuk ke ruang pribadinya.
Bahkan Bella sekalipun tak bisa masuk ke ruangan pribadinya karena menggunakan pasword yg hanya diketahui oleh James.
"Ckk.. dia itu kenapa menyebalkan sekali sekarang." gerutu Bella.
Tak berapa lama, dokter pun tiba dan memeriksa James. Nampak tak ada yg salah dengannya tapi kenapa laki-laki itu merasakan sakit? dokter pun mulai berpikir. Untuk saat ini dirinya hanya meresepkan obat, tapi jika sakitnya belum hilang James diminta melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.
"Baiklah.. Terimakasih dok." ucap James.
"Sama-sama tuan, saya permisi." ucap dokter tersebut.
James pun meminum obat tersebut dan merasakan sakit kepala luar biasa. Dirinya hanya istirahat selama 2 hari lalu kembali ke kantor walau tubuhnya masih belum pulih. Setelah menyelesaikan urusannya, James pun pergi ke rumah sakit sesuai perintah dokter. Dan tujuannya adalah rumah sakit tempat Lyra bekerja, entah mengapa James ingin sekali melihat mantan istrinya itu.
"Apa tidak masalah tuan kita kemari?" tanya Dani sekertarisnya yg baru.
"Sudah ikuti saja perintahku, saham kita juga ada disana." ucap James.
James pun turun bersama sekertarinya, dan dirinya menemui dokter disana. Dirinya pun diperiksa secara menyeluruh dan menunggu hasilnya bersama Dani. Saat sedang menunggu, dirinya melihat Lyra lewat bersama dokter lainnya dengan mendorong ranjang pasien yg tampak dalam posisi darurat.
Anehnya aroma tubuh Lyra bahkan tercium dari jarak jauh, dan membuat kepala James serasa rileks. James pun bingung parfum apa yg dipakai Lyra sampai dirinya menyukainya.
__ADS_1
"Kenapa akhir-akhir ini aku sangat aneh." gumamnya dalam hati.
Cukup lama mereka menunggu hasilnya dan akhirnya keluar juga. Dokter pun berkata kalau semuanya baik-baik saja dan tak ada yg salah dengannya. James pun masih tak mengerti dan kesal.
"Lalu apakah kau pikir sakit kepalaku ini main-main?" tanya James.
"Maaf tuan, aku hanya mendapatkan hasil yg bagus.. harusnya anda tenang dan mencaritahu penyebabnya." ucap sang dokter.
"Baiklah.. aku akan ke rumah sakit lain dengan dokter yg lebih kompeten." ucap James kesal lalu keluar dari ruangan dokter tersebut.
Dani pun merasa malu dan meminta maaf pada dokter tersebut.
"Maafkan atasanku dok, dia memang jadi sensitif semenjak dirinya sakit." ucap Dani lalu menyusul tuannya.
Saat Dani keluar nampak tuannya sudah menghilang entah kemana. Dirinya pun memanggilnya dan melihat kesana kemari.
"Tuan James.." ucap Dani kemudian berkeliling rumah sakit karena teleponnya tak diangkat. Dani juga tak menemukannya di parkiran.
"Kemana tuan ini sekarang?" gumam Dani lelah berkeliling.
.
.
James pun ternyata mengikuti aroma parfum Lyra hingga membawanya ke suatu tempat. Hingga tibalah dirinya di area dekat ruang operasi. Dan dirinya melihat Lyra beserta tim dokter lainnya yg habis melakukan operasi. Nampak di mata James Lyra begitu cantik dan seksi dengan pakaian operasi. Berbeda dengan Bella yg kerap memakai pakaian aneh dan bau parfumnya akhir-akhir ini semakin membuatnya sakit kepala.
"Da*n..! kenapa dia jadi makin cantik dan seksi??" gumam James dalam hati.
"Lyra..!" ucap James dari kejauhan.
"Dia itu kan tuan James." ucap Kenzo.
"Mau apalagi si bre**ek itu.." ucap Lyra.
"Apa yg kau lakukan dengan pria bre**k ini?" tanya James tanpa memedulikan orang sekitar.
"Apa kita punya masalah tuan?" tanya Kenzo.
"Kenapa kau dekat-dekat dengan Lyra?" tanya James.
"Apakah anda lupa kalau ini di rumah sakit?? dan kami sedang bekerja?? atau anda sedang mabuk?" tanya Kenzo.
"Kau benar-benar minta dihajar." ucap James mendekat.
Lyra pun secara spontan memukul punggungnya dengan papan tulis kecil.
Bughh..bughh..
"Apa kau mabuk?? ini rumah sakit, jadi sadarlah." ucap Lyra kesal.
"Kenapa kau dekat dengannya?" tanya James.
__ADS_1
"Itu urusanku, kita sudah selesai." ucap Lyra.
"Lyra.. ayo pulang." ucap James.
"Haruskah kupukul kepalamu agar sadar kalau kita sudah resmi bercerai?" tanya Lyra dengan sorot mata tajam yg tanpa sadar keceplosan di depan rekannya.
James pun terdiam dan menatap kesal pada Kenzo, kemudian Dani datang menghampirinya.
"Tuan, anda sedang apa? aku mencarimu kemana-mana. Nyonya Bella tak bisa menghubungimu." ucap Dani.
"Ponselku di mobil.. ayo kita pulang." ucap James.
"Ck.. tingkahnya semakin aneh saja Lyra." ucap Kenzo.
"Begitulah, aku tak yakin dia sedang dalam posisi sadar." ucap Lyra.
Sementara rekannya menatapnya seakan ingin bertanya sesuatu.
"Kalian penasaran? semuanya benar sesuai dengan yg kalian dengar, aku baru saja bercerai beberapa hari lalu. Kalian juga tahu kan siapa aku? kalau sampai ada rumor, aku takkan tinggal diam dan akan membungkamnya." ucap Lyra lalu menghancurkan sebuah pena dengan satu tangan dan itu cukup membuat rekannya terdiam.
Lalu Kenzo mendekati mereka dan berbicara sesuatu sementara Lyra kembali ke ruangannya.
"Ingat, bergosip itu tak baik apalagi sampai bertengkar di lingkungan kerja." ucap Kenzo menasehati.
"Baik prof." ucap mereka.
Sementara Lyra pergi mencaritahu apa yg James lakukan di rumah sakit tersebut setelah merenung beberapa saat. Apalagi tingkahnya tadi sangat tidak wajar. Bagaimana bisa dirinya meminta Lyra pulang padahal mereka sudah resmi bercerai.
Lyra pun bertanya pada pusat informasi dan mendapatkan jawabannya. Kalau James mengeluh sakit kepala hebat tapi dokter yg menangani tak menemukan hal aneh padanya. Bahkan James dinyatakan sehat.
"Sedang apa?" tanya Santi menghampirinya.
"Barusan James kemari dan membuat keributan, bahkan dia cemburu pada prof Kenzo. Aku penasaran dia itu kenapa." ucap Lyra.
"Cie kepoin mantan." goda Santi.
"Aku serius, apa sakitnya sampai membuatnya hilang akal." ucap Lyra.
"Memang apa gejalanya?" tanya Santi.
"Sakit kepala hebat sampai mual dan dokter tak menemukan apapun padahal sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh." ucap Lyra.
"Ada kemungkinan, sindrom kehamilan simpatik. Ya antara ini tentang anakmu atau anak dari Bella." ucap Santi menerka.
"Jadi sindrom itu benar-benar ada?" tanya Lyra.
"Iya itu benar ada.. tapi aku bersyukur karena dia sedang menerima hukuman dari calon anaknya." ucap Santi tersenyum.
"Asalkan tak menggangguku saja." balas Lyra.
Lyra pun cemas kalau James datang dan mengganggunya bahkan membuatnya malu di depan rekan kerjanya. Tapi dirinya juga bersiap jika Bella yg datang lagi dan mengganggunya atau pamer padanya. Apalagi kalau Bella tahu kehamilannya, itu sangat berbahaya.
__ADS_1